Anda di halaman 1dari 12

TEKANAN UDARA (Oleh: Muh.

Yusuf)
Tekanan udara adalah : - Gaya berat kolom udara dari permukaan tanah sampai puncak atmosfer per satuan luas. - Gaya ditimbulkan oleh percepatan ke bawah berupa grafitasi (g) dan massa udara (m). Hasil perkalian ke duanya disebut Berat (W). Gaya berat Tekanan udara = Luas

atau = P = W / A = m.g / A
Sedangkan Massa (m) adalah perkalian antara kerapatan (p) dengan volume (V) atau m = p. V

Perubahan Volume ( V ) adalah hasil perkalian antara luas (A) dan perubahan tinggi ( z), sehingga perubahan tekanan dapat ditulis : P = p . V. g/A ( P = m.g/A) = p . A . z g/A = p . g . z (Persamaan 1) Secara umum persamaan Hidrostatika di atas, dapat diartikan sebagai Hubungan antara perubahan Tekanan Udara (P) dengan ketebalan lapisan udara (dz), atau P = - p.g.z Tanda negatif menunjukkan berkurangnya tekanan menurut ketinggian

Puncak Atmosfer
P3 Z3 Po > P1 > P3

Zo < Z1 < Z3
Vol = A . Z3 Po = W/A = m.g/A

= (p.vol).g/A
P1 A = luas Z1 Z = p.g.Z3 P = - p.g.z = tanda adalah berkurangnya tekanan udara menurut ketinggian.

Po
W = m.g

Zo

Gambar : Diagram Hubungan antara perubahan tekanan dan ketebalan lapisan udara

- Karena udara merupakan gas, tekanan udara yang ditimbulkan oleh

atmosfer dapat berhubungan dengan jumlah dan kecepatan molekul molekul yang menerpa permukaan. - Tekanan udara juga berhubungan dengan suhu dan perubahan kerapatan (p), karena faktor-faktor ini mempengaruhi jumlah molekul pada volume udara tertentu dan kecepatan geraknya.

- Kerapatan udara rendah yang disebabkan oleh jumlah molekul yang sedikit (persatuan volume), berakibat pada tekanan udara yang rendah.
- Kecepatan gerak molekul-molekul udara dipengaruhi oleh suhu udara, apabila suhu meningkat maka energi kinetiknya makin tinggi, sehingga semakin cepat molekul molekul udara bergerak. Bertambahnya suhu, maka tekanan udara semakin tinggi (jika volume udara tetap/konstan).

HUKUM-HUKUM GAS 1. Hukum Charles : P/T = C dimana : C : konstanta; T : suhu; P : tekanan Persamaan tersebut menjelaskan bahwa dengan C yang konstan, maka kenaikan suhu akan diikuti oleh kenaikan tekanan. Berarti, bahwa dengan kenaikan suhu akan menyebabkan molekul-molekul akan lebih aktif bergerak dan tumbukan yang lebih sering terjadi akan mengakibatkan naiknya tekanan, apabila volumenya tetap.
Kalau massa (m) dan suhu (T) dibuat konstan, maka hubungan antara tekanan (P) dan volume (V) dapat dinyatakan sebagai (Hukum Boyle), yaitu : PXV=K K : konstanta. Hubungan ini menyatakan bahwa pada suhu tetap, bila tekanan udara berkurang (misalnya dengan naiknya massa udara ke atas), maka udara akan mengambang atau volume bertambah.

VARIASI TEKANAN SECARA VERTIKAL


Semakin jauh dari permukaan bumi, tekanan udara akan berkurang karena lapisan atmosfer yang makin tipis (Persamaan Hidrostatis). Perubahan tekanan secara vertikal (ketinggian) tergantung dari kerapatan udara. Tekanan berubah sangat cepat dengan berubahnya ketinggian kalau kerapatan udara tinggi; sedangkan perubahannya akan lebih perlahan-lahan jika kerapatan udaranya rendah (lihat gambar).

10 8
6 4

90 - 100 mb Kerapatan udara rendah

Tekanan berubah dengan sangat cepat pada lapisan udara bagian bawah yang memiliki kerapatan yang tinggi. Contoh, perubahan tekanan sebesar 200 mb tjd dengan perubahan ketinggian 3 km pada lapisan paling bawah, sedangkan di lapisan atas (troposfer) tekanan udara hanya berubah 90 mb pada perubahan ketinggian yang sama.

Ketinggian (km)

200 mb

400 mb

2
Gambar : Variasi tekanan dgn ketinggian pd lapisan atmosfer standar.

Kerapatan udara tinggi

0
200 400 600

800

Tekanan Udara (mb)

Karena kerapatan udara berhubungan dengan suhu dan tekanan, maka perubahan tekanan dengan ketinggian dapat dihitung berdasarkan suhu pada kolom udara tersebut (persamaannya, baca di buku Klimatologi Dasar oleh Handoko).
Gambar di samping : memperlihatkan bahwa tekanan pd permukaan yg seragam dan suhu udara rata-rata pada bagian sebelah kiri lebih tinggi daripada sebelah kanan. Garis yang tergambar pd diagram mrpk garis yg menghubungkan tekanan yg konstan, disebut Isobar.
Dg bertambahnya ketinggian, tekanan tidak lagi seragam sepanjang diagram, tapi lebih tinggi di sebelah kiri daripada di kanan, hal ini tjd krn sebelah kiri suhunya lebih tinggi.

P7 Suhu udr lebih tinggi Suhu udr lebih rendah P6 P5 P4 P3 P2

Struktur vertikal suhu udr inilah yg menyebabkan terjadinya P1 variasi tekanan scr horizontal yg berhungan dg Gaya Utama yg P Surface = Konstan menimbulkan terjadinya Angin di Atmosfer. Gambar : Variasi tekanan secara vertikal tergantung pd suhu rata-rata kolom udara. P1 P7 merupakan isobars di atas permukaan.

Pelapisan atmosfer juga dapat digambarkan dengan perubahan tekanan udara pada berbagai ketinggian (lihat tabel). Tabel . Perubahan tekanan udara terhadap ketinggian (dinyatakan dengan % tekanan udara normal pada permukaan laut). Ketinggian (km dpl) 0 5,6 16,2 31,2 48,1 65,1 79,2 100 Tekanan udara (%) 100 50 10 1 0,10 0,01 0,001 0,00003

Perubahan suhu udara di atmosfer secara vertikal (menurut ketinggian) berbeda-beda, dan dapat dikelompokkan menjadi tiga. (1) Perubahan suhu (dT/dz) > 0 suhu udara naik dengan bertambahnya ketinggian, hal ini disebut inversi suhu. (2) dT/dz = 0 suhu tetap walaupun ketinggian berubah, disebut isotermal. (3) dT/dz < 0 suhu udara turun dengan bertambahnya ketinggian, disebut lapse rate.

Berdasarkan sifat perubahan suhu menurut ketinggian dari bawah ke atas, terdapat empat lapisan utama atmosfer, yaitu :
a. Troposfer, dengan puncaknya Tropopause b. Stratosfer, dengan puncaknya Stratopause c. Mesosfer, dengan puncaknya Mesopause d. Termosfer

100 90 80 Ketinggian (km) 70 Mesosfer 60 50 Stratopause Termosfer Mesopause Gambar : Pelapisan atmosfer bdsk perubahan suhu menurut ketinggian di atas permukaan laut.

40
30 20 10 0 -80 -60 -40 -20 0 +20 +40 Suhu (oC) Tropopause Troposfer Stratosfer

Contoh berikut menjelaskan pengaruh suhu rata-rata dari kolom udara terhadap distribusi tekanan udara secara vertikal dan horizontal.
1003 1006

1009

1006

1003

1012

A
high

J J

Gambar : Pengaruh suhu rata-rata kolom udara terhadap distribusi tekanan vertikal dan horizontal.

Variasi tekanan secara horizontal : Variasi tekanan secara horizontal lebih kecil dibandingkan dengan variasi tekanan secara vertikal. Namun demikian, variasi tekanan secara horizontal ini berhubungan dengan tekanan gaya-gaya yang mengendalikan Angin di Atmosfer.