Anda di halaman 1dari 18

Oleh :

Ahmad Fairuz N. (32727)


Antonius Wisnu Yogha P. (33017)
Tri Joko Prihatin (32988)
M. Yusro ( )
Radiasi adalah pancaran energi dari suatu
objek dalam bentuk partikel atau gelombang
elektromagnetik .
Radiasi dipancarkan dari suatu sumber yang
bersifat tidak stabil atau radioaktif.
Kemampuan unsur radioaktif untuk
memancarkan radiasi berbeda-beda
tergantung dari tingkat keradioaktifannya.
Radiasi Pengion :
o Alpha ( )
o Beta ()
o Gamma ()/Sinar-X
o Neutron

Radiasi Non-Pengion
o Gelombang Radio
o Infra Merah
o dll

Mempunyai ukuran dan muatan listrik lebih
kecil dari partikel alpha.
Daya ionisasinya di udara 1/100 kali daya
ionisasi partikel alpha.
Dengan ukurannya yang lebih kecil, partikel
mempunyai daya tembus lebih besar dari
partikel alpha.
Karena muatannya yang kecil daya jangkau
partikel di udara bisa sejauh 9 cm, untuk
selanjutnya dibelokkan oleh medan listrik
yang ada di sekitarnya.
Zarah partikel beta ada dua macam, yaitu
Beta min (-) dan Beta plus (+)
Tanda min maupun plus adalah untuk
menyatakan muatan listrik yang dibawa oleh
zarah radiasi Beta
Memiliki sifat sama dengan pancaran berkas
elektron sehingga sering disebut radiasi
elektron negatif.
Terjadi pada atom yang kelebihan elektron
Nomor atom akan bertambah satu sedangkan
nomor massanya tetap.

Memiliki sifat sama dengan pancaran elektron
positif atau positron dari inti atom
Terjadi pada inti atom yang kekurangan elektron
Selalu diikuti oleh peristiwa annihilasi atau
penggabungan antara partikel elektron dan
positron
Annihilasi terjadi karena begitu terbentuk zarah
radiasi Beta plus (+) akan langsung bergabung
dengan elektron yang banyak terdapat di alam ini
serta menghasilkan pancaran radiasi (foton)
Gamma yang lemah.

Ionisasi
Eksitasi
Absorbsi
Bremsstrahlung
Terjadi ketika partikel bermuatan berinteraksi
dengan materi
Menghasilkan pasangan ion positif dan negatif
Ionisasi beta negatif lebih sedikit (60-7000
pas. ion/cm lntasnnya) dibandingkan radiasi
alpha (10000-70000 pas. Ion/cm lintasannya)
Radiasi Beta plus (+) peluang untuk
mengionisasi amatlah kecil sebab sebelum
sempat mengionisasi materi yang dilaluinya,
positron ini akan ditangkap oleh elektron alam.

Terjadi karena zarah radiasi bermuatan yang
berinteraksi dengan materi yang
menyebabkan struktur atom bahan terganggu
(exited statue)
Adanya stopping power yang menyebabkan
energi radiasi Beta hilang sepanjang
lintasannya.
Akibatnya, atom-atom yang terganggu
menyebabkan atom bersifat reaktif juga.
Tidak seperti ionisasi, atom yang tereksitasi
secara kelistrikan tidak bermuatan listrik.

Terserapnya zarah radiasi oleh suatu bahan yang
terkena radiasi
Zarah radiasi yang bermassa besar akan lebih
mudah terabsorbsi daripada zarah radiasi yang
bermassa kecil
Muatan yang terkandung pada zarah radiasi ikut
mempengaruhi kemampuan terabsorbsi
Beta min (-) lebih kecil kemungkinannya
terabsorbsi dibanding Beta plus (+). Hal ini
disebabkan pada materi lebih banyak elektron-
elektron negatif sehingga jika zarah bermuatan
positif (Beta plus maupun alpha) menumbuk
materi akan mudah tertangkap oleh elektron-
elektron negatif dari suatu materi tersebut.

Terjadi karena pergerakan elektron cepat pada
materi sehingga terjadi pancaran energi
elektromagnetik yang kontinyu
Diperlukan suatu materi untuk mengurangi efek
bremsstrahlung
Diperlukan materi ringan dan berat untuk
menghentikan radiasi beta, gamma dan
bremsstrahlung
Rentang/range beta mempunyai nilai maksimum
tergantung dari material yang dilaluinya
tritium (H-3) memiliki energi beta maksimum yang
kecil (0,018 MeV) dan jangkauan maksimum di
udara 6 mm.

Total linear stopping power:



Rasio specific energy losses:

r c
dx
dE
dx
dE
dx
dE
|
.
|

\
|
+
|
.
|

\
|
=
( )
( ) 700 /
/ Ez
dx dE
dx dE
c
r
~

I = I
0
e
-t

Hubungan antara jarak jangkauan elektron
dengan energi di dalam Al:

R (g/cm
2
) = 0,4072 E
maks

untuk 0,15 MeV< E
maks
< 0,8 MeV

R (g/cm
2
) = 0,542 E
maks
- 0,133
untuk E
maks
> 0,8 MeV