Anda di halaman 1dari 30

Water Resources Development

Practice Problem

RISPI TSA

BANGUNAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA AIR


Sebuah blok segitiga berbahan beton, setinggi 3.00m, lebar dasar 2.4 m dengan potongan 1 m. Blok ini mendapat gaya horizontal sebesar 4.5t. Tentukan besaran cofisien geser dasar Tentukan arah dan letak resultante gaya vertikal dan horizontal Gambarkan diagram tekanan yang terjadi pada dasar

3m 4.5 t =2.5

RISPI TSA

3m

=2.5

Sebuah blok segitiga berbahan beton, setinggi 3.00m, lebar dasar 2.4 m dengan potongan 1 m. Blok ini mendapat gaya horizontal dari air setinggi 3m. Gaya uplift terjadi sedalam 3m pada hulu dan berkurang sampai 0 pada ujung bangunan. Tentukan besaran coefisien geser dasar Tentukan arah dan letak resultante gaya vertikal dan horizontal Gambarkan diagram tekanan yang terjadi pada dasar

RISPI TSA

3m

=2.5
1m

Sebuah blok segitiga berbahan beton, setinggi 3.00m, lebar dasar 2.4 m dengan potongan 1 m. Blok ini mendapat gaya horizontal dari air setinggi 3m. Gaya uplift terjadi sedalam 3m pada hulu dan berkurang sampai 1m pada ujung bangunan karena pada hilir bangunan terdapat air setinggi 1 m. Tentukan besaran coefisien geser dasar Tentukan arah dan letak resultante gaya vertikal dan horizontal Gambarkan diagram tekanan yang terjadi pada dasar
4

RISPI TSA

30 m

=2.5

Sebuah blok segitiga berbahan beton, setinggi 33 m, dengan potongan 1 m. Blok ini mendapat gaya horizontal dari air setinggi 30m. Tentukan lebar dasar dengan kondisi sebagai berikut: a. Gaya gempa sebesar 0.1 berat total, 33 m Gaya uplift terjadi sedalam 0.5 tinggi air pada hulu dan berkurang sampai 0 m pada ujung. Gaya tekan es 20 t per pias 1m, koefisien geser 0.6. b. tidak ada gaya gempa, Gaya uplift terjadi sedalam 0.25 tinggi air pada hulu dan berkurang sampai 0 m pada ujung. Tidak ada tekanan es, koefisien geser = 0.7.
5

RISPI TSA

5. Sebuah bendungan tanah dengan pipa pelepas dan spillway yang akan direncanakan untuk memenuhi kebutuhan waduk seperti pada gambar 5.1 berikut. Dari studi hidrologi dan daerah aliran, hidrograph inflow untuk mendesign spillway seperti pada gambar 5.2. Profile diatas spillway seperti pada gambar 5.3. Debit melalui pipa pelepas selama banjir direncanakan sekitar 100 m3/det. Potongan melintang ditunjukkan pada gambar 5.4. Tentukan elevasi puncak spillway dengan cara sebagai berikut:

a) Diperkirakan level elevasi waduk pada awal spillway terisi air (FSL) yang sama dengan puncak spillway setinggi 100 m. Debit yang melewati spillway dihitung dengan rumus Q = 1.6 x L x H3/2 Permukaan waduk dianggap konstant sebesar 400 km 2 Buatlah routing inflow hydrograph yang memasuki waduk secara grafis dan tentukan Q banjir spillway sesuai dengan elevasi maksimum waduk.
RISPI TSA 6

6 km

2 km

50 km

50 km

FSL=100 m 97 m 80m Gb. 5.1


RISPI TSA

0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

200 400 700 1100 2000 3100 3600 3900 4000 3950 3800 3400 3000 2600 2200 1900 1600 1400 1200 1050 900 800 700 600 550 500 400

4000 3800 3600 3400 3200 3000 2800 2600 2400 2200 2000 1800 1600 1400 1200 1000 800 600 400 200 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26

Debit m3/det

Waktu Hari Gambar 5.2. Reservoir Inflow

RISPI TSA

6. Flood Routing melalui Waduk


6.1. Sebuah waduk untuk penanggulangan banjir direncanakan dengan bendungan gravity yang mempunyai pipa (conduit) bawah dan spillway berpintu lihat gambar 1. Banjir rencana dengan kemungkinan terjadi 1 % pertahun seperti pada gambar 3. Untuk keperluan hilir outflow maksimum 400 m3/detik, Perencanaan spillway dapat menanggulangi banjir dengan kemungkinan terjadi sebesar 0.01 % pertahun sebesar 3000 m3/det. Selama banjir diusahakan tidak melewati puncak pintu sektor. Kurva hubungan elevasi dan volume waduk pada gambar 2. Hubungan elevasi dengan debit conduit pada gambar 3, hubungan ketinggian muka air diatas spillway bila dibuka penuh dapat dilihat pada gambar 4 Untuk kondisi sedemikian : 1. Gambarlah outflow hidrograph dengan kurva naik dari 100 ke 400 m3/detik kemudian konstant 400 m3/det 2. Cek kenaikan kurva tersebut dengan gambar 2 dan 3. 3. Tentukan besaran volume air di waduk sampai puncak pintu 4. Kurangi kapasitas conduit dari rancangan banjir spillway dan tentukan ketinggian air dengan mengurangkan dari puncak pintu akan didapat crest spillway
RISPI TSA 9

190 180 Elevation in m. 170 160 150 140 130 120 110 100 0 Gambar 1 1 2 Gambar 2. Storage in 108 m3 3 4 5 6 7

RISPI TSA

10

11

0 1.5 2.3 2.8 3.2 3.5 3.8 4.1 4.6 5.4 7 8 9 10 11 12 12 14 16 16

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 11 9.5 8 7 6 5 4 3 2.8

10 9 8

Debit 100 m3/det

7 6 5 4 3 2 1 0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Waktu Hari Gambar 5 10 11 12 13 14 15 16

20 190 180 Elevation in m. 170 160 150 140 130 120 110 100 0 RISPI TSA 1 2 Debit 100 m 3/det 3 4 5 6 7 Gambar 4 0 1 2 Debit m3/det 3 10 Tinggi m

11

Gambar 3

6.2. Bila waduk pada soal no.5 direncanakan dengan puncak (crest) spillway elevasi 160 m dan puncak pintu 173 m. Banjir yang lewat seperti pada gambar 6.2.1.

a. Tentukan outflow hydrograph ( curve debit keluar) bila pintu spillway dibuka penuh sepanjang banjir dan gambarkan ketinggian muka air (stage hydrograph) dibawah gambar outflow.
b. Tentukan pengurangan banjir maximum sampai pada elevasi waduk 173 m. Gambarkan pula stage hydrograph. c. Bila pada dam mempunyai pipa pelepas (conduit) sebanyak 4 buah yang masing-masing kapasitas pipa seperti pada gb. 3. Tentukan pengurangan banjir maksimum.

RISPI TSA

12

2000

0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 5,5 6 6,5 7 7,5 8 8,5 9 9,5 10 10,5 11

200 220 300 400 600 900 1400 1700 1900 1970 2000 1970 1900 1750 1550 1330 1150 1000 850 720 620 550 500

1900 1800 1700 1600 1500 1400 1300

Gb. 6.2.1. Inflow Hydrograph

Debit m3/sec

1200 1100 1000 900 800 700 600 500 400 300 200 100 0

0,5

1,5

2,5

3,5

4,5

5,5

6,5

7,5

8,5

9,5

10 10,5 11

Time in days
170 160 150 140 130 120 110 100
0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 5,5 6 6,5 7 7,5 8 8,5 9 9,5 10 10,5 11

Elevation (m)

Figure 6.2.2. Stage Hydrograph

RISPI TSA

13

6.3. Sebuah proyek reklamasi seperti pada gambar 6.3.1 akan dilindungi dengan sistim tanggul dengan biaya seperti pada gambar 6.3.2. Kehancuran tanggul terjadi bila banjir melimpas diatas tanggul dan kerugian sebesar $ 10,000,000. Hubungan kemungkinan banjir terjadi dan ketinggian muka air diatas tebing sepertiseperti pada gambar grafik 6.3.3. Tentukan tinggi tanggul yang paling ekonomis.
Sungai Tanggul

Reclamation Unit

Gambar 6.3.1
RISPI TSA 14

5.5 5 4.5 4 3.5 3 2.5 2 1.5 1 0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4 4.5 5 5.5
Biaya Tahunan $100,000

Tinggi Tanggul (m)

Gambar 6.3.2.
Kemungkinan terjadi (%) pertahun 1 0.1

10 5 4.5

0.01

Elevasi Banjir (m)

4 3.5 3 2.5 2 1.5 1

Gambar 6.3.3

RISPI TSA

15

6.4. Sistim tanggul direncanakan seperti pada gambar 6.4.1. Debit banjir rencana 3000 m3/det. Puncak tanggul 1m (free board) diatas tinggi rencana. Potongan melintang tanggul seperti pada gambar 6.4.1. Angka kekasaran dasar sungai 0.030; angka kekasaran daerah limpahan banjir 0.060. Kemiringan dasar sungai 0.0001. Biaya tahunan pembersihan daerah limpahan banjir (A-A dan B-B) $ 100 per Ha. Biaya pembangunan tanggul $ 0.10 per m3 satuan volume. Rumus hubungan debit persatuan m sbb: q = 1/n . H 5/3. S1/2 di mana : q = debit per m lebar dalam m3/det n = koefisien kekasaran h = kedalaman aliran S = kemiringan = 0.0001 Tentukan jarak tanggul yang paling ekonomis

RISPI TSA

16

? I 100 m 5m l _ 5.00m A A B B I I

Gambar 6.4.1

3m I freeboard 1 m 1;3

Gambar 6.4.2

RISPI TSA

17

6.5. Sebuah danau yang mempunyai luas 26.200 km2,elevasi tahunan seperti pda gambar 6.5.1. Sedangkan rating curve keluaran danau seperti pada gambar 6.5.2. Hitung dan gambar : a. Hydrograph outflow tahunan b. Hydrograph net inflow Semua hitungan berdasar rata2 debit bulanan pada setiap akhir bulan.
6.6. Bila danau dapat diatur untuk pengendalian banjir elevasi harus diantara 101.30 101.70 m, diusahakan 101.40 m. Biaya kontrol dam diperkirakan $ 10 000 000 (Curve C) lihat gambar 6.5.2. Hitung dan gambar: a. Stage dan outflow hydrographs dari pengaturan keluaran debit ? b. Biaya perbaikan yang sesuai pada operasi danau ? 6.7. Bila danau digunakan untuk PLTA diusahakan debit selalu diatas 2200 cms tapi tidak lebih dari 2600 cms. Hitung dan gambar : a. Stage dan outflow hydrographs dari pengaturan keluaran debit ? b. Biaya perbaikan yang sesuai untuk operasi PLTA ?
RISPI TSA 18

102 101.9 101.8 101.7 101.6 101.5 101.4 101.3 101.2 101.1 101 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Months

Elevation (m)

Figure 6.5.1. Stage Hydrograph

102 101.9 101.8 101.7 101.6 101.5 101.4 101.3 101.2 101.1 101 1500

A = Natural Conditions, B = $5M Excavation schemes C= $1MExcavation schemes, D = $2M Excavation scheme

2000

2500

3000 3500 3 Discharge m /sec

4000

4500

5000

Figure 6.5.2. Outflow Rating Curves

RISPI TSA

19

Irrigation 7.1 In Figure 7.1. is shown the location of an irrigation district. The irrigated area is 100,000 Ha. The gross area of the district, including non-irrigated land, canals, roads and towns, is 200,000 Ha. In table 7.1 are shown some pertinent hydrologic and agricultural data of the district. The prevailing ground water table is on the average some 10 m below the ground surface. The district contains mostly coarse alluvial soils. Determine successively: the crop water requirements, the irrigation requirements, and the diversion requirements in m3 per month during the driest year on record. Assume a relation between monthly rainfall and water available for evaporation-transpiration as shown in Figure 7.2 Assume that 10 % of the diversion requirements is lost due to evaporation and overflows into the drainage system; that the filtration losses in the canals and ditches are 30 % and on the farmenrs fields durung irrigation : 20% of the incoming flow.

RISPI TSA

20

Table 7.1 Recorded rainfall during ten years of observation and calculated open pan evaporation in mm per month.Calculated crop-coefficients.
J
Highest Rain 50

F
30

M
40

A
160

M
410

J
480

J
430

A
200

S
180

O
70

N
70

D
60

Average Rain
Lowest Rain

30

20

30

100

180

320

260

160

120

50

40

30

10

10

20

80

100

180

210

100

70

20

10

10

Evaporation

200

180

200

190

200

160

140

130

120

120

150

170

Crop Coefficient

1,0

1.1

1.0

1.0

1.0

0.9

0.7

0.6

0.5

0.7

0.8

0.9

RISPI TSA

21

B Irrigation canal Irrigation District

Main Irrigation Canal between A and B is lined. Filtration losses are in significant

Drainage Canal River

Figure 7.1

RISPI TSA

22

7.2 Assume that 80% of the filtration losses of Problem 7.1 will be recovered by pumping from the groundwater reservoir. Assume also that over-pumping of the ground water reservoir in dry years and replenishment in wet years will make it possible to design the diversion requirements on the basis of an average rainfall year. Prepare annual water budget for such conditions, using the diagram of Figure 7.2. Determine an attractive pattern of monthly diversion requirements. Perform these calculations : a. Assuming that the infiltration from the rainfall to the groundwater reservoir cannot be used for irrigation since it must continue to perform its normal function in maintaining the water balance in other areas; b. that 80% rainfall infiltration is available for pumping for irrigation.
Cropwater Req. D1version Req. Waste Rain

field
Pumping Filtr. Filtr. Filtr. Gr.Water Losses

Ground Water Reservoir


RISPI TSA

23

500

Monthly Rainfall in mm

400 300 Run of f 200 100 0 0 100 200 300 400 500 inf iltration Evaporation

Figure 7.2. Dis tribution of Rainfall

RISPI TSA

24

1 Pendahuluan Perancangan SDA

Pengertian umum prinsip-prinsip Perancangan Sumber Daya Air, penjelasan tugas pembuatan studi kelayakan
Macam-macam studi dan pelaporan dalam perancangan SDA penentuan topik tugas Tahapan perancangan dalam PSDA

Tatap Muka & Diskusi


Tatap Muka & Diskusi

Teknik 3 Perancangan SDA


Perencanaan 4 Teknis

Kuliah dan Survei Lapangan


Kuliah dan Survei Lapangan

Perencanaan Teknis dari beberapa proyek PSDA

Analisis Analisis Ekonomi Proyek SDA : Komponen Tatap Muka & 5 Ekonomi Proyek Biaya dan Manfaat Latihan soal SDA Analisis Analisi Kepekaan dan alokasi biaya proyek 6 Ekonomi Proyek serbaguna dan tunggal guna SDA Analisis 7 finansial proyek SDA 8 TSA RISPIKuis I Penentuan Alternatif dengan menggunakan analisis Finansial Materi kuliah 1-7 Tatap Muka & Latihan soal Tatap Muka & Latihan soal
25

Studi Kelayakan Bentuk umum laporan studi kelayakan I Halaman Judul II Surat keterangan pembuat laporan (Pekerjaan, Keahlian, Perusahaan tempat bekerja) III Daftar Isi IV Ringkasan V Pendahuluan a. Otoritas b. Identifikasi Masalah c. Tujuan d. Batasan Masalah e. Pengesahan VI Diskripsi Umum a. Geografi dan geologi b. Iklim dan Hujan c. Sejarah dan pengembangan d. Kondisi ekonomi dan sosial e. Sumberdaya air f. Sumberdaya Lahan g. Sumberdaya lain h. Aspek Hukum
RISPI TSA 26

VII Kondisi existing Pengembangan sumberdaya air dan lahan VIII Proyeksi Ekonomi dan Sosial IX Pengembangan Pertanian a. Jenis tanah b. Pemasaran hasil produksi c. Tataguna lahan d. Kebutuhan pasokan e. Perkiraan hasil X Pekerjaan Reklamasi a. Ketersediaan tanah b. Alternative perencanaan irigasi c. Alternative perencanaan drainasi XI Pengembangan PLTA a. Pasar energi listrik b. Komposisi sistim listrik sekarang c. Potensi pengembangan PLTA d. Sumber tenaga alternative e. Analisa tahapan
RISPI TSA 27

XII Pengendalian Banjir a. Potensi kerugian banjir b. Alternative pengendalian banjir c. Keuntungan pengendalian banjir

XIII Pengembangan Navigasi a. Kebutuhan fasilitas transportasi b. Alternative perencanaan navigasi c. Kebutuhan air d. Pemasukkan navigasi
XIV Penyediaan air dan Pembuangan limbah a. Kebutuhan air bersih penduduk dan industri b. Alternative sumber penyediaan air c. Standard kualitas aliran d. Aspek hukum XV Pengembangan proyek serba-guna
RISPI TSA 28

XVI Analisa Ekonomi dan Sosial a. Biaya Proyek b. Keuntungan Proyek c. Analisa keuntungan dan biaya d. Ekonomi Nasional e. Pertimbangan sosial f. Pemilihan perencanaan XVII Pembiayaan Proyek XVIII Implementasi Proyek a. Jadwal konstruksi b. Jadwal pengembangan c. Sosialisasi d. Pemasaran dan fasilitas kredit e. Administrasi XIX Penutup dan Rekomendasi

RISPI TSA

29

S.A.P (SATUAN ACARA PERKULIAHAN)


MODULAR PUSDITEK
MATA KULIAH :PENGEMBANGAN SUMBERDAYA AIR
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. PENDAHULUAN (Tujuan dan kaitan bidang ilmu,pengertian DAS) BANGUNAN SUMBERDAYA AIR (Pengendali Banjr, Sedimen, Irigasi) STUDY KELAYAKAN PEMAHAMAN PENGELOLAAN DAS. FUNGSI MANAJEMEN PENGELOLAAN DAS 1.(Kawasan Das, Erosi lahan) FUNGSI MANAJEMEN PENGELOLAAN DAS 2.(Erosi ijin, kawasan normal, kritis) SUNGAI (Konsep One River One Plan One Management) FUNGSI ORGANISASI (Kawasan DAS) FUNGSI PELAKSANAAN FUNGSI PENGAWASAN KEBERHASILAN PENGELOLAAN DAS (Ratio Q maks-Qmin, Erosi, Sedimentasi) PARAMETER INDIKATOR

RISPI TSA

30