Anda di halaman 1dari 20

ETIKA DALAM PRAKTIK INVESTASI DAN PASAR MODAL

Oleh : IQBAL HERIANSYAH ROSTINI

Free Powerpoint Templates

Page 1

PENDAHULUAN

Apa itu investasi dan pasar modal?

Free Powerpoint Templates

Page 2

Etika dalam praktik Investasi

Free Powerpoint Templates

Page 3

Etika dalam praktik Pasar Modal

Free Powerpoint Templates

Page 4

Manfaat keberadaan Pasar Modal antara lain : Menyediakan sumber pembiayaan (jangka panjang) bagi dunia usaha sekaligus memungkinkan alokasi sumber dana secara optimal Memberikan wahana investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan resiko yang bisa diperhitungkan melalui keterbukaan, likuiditas, dan diversifikasi

Free Powerpoint Templates

Page 5

Perinsip Keterbukaan

Perinsip keterbukaan dalam pasar modal dibutuhkan karena diharapkan dapat menimalisasikan pelanggaran etika

Free Powerpoint Templates

Page 6

Fungsi Prinsip Keterbukaan dalam pasar modal menurut Bismar Nasution Prinsip keterbukaan berfungsi untuk memelihara kepercayaan publik terhadap pasar Prinsip keterbukaan berfungsi untuk menciptakan mekanisme pasar yang efisien Prinsip keterbukaan penting untuk mencegah penipuan (fraud)

Free Powerpoint Templates

Page 7

Etika bagi emiten

Free Powerpoint Templates

Page 8

Etika bagi investor

Free Powerpoint Templates

Page 9

Insider Trading

Free Powerpoint Templates

Page 10

Pelaku Insider Trading


Di atur dalam Undang Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal (UUPM ) pasal 95 sampai 98. Dalam Pasal 95 UUPM diatur bahwa: Orang dalam dari Emiten atau Perusahaan Publik yang mempunyai informasi orang dalam dilarang melakukan pembelian atau penjualan efek Emiten atas Perusahaan Publik yang dimaksud; atau Perusahaan lain yang melakukan transaksi dengan Emiten atau Perusahaan Publik yang bersangkutan. Yang termasuk orang dalam pasal tersebut adalah Corporate Insiders.

Free Powerpoint Templates

Page 11

Informasi dalam Insider trading


Informasi dalam insider trading adalah informasi material yang penting dan belum dibuka untuk umum (undisclosed information), misalnya: Merger, konsolidasi dan akuisisi Pemecahan saham dan pembagian dividen saham Tuntutan hukum yang penting terhadap perusahaan dan atau direktur dan komisaris perusahaan

Free Powerpoint Templates

Page 12

Pembuktian Insider Trading


Mulya Lubis dan Alexander Lay (2008) mengatakan Standar pembuktian praktek Insider trading tidak mudah karena praktek ini termasuk tindak pidana dalam pasar modal yang memerlukan standar pembuktian beyond reasonable doubt. Standar pembuktian tersebut memungkinkan pelaku Insider trading dibebaskan oleh pengadilan karena pengadilan tidak mampu membuktikan bahwa pelaku bersalah. Namun pembuktian praktek Insider trading masih dapat dilakukan dengan investigasi para pihak yang dideteksi telah melakukan praktek tersebut dan juga dari pemeriksaan dokumen-dokumen tertulis, termasuk di dalamnya lembaran transaksi elektronik.
Free Powerpoint Templates Page 13

Sanksi Praktek Insider Trading


Dalam UUPM Pasal 104 disebutkan bahwa praktek Insider Trading merupakan tindak kejahatan pidana. Oleh karena itu, dalam pasal tersebut disebutkan bahwa sanksi hukum atas tindakan tersebut adalah berupa ancaman pidana penjara paling lama sepuluh tahun dan denda paling banyak lima belas milliar rupiah.

Free Powerpoint Templates

Page 14

KASUS
PRAKTEK INSIDER TRADING DALAM PASAR MODAL INDONESIA

Free Powerpoint Templates

Page 15

Insider Trading PGN


Kasus itu bermula dari anjloknya harga saham PGN sebesar 23,32% dari Rp9.650 menjadi Rp7.400 per saham pada 12 Januari 2007. Setelah melalui penyelidikan oleh Bapepam, diketahui bahwa anjloknya harga saham PGN dikarenakan oleh insider trading. Informasi material yang dikuasai orang dalam, yaitu keterlambatan penyelesaian proyek SSWJ (South Sumatera West Java) dan informasi tentang pengurangan volume gas yang dapat dialirkan melalui proyek tersebut, diduga digunakan sebagai dasar dalam pelepasan saham PGAS pada bulan Januari 2007, Manajemen PGAS baru mengumumkan penundaan itu setelah sahamnya anjlok. Kasus ini tidak dilanjutkan ke proses litigasi. Pihak PGN hanya dikenai sanksi administratif
Free Powerpoint Templates Page 16

Insider Trading Semen Gresik


Kasus ini baru mencuat ketika I Putu Gede Ary Sutha, ketua Bapepam waktu itu, mengumumkan bahwa terjadi indikasi Insider trading dalam perdagangan saham semen gresik. Setelah melalui penyelidikan, ditemukan fakta bahwa terdapat 15 pialang yang secara agresif melakukan aksi beli. Diantara 15 pialang tersebut terdapat 3 perusahaan sekuritas yang terkait dengan Semen Gresik (yaitu Danareksa Sekuritas dan Bahana Securities, Jardine Fleming Nusantara) yang menurut Undang-Unang tergolong sebagai orang dalam. Dalam proses penyelesaian kasus ini, Bapepam mengumumkan bahwa tidak ada bukti yang mengacu kepada Insider trading tetapi apabila dikemudian hari ditemukan unsur-unsur yang dapat dijadikan bukti tindak pidana pasar modal maka, Bapepam akan melakukan proses penyidikan untuk kasus tersebut.
Free Powerpoint Templates Page 17

Insider Trading Sari Husada


Kasus ini baru mencuat ke permukaan umum pada tahun 2005 ketika manajemen Sari Husada mengeluarkan kebijakan ESOP (Empoyee Stock Option Program, yaitu kebijakan penjualan saham perusahaan kepada karyawan dengan harga yang lebih murah) sebesar 5% (94 juta lembar) dari keseluruhan sahamnya. Saham dari ESOP yang seharusnya dibeli oleh karyawan, malah mayoritas dibeli pihak komisaris, direksi, dan manajer senior (dengan rincian 3 komisaris (44,8%), 5 direksi (42,5%), dan para manajer (12,7%)). Namun, selang berapa waktu kemudian manajemen sari Husada mengeluakan kebijakan Share Buy Back (pembelian kembali) sebesar 10% dari saham yang diterbitkan. Dari dua kebijakan yang saling bertolak belakang tersebut timbul celah yang menguntungkan bagi pembeli saham ESOP kerena harga pembelian kembali lebih tinggi dari pada harga penjualan (selisih tersebut sebesar Rp365,6 per lembar saham). Bapepam hanya memberikan sanksi administratif sebesar 2.885 miliar kepada 9 pihak orang dalam yang memperoleh keuntungan dari praktek tersebut.
Free Powerpoint Templates Page 18

Solusi
BAPEPAM-LK harus lebih bertindak proaktif dalam mengawasi jalannya pasar modal BAPEPAM-LK melakukan koordinsi yang integratif dengan lembaga penegakan hukum (seperti kepolisian dan kejaksaan) dan lembaga pemerintah yang lain seperti PPATK (Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) atau Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dalam tindakan preventif maupun penyelesaian kasus insider trading Perlu di adakan revisi UU Pasar Modal agar kasus dugaan insider trading dapat lebih mudah dibuktikan Pengimplementasian our of court settlement, yaitu penyelesaian kasus tindak pidana pasar modal diluar pengadilan tanpa menghilangkan rekam pidana dalam database tindak pidana pasar modal.
Free Powerpoint Templates Page 19

TERIMA KASIH

Free Powerpoint Templates

Page 20