Anda di halaman 1dari 16

ANATOMI VENA

ALIRAN BALIK VENA

ALIRAN BALIK VENA


Aliran balik vena (venous return) mengacu kepada volume darah yang masuk ke dalam tiaptiap atrium per menit dari vena. Adapun hal yang perlu diingat adalah besarnya laju aliran yang melalui suatu pembuluh berbanding lurus dengan gradien tekanan dan berbanding terbalik dengan resistensi pembuluh.

ALIRAN BALIK VENA


Tekanan rata-rata darah saat memasuki sistem vena hanya sekitar 17 mmHg, tetapi karena tekanan atrium mendekati 0 mmHg, maka masih terdapat gaya dorong untuk mengalirkan darah melalui sistem vena. Apabila terdapat keadaan patologis yang mengakibatkan tekanan atrium meningkat, maka gradien tekanan dari vena-ke-atrium akan menurun, dan mengakibatkan aliran balik vena menurun dan terdapatnya bendungan darah di sistem vena.

FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


Efek aktivitas simpatis pada aliran balik vena Efek aktivitas otot rangka pada aliran balik vena Efek katup vena pada aliran balik vena Efek aktivitas pernapasan pada aliran balik vena Efek penghisapan jantung pada aliran balik vena

Efek aktivitas simpatis pada aliran balik vena


Otot polos vena banyak disarafi serat saraf simpatis. Stimulasi saraf simpatis akan menimbulkan vasokontriksi vena dan meningkatkan tekanan vena dan kemudian akan meningkatkan gradien tekanan yang akan mendorong lebih banyak darah dari vena ke atrium. Selain itu vasokontriksi dari vena akan meningkatkan aliran balik vena dengan mengurangi kapasitas vena.

Efek aktivitas otot rangka pada aliran balik vena


Vena besar yang terdapat pada ekstremitas terletak di antara otot-otot rangka. Otot rangka yang berkontraksi akan menekan vena. Penekanan vena eksternal ini akan menurunkan kapasitas vena dan meningkatkan tekanan vena, sehingga cairan vena akan terperas ke dalam jantung. Efek pemompaan ini yang dikenal dengan pompa otot rangka

Efek katup vena pada aliran balik vena


Pada vena-vena besar terdapat katupkatup satu arah yang terdapat dalam jarak 2 sampai 4 cm. Katup-katup ini memungkinkan darah bergerak ke depan ke arah jantung dan mencegah darah kembali ke jaringan. Katup vena ini juga melawan efek gravitasi dengan membantu mengecilkan aliran balik darah.

Efek aktivitas pernapasan pada aliran balik vena


Akibat aktivitas pernapasan, tekanan di dalam rongga dada akan menjadi rata-rata 5 mmHg dibawah tekanan atmosfer. Aliran darah balik vena dari ekstremitas akan terpajan perubahan ini. Perbedaan tekanan ini akan memeras darah dari vena-vena bagian bawah menuju ke vena dada dan meningkatkan aliran balik vena. Hal ini dikenal dengan sebagai pompa respirasi

Efek penghisapan jantung pada aliran balik vena


Selama kontraksi ventrikel, katup AV tertarik ke bawah mengakibatkan atrium semakin mengembang dan menurunkan tekanannya sehingga gradien tekanan vena-ke-atrium akan meningkat dan aliran balik vena juga meningkat. Ekspansi cepat rongga ventrikel selama relaksasi ventrikel akan menciptakan tekanan negatif yang akan meningkatkan gradien tekanan vena-keatrium-ke-ventrikel dan meningkatkan aliran balik vena

PEMERIKSAAN JVP

PEMERIKSAAN JVP
Pemeriksaan JVP menunjukkan keadaan input jantung. Vena jugular interna berhubungan langsung dengan vena cava superior dan atrium kanan. Bila pasien berbaring sekitar 45, maka pulsasi vena jugularis akan tampak tepat di atas clavicula; maka posisi ini digunakan untuk pemeriksaan denyut vena jugularis (JVP)

PENGUKURAN JVP
Tentukan titik nol (zero atau level flebostatik), yaitu titik tengah atrium (perpotongan garis mid aksiler dan garis tegak lurus sternum) Pada posisi duduk 45 , titik perpotongan vena jugularis dengan klavikula akan berada pada bidang horizontal 5cm diatas titik nol Jika batas atas denyut vena terlihat diatas klavikula peningkatan tekanan vena jugularis

PENYEBAB PENINGKATAN JVP


Payah jantung kongestif atau payah jantung kanan Tricuspid reflux Pericardial tamponade Pulmonary embolism Overload cairan iatrogenic Obstruksi vena cava superior