Anda di halaman 1dari 11

Merokok saat kehamilan menjadi penyebab morbiditas dan kematian di kalangan perempuan dan bayi yang tidak dapat

dicegah. Kerugian saat kehamilan dan hasil kelahiran yang berhubungan dengan merokok termasuk placental abruption, keguguran, prematuritas, berat badan lahir rendah, kelainan bawaan, dan kematian mendadak neonatal atau bayi. Prevalensi merokok selama kehamilan antara 13% dan 25% terdapat pada negara berpenghasilan tinggi dan meningkat dengan cepat pada negara berpenghasilan rendah dan negara berkembang.

Untuk mengetahui keefektifan terapi nicotine-replacement patch pada wanita hamil yang merokok

Design
Untuk hasil biner, odds ratio diperoleh dengan menggunakan regresi logistik dengan penyesuaian dengan pusat rekrutmen dan juga menggunakan uji likelihood-ratio

Populasi
Antara Mei 2007 dan Februari 2010, ibu hamil yang sepakat untuk menetapkan tanggal pantangan, usia 16 sampai 50 tahun, berada pada usia kehamilan 12 sampai 24 minggu, merokok 10 atau lebih rokok sehari-hari sebelum kehamilan, saat ini merokok 5 atau lebih batang rokok setiap hari, dan menghembuskan karbon monoksida dengan konsentrasi minimal 8 ppm.

Sampel
Dari 1050 peserta, 521 secara acak ditugasi untuk melakukan terapi menggunakan nicotin-replacement dan 529 menggunakan terapi dengan plasebo. Peserta mendapat dukungan perilaku penghentian dan secara acak disuruh melakukan pengobatan dengan nikotin patch secara aktif (15 mg per 16 jam) selama 8 minggu atau dengan plasebo patch.
Peserta secara acak menerima pemberian selama 4-minggu dari patch transdermal untuk terapi nicotinreplacement (dengan dosis 15 mg per 16 jam) atau visual identik plasebo, yang dimulai pada tanggal pantangan. Satu bulan setelah tanggal pantangan, wanita yang tidak merokok, akan divalidasi dengan konsentrasi ekshalasi karbon monoksida yang kurang dari 8 ppm

Di kelahiran, tingkat validasi adalah 89% (58 dari 65 perempuan) dalam kelompok nicotinreplacement dan 92% (45 dari 49) pada kelompok plasebo, selama 1 bulan pengekangan, diperoleh 89% (116 dari 131) dan 85% (63 dari 74), dari masing-masing. Tingkat kepatuhan yang rendah pada kedua kelompok. Hanya 7,2% (35 dari 485) dari perempuan ditugaskan untuk menerima terapi nicotine-replacement dan 2,8% (14 dari 496) ditugaskan untuk menerima plasebo dilaporkan menggunakan percobaan obat selama lebih dari 1 bulan, tingkat penggunaan dari nonstudy terapi nicotine-replacement adalah sangat rendah

Dari Studi ini menunjukkan bahwa tambahan perilaku yang mendukung dengan nikotin patch (15 mg per 16 jam), merupakan pendekatan yang efektif untuk meningkatkan tingkat berpantang merokok di kalangan perokok hamil, tidak lebih efektif daripada plasebo dalam mempromosikan pantang berkelanjutan di seluruh kehamilan di kalangan perempuan pada 12 sampai 24 minggu kehamilan meskipun tingkat pantang lebih tinggi pada 1 bulan dalam kelompok nicotinreplacement dibandingkan kelompok plasebo. Ada bukti bahwa terapi nicotin-replacement dapat menguntungkan atau menimbulkan efek berbahaya pada hasil kelahiran Tingkat perilaku dukungan yang diberikan dalam penelitian menunjukkan bahwa terapi nicotine-replacement telah ditemukan efektif. Namun, perlu dicermati dalam menafsirkan jelas tidak adanya hal membahayakan dengan terapi nicotin-replacement sebagai indikasi keamanannya, mengingat tingkat kepatuhan yang rendah untuk terapi nicotin-replacement dan fakta bahwa sampel yang jauh lebih besar akan diperlukan secara komprehensif menilai efek terapi ini. Jarang hasil kelahiran yang merugikan. Tidak ada efek jangka panjang yang signifikan dari terapi nicotin-replacement, dapat dijelaskan dari tingkat kepatuhan yang rendah. Efek samping tidak muncul untuk menjelaskan tingkat penghentian pengobatan. Terapi nicotine-replacement konsisten memperbaiki gejala penarikan nikotin dan efektif selama kehamilan, dosis required lebih tinggi. Dari penelitian ini menunjukkan bahwa pedoman untuk berhenti merokok pada kehamilan harus direvisi, untuk mendorong penggunaan intervensi yang memiliki dasar bukti perilaku dukungan yang aman dan khusus .

Ibu hamil yang merokok akan sangat merugikan dirinya dan bayinya. Bayi akan kekurangan oksigen dan racun yang diisap melalui rokok dapat ditransfer melalui plasenta kedalam tubuh bayi. Pada ibu hamil dengan merokok berat kita sebagai perawat harus waspada akan risiko keguguran, kelahiran prematur, BBLR bahkan kematian janin. Untuk itu kita dapat memberikan dukungan moral atau perilaku yang mendukung untuk berhenti merokok di samping terapi nicotinereplacement patch yang dapat digunakan sebagai pengganti merokok.