Anda di halaman 1dari 39

OMSK Tipe Bahaya

Oleh : Rahmat Syawqi (07120017) Prima (07120115) Preseptor : Dr. Sukri Rahman, SpTHT-KL

Case Report Session

TINJAUAN PUSTAKA

Definisi
Infeksi kronis telinga tengah

Hilang timbul/ terus menerus

OMSK

Perforasi membran timpani

> 2 bulan

Sekret

Klasifikasi
Tipe tubotimpani (aman) Tipe atikoantral (ganas)
Terbatas pada mukosa Tidak ditemukan kolesteatom Perforasi sentral (pars tensa)

Melibatkan tulang
Ditemukan adanya kolesteatom Perforasi marginal atau atik (pars flaksida)

Etiologi
OMSK
Organisme dari meatus auditoris eksternal

Organisme dari nasofaring :

Staphylococcus Pseudomonas aeruginosa B.Proteus B.coli Aspergillus

Streptococcus viridans Streptococcus A hemolitikus,

Streptococcus B hemolitikus
Pneumococcus

Patogenesis

Manifestasi Klinis
Otorea Gangguan Pendengaran Otalgia
Sekret bersifat purulen atau mukoid OMSK tipe ganas : sekret berkurang karena rusaknya lapisan mukosa secara luas dan disertai bau kolesteatom

Tuli konduktif / tuli campuran OMSK tipe ganas : tuli konduktif berat karena putusnya rantai tulang pendengaran

Akibat terbendungnya drainase pus Mungkin juga akibat otitis eksterna sekunder

Vertigo

Tanda adanya fistel labirin


Akibat perforasi membran timpani yang besar labirin mudah terangsang oleh perbedaan suhu Penyebaran infeksi ke dalam labirin

Pemeriksaan Penunjang
Otoskopi Audiometri
Radiologi
Bakteriologi
Menentukan adanya dan letak perforasi. Perforasi : menilai kondisi mukosa telinga tengah

Untuk menilai hantaran tulang dan udara OMSK : biasanya didapati tuli konduktif Gambaran mastoid yang sklerotik Erosi tulang di daerah atik kesan : kolesteatom Posisi schuller gambaran luasnya pneumatisasi mastoid dari arah lateral dan atas CT scan : kerusakan tulang oleh kolesteatom (tulang pendengaran)

Sering dijumpai : Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan

Proteus sp

Pewarnaan gram dan kultur

Penatalaksanaan
1. Otitis media supuratif kronik benigna
Fase tenang
Tidak memerlukan pengobatan Dinasehatkan untuk tidak mengorek telinga Mencegah air agar tidak masuk ke telinga Jangan berenang Segera berobat bila menderita infeksi saluran nafas atas Sebaiknya dilakukan operasi rekonstruksi (miringoplasti, timpanoplasti)

Fase aktif
Ear toilet
Antibiotik topikal Polimiksin B atau polimiksin E, Neomisin, Kloramfenikol, Antibiotik sistemik Aerob : kuinolon (siprofloksasin dan ofloksasin) atau sefalosforin gen III (sefotaksim, seftazidin, dan seftriakson) Anaerob : metronidazol dosis 400 mg per 8 jam selama 2 minggu atau 200 mg per 8 jam selama 2-4 minggu

2. Otitis media supuratif kronik maligna


Simple mastoidectomy
Mastoidektomi radikal

Combined approach tympanoplasty

Paliatif
Mastoidektomi radikal dengan modifikasi Miringoplasti

Timpanoplasti

Komplikasi dan Prognosis


Jarang menimbulkan komplikasi

Infeksi berulang superimpose OMSK eksaserbasi akut tromboflebitis vaskuler

OMSK Benigna
Perforasi sentral berkepanjangan memudahkan infeksi dari nasofaring atau dari meatus eksterna

Prognosis : otorea dapat mengering

Kolesteatom (erosi canalis semisirkularis, canalis tulang, tegmen timpani, permukaan lateral mastoid, dan sinus sigmoid)

OMSK Maligna
Prognosis : kolesteatom yang tidak diobati meningitis, abes otak, parasis fasialis fatal

LAPORAN KASUS

ANAMNESIS Seorang pasien perempuan berumur 17 tahun dirawat di Bangsal THT RS Dr. M Djamil Padang sejak tanggal 16 Juli 2012, dengan : Keluhan Utama : Keluar cairan dari telinga kiri sejak 3 bulan yang lalu

Riwayat Penyakit Sekarang : Keluar cairan dari telinga kiri sejak 3 bulan yang lalu, terus menerus, berwarna kuning, dan berbau. Pasien memiliki riwayat keluar cairan dari telinga kiri sejak 7 tahun yang lalu, hilang timbul. Cairan keluar bila pasien demam, batuk atau pilek. Penurunan pendengaran telinga kiri sejak 4 tahun yang lalu Riwayat nyeri pada telinga tidak ada Telinga berdenging ada sejak 1 tahun yang lalu Riwayat keluar darah dari telinga tidak ada. Riwayat pusing berputar tidak ada. Riwayat nyeri, bengkak, atau keluar nanah di belakang telinga tidak ada. Demam tidak ada. Batuk pilek tidak ada.

Riwayat trauma di kepala atau sekitar telinga tidak ada Sakit kepala hebat tidak ada Penurunan kesadaran tidak ada. Kejang-kejang tidak ada. Muntah menyemprot tidak ada. Wajah mencong tidak ada Riwayat gangguan pengecapan tidak ada. Riwayat alergi tidak ada. Riwayat hidung tersumbat tidak ada. Riwayat sukar menelan ataupun nyeri saat menelan tidak ada. Sebelumnya pasien sudah berobat ke RSUD Bukittinggi dan diberi 2 jenis obat tetes telinga dan 2 jenis obat oral (pasien lupa nama obatnya), kemudian pasien dirujuk ke RS dr. M. Djamil Padang untuk direncanakan operasi.

Riwayat Penyakit Dahulu : Tidak ada riwayat penyakit yang penting Riwayat Penyakit Keluarga : Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan seperti ini.

Riwayat Pekerjaan, Sosial, Ekonomi, dan Kebiasaan: Pasien adalah seorang pelajar SMA.

PEMERIKSAAN FISIK Status Generalis Keadaan Umum Kesadaran Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu Berat badan Tinggi badan

: tampak sakit sedang : CMC : 110/70 mmHg : 80 x/menit : 18 x/menit : 36,8 C : 25 kg : 145 cm

Pemeriksaan Sistemik
Kepala Mata

Toraks Jantung : dalam batas normal Paru : Vesikuler normal, rhonki -/-, wheezing -/ Abdomen : distensi (-), hepar dan lien tidak teraba, bising usus (+) normal Extremitas : akral hangat, perfusi baik, edema ()

: normocephal : Konjungtiva tidak anemis Sklera tidak ikterik

STATUS LOKALIS THT

Telinga Daun Telinga : tidak ada kelainan Dinding Liang Telinga : tidak ada kelainan Sekret : AD tidak ada AS ada, mukopurulen, banyak, kuning, berbau Membran Timpani AD utuh, RC + AS perforasi, jenis, jumlah dan lokasi sukar dinilai. Jaringan granulasi (+) Mastoid : tidak ada kelainan Tes garpu tala : tuli konduktif AS

Hidung

Hidung luar : tidak ada kelainan Sinus Paranasal : tidak ada kelainan Septum : deviasi (-), tenang Vestibulum : tidak ada kelainan Kavum nasi : Sempit/cukup lapang Sekret : ada, sedikit KI : Hipertrofi/eutrofi, merah muda/merah muda; udem +/KM : sukar dinilai/eutrofi Massa : tidak ada

Rinoskopi Posterior

Koana : cukup lapang/cukup lapang KS : eutrofi/eutrofi Adenoid : tidak ada Muara tuba : terbuka/terbuka Massa : tidak ada PND : tidak ada

Orofaring dan Mulut

Arkus faring : simetris, tenang Faring : tenang Tonsil : T3-T3, muara kripti melebar, hiperemis (-), perlengketan dengan pilar tidak ada Peritonsil : tidak ada kelainan Tumor : tidak ada Lidah : tidak ada kelainan Gigi : tidak ada kelainan

Laringoskopi Indirek

Epiglotis : tidak ada kelainan Ariteniod : tidak ada kelainan Ventrikular band : tidak ada kelainan Plica vokalis : gerakan simetris, tenang Subglotis : tidak ada kelainan Sinus piriformis : tidak ada kelainan Valekula : tidak ada kelainan Pemeriksaan Kelenjar Getah Bening Leher : Tidak ditemukan pembesaran KGB

RESUME
1. Anamnesis : Keluar cairan dari telinga kiri sejak 3 bulan yang lalu, terus menerus, berwarna kuning, dan berbau. Pasien memiliki riwayat keluar cairan dari telinga kiri sejak 7 tahun yang lalu, hilang timbul. Cairan keluar bila pasien demam, batuk atau pilek. Penurunan pendengaran telinga kiri sejak 4 tahun yang lalu Telinga berdenging ada sejak 1 tahun yang lalu Sebelumnya pasien sudah berobat ke RSUD Bukittinggi dan diberi 2 jenis obat tetes telinga dan 2 jenis obat oral (pasien lupa nama obatnya), kemudian pasien dirujuk ke RS dr. M. Djamil Padang untuk direncanakan operasi

2. Pemeriksaaan fisik
- Telinga kiri : liang telinga lapang, terdapat sekret berwarna
putih kekuningan, bau (-). Tampak jaringan granulasi di bagian inferior membran timpani. Membran timpani perforasi, jumlah 1, jenis sentral, di kuadran anteroinferior - Tes Penala - Hidung : Kesan tuli konduktif AS : Kavum nasi kanan: cavum nasi sempit, konka media sulit dinilai, sekret ada sedikit.

3. Diagnosis Otitis Media Supuratif Kronik AS suspek maligna 4. Diagnosis tambahan Tonsilitis kronis T3-T3 Tuli konduktif AS 5. Pemeriksaan Anjuran Audiometri Rontgen foto mastoid posisi Schuller Darah rutin CT scan mastoid Kultur dan uji resistensi kuman dari sekret telinga. Histopatologi jaringan granulasi

6. Terapi Ceftriaxone 2 x 1 gram (IV) Dexamethasone 3 x 1 amp (IV) Ranitidine 2 x 1 amp (IV) Rencana mastoidektomi radikal 7. Prognosis Quo ad vitam : bonam Quo ad sanam : dubia ad bonam 8. Nasehat Hindari masuk air ke telinga. Jika menderita demam, batuk, pilek, gigi berlubang segera diobati. Jangan mengorek telinga

Pemeriksaan Penunjang
1. Audiometri Telinga kanan : AC 21 dB, BC 18 dB Telinga kiri : AC 56 dB, BC - 2 dB Kesan : Tuli Konduktif AS 2. Rontgen Mastoid Posisi Schuller : tidak dilakukan 3. Darah Rutin : Hb : 13 gr% Ht : 41 Leukosit : 9300/mm3 Trombosit : 364.000/mm3 PT : 11,6 detik APTT : 27,5 detik

Follow Up
17 Juli 2012 Demam (-), pusing berputar (-), wajah mencong (-), pengecapan baik. Nyeri telinga (-), 18 Juli 2012 Demam (-), pusing berputar (-), wajah mencong (-), pengecapan baik. Nyeri telinga (-), 19 Juli 2012 Demam (-), pusing berputar (-), wajah mencong (-), pengecapan baik. Nyeri telinga (-),

KU : sedang Kes : CMC T : 37 0C


Telinga AS : LT lapang, MT perforasi, sekret (+), jenis dan lokasi sukar dinilai, jaringan granulasi (+) Telinga AD : LT lapang, MT utuh, RC (+) Hidung : dbn Tenggorok : dbn A/ OMSK tipe maligna AS Tuli konduktif AS Tonsilitis kronis (T3/T3) T/ lanjut + MB 1750 kkal

KU : sedang Kes : CMC T : 37 0C


Telinga AS : LT lapang, MT perforasi, subtotal, sekret (+), jaringan granulasi (+) Telinga AD : : LT lapang, MT utuh, RC (+) Hidung : dbn Tenggorok : dbn A/ OMSK tipe maligna AS Tuli konduktif AS Tonsilitis kronis (T3/T3) T/ lanjut + MB 1750 kkal

KU : sedang Kes : CMC T : 37 0C


Telinga AS : LT lapang, MT perforasi, subtotal, sekret (+), jaringan granulasi (+) Telinga AD : LT lapang, MT utuh, RC (+) Hidung : dbn Tenggorok : dbn A/ OMSK tipe maligna AS Tuli konduktif AS Tonsilitis kronis (T3/T3) T/ lanjut + MB 1750 kkal

Diskusi
Telah dilaporkan seorang pasien perempuan usia 17 tahun dengan diagnosis OMSK AS maligna. Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis diperoleh keluhan pasien adalah otorea yang hilang timbul, terjadi sudah sejak 7 tahun yang lalu dan terakhir telinga berair 3 bulan yang lalu, sampai sekarang. Cairan yang keluar berwarna kuning dan berbau. Dicurigai pada pasien ini terjadi proses infeksi kronis di telinga tengah.

Diskusi
Otitis media supuratif kronik dibagi kepada 2 tipe yaitu tipe aman dan tipe bahaya. Pada pasien ini ditegakkan diagnosis kerja OMSK maligna karena pada anamnesis diketahui bahwa riwayat telinga kiri berair ini sudah terjadi sejak 7 tahun yang lalu, sekret berbau. Riwayat nyeri telinga tidak ada dan teliga berdenging ada. Dari hasil pemeriksaan fisik telinga kiri ditemukan perforasi membran timpani dimana tipe perforasi sukar ditentukan akibat jaringan granulasi yang menutupi telinga tengah. Jaringan granulasi yang ditemukan merupakan suatu bentuk reaksi tubuh terhadap proses peradangan yang sudah lama.

Diskusi
Dari follow up hari rawatan ketiga, tampak jaringan ggranulasi di telinga tengah mulai berkurang, sehingga gambaran perforasi pada membran timpani tampak lebih jelas, yaitu jenis subtotal Pada pasien dianjurkan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis. Pada pemeriksaan audiometri telinga kanan didapatkan hasil tuli konduktif pada telinga kiri, sedangkan telinga kanan dalam batas normal. Gangguan pada membran timpani dan telinga tengah menyebabkan proses amplifikasi getaran suara dan bunyi menjadi terganggu sehingga pasien mengeluhkan gangguan pendengaran

Terima Kasih