a. Faringitis b.

Gingivitis

c. Pulvitis

d. Tonsilitis e. Karies dentis f. Rhinitis

 Pada keadaan tertentu sebagai saluran napas atas .Rongga mulut  Pintu gerbang nutrisi  Sarana komunikasi verbal.

.Penyebab  Oral hygiene yang buruk  Herpes Simplex  Ulkus pada mulut  Kerusakan gigi  Gingivitis  Noma Lokal  menyebar ke daerah kepala dan leher  sistemik  infeksi di organ lain maupun kematian akibat syok septic.

 Kronis Rasa tidak enak /sakit Perdarahan gusi Bau mulut Demam Oedem Malaise Sakit menelan Radang Trismus  Akut .

Penanggulangan  Pengendalian bakteri dan toxin  Antibiotik & antitoksin yang tepat  Jaga jalan nafas  obstruksi jalan nafas  Intake makanan dan cairan  Drainase pus  Cabut gigi penyebab atau karang gigi  mencegah infeksi berulang .

coxackievirus. eksudat. Melibatkan nasofaring (nasofaringitis). para influenza virus.Faringitis Faringitis adalah penyakit infeksi dari membran mukosa dan strutur yang ada di bawahnya. ulserasi Abses retrofaring  bakterial Self limited . Rheumatic fever Batuk. pembesaran kelenjar getah bening. muntah. pilek. Epstein-Barr virus .Bakteri : Streptococcus : Renal. Penyebab : . demam. enterovirus.Virus : adenovirus. anoreksia. eritem. dan palatum mole. echovirus. Heart. uvula. Inflamasi. tonsil (tonsilitis). influenza virus.

diatasnya ada sekret/beslag berwarna putih keabu-abuan yang sulit dilepaskan dari dasarnya dan mudah berdarah. kelenjar limfe sekitar leher bisa membesar leher kelihatan membesar ( bull neck) Toksinnya bisa mengenai jantung miokarditis bisa mati mendadak.      Tonsilofaringitis difterika (Faucial diphtheria) Tonsil membesar. . Anak terlihat sakit berat.

pilek.Rhinitis (common cold)  Gejala hampir sama dengan faringitis  Pada yang ringan. gejala panas tidak timbul  Batuk. dan hidung tersumbat  Penyebab tersering : virus  Pengobatan bersifat suportif : antipiretik dan minum  Sembuh 1 – 2 minggu .

ada gelembung berisi air di mukosa dan kulit . hidung seperti pelana kuda Kulit : ada lesi mukokutaneus. ada notch di tengah Hutchinson teeth Muka : saddle nose (pesek).TB tonsil (Tonsilitis tuberkulosa)  Kelenjar leher membesar  Sangat menular Sifilis kongenital Gigi : seperti obeng.

stomatitis ulceratif.  2-10 mm.        stomatitis vincent 1 – 3 tahun Nyeri. sekresi liur . pipi Gingivitis akut Ljmfadenitis submukosa 4-9 h. Lesi vesikel. self limited . fetor oris. cepat pecah.Stomatitis  Peradangan pada mukosa mulut  Stomatitis aftosa. demam. Lidah. stomatitis kataral . ditutupi membran kekuningan. anoreksia.

anak dan adolesen .Herpes simpleks (HSV) Gusi : lesi berupa mukokutaneus yeng berkelompok dan sering berulang Lidah : juga terdapat lesi Kulit : terdapat gelembung berkelompok dan nyeri Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS) Human Immunodeficiency Virus (HIV) Manifestasi klinik bervariasi dari bayi.

pneumonia disebabkan oleh Pneumocystic carinii  Kandidiasis di esofagus. . Tanda pertama pada bagi adalah:  Lymphadenopathy  Hepatosplenomegaly  Failure to thrive  Chronic/recurrence diare  Oral trush yang persisten  Karena defisiensi imun sering ada infeksi bakterial(sepsis. bronki dan paru. trakea. Pada bayi biasanya fisis diagnosis masih dalam batas normal. bakteremia. pneumonia) dan infksi fungal/jamur.

Tetanus neonatorum  Disebabkan oleh clostridium tetani yang menghasilkan toksin :  Tetanospasmin • Otot pengunyahan • Otot tipis muka • spasme otot trismus rhisus sardonicus (muka seperti setan) • Otot panjang di belakang • Otot pada perut opisthotonus abdominal muscle rigidity (perut memapan) • Ada kejang rangsang • Ada kejang spontan .

produksi ludah↑ sering aspirasi ke paru Tetanolysin pneumonia sel darah merah lisis Hb ↓ Tetanus keadaan yang emergensi. Mulut tidak bisa dibuka lebar oleh karena trismus  Mulut mencucur seperti mulut ikan karper  Karena lapar anak sering menangis. harus segera dirawat di RS .

Demam berdarah dengue(DBD) Dengue haemorrhagic fever (DHF)  Penyebabnya virus dengue  Ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. aedes albopictus  Dimulai dengan demam 4-5 hari  Perdarahan kulit (petekie)  Perdarahan dari hidung (epistaksis)  Perdarahan dari gusi (gum bleeding)  bisa shock (dengue shock syndrom/DSS) .

tentukan sistol dan diastol. Pertahankan tekanan antara sistol dan diastol selama 10 menit. kemudian pasang manset dan pompa. Ada manifestasi perdarahan 3. Panas 4-5 hari 2. Rumple leede tset (+) .Klinis lainnya Rumple leede test (+)   Buat lingkaran diameter 1 inci di daerah volar lengan bawah. Bila yang baru muncul > 20 Rumple leede (+) Diagnosa DHF 1. Hitung berapa banyak petekie yang muncul.

4. Hepatomegali 7. Epigastric pain 6. Hematokrit (Ht) meninggi > 10% (contoh Hb 10 g% Ht normal 30%.000/mm3) 5. bila Ht os 34% disangka DHF) . Trombositopenia (jumlah trombosit < 150. Shock 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful