Anda di halaman 1dari 16

REFERAT SEMINOMA TESTIS

Disusun oleh : AA GD ARY KUSUMA H, S.Ked 07700133

Pembimbing : dr.Duriyanto Oesman, Sp.B, FInaCS

PENDAHULUAN
Tumor yang agak jarang ditemukan dan kebanyakan ditemukan pada usia antara 20 sampai 36 tahun Faktor penyebab karsinoma testis tidak jelas, faktor genetic, infeksi virus atau penyebab lain atau trauma testis tidak mempengaruhi terjadinya tumor ini. Penderita kriptokismus atau bekas kriptokismus mempunyai risiko lebih tinggi untuk tumor testis ganas Penggunaan hormone dietilstilbestrol yang terkenal sebagai DES

PENDAHULUAN
Tumor yang agak jarang ditemukan dan kebanyakan ditemukan pada usia antara 20 sampai 36 tahun Faktor penyebab karsinoma testis tidak jelas, faktor genetic, infeksi virus atau penyebab lain atau trauma testis tidak mempengaruhi terjadinya tumor ini. Penderita kriptokismus atau bekas kriptokismus mempunyai risiko lebih tinggi untuk tumor testis ganas Penggunaan hormone dietilstilbestrol yang terkenal sebagai DES

TESTIS Anatomi dan Histologi


Setiap testis dikelilingi oleh simpai tebal jaringan ikat kolagen, yaitu tunika albuginea Tunika albuginea yang menebal kelenjar menjadi sekitar 250 kompartemen pyramid yang disebut lobulus testis. Setiap lobulus dihuni oleh 1-4 tubulus seminiferus yang terpendam dalam dasar jaringan ikat longgar yang banyak mengandung pembuluh darah dan limfe, saraf dan sel interstitial (leydig)

Tubulus Seminiferus
Spermatozoa dihasilkan di tubulus seminiferus Tubulus itu berkelok-kelok dan berawal sebagai saluran buntu Tubulus rectus yang menghubungkan tubulus seminiferus dengan labirin saluran berlapis epitel yang beranastomosis, yaitu rete testis

Epitel tubulus seminiferus terdiri atas dua sel yaitu sel sertoli atau sel penyokong dan sel-sel yang membentuk garis keturunan spermatogenik Fungsinya adalah menghasilkan spermatozoa

Spermatogenesis
Pada saat terjadinya pematangan sistem kelamin, sel ini mulai mengalami mitosis Sel-sel yang baru dibentuk dapat mengikuti satu dari dua jalur sel ini dapat terus membelah sebagai sel induk, yang disebut juga spermatogonium tipe A dan bisa berdiferensiasi selama siklus mitosis yang progresif mnenjadi spermatogonium tipe B

Dari pembelahan meiosis pertama, pembelahan spermatosit sekunder menghasilkan spermatid Spermatogenesis bergantunng pada kerja FSH dan LH dari hipofisis pada sel-sel testis LH bekerja pada sel-sel interstitial yang merangsang pembentukan testosterone yang diperlukan untuk perkembangan normal sel dari keturunan spermatogenik

FSH diketahui bekerja pada sel sertoli, yang merangsang adenilil siklase dan akhirnya meningkatkan keberadaan cAMP FSH juga memudahkan sintesis dan sekresi protein pengikat androgen Suhu sangat penting dalam regulasi spermatogenesis, yang hanya berlangsung pada suhu dibawah suhu tubuh sebesar 370C dan dikendalikan oleh beberapa mekanisme

Spermiogenesis
Spermiogenesis adalah proses transformasi spermatid menjadi spermatozoa, yaitu sel yang sangat dikhususkan untuk menyampaikan DNA pria kepada ovum dan tidak mengalami pembelahan lagi Spermiogenesis dapat dibagi menjadi 3 fase Fase Golgi Fase Akrosom Fase Pematangan (Maturasi)

SEMINOMA TESTIS
Definisi Seminoma testis adalah salah satu jenis karsinoma testis yang berasal dari sel germinativum turunan gonadal

Epidemiologi
WHO dikalsifikasikan menjadi sel tumor germinal dan sel tumor nongerminal 95% tumor testis berasal dari tumor germinal, tumor germinal terdiri atas seminoma dan nonseminoma Pada umumnya terjadi pada laki-laki berumur muda

Faktor Risiko