Anda di halaman 1dari 16

Mata Kuliah Pengantar Hukum Bisnis

Definisi Bisnis : Huat T Chwee (1990) : Business is then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society Griffin & Ebert : suatu organisasi yang menyediakan barang atau jasa yang bertujuan untuk mendapat keuntungan Munawar Kholil : Bisnis adalah kegiatan usaha yang ditujukan untuk mencapai keuntungan, baik itu di bidang: a. Produksi b. Distribusi/Pemasaran; dan c. Perdagangan

M. Manulang : Suatu ilmu yang mempelajari masyarakat dalam upayanya untuk mencapai kemakmuran Kemakmuran : terpenuhinya kebutuhan (barang & jasa)

George N Halm:

economic systems differ, are socialist or capitalist, planned or unplanned according to their institution

Sistem Ekonomi Pasar (Liberal/Bebas) Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi dan konsumsi diserahkan sepenuhnya kepada mekanisme pasar. Sistem Ekonomi Komando (Terpusat) Sistem ekonomi komando adalah sistem ekonomi dimana peran pemerintah sangat dominan dan berpengaruh dalam mengendalikan perekonomian. Pada sistem ini pemerintah menentukan barang dan jasa apa yang akan diproduksi, dengan cara atau metode bagaimana barang tersebut diproduksi, serta untuk siapa barang tersebut diproduksi.

Philips S James, MA : Sekumpulan aturan untuk membimbing perilaku manusia yang diterapkan dan ditegakkan diantara anggota suatu negara

Munawar Kholil : Hukum adalah peraturan yang tertulis maupun tidak tertulis yang mengatur manusia dalam hidup bermasyarakat, yang apabila dilanggar ada sanksi yang tegas.
JCT Simorangkir SH dan Woerjono Sastropranoto SH : peraturan-peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku manusia dalam lingkungan masyarakat yang dibuat oleh badanbadan resmi yangberwajib, pelanggaran mana terhadap peraturan-peraturan tadi berakibatdiambilnya tindakan, yaitu dengan tindakan tertentu

Dalam pembuatan suatu peraturan harus mengandung minimal 5 aspek hukum :


1. Yuridis Merupakan aspek hukum bahwa yang mempunyai kewenangan membuat peraturan dan tata cara membuatnya adalah badan-badan yang resmi, seperti DPR, DPRD, Pemerintah. Apabila yang membuat dan tata cara membuat peraturan tersebut tidak benar (ilegal), maka peraturan tersebut akan menjadi cacat. Karena yang membuat bukanlah badan yang berwenang.. 2. Ekonomis Merupakan gambaran apakah peraturan tersebut mempunyai nilai ekonomis, dalam arti tidak merugikan masyarakat luas seperti peraturan-peraturan yang bersifat birokrasi sehingga menimbulkan ekonomi tinggi akibat peraturan tersebut. 3. Politis Dalam pembuatan peraturan tersebut sudahkan melihat dari beberapa sudut pandang polits, jangan sampai peraturan yang dibuat hanyalah untuk membuat sekelompok golongan mendapatkan keuntungan, sedangkan golongan/kelompok lain mendapat kesulitan/kerugian seperti Peraturan tentang Tata Niaga Cengkeh, Kepres Jalan Tol dll. 4. Sosiologis dan historis juga merupakan suatu aspek yang tidak boleh diabaikan, karena dalam membuat suatu peraturan, aspek tersebut seperti latar belakang pendidikan, ekonomi dan apakah peraturan tersebut sudah pernah dibuat dan merugikan masyarakat haruslah menjadi perhatian agar tidak terulang kembali hal-hal yang negatif dari peraturan tersebut.

Sistem hukum utama di dunia : 1. Civil Law : kode sipil yang terkodifikasi dan berakar pada hukum romawi yang dipraktekan oleh negara-negara Eropa kontinental seperti Jerman, Perancis, belanda, termasuk bekas negara jajahanya. 2. Common Law : berdasarkan custom/kebiasaan. Dipraktekan di negara-negara anglo saxon, spt : inggris , Amerika, Kanada. Dalam sistem Common Law ini sangat memperhatikan perkembangan keadaan, 3. Islamic Law : bersumber kepada Quran dan Hadist yang dianut oleh negara negara Timur tengah 4. Natural Law, merupakan hukum adat/kebiasaan yang berasal dari negara yang sangat menghargai hukum adat negaranya seperti Jepang , China . 5. Socialist Law, di praktekan di negara-negara sosialis dll.

1.

2.

3.

4.

The goal of promoting morality (untuk penegakan moral) The goal of feflecting custom (untuk merefleksikan kebiasaan) The goal of social welfare (Untuk kesejahteraan masyarakat) The goal of serving power (untuk melayani kekuasaan)

1.

2.

3.

4.

Natural Law (Thomas Acquinas) : Hukum harus melindungi esensi kemanusiaan serta sudah seharusnya merupakan refleksi kehendak tuhan. Historian (Von Savigny & Sir Henry Maine) : Hukum merupakan refleksi dari adat kebiasaan yang hidup, tumbuh dan berkembang dalam masyarakat, negara, dan internasional Sociological Jurisprudence : Hukum sebagai tool of social engineering yang menuju kepada social welfare (kesejahteraan masyarakat). Roscoe Pound menegaskan Hukum harus melayani masyarakat dengan mengenal dan menyeimbangkan kepentingan antar warga Legal Positivism : memandang hukum dalam hubungannya dengan kekuasaan politik. Tomas Hobbes : Hukum melayani kepentingan orang2 yg memiliki kekuasaan politik

Hukum Bisnis adalah peraturan-peraturan yang mengatur kegiatan bisnis agar bisnis dijalankan secara adil (Munawar Kholil)

Ekonomi berasal dari mistilah oikos= rumah tangga, dan nomos= mengatur. Jadi ekonomi artinya mengatur rumah tangga agar tercapai kesejahteraan dalam hidup. Hukum Ekonomi adalah hukum yang mengatur distribusi/pembagian sumber-sumber daya agar tercapai kesejahteraan yang berkeadilan.

Lahirnya hukum ekonomi disebabkan oleh semakin pesatnya pertumbuhan dan perkembangan perekonomian. Di seluruh dunia hukum yang berfungsi mengatur dan membatasi kegiatan-kegiatan ekonomi dengan harapan pembangunan perekonomian tidak mengabaikan hak-hak dan kepentingan masyarakat. Menurut Rochmat Soemitro definisi hukum ekonomi ialah sebagian dari keseluruhan norma yang dibuat oleh pemerintah atau penguasa sebagai satu personifikasi dari masyarakat yang mengatur kehidupan kepentingan ekonomi masyarakat yang saling berhadapan. Menurut Sunaryati Hartono hukum ekonomi Indonesia adalah keseluruhan kaidahkaidah dan putusan-putusan hukum yang secara khusus mengatur kegiatan dan kehidupan ekonomi di Indonesia. Sunaryati hartono membedakan hukum ekonomi Indonesia ke dalam dua macam, yaitu : 1. Hukum ekonomi pembangunan, yaitu seluruh peraturan dan pemikiran hokum mengenai cara-cara peningkatan dan pengembangan kehidupan ekonomi (misal hukum perusahaan dan hukum penanaman modal). 2. Hukum ekonomi sosial, yaitu seluruh peraturan dan pemikiran hokum mengenai cara-cara pembagian hasil pembangunan ekonomi secara adil dan merata, sesuai dengan hak asasi manusia (misal, hukum perburuhan dan hukum perumahan).

1. Kontrak bisnis 2. Bentuk-bentuk badan usaha (PT, CV, Firma) 3. Perusahaan go publik dan pasar modal 4. Jual beli perusahaan 5. Penanaman modal/investasi (PAM/PMDN) 6. Kepailitan dan likuidasi 7. Merger, konsolidasi dan akuisisi 8. Perkreditan dan pembiayaan 9. Jaminan hutang 10. Surat-surat berharga 11. Ketenagakerjaan/perburuhan 12. Hak Kekayaan Intelektual, 13. Larangan monopoli dan persaingan usaha tidak sehat 14. Perlindungan konsumen (UU No.8/1999) 15. Keagenan dan distribusi 16. Asuransi (UU No. 2/1992) 17. Perpajakan 18. Penyelesaian sengketa bisnis 19. Bisnis internasional 20. Hukum pengangkutan (dart, laut, udara) 21. Alih Teknologi perlu perlindungan dan jaminan kepastian hukum bagi pemilik teknologi maupun pengguna teknologi seperti mengenai bentuk dan cara pengalihan teknologi asing ke dalam negeri. 22. Hukum perindustrian/industri pengolahan. 23. Hukum Kegiatan perusahan multinasional (ekspor inport) 24. Hukum Kegiatan Pertambangan 25. Hukum Perbankan (UU No. 10/1998) dan surat-surat berharga 26. Hukum Real estate/perumahan/bangunan 27. Hukum Perjanjian internasional/perdagangan internasional. 28. Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang (UU No. 15 tahun 2002)

Brown, 1992 & Renesch, 1995 Globalization is as interconnections between overlaping interest of business an society (Globalisasi adalah saling keterkaitan antara kesaling tumpah tindihan antara kepentingan bisnis dan kepentingan masyarakat. Sera, 1992 & Ohmae, 1995 Ketidak adaan batas dan kendala perdagangan antar bangsa Dicken, 1992 Suatu penggantian pola tradisional dalam produksi internasional, investasi dan perdagangan.

Suatu disiplin ilmu yang mengkaji aspekaspek hukum, baik yang berupa prinsipprinsip maupun aturan-aturan tentang segenap aktifitas ekonomi yang menyebar dengan cepat untuk membentuk suatu dunia yang tunggal, terintegrasi secara ekonomi sosial budaya, teknologi, bisnis dan pengaruh lainnya yang menembus batas dan sekat tradisional seperti bangsa-bangsa, kebudayaan nasional ruang dan waktu.