Anda di halaman 1dari 15

PERKEMBANGAN BENIH

Pada kebanyakan spesies, pembentukan benih mengikuti pola yang normal Benih berkembang sesuai dengan spesifikasi genetik bagi masing-masing spesies, yang terprogram di dalam nukleus (Kromosom) dari masingmasing sel

Kantong embrio merupakan suatu sistem biokimia dan biofisika yang sangat kompleks
Sebagai struktur yang tumbuh dan berdiferensiasi, maka ia membutuhkan suplai nutrisi yang kontinu, yang disalurkan melalui khalaza, dengan membentuk suatu gradien polar dari ujung antipodal ke ujung mikropilar

Nutrisi juga diperoleh dari jaringan nuselus dan integumen, langsung melalui dinding kantong embrio

EMBRIOGENI
Setelah proses fertilisasi, sitoplasma dari zigot menjadi lebih homogen, nukleu membesar, dan vakuola di samping zigot berangsur hilang Setelah 4 6 jam, zigot mulai membelah Pembelahan-pembelahan sel pertama membentuk Proembrio

Tipe-Tipe Perkembangan Embrio


Pembelahan pertama umumnya terjadi tegak lurus kepada sumbu longitudinal, menghasilkan sel terminal di sebelah mikropil, dan sel basalpada ujung distal. Menurut pola pembelahan selanjutnya, proembrio diklasifikasikan sebagai crucifer, asterad, solanad, caryophyllad, chenopodiad, atau pipered.

1. Pembelahan zigot yang pertama adalah transversal. A. Sel terminal dari proembrio terbagi oleh dinding longitudinal a. Crucifer : Sel basal hanya berperan minor (atau sama sekali tidak) dlm perkembangan embrio b. Asterad : Sel basal dan terminal sama berperan dlm perkembangan embrio B. Sel terminal dari proembrio terbagi oleh dinding transversal a. Solanad : Sel basal berperan minor (atau tidak samasekali) dlm perkembangan embrio b. Caryophyllad : Sel basal tdk membelah lagi, dan suspensor, jika ada, diperoleh dari sel terminal c. Chenopodiad : Sel basal dan terminal keduanya berperan dlm perkembangan embrio. 2. Dinding pertama dari zigot adalah longitudinal : Pipered

PERKEMBANGAN ENDOSPERMA
Endosperma berfungsi sebagai pembekal nutrisi utama bagi embrio (Khususnya monokotil) sewaktu perkembangan benih dan perkecambahan Pada angiosperma, endosperma adalah triploid, pada gymnosperma, haploid Pada banyak benih, khususnya dikotil, endosperma hanya berkembang menjadi beberapa sel, dan bisa termodifikasi Endosperma mengambil bekal nutrisi dari kantong embrio dan jaringan sekitarnya

Tipe-tipe perkembangan Endosperma


Pembelahan nukleus endosperma primer menghasilkan ruang mikropil dan khalaza, salah satu atau keduanya berperan dalam pembentukan endosperma dewasa Tipe perkembangan endosperma : End. Seluler: setiap pembelahan inti disertai dgn pembentukan didnding sel End Nuclear, pembelahan inti tidak disertai pembentukan dinding sel. Inti bisa tetap bebas, atau kemudian terpisah oleh dinding sel, yg hanya terbentuk pada 1 3 lapis sel di permu- kaan, atau di daerah mikropil, atau seluruh jar. Endosperma End. Helobial, tipe peralihan dari kedua tipe diatas

Haustoria endosperma: - tonjolan-tonjolan jar. endosperma yang tumbuh pada ujung mikropil atau khalaza, berfungsi menyerap nutrisi, dari jar. nuselus, integumen atau jar. ovary.
Endosperma dewasa: - Exalbuminus, benih dengan hanya sedikit atau tanpa endosperma - Albuminus, benih yg mempunyai endosperma berkembang baik (atau perisperma) - Chalazosperm, jar. Khalaza berkembang menjadi jar. Cadangan makanan - Lapisan aleuron, lapisan terluar dari endosperma. Sewaktu perkembangan end., sel-sl aleuron menebal dan berisi butir-butir protein. Lapisan ini berfungsi sbg. jar. cadangan makanan dan sekresi enzim hidrolitik

Perkembangan keseluruhan biji


Perkembangan morfologis Perobahan berat Perobahan kimia Pada biji monokotil, karbohidrat utama di dalam endosperma dan seluruh biji adalah starch (kanji), 50% dari nitrogen ada dlm bentuk protein

Kimia dari Benih


1. Biji merupakan sumber makanan utama bagi manusia dan hewan 2. Biji merupakan sumber obat-obatan dan minuman yang penting 3. Biji mengandung berbagai antimetabolit yang mempengaruhi nutrisi manusia dan hewan 4. Biji mengandung cadangan makanan danzatzat tumbuh yg mempengaruhi perkecambahan dan vigor benih, umur simpan benih

Komposisi kimia dar benih terutama ditentukan oleh faktor-faktor genetik Pengaruh lingkungan

Simpanan karbohidrat : - Starch (kanji): amilosa dan amilopektin - Hemiselulosa: xylan, mannan, galaktan - Mucilages: karbohidrat kompleks yang terutama t.d polyuronida dan galakturonida, yg secara kimia mirip dgn senyawa-senyawa pektin dan hemiselulosa. Secara fisik menyerupai getah yg terdapat pada kulit batang tanaman - Senyawa pektik, teutama asam pektat, pektin dan protopektin

Simpanan lipida dalam biji: - Asam lemak : oleat, linoleat, palmitat - Wax

Simpanan Protein dalam biji Di dalam biji, protein disimpan sebagai unit-unit yg disebut protein bodies, berdiameter 1-20, biasanya merupakan campuran dari berbagai protein. - Albumin, globulin, glutelin, prolamin Umumnya, protein biji mempunyai kandungan protein dan prolin tinggi, dan lysin, tryptofan dan metionin rendah.

Senyawa kimia lainnya - Tannin - Alkaloida - Glukosida - Phytin - Zat-zat pengatur tumbuh : gibbellin, cytokinin, inhibitor - Vitamin: semua vitamin yg dikenal, ataupun precursornya, disintesis dalam tumbuhan. Thiamin, biotin, as. askorbat