Anda di halaman 1dari 30

PANAS BUMI

Panas Bumi adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air panas, uap air, dan batuan bersama mineral ikutan dan gas lainnya yang secara genetik semuanya tidak dapat dipisahkan dalam suatu sistem Panas Bumi dan untuk pemanfaatannya diperlukan proses penambangan. Energi geothermal dapat diklafikasikan atas : hydrothermal energy, geopressured energy dan magma energy, yang terbentuk dari hasil konsentrasi panas yang dimiliki bumi di bawah permukaan oleh beberapa proses geologi, keterdapatannya hanya pada bagian-bagian tertentu dunia. Earth energy adalah energi panas yang terbentuk dikedalaman yang relatif dangkal pada landaian temperatur normal.

Sistem panas bumi


Batuan dimana airpanas dan uap bersarang (reservoar) serta tatanan yang membentuknya disebut sistem panas bumi. Berdasarkan karakternya, sistem panas bumi untuk pembangkit tenaga listrik dapat dibagi atas :
Sistem aipanas (hot water system), contoh lapangan Sibayak Sumatera Utara Sistem uap basah (liquid dominated system), contoh lapangan Salak -Jawa Barat Sistem uap kering (vapour dominated system), contoh Mataloko Nusatenggara Timur

EURASIAN PLATE

PHILIPPINE PLATE PACIPIC PLATE


North Sulawesi Arc Maluku Halmahera Arc

INDIAN OCEAN - AUSTRALIAN PLATE

252 lokasi

33% survei rinci

27357 MW

Geothermal Power
Natural heat within the earth Transferred to the surface at high temperatures and pressures Can be used for commercial power/electrical

Eksplorasi
Geologi
Data geologi mencakup (jenis batuan , susunan stratigrafi, penyebaran batuan, struktur geologi, penyebaran pusat erupsi, manifestasi panas bumi, prakiraan daerah prospek secara geologi)

Geokima
Melakukan pengukuran sifat fisik manifestasi panas bumi, antara lain: temperatur manifestasi, pH, debit dan daya hantar listrik (DHL). Melakukan sampling contoh air panas Pengambilan contoh gas Pengambilan contoh tanah, .

Geofisika
Menggunakan metoda : Gaya berat Geomagnet Tahanan jenis

JENIS KEGIATAN/ METODA


PENY. PENDAHULUAN GEOLOGI, GEOKIMIA PENY. RINCI GEOLOGI GEOKIMIA GEOLISTRIK/HEAD ON G.BERAT,G.MAGNIT

SUMBAR LAMPUNG- SULTENG NTB NUSA TENGGARA TIMUR SUMSEL B. KILI D. RANAU MARANA HUU SOKORIA MATA- ILE ANGI ATADEI BUKAPI- ALOR DONGGALA DOMPU TIMUR SOLOK ENDE LOKO FLOTIM LEMBATA TING

PEMB. LAND.SUHU PEMB. EKSPLORASI MONITORING SUMUR MT-2

Sulawesi 7.17% 50 lks

Maluku 1.97% 15 lks

LOKASI
Sumatera Jawa Bali-Nusa Tenggara Sulawesi Maluku Kalimantan Papua

TOTAL POTENSI (MWe)

13.778 9.303,5 1.681 1.961 534 50 50

Bali-Nusa Tenggara 6,14% 27 lks

Kalimantan 0.18% Papua 3 lks 0.18% 2 lks

252 lokasi

27.357,5

Jawa 34% 71 lks

Sumatera 50,36% 84 lks

Sebaran Lokasi Sumber Daya Panas Bumi


( 26 Propinsi ) No 14 15 16 17 18 19 20 21 Jumlah Lokasi 17 16 16 1 8 4 Jumlah Lokasi 11 5 3 19 5 2 14 16

No 1 2 3 4 5 6

Propinsi Nangro Aceh Darusalam Sumatera Utara Sumatera Barat Riau Jambi Bengkulu

Propinsi Jawa Timur Bali Nusa Tenggara Barat Nusa Tenggara Timur Sulawesi Utara Gorontalo Sulawesi Tengah Sulawesi Selatan

7
8 9 10 11

Bangka-Belitung
Sumatera Selatan Lampung Banten Jawa Barat

3
6 13 5 40

22
23 24 25 26

Sulawesi Tenggara
Maluku Utara Maluku Papua Kalimantan Barat

13
9 6 2 3

12
13

Jawa Tengah
Yogyakarta

14
1

Total Lokasi : 252

Penyelidikan Rinci: Ile Angin-Ile Padung Kab. Flores Timur


Geologi: Vulkanik Kuarter

Manifestasi Panas: - Mataair panas (40 95o C) - Fumarola (95o C) - Batuan Teralterasi
Daerah Prospek (Wai Onge): ~ 5 km2 - zona tahanan jenis rendah - Hg dan CO2 tinggi - Fumarola (95 C): upflow - Tres > 185 C Potensi energi: 34 MWe (Cadangan terduga)

Ile Padung Ile Angin

Wai Onge

Lereboleng

Indeks

U
Bama Blepenawa
Larantuka

P. Flores

3 km

Sumur Landaian Suhu Bukapiting - Alor


TAD-1
KEDA- KONST. LAMAN CSG (m)

LITOLOGI
20 40 60 80 100

M EA SKN E IN R L E U D R
SATUAN BATUAN INTEN.UBH / TIPE UBH.
L S K SK

Cl

Ca

Ch

Py

IO

SQ

An

LOG Gy AMIG. TEMPERATUR Ep oC


25C 25
-10m

URAT/

Kedalaman ~ 250 m
45C

Al

OVERBURDEN

30C 30

35C 35

40C 40

25 m 25 m

BTT
-30m

NAIK

Tterukur (di TD) ~ 41 oC Gradien T ~ 5 - 6 oC/100 m

50 m 50 m

AT

TURUN
-50m

75 m

CSG 5 1/2"

-70m

BTT
100 m
100 m

-90m

ABT
125 m

-110m

TT

A R G I L I K

TDT

AT
150 m 150 m

-130m

Kendala: daerah prospek merupakan wilayah konservasi alam

-150m

175 m

-170m

BTT
-190m

LOKASI SUMUR TAD

-1

200 m 200 m
-210m

Ad ag ae

225 m

AT

-230m

Tmax 41.4OC
250 m 250 m

BTT

-250m

Pengeboran Sumur Eksplorasi Atadei Kab. Lembata


Data geosain: Vulkungan vulkanik kuarter Batuan tudung: tebal 700 800 m Reservoir utama : kedalaman > 800 m pada batuan vulkanik muda
Well AT-2 Well AT-1 Mt. Benolo Well ATD-1

Dua sumur landaian suhu (250 m) ATD-1: Tmax: 107 oC dan Grad: > 30oC/100m ATD-2: Tmax: ~ 40 oC dan Grad: ~ 6oC/100m

Mt. Kedang

Mt. Watulolo
Wolo Kebingin Hot spring

Well ATD-2 Wolo Broma

2004: 2 sumur eksplorasi AT-1 dan AT-2

Pengeboran Sumur Eksplorasi Atadei Kab. Lembata


Ketebalan batuan penudung ~ 600 m TEMPERATURE LOG Puncak reservoir mulai kedalaman 600 m Fluid level di kedalaman ~ 310 m Permeabilitas AT-1 : Hilang sirkulasi parsial 5 23 lpm Tes pemompaan sumur dengan P 30 Kscg: Formasi tidak pecah Tes Uji Alir: Laju alir fluida sangat kecil dan hanya bertahan 2 menit setelah TKS 8 Kscg

Tterukur: 145.5oC Pada 450 m Text: 180 oC Grad T: ~ 36C/100m

Petunjuk mineral: Tres sampai di 800 m: 180 240oC

Monitoring Sumur MT-2, Mataloko-Kab. Ngada


Dibor 2001: total kedalaman 180 m

Uji produksi 2001:


Output optimum: 1.48 MWe, laju alir uap 16.0 t/j, TKS 5.5 barg Entalpi tinggi: 2758 2785 kJ/kg Temperature: 152 177oC (superheated: 0.12 21oC) Zona produktif: 130 180 m depth NCG rendah: 0.18 0.59 % vol atau 0.43 1.63 %wt

Jawa Barat
SIBAYAK
Kapasitas (2 MWe)

G. SALAK
Kapasitas (330 MWe)

BEKASI

INDRAMAYU PURWAKARTA

Kapasitas (60 MWe)

DIENG

LAHENDONG
Kapasitas (20 MWe)

BOGOR

SUKABUMI CIANJUR

SUMEDANG

CIREBON

BANDUNG
KUNINGAN GARUT

WAYANG WINDU
Kapasitas (110 MWe)

TASIK

BANJAR

DARAJAT Jawa Barat


Kapasitas (145 MWe)

KAMOJANG
Kapasitas (140 MWe)

PEMANFAATAN TIDAK LANGSUNG

PLTP DIENG JAWA TENGAH

PLTP DARAJAT JAWA BARAT

PEMANFAATAN LANGSUNG

PEMANDIAN AIR PANAS CISOLOK, SUKABUMI

Pengeringan Singkong di Atas Tanah Panas (Hot Ground)

RUMAH KACA (GREEN HOUSE)

STERILISASI LAHAN

PEMBIBITAN KENTANG

Kolam Renang AIR PANAS

PENGGUNAAN LANGSUNG PRODUK PANASBUMI UNTUK INDUSTRI DAN PERTANIAN


10 38 66 93 121 149 C
PENGERINGAN SEMEN

PROSES PEMBUATAN MAKANAN PENGERINGAN BATUBARA

INDUSTRI TEKSTIL PULP DAN KERTAS KERAJINAN KULIT PROSES PENYEPUHAN LOGAM PENGOLAHAN AIR BERSIH BUDIDAYA JAMUR MINUMAN RINGAN PENGOLAHAN KARET SINTETIS TANAMAN RUMAH KACA PENGOLAHAN SUSU KARET VULKANISIR INDUSTRI OBAT TRADISIONAL/MODERN PENGERINGAN GIPSUM PENGERINGAN KAOLIN INDUSTRI RAYON PENGOLAHAN GULA

10

38

66

93

121

149 C

Pemanfaat di Indonesia
Mengingat sifat sumber energi Panas Bumi tidak dapat diekspor, pemanfaatannya terutama ditujukan untuk mencukupi kebutuhan energi domestik yang dapat memberikan nilai tambah dalam rangka optimalisasi pemanfaatan aneka ragam sumber energi di Indonesia. Dengan demikian, pemanfaatan Panas Bumi dapat turut menunjang pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat sejahtera.