Anda di halaman 1dari 19

SEPSIS NEONATORUM

Dr.Hetty Wati Napitupulu, SpA

Etiologi

Bakteri virus dan jamur.


Tersering bakteri, jenis bakteri penyebab bervariasi tergantung tempat dan waktu.

Patogenesis
Dapat terjadi :

1. Antenatal : faktor risiko infeksi pada ibu - hematogen (melalui placenta) - perkontnuitatum : infeksi fokal placenta

kontaminasi liquor amnii aspirasi.

Patogenesis
2. Intra natal, faktor risiko : - infeksi intra partum - partus kasep - ketuban pecah dini - prematuritas
kontak langsung kuman jalan lahir dengan janin infeksi asendens : ketuban utuh korionitis/korio amnionitis ingesti/ aspirasi.

Patogenesis
3. Pascanatal, faktor risiko - tindakan invasif pada bayi - prematuritas - kualitas perawatan infeksi nosokomial

Bentuk Klinis

Tersangka Infeksi Sepsis Neonatorum

Komplikasi
dehidrasi asidosis metabolik hipoglikemia anemia hiperbilirubinemia meningitis DIC

Prognosis
Tergantung pada : masa gestasi jenis kuman sensitifitas kuman lama sakit Angka kematian : 30 60 %

Dasar diagnosis
Tersangka infeksi : ditemukan satu atau lebih faktor risiko infeksi berikut : Ibu selama melahirkan demam (suhu >38,5oC) Ibu leukositosis (lekosit >15.000/mm3) Air ketuban keruh dan atau berbau busuk Ketuban pecah > 12 jam sebelum lahir Partus kasep Belum ada tanda sepsis

Manifestasi klinis Sepsis


Gejala umum : - bayi tampak lemah/iritabel - malas/tidak mau minum - hipotermia/hipertermia - sklerema - sianosis - keadaan umum memburuk

Manifestasi klinis Sepsis


Gejala susunan syaraf pusat : - letargi - iritabel, tremor - hiporefleksi, hiptoni - kejang - apnu
Gejala saluran pernapasan : - dispnu - takipnu - apnu - sianosis

Manifestasi klinis Sepsis


Gejala gastrointestinal : - muntah - diare - meteorismus - hepatomegali
Gejala hematologik : - ptekie, purpura, perdarahan lain - ikterus - splenomegali Gejala kardiovaskuler : - sianosis, takikardia, hipotensi, edema

Sepsis
Diagonosis ditegakkan berdasarkan : - gejala klinis - ditemukan lebih dari 1 hasil pemeriksaan laboratrium dibawah ini : Jumlah lekosit < 5000 /uL atau > 25.000 /uL Rasio netrofil immatur dan total : 0,2 Laju endap darah >15 mm/jam mikro CRP (+)

Langkah diagnosis
1.Identifikasi faktor risiko infeksi diagnosa Tersangka Infeksi. 2.Tetapkan apakah berkembang menjadi Sepsis Neonatorum dengan mengamati : - munculnya gejala klinis - pemeriksaan laboratorium Lakukan pungsi lumbal untuk melihat apakah sudah terjadi komplikasi meningitias. Batasan meningitis, jumlah sel lekosit : - Usia 0-48 jam > 100/ l - Usia 2-7 hari > 50/ l - Usia > 7 hari > 22/ l Indikasi rawat Semua penderita Tersangka Infeksi dan yang menunjukan adanya gejala klinis sepsis.

Penatalaksanaan
Terapi suportif : Cairan parentral untuk memperbaiki gangguan sirkulasi, mengatasi dehidrasi dan kelainan metabolik. Oksigen bila didapati gangguan respirasi/sidroma gawat napas. Foto terapi/transfusi tukar bila ditemukan hiperbilirubinemia Bila sudah bisa makan per oral beri ASI/ susu formula.
Terapi spesifik : Anti biotika polifragmasi

Tersangka infeksi
Ampisillin 100 mg/kgBB/hari, iv, dibagi 2 dosis. Gentamisisn : im - 2,5 mg/kgBB/18 jam, untuk bayi cukup bulan - 2,5 mg/kgBB/24 jam untuk bayi kurang bulan.
Lama pemberian 3-5 hari dinilai apakah menjadi Sepsis. Kalau tidak antbiotika dapat dihentikan.

Sepsis Neonatorum

Ceftazidim 50 mg/kgBB/hari,iv dibagi 2 dosis.


Meropenem 20 mg/kg/BB iv, tiap 8 jam, atau sesuai dengan hasil resistensi test. Bila tidak ada perbaikan klinis dalam 48 jam atau keadaan umum semakin memburuk. Lama pemberian 7-10 hari.

Sepsis Neonatorum dengan Meningitis

Ceftazidim 100 mg/kgBB/hari

Meropenem 40 mg/kgBB/hari Lama pemberian 14-21 hari

Indikasi Pulang
Pengobatan antibiotika telah selesai
Tidak ada tanda-tanda infeksi baik secara klinis maupun laboratoris Keadaan umum baik Dapat minumsecara adekuat