Anda di halaman 1dari 32

REFRAT AKUT ABDOMEN

CATHERINA 0515125 WINA SHAULLA 0715022 EZRA E. GUNADI 0815013 DANIEL MAHENDRA 0815020 HELENA 0815051 PEMBIMBING : DR. DANNY GANIARTO SUGANDI,SPB

Akut abdomen ialah kondisi dimana gejala utamanya

Pendahuluan

adalah nyeri perut, terjadi secara tiba-tiba dan dapat mengancam nyawa, untuk penanggulangannya biasanya diperlukan tindakan pembedahan. Kejadian ini sering ditemui. Penatalaksanaan pasien dengan nyeri akut abdomen bukanlah hal yang mudah, merupakan tantangan bagi seorang dokter untuk dapat menegakkan diagnosis penyebab akut abdomen. Keputusan untuk tindakan pembedahan harus segera ditegakkan karena setiap keterlambatan yang terjadi dapat menimbulkan penyulit yang berakibat meningginya angka morbiditas dan mortalitas. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung kepada kemampuan menentukan analisis yang baik dari data anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang diperoleh.

Definisi
Akut abdomen didefinisikan sebagai proses yang

terjadi intraabdominal menyebabkan rasa nyeri yang hebat dan timbul mendadak, yang dapat cepat memburuk dan mengancam nyawa dan membutuhkan tindakan operasi.

Etiologi
Inflamasi Mekanik Neoplasma

Vaskular
Defek kongenital Trauma

Inflamasi
Kategori inflamsi ini dapat dibagi menjadi dua

bagian:

Bakterial Kimiawi

Contoh yang sering terjadi dari bakterial seperti

Appendicitis akut, Divertikulitis, dan beberapa kasus PID. Contoh yang kimiawi adalah seperti perforasi, Ulkus peptikum dimana kandungan asam lambung menyebabkan reaksi peritoneal.

Mekanik & Neoplasma


Contoh penyebab mekanik seperti keadaan obstruksi

contohnya hernia inkarserata, perlengketan, intussusepsi, malrotasi usus dengan volvulus, atresia kongenital atau stenosis usus. Penyebab tersering obstruksi mekanik usus besar adalah Ca Colon begitu juga dengan neoplasma atau suat keganasan.

Vaskular
Kelainan vaskular yang menyebabkan keadaan akut

abdomen contohnya adalah trombosis atau embolisme A. mesenterika. Ketika aliran darah terhenti, timbul nekrosis jaringan, dengan ganggren usus yang terjadi pada usus.

Defek kongenital
Defek kongenital dapat memerlukan tindakan

operasi segera kapan saja dari sejak saat kelahiran (contohnya atresia duodenum, omphalocele atau hernia diaphragmatica) sampai bertahun-tahun setelahnya seperti pada malrotasi usus kronik.

Trauma
Penyebab traumatik dari akut abdomen bervariasi

dari luka tusuk dan tembak sampai luka tumpul abdominal yang menyebabkan keadaan seperti ruptur lien. Riwayat kejadian trauma harus jelas.

Diagnosis
Dalam mendiagnosis penyakit akut abdomen, sangatlah penting

untuk memiliki metode pemeriksaan rutin, yang tidak untuk dituruti secara kaku, namun untuk dimodifikasi sesuai dengan keadaan. Nyeri, anoreksia, mual, muntah dan demam merupakan manifestasi khas suatu kelainan akut abdomen. Tanda penting pada pemeriksaan fisik mencakup nyeri tekan 'defence musculair' dan perubahan dalam peristaltik usus. Tetapi pembeda kritis bukan antara abdomen akuta dan nonakuta, tetapi antara abdomen bedah dan abdomen nonbedah. Identifikasi abdomen bedah tergantung atas penggunaan tiga komponen diagnostik dasar: anamnesis, pemeriksaan fisik dan penunjang.

Anamnesis
Anamnesis dapat dibagi dalam beberapa kategori

utama: usia dan jenis kelamin, nyeri abdomen dan gejala sistemik.

Pemeriksaan fisik
Enam langkah pemeriksaan fisik mencakup : (1) Inspeksi (2) Auskultasi (3) Perkusi (4) Palpasi (5) Pemeriksaan rektum/genitalis (6) Pemeriksaan tanda khusus

Pemeriksaan penunjang
Pemeriksaan laboratorium

Hitung darah lengkap dan elektrolit serum rutin dilakukan pada pasien yang menderita nyeri abdomen. Inflamasi intra abdominal dapat meningkatkan peninggian leukosit meskipun tidak selalu dapat terjadi.

Pemeriksaan X-ray
Tabel 2.2. Kegunaan Relatif Pemeriksaan Radiologis Dalam Evaluasi Nyeri Abdomen Akut (Sumber : Cope, 2005)

Suspected Condition
X-Ray Appendicitis Perforation Diverticulitis Pancreatitis Cholecystitis Abscess Intestinal Obstruction Inflammation Ischaemia Aortic Aneurism Rupture Renal Colic Gynecological Ruptured follicle Ectopic Pregnancy Tubo-ovarian abscess + + +++ + + + + ++ + +++ +++ + + + IVP + + +++ + + + + Barium + +++ ++ + HIDA +

Modality
USG ++ ++ +++ ++ + +++ ++ ++ +++ +++ +++ +++ CT-Scan +++ ++ +++ +++ ++ +++ ++ ++ ++ +++ +++ ++ ++ + + ++

A. Volvulus caecum. B. Batu empedu. C. Kalsifikasi pankreas.

D. Udara dalam vena porta dan garis lemak peritoneum

dikaburkan. E. Udara bebas dalam abdomen.

Ultrasonografi
Pemeriksaan Ultrasonografi berguna pada pasien dengan

nyeri akut abdominal karena dapat memberikan evaluasi yang cepat, aman, murah pada hepar, kandung empedu, ductus biliaris, limpa, pankreas, appendix, ginjal, ovarium, dan uterus. USG transabdominal dan intravaginal dapat membantu evaluasi ovarium, adneksa dan uterus. USG juga dapat mendeteksi distribusi cairan intra abdominal. USG Color Doppler membantu evaluasi pembuluh darah intra abdominal dan retroperitoneal. Aneurisma arteri aorta dan visceral, thrombosis vena, fistula arteriol venosu, dan kelainan vaskular lainnya dapat di evaluasi dengan ultrasound.

CT-Scan
Pemeriksaan CT Scan segera untuk abdomen sering

dilakukan. Pemeriksaan ini terbukti sangat berguna untuk mengevaluasi keluhan abdomen pada pasien yang belum jelas indikasinya untuk laparotomi atau laparoskopi. CT-Scan sangat berguna dalam mengidentifikasi udara bebas intraperitoneal yang sangat sedikit dan lokasi daerah inflamasi yang memerlukan tindakan operasi segera. CT-scan memiliki akurasi yang sangat tinggi dalam mendemonstrasikan suatu obstruksi usus halus dan mungkin dapat menjadi teknik pilihan, khususnya pada kelainan yang diduga berasal dari ekstraluminal.

Arteriografi dan Venografi


Pemeriksaan arteriografi atau venografi dapat

diperlukan pada kasus yang dicurigai suatu iskemia saluran cerna.

Differential diagnosis
Setelah melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan

penunjuang (tes laboratorium dan pemeriksaan radiologis), seorang dokter harus mampu untuk mencari diagnosis banding dan memutuskan apakah pasien tersebut membutuhkan tindakan bedah. Beberapa variabel menentukan kecepatan dari evaluasi diagnostik, diagnosis yang dapat dipertimbangkan, dan perlu tidaknya laparoskopi eksplorasi pada kondisi di mana diagnosis definitif tak dapat ditegakkan. Variabel-variabel ini adalah sebagai berikut :

Stabilitas hemodinamika pasien Ada tidaknya defense muscular pada pemeriksaan fisik Karakter dan lokasi anatomis nyeri Perburukan atau perbaikan gejala, tanda, dan data laboratorium selama masa observasi.

Gambar 2.14. Diagnosis Banding Nyeri Akut Abdomen Berdasarkan Lokasi Nyeri (Sumber : Cook, 2007)

Tanda- tanda pembeda pada nyeri abdomen bagian atas


Appendicitis akut Cholecystitis akut Perforasi ulkus peptikum Pankreatitis akut Pneumonia dan Pleurisy Oklusi coronary

Umur

Biasanya < 40 tahun

> 40 tahun

30 50 tahun

30 50 tahun

Semua umur

> 40 tahun

Jenis kelamin

Pria = Wanita

Wanita, gemuk

Jarang pada wanita

Terutama pada wanita

Pria = Wanita

Pria

Nyeri

Epigastric; menjalar ke RLQ; sejalan dengan penyebarannya

Hebat; menjalar ke punggung dan bahu; berkurang dengan

60 70 % ada riwayat ulkus; onsetnya tiba-tiba; nyerinya terus menerus;

Onsetnya makan

tiba-tba banyak;

setelah nyerinya

Pada abdomen bagian atas, tidak terlokalisasi; diperingan dengan pernapasan membelat otot

Menusuk;

menjalar

ke

bahu dan lengan kiri

antispasmodik

hebat dan konstan; menjalar ke punggung

Muntah

Tidak ada, namun selalu terjadi anoreksia

Banyak muntah

Tidak banyak muntah

Selalu

Tidak ada

Reflex

Penampilan

Tidak nyeri sampai terjadi peritonitis

Tampak lelah karena nyeri

Tampak

kesakitan;

tidak

Tampak

kesakitan,terlihat

Tampak grunting

gelisah;pernapasan

Dyspnea; sianosis; gelisah sekali; berkeringat;

menggerakkan tampak shock

perutnya;

shock bila terjadi nekrosis

tekanan darah subnormal

Suhu

99 100F; dapat lebih tinggi perforasi setelah terjadi

99 102 F

subnormal

Subnormal onset;

saat

100 103 F

Normal subnormal

sampai

selanjutnya

bervariasi

Rasa tidak enak

Terlokalisasi di RLQ

Terlokalisasi di RUQ

Diffuse pada bagian

banyak abdomen atas,kaku

Epigastric; rebound; menurunnya peristaltik suara

Epigastric;

tidak

Bagian abdomen; dapat dan menetap

atas tapi

menetap; tidak ada pembatasan gerakan pernapasan abdominal

berubah tidak

seperti papan, tidak ada suara peristaltik

Laboratorium

Leukositosis

Leukositosis

Leukositosis

Meningkatnya

Sangat leukositosis

Leukositosis,

serum amilase

EKG
membantu

sangat

X-Ray

Tidak ada gunanya

Dapat batu

menunjukkan atau kantung tidak

Udara bebas pada 85% 4 jam setelah onset

Sentinel usus halus

Loop

X-Ray dilakukan

thorax

Tidak gunanya.

ada

empedu terlihat

yang

Tanda- tanda pembeda pada nyeri abdomen bagian bawah


Appendicitis acuta Obstruksi ureter Salpingitis acuta Kehamilan ektopik Diverticulitis

Umur

Biasanya < 40 tahun

< 40 tahun

< 40 tahun

< 40 tahun

> 40 tahun

Jenis kelamin

Pria = Wanita

Pria = Wanita

Wanita

Wanita

Pria

Nyeri

Epigastric; berpindah ke RLQ; konstan dengan

Berat;

seperti

ditusuk;

Dull; nyeri tetap di LQ; serangan nyerinya berulang; hebat; sakit

Tajam; (biasanya

seperti

ditusuk tidak

Kram, nyeri LLP; diare

dimulai dari area lumbar; menjalar scrotum; frekuensi ke daerah dysuria;

eksaserbasi

terdiagnosis sampai terjadi ruptur)

punggung; dysuria

Menstruasi

Tidak

berubah

atau

Tidak menstruasi; 15 25 % tidak teratur

menorrhagia

Suhu

90 100 F sebelum perforasi

Normal

99 102 F

Normal

99 101 F

Rasa tidak enak

Terlokalisasi berulang

di

RLQ;

Costovetebral; abdomen

tidak

di

Bilateral suprapubic; berulang

LQ;

Unilateral LQ; berulang

LLQ; berulang; massa +/- , distensi +/-

Pemeriksaan pelvis dan Rectal

Rasa tidak nyaman di sebelah kanan

Rasa tidak nyaman pada pergerakan pengeluaran purulent cervix;

Rasa sedang

tidak

nyaman

yang

pada

pergerakan

cervix; keluar darah (berwarna coklat kehitaman)

Laboratorium

Sedimen normal; leukositosis

Hematuria; leukositosis -

Kultur cervix

cairan vagina atau postif untuk sedimen

Aschheim-

Zondek

bisa

Leukositosis

positif atau tidak; pungsi cul de sac terdapat darah

gonococcus; sedikit meningkat

X-Ray

Tidak berguna

95 % melihat batu; Pyelogram IV dapat membantu

Tidak membantu

Tidak membantu

Tidak membantu meskipun barium X ray dapat

menunjukkan diverticulosis

Penatalaksanaan akut abdomen


Penatalaksanaan secara umum 1. Puasa 2. Dekompresi lambung dengan cara pemasangan NGT 3. Rehidrasi dengan pemasangan infus 4. Pemasangan Kateter 5. Pemeriksaan Laboratorium:

Darah rutin Amilase, Lipase Na, K Ureum, Kreatinin GDS

6. Rontgen Foto 2 posisi :

- BNO Tegak - BNO Datar atau LLD - BNO Tegak - BNO LLD - BNO datar

Foto 3 posisi :

berdasarkan kegawatan dan gejala klinis

Prioritas

Mekanisme

Gambaran klinik

Penatalaksanaan

I.

Nyeri, kolaps, shock (catastrophic) seperti ulkus perforasi, ruptur

Perforasi,

hemorrhage,

Nyeri hebat tiba-tiba, shock atau tahap seperti shock, perasaan tidak enak di abdomen, tegang,reaksi sistemik yang hebat, silent abdomen

Resusitasi segera dan tindak suportif, operasi segera jika ada indikasi

thrombosis,nekrosis

kehamilan akut,

ektopik,

pankreatitis mesenterica,

thrombosis

ruptur aneurisma dan lain-lain.

II.

Nyeri (intermittent), colic seperti

Obstruksi dari organ muskular

Nyeri kram rekuren, muntah, distensi,

Tegakkan

diagnosis

jika

obstruksi

intestinal

akut,

kolik

yang

lemah

(otot

polos),

noisy abdomen, reaksi sistemik yang


ringan sampai berat, -Ray dapat

memungkinkan,
keseimbangan

koreksi
sistemik,

obstruksi biliaris, kolik uereter.

strangulasi atau ada

dapat

impending

digunakan

operasi segera jika ada indikasi

III.

Nyeri, rasa tidak enak, inflamasi seperti appendicitis akut,

Iritasi

oleh

bakteri,

kimia,

Nyeri

yang

bervariasi,

biasanya yang

Diagnosis

klinik

biasanya

faktos ischemic

meningkat, rasa tidak nyaman

memungkinkan, operasi segera

cholecystitis

akut,

diverticulitis

terlokalisasi,lalu diffuse dengan ruptur,


spasme otot, biasanya terdapat massa, reaksi sistemik dari yang sedang sampai berat.

pada appendicitis, persiapkan


waktu untuk semua terapi( cairan, antibiotik,operasi )

akut, salpingitis akut

abdomen berdasarkan kategori dari kegawatan dan kebutuhan

Operasi Catastrophe ( Prioritas I ) Ruptur organ yang lemah yang spontan atau trauma (ulkus peptikum, kehamilan ektopik) dengan perdarahan hebat. Ruptur organ yang solid (limpa, hati, ginjal) Oklusi vaskular akut (kerusakan mesenterika, obstruksi stragulasi) Perdarahan oesophagus. hebat, ulkus peptikum, varises terutama trauma

Non Operasi Pankreatitis akut Thrombosis coronary Dissecting aneurysm (dengan diagnosis cepat dan keadaan yang memungkinkan dapat dilakukan operasi)

Colic ( prioritas II )

Obstruksi intestinal akut Appendicitis acuta (kolik dari fecolith pada lumen)

Kolik biliaris, kolik renal, gastroenteritis, impaksi fecal

Inflamasi (Prioritas III)

Appendicitis akut

Adenitis mesenterica

Cholecystitis akut
Diverticulitis akut

Enteritis regional
Pelvic Inflammatory Disease Ruptur folikel ovarium (Mttelschemrz) Infeksi traktus urinarius Pneumonia dan pleuritis

Kesimpulan
Keadaan akut abdomen ditandai dengan nyeri abdomen yang

sangat hebat dan tiba-tiba yang dapat mengancam nyawa, yang tampak pada pasien yang sebelumnya sehat dan berlangsung sedikitnya selama 24 jam dan memerlukan tindakan operasi. Ketepatan diagnosis dan penanggulangannya tergantung kepada kemampuan menentukan analisis yang baik dari data anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang diperoleh karena banyaknya kemungkinan penyebab akut abdomen agar dapat segera diberikan penatalaksanaan yang tepat.