Anda di halaman 1dari 28

Kehamilan : suami istri anak

diharapkan semua pasangan atau perempuan tidak

laki-laki

masalah

etnis tertentu, jenis kelamin anak sangat penting

banyak

mitos

dalam

penentuan

jenis

kelamin anak

Pengembalian menjadi jumlah kromosom

diploid Kombinasi kromosom ayah dan ibu

Penentuan jenis kelamin spermatozoa

dan Y

Dimulainya pembelahan tanpa pembuahan : oosit degenerasi 24 jam setelah ovulasi

Tahap genetik : Jika sperma kromosom Y bertemu oosit anak laki-laki, jika sperma kromosom X

bertemu oosit

anak perempuan

Tahap Gonad : gonad terlihat selama usia 7 minggu, jaringan gonad pria membentuk testes di bawah

pengaruh sex-determining region kromosom Y (SRY)


Tahap fenotip tergantung pada tahap genetik dan

gonad : 10-12 minggu kehamilan

MITOS
1. Waktu Berhubungan Seks

2. Posisi Hubungan Seks dan Kedalaman Penetrasi


3. Orgasme 4. Jumlah Sperma 5. Lelaki dengan Aktifitas Seks Tinggi 6. Pekerjaan 7. Kalender Cina

Metode Dr. Shettles


Perbedaan Sifat Sperma X dan Y

Bentuk l
Gerakan

Sperma Y Lebih kecil, kepala bulat Lebih cepat

Sperma X Besar, kepala oval Lambat

Ketahanan

Rentan, masa hidup pendek

Lebih tahan, masa hidup lebih panjang

Lingkungan asam : kondisi yang merugikan sperma Y, tetapi menguntungkan sperma X

Waktu Berhubungan Seks

Posisi Berhubungan Seks

Orgasme

Memisahkan kromosom dan dalam tabung

albumin berbentuk gel yang mudah larut.


Memisahkan sperma dgn proses sentrifugasi. Sperma Y yang lebih ringan akan naik ke atas, sperma X yang lebih berat tenggelam ke bawah. Prinsip dasar : memisahkan jenis sperma menurut yang

kromosom

pembawa

kelamin

anak

dikehendaki.

Bayi , pembuahan : saat sel telur telah matang dan siap dibuahi (ovulasi). Sel telur telah matang dan lepas sehingga siap

untuk dibuahi.

Agar jumlah dan mutu sperma Y maksimal, dilarang melakukan hubungan seks lima hari menjelang ovulasi + dua hari selama ovulasi (tidak melakukan hubungan seks selama 7-8

hari)

Menampung sperma hasil masturbasi atau senggama terputus dalam gelas. Sperma disaring dengan dua lapis media khusus yang

kekentalannya berbeda untuk memisahkan


sperma X dan Y dari semennya (washing)

Prinsip

pemisahan berat

sperma molekul

X dan

dan

berdasarkan

gaya

berenang lalu disuntikkan ke dalam rahim

subur

Sel

sperma

ditampung

dalam

mesin

centrifuge. Sel sperma Y akan terpisah dari


sperma X yang memiliki bobot lebih berat.

Sel sperma yang dipilih digunakan dalam proses inseminasi sederhana. Tingkat keberhasilan sekitar 50% dan biaya yang lebih sedikit dibandingkan metode pemilihan jenis kelamin lainnya.

Teknik pemisahan sel sperma menggunakan substansi yang mewarnai (fluorescent dye) sperma yang mengandung kromosom X.

Substansi ini menempel dengan cepat pada


sperma X karena kromosom X mengandung materi genetik yang lebih banyak dibandingkan dengan kromosom Y.

Sel Sel

sperma sperma

dan yang

dipisahkan dikehendaki

menggunakan mesin laser.

digunakan pada proses pembuahan dengan metode inseminasi sederhana

atau bayi tabung.

Tingkat keberhasilan cukup tinggi, yaitu

berkisar antara 60-70%.

Langkah-langkah IVF

Stimulasi Ovarium

Pengeluaran Ovum
Fertilisasi

Transfer Embrio

Embrio di buat di laboratorium dengan mempertemukan sel sperma dan sel telur, kemudian di analisis struktur sel dan DNAnya. Embrio akan membelah diri.

Tiga sel dari embrio diambil dan di analisis


materi genetik serta DNA- nya.

jenis kelamin embrio diketahui, embrio dengan jenis kelamin yang diinginkan saja yang kemudian diimplantasikan ke dalam rahim pasien melalui prosedur bayi tabung

Prof Dr Jean Choukron

makanan

yang

banyak

mengandung

sodium dan kalium : pisang, kentang, buah


aprikot, buah peach dan daging anak

penelitian pada beberapa pasangan yang hanya diberikan makanan mengandung sodium tinggi. Hasilnya 85 % dari mereka

melahirkan bayi laki-laki.

makanan yang banyak mengandung magnesium : kacangan, susu yoghurt, kacangsayuran, dan biji-bijian,

mengurangi konsumsi garam.

Sebagian

besar

pasangan
makanan

yang
yang

mengkonsumsi

mengandung

magnesium

berhasil

melahirkan bayi perempuan

Aspek Keagamaan Aspek Etika dan Moral Aspek Legalitas Aspek Sosial

Mitos anak

mengenai perencanaan jenis kelamin : waktu berhubungan seks, posisi

hubungan seks dan kedalaman penetrasi, orgasme, jumlah sperma, dan kalender Cina

Metode Ilmiah : metode dr. Shettles, metode


Ericsson, teori Akihito, inseminasi buatan, metode Gradient, flow cytometry, IVF, dan PGD

Teknik

perencanaan

jenis

kelamin

anak

menimbulkan

kontroversi

di

dalam

masyarakat : aspek keagamaan, legalitas, moral, maupun sosial.

Tuhan

Yang

Maha

Kuasa

memberikan

kesempatan kepada setiap pasangan untuk

berusaha

sehingga
dalam

mampu

mencapai
jenis

keinginannya

merencanakan

kelamin anak.

Terima Kasih