Anda di halaman 1dari 24

PEMBANGUNAN FASILITAS BAWAH TANAH

1. Fungsi Lubang Bukaan (Openings) :


Jalan masuk dan keluar bagi karyawan dan alat angkut yang bergerak (truck dan lori) Menempatkan peralatan (ban berjalan, pipa air, pipa angin dan pipa lumpur). Mengangkut material (penyangga, bahan peledak, air, udara segar/kotor, dan batu hasil penambangan) Lubang ventilasi Keselamatan kerja penyelamatan jika terjadi kecelakaan).

Bentuk dan geometri (ukuran) lubang bukaan disesuaikan dengan fungsinya. Lubang bukaan dapat berbentuk lingkaran, tapal kuda, segi empat, elips, trapezium

Bermacam Bentuk Penampang Lubang Bukaan

2. Teknik Penggalian Lubang Bukaan Metode sederhana,yaitu dengan tenaga manusia dan alat-alat sederhana seperti ganco, linggis, cangkul dan sekop. Sebagian dg Pick Metode inkonvensional, yaitu dengan alat mekanis seperti road header, tunnel boring machine (TBM). Metode konvensional, yaitu dengan cara pemboran dan peledakan. Cara mana yang akan dipilih tergantung pada ukuran lubang bukaan, karakterristik massa batuan (sifat fisik dan mekanis batuan, struktur geologi, dsb), dan peralatan yang mampu disediakan.

Penggalian dg Alat Mekanis Road Header (RH) & Tunnel Boring Machine (TBM)
Jika batuan yang akan digali tidak terlalu kompak/kuat, misalnya batulanau (siltstone), batulempung (claystone) dan sebagainya, maka penggalian dapat dilakukan dengan alat mekanis sejenis road header (RH), yaitu suatu alat gali mekanis yang memiliki pisau pemotong berbentuk menyerupai mahkota atau bola bergerigi Batuan yang relatif keraspun dapat digali tanpa peledakan, yaitu dengan Tunnel Boring Machine (TBM) terutama untuk terowongan berdiameter besar.

Road Header Tipe S100

Tunnel Boring Machine (TBM) Tipe RT45A

Keuntungan penggunaan TBM atau RH dibandingkan dengan cara peledakan ialah : - Ukuran (diameter) terowongan sesuai dengan yang diinginkan. - Tenaga manusia yang diperlukan lebih sedikit. - Keamanan selama penggalian lebih terjamin. - Pemindahaan hasil galian (Broken rock) dilakukan secara kontinu.

Kerugianya ialah : - Biaya/harga TBM sangat mahal sehingga hanya cocok untuk pembangunan terowongan yang panjang. - Hanya untuk bentuk terowongan bundar atau elips. - Diperlukan tenaga ahli yang berpengalaman. - Akan mengalami kesulitan jika digunakan pada batuan yang kompleks.

Penggalian dengan Cara Peledakan


Cara peledakan ini dipakai apabila batuan sangat kuat dan kompak dan
tidak ada alat lain yang tersedia atau dapat digunakan.

Pertama-tama dibuat lubang-lubang tembak (blasthole) menggunakan


mesin bor. Mesin bor yang di pakai dapat berupa jack hammer dengan penopang (hydalic leg atau jack leg), jumbo drill yang mempunyai lengan lebih dari satu.

Tipe mesin bor yang akan dipilih tergantung pada diameter lubang tembak
dan kecepatan pemboran yang diinginkan. Susunan lubang tembak pembuka disebut cutholes dan biasanya ditempatkan ditengah. Cuthole dapat berpola burn cut, Wedge cut, Fun cut

Permukaan batuan pada lubang bukaan yang akan diledakan disebut


face.

Apabila suatu face diledakan sekaligus, cara ini disebut cara fullface dan
biasanya diterapkan untuk lubang bukaan berukuran kecil sampai sedang

Siklus Penggalian Suatu Lubang Bukaan dg Pemboran dan Peledakan


(secara umum)

Penggalian (breaking/excavation) Pembersih asap ledakan (smoke clearing) jika



menggunakan peledakan Pembersihan atap (scaling) Pengumpulan dan pemuatan material hasil penggalian (mucking & loading) Pengangkutan material (hauling) Penyanggan (supporting) & perkuatan (reinforcement) : penyanggan sementara dan/atau tetap (permanent).

Siklus Penerowongan

Drilling

BLASTING
TRADISIONAL MODERN
: SUMBU API : SUMBU LEDAK NONEL CONTROL BLATING

Mucking

Supporting

Penyanggaan & Perkuatan

Perbedaan Pola Pemboran pada Tambang Terbuka dengan Tambang Bawah Tanah

Karakteristik Pemboran 1. 2. 3.
4. 5.

Tambang Terbuka Sama Sama (tegak atau miring) Sama Sama Semua lubang bor diisi handak

Tambang Bawah Tanah Tidak harus sama Arah bisa beda Bisa berlainan, tergantung pola pemborannya Bisa berbeda, tgtng fungsinya Terkadang tidak semua lubang bor diisi handak

Jarak lubang bor Arah lubang bor Kedalaman lubang bor Diameter lubang bor Pengisian lubang bor

LUBANG BUKAAN UTAMA (MAIN ACCESS OPENING)


Yang terpenting untuk diperhatikan adalah :
Tipe, letak, jumlah, bentuk dan ukuran dari lubang bukaan utama (main access opening/ MAO). Disain sistem penanganan material (material handling system).

Faktor-faktor yang mempengaruhi penentuan tipe MAO adalah (Peele, 1941): Kedalaman penggalian Posisi deposit terhadap permukaan topografi Sifat alamiah dan geologi bijih atau batubara (macam dan bentuknya) dan batuan penutupnya. Metode penambangan yang digunakan Tingkat produksi dan jenis alat angkut yang digunakan.

TIPE LUBANG BUKAAN UTAMA

Tipe lubang bukaan utama (MAO) dapat dikelompokkan menjadi tiga macam, yaitu (Hartman, 1987) : Shaft (vertical or incline), slope (or decline), dan drift atau adit.

1. SHAFT

Vertikal shaft atau biasa disebut shaft saja, cocok untuk deposit yang besar, dalam atau mendatar (<30o), vertikal atau miring curam (steeply inclined > 70o). Cocok pada massa batuan dengan kekuatan sedang sampai buruk (intermediate and poor). Biasanya untuk produksi yang besar dan umur tambang yang lama. Alat angkut menggunakan sistem hoist. Shaft biasanya diletakkan pada persimpangan dengan skip hoisting. Inclined shaft dengan hoist, untuk kemiringan deposit sedang (30o 70o), kondisi massa batuan sedang, tingkat produksi rendah sampai sedang, umur tambang sedang; development horizontal opening pendek, dan dimungkinkan sekaligus eksplorasi selama penggalian.

2. SLOPE

Bukaan jenis ini banyak dipilih untuk deposit tipis, mendatar, terutama pada batuabara, dengan alat angkut ban berjalan (belt conveyor) atau truk. Pada kemiringan yang cukup curam tidak direkomendasikan, karena hoisting system akan lambat dan tidak efisien. Cocok untuk massa batuan yang kuat sampai sedang; tingkat produksi sedang hingga tinggi; umur tambang lama. Alat angkut yang digunakan berupa rope hoisting dengan rail haulage, truk (<12o) dan 20o dengan belt conveyor (unless high-angle)

3. DRIFT atau ADIT

Cocok untuk deposit yang dangkal atau suatu out crop. Umumnya pada area dengan relief tinggi dengan penutup yang tipis, atau pada dip deposit yang curam dengan topografi curam. Kondisi massa batuan bervariasi; tingkat produksi umumnya tinggi dengan umur tambang yang lama. Alat angkut yang digunakan dapat berupa conveyor, truck, rel, dll.)

LOKASI LUBANG BUKAAN UTAMA


Pada umumnya banyak orang berpendapat sama bahwa tempat di
mana kegiatan pembuatan lubang bukaan utama (primary development opening), biasanya sekaligus akan menjadi pusat kegiatan untuk deposit yang akan ditambang.

Dalam konsep lama, lokasi main opening akan dibuat memotong


deposit pada pusat lokasi deposit, untuk meminimalisasi biaya pengangkutan. Tetapi Thomas (1978), menekankan bahwa ada banyak faktor yang lebih penting untuk dijadikan pertimbangan daripada hanya sekedar minimalisasi jarak dan biaya pengangkutan.

Jadi letak atau lokasi lubang bukaan utama lebih dipengaruhi oleh
faktor : dip deposit, kondisi batuan, jumlah bidang kerja, topografi permukaan, masalah penirisan dan batas-batas kepemilikan (misal KP), juga dapat dijadikan pertimbangan.

JUMLAH LUBANG BUKAAN


Jumlah opening tergantung dari :
Faktor keamanan dan kebutuhan ventilasi Kemudahan jalan masuk ke tambang Tingkat produksi yang diinginkan Hubungan spasial (ruang) atau jarak dari deposit mineral (bila lebih dari satu).

Hal yang perlu diingat adalah, setidak- tidaknya untuk


setiap daerah penambangan harus ada dua lubang bukaan dan masing-masing diletakkan terpisah berjauhan hingga di luar batas yang akan ditambang (boundary area). Hal ini untuk mengurangi resiko kecelakaan apabila di salah satu lubang bukaan terjadi kecelakaan (longsor, ambruk atau terbakar).

BENTUK DAN UKURAN LUBANG BUKAAN


Bentuk lubang bukaan tergantung dari :
Tipe openingnya (shaft, slope atau drift) Jenis kontruksinya Pemilihan jenis dan pemakaian alat-alat angkutnya.

Bila pembongkarannya dengan pemboran dan peledakan, shaft,


slope dan adit biasanya penampangnya menyudut, meskipun pada kenyataannya shaft dengan penampang bundar lebih sering dipilih.

Bila menggunkan mechanical excavation (shaft, TBM atau


continuous miner) dipilih, bentuk penampang bukaannya selalu bundar atau elips.

Ukuran lubang bukaan tergantung dari :


Kapasitas disain material handling-nya Tingkat produksi.