Anda di halaman 1dari 20

SITI LULUK RAIHAN 0707101050020

Latar Belakang
Nyeri kepala adalah rasa nyeri atau rasa tidak mengenakkan diseluruh daerah kepala dengan batas bawah dari dagu sampai belakang kepala. Berdasarkan penyebabnya digolongkan menjadi nyeri kepala primer dan nyeri kepal sekunder. Nyeri kepala primer adalah nyeri kepala yang tidak jelas terdapat kelainan anatomi atau kelainan struktur atau jenisnya. Nyeri kepala sekunder adalah nyeri kepala yang jelas terdapat kelainan anatomi atau kelainan struktur dan sejenisnya dan bersifat kronis progresif, antara lain meliputi kelainan non vaskuler.

Definisi
Nyeri kepala adalah nyeri atau sakit sekitar kepala,

termasuk nyeri di belakang mata serta perbatasan antara leher dan kepala bagian belakang.

Epidemiologi
Nyeri kepala merupakan keluhan bidang neurologik yang sering dikeluhkan oleh pasien yang datang berobat. Sebahagian besar orang pernah mengalami nyeri kepala (sefalgia) pada sepanjang hidupnya. terbukti dari hasil penelitian population base di Singapore dari Ho dkk didapati prevalensi life time nyeri kepala penduduk Singapore adalah pria 80%, wanita 85% (p=0.0002).

Di Amerika Serikat, dalam satu tahun lebih dari 70%

penduduknya (pernah) mengalami nyeri kepala. Penelitian yang dilakukan di Surabaya (1984) menunjukkan bahwa di antara 6488 pasien baru, 1227 (18,9%) datang karena keluhan nyeri kepala; 180 di antaranya didiagnosis sebagai migren. Sedangkan di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta (1986) didapatkan 273(17,4%) pasien baru dengan nyeri kepala di antara 1298 pasien baru yang berkunjung selama Januari sd. Mei 1986.2

Patofisiologi
Pada nyeri kepala, sensitisasi terdapat di nosiseptor

meningeal dan neuron trigeminal sentral. Fenomena pengurangan nilai ambang dari kulit dan kutaneus allodynia didapat pada penderita yang mendapat serangan migren dan nyeri kepala kronik lain yang disangkakan sebagai refleksi pemberatan respons dari neuron trigeminalsentral .

Etiologi
Patofisiologi nyeri kepala dengan etiologi yang jelas:

1. Peningkatan tekanan intrakranial, misalnya disebabkan oleh tumor serebral, umumnya terjadi pada saat bangun atau pada saat pasien dibangunkan dari tidurnya.

2. Iritasi meningial, meningismus dalah iritasi meningen akibat proses imflamasi atau darah seperti perdarahan subarachnoid, yang menyebabkan nyeri kepala hebat pada oksipital atau global disertai muntah, dieksaserbasi oleh cahaya terang dan kaku kuduk. 3. Penyebab lain deperti stroke, terutama disebabkan oleh perdarahan trombosus venous intrakranial, atau diseksi arteri. 4. Kelainan metabolik misalnya hpoksia, hiperkalemia, dan hipoglikemia. 5. Penggunaan obat-obatan vasoaktif dan zat lainnya seperti alkohol

Klasifikasi
Berdasarkan patofisiologinya, nyeri kepala dapat

dibagi menjadi 2 : 1. Nyeri kepala dengan dasar patogenesis yang jelas 2. Nyeri kepala dengan patogenesis yang belum jelas.

Klasifikasi nyeri kepala telah dilakukan oleh International Headache Society pada tahun 2004. Adapun klasifikasinya adalah
Migraine - Migraine without aura

- Migraine with aura - Ophtalmoplegic migraine - Migren basilaris


Tension-type headache

- Episodic tension type headache - Chronic tension type headache


Cluster headache and chronic paroxysmal hemicranias

- Cluster headache - Chronic paroxysmal hemicrania

Miscellaneous headaches not associated with

structural lesion -Idiopathic stabbing headache -External compression headache -Cold stimulus headache -Benign exertional headache -Headache assotiated with sexual activity
Headache associated with head trauma

- Acute posttraumatic headache - Chronic posttraumatic headache

Headache associated with vascular disorders

- Acute ischemic cerebrovascular disorder - Intracranial hematoma - Subarachnoid hemorrhageUnruptured vascular malformation - Arteritis - Carotid or vertebral artery pain - Venous thrombosis - Arterial hypertension - Other vascular disorder

Manifestasi klinis
Anamnesis khusus nyeri kepala meliputi : 4

1. jenis nyeri berat, denyut, tarik, ikat, pindah pindah, rasa kosong 2. awitan (onset) onset pada orang tua peningkatan TIK (hidrocephalus, tumor, perdarahan sub arachnoid) kronis tension headache, post trauma, neurosis, sinusitis akut perdarahan non trauma, meningitis, glaucoma 3. frekuensi (periodisitas) terus-menerus tension headache episode migren lama nyeri migren dalam jam tension headache hari-bulan neuralgia trigeminal menyengat, detik-menit

4.lama nyeri migren dalam jam tension headache hari-bulan neuralgia trigeminal menyengat, detik-menit 5. kapan nyeri cluster headache: sewaktu tidur nyeri waktu bangun tidur tension headache: siang dan sore lebih sering, rangsangan emosi migren; pencetus cahaya, cuaca, alcohol neuralgia trigeminal: tecetus waktu menelan, bicara, sikat gigi

6. kualitas dan intensitas migren: denyut hebat (susah kerja) cluster headache: denyut seperti bor tension headache: seperti memakai topi baja berat 7. gejala penyerta migren: muntah, vertigo, diplopia cluster: ptosis ipsilateral, mioasis, konjungtiva merah tension headache: foto dan fonofobia.

Nyeri kepala yang menunjukkan tanda bahaya dan

memerlukan evaluasi penunjang: - nyeri kepala hebat pertama kali yang timbul mendadak - nyeri kepala yang paling berat yang pernah dialami - nyeri kepala berat yang progresif selama beberapa hari atau minggu - nyeri kepala yang timbul bila latihan fisis, batuk, bersin, atau membungkuk. - nyeri kepala yang disertai penyakit umum atau demam, mual, muntah atau kaku kuduk - Nyeri kepala yang disertai gejala neurologis (afasia, koordinasi buruk, kelemahan fokal atau rasa baal, mengantuk, fungsi intelek menurun, perubahan keperibadian dan penurunan visus).

pemeriksaan tambahan
Ro foto kepala untuk melihat struktur tengkorak Ro foto servikal untuk menentukan adanya spondiloartrosis dan

fraktur servikal CT Scans/ MRI dilakukan pada nyeri kepala yang menunjukkan kemungkinan penyakit intrakranial (tumor, perdarahan subarachnoid, AVM dll) EEG dilakukan bila ada riwayat kejang, kesadaran menurun, tauma kepala atau presinkop Foto sinus paranasal untuk melihat adanya sinusitis Angiografi dilakukan untuk kasus spesifik seperti aneurisma LP dilakukan jika infeksi, perdarahan intracranial EMG kontraksi otot yang terus menerus pada tengkuk, belakang dan depan kepala Laboratorium untuk pemeriksaan kimia darah.

penatalaksanaan
Farmakologik

1.
2.

3.
4.

5.
6. 7.

8.

Serotonin agonist, opioids, baclofen(GABAB agonist) dan clonidine Artemin Obat2an non selective serotonin reuptake inhibitor(NSSRi) Antidepresan Capsaicin Nitric Oxide Synthase(NOS) inhibitor Antikonvulsan Mepyramine

Non farmakologik 1. Di italy, dari 400 penderita, 30% melakukan

kompresi/penekanan, 27% kompres dingin, 25% massage/pijit, 8% kompres panas terhadap daerah kepalanya yang dirasa sakit

1.

Pada penelitian von Peter dkk sekitar 86% dari penderita nyeri kepala yang datang berobat ke klinik nyeri kepala New York Presbyterian Hospital, USA sering menggunakan pengobatan alternatif seperti massage(42%), exercise (3 0%), acupuncture (19%),biofeedback(15%),chiro practic(15%), herbs(15%), vitamin/nutritional supplements (14%) lain seperti yogy homeopathy dan aromatherapy. Ternyata penggunaan pengobatan alternatif jenis acupunture/acupressure, exercise, chiropractic manipulation, relaxation therapy, ma.ssage, biofeedback dan herbs dapat menolong sekitar 60% dari penderita.

TERIMA KASIH