Anda di halaman 1dari 75

Terapi Parkinson

Kelompok: 5 Bahriyun Gladys Brigita Rahmi Ramdanis Tan Jenifer Irensia Arviana Atika

Kelompok: 5 Bahriyun Gladys Brigita Rahmi Ramdanis

Menurunkan ketergantungan terhadap orang lain Meningkatkan ketahanan dan mengurangi energi yang dikeluarkan Memaksimalkan gerakan motorik halus Meningkatkan fleksibilitas tubuh dan kemampuan berdiri dengan tegak Meminimalkan kecacatan (disability) Meningkatkan kualitas hidup semaksimal mungkin

Keseimbangan postur dan gerak tubuh Kesulitan dengan aktivitas hidup sehari-hari Berbicara dan menelan: hipofonia, sialorrhea, disfagia Gizi yang tidak memadai Gangguan tidur Sembelit Depresi

a. Edukasi Memberikan informasi sebaik mungkin kepada penderita, khususnya keluarganya Memberi semangat kepada pasien dan keluarga untuk menangani penyakit pasien tersebut Mengajak pasien dan keluarga untuk bekerjasama dalam mengendalikan penyakit Dari laporan pasien kita harus tetap mem-follow up perkembangan penyakit pasien dan melaporkan setiap perbaikan penyakitnya.

Pengobatan non-farmakologis yang paling sering disarankan untuk penyakit Parkinson Olahraga yang teratur dapat meningkatkan perasaan fisik dan mental yang lebih baik. Jalan cepat, berenang, dan latihan aerobik sangat berguna. Terapi fisik tidak akan memperlambat perkembangan akinesia, kekakuan, atau gangguan gaya berjalan, tetapi dapat mencegah atau mengurangi beberapa efek kekakuan sekunder dan postur menekuk seperti bahu, pinggul, dan punggung sakit.

Dapat meningkatkan keseimbangan dan koordinasi motorik. Rujukan ke ahli terapi fisik merupakan cara yang baik untuk pasien memulai dalam kegiatan tersebut.

Tidak ada diet khusus yang dapat mempengaruhi perjalanan penyakit Parkinson meskipun rekomendasi tertentu dapat dibuat.
Diet serat tinggi dan hidrasi cukup membantu mengelola sembelit pada penderita Parkinson.

Makanan tinggi lemak harus dihindari karena dapat memperlambat pengosongan lambung dan mengganggu penyerapan obat.
Pembatasan protein Diet tidak diperlukan kecuali pada beberapa pasien dengan penyakit lanjut dan adanya fluktuasi pergerakan di antaranya persaingan dengan asam amino lain yang mengganggu dengan penyerapan L-dopa. Mengonsumsi vitamin D dan kalsium untuk mencegah osteoporosis

Selain pengobatan farmakologis, terapi psikologis dan konseling dapat membantu mengatasi depresi.

Merupakan sindrom dari penyakit parkinson Manifestasi klinik:


volume suara berkurang atau memudar artikulasi tidak tepat kecepatan dalam berbicara dapat melambat atau

peningkatan

Terapi ini semakin dipandang sebagai intervensi yang dapat sangat meningkatkan berbicara dan kualitas hidup. Lee Silverman Voice Treatment (LSVT) adalah program yang paling sering direkomendasikan.

Target terapi : respirasi, variasi pitch, volume suara, artikulasi, kekuatan dan kecepatan artikulasi, kecepatan bicara, intonasi dan pola penekanan dan kemampuan berkomunikasi.

Lee Silverman voice treatment (LSVT) adalah teknik untuk meningkatkan volume suara penderita Parkinson dan gangguan neurologis lainnya. Program LSVT dilakukan dalam 16 sesi selama satu jam. Dilakukan lebih dari satu bulan dan setiap satu minggu diberikan empat kali pertemuan. Program ini meliputi latihan di rumah pasien

Sesi ini dipimpin oleh para profesional terlatih khusus yang memiliki sertifikat dari yayasan LSVT, sebuah organisasi nirlaba yang ditujukan untuk meningkatkan pembicaraan antara pasien PD melalui metode LSVT. Selama sesi, pasien diajarkan untuk "berpikir keras," yaitu, untuk memfokuskan upaya sadar mereka untuk meningkatkan volume suara. Latihan untuk meningkatkan nafas dapat juga digunakan, meskipun untuk banyak pasien, cukup dengan peningkatan volume saja.

Selama latihan, pasien diajarkan cara untuk meningkatkan upaya vokal mereka dengan bernapas lebih dalam dan mengeluarkan udara lebih penuh dan untuk "berpikir berteriak." Pasien dilatih untuk mencapai volume yang benar dan mengoreksi diri bahkan ketika mereka merasa berbicara terlalu keras.

Depresi dan kecemasan dapat merupakan gejala penyakit Parkinson seperti kekakuan dan tremor. Gejala-gejala ini dapat secara signifikan mengurangi kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan.

Electroconvulsive therapy (ECT) dapat mengatasi psikosis, depresi dan gejala motorik lain yang terkait PD (Aarsland et al 1997; Fall and Granerus 1999; Moellentine et al 1998; Wengel et al 1998). Transcranial magnetic stimulation (TMS) merupakan terapi potensial untuk mengatasi depresi (George et al 1999)

Sebuah uji klinik TMS pada pasien PD menunjukkan efek yang cukup baik untuk mengatasi depresi dan gejala motorik lain (Dragasevic et al 2002) Rangsangan magnetik didistribusikan ke otak secara repetitif. Laju repetisi ini sangat penting untuk efek psikologis. Slow r-TMS memiliki frekuensi 1 Hz rapid-rate r-TMS is above 1 Hz. Faktor yang perlu diperhatikan: jumlah rangsang, durasi, repetisi dan intensitas stimulus rapid-rate rTMS dapat menginduksi terjadinya epilepsi bahkan pada orang normal slow r-TMS dapat menekan struktur korteks motorik

Uji praklinik yang dilakukan Masliah et al. (2005) memberikan hasil positif. Vaksin menstimulasi sistem imun untuk menyerang bentuk abnormal dari protein a-synuclein yang menginduksi generasi membran dan menyebabkan agregasi protein intracytoplasmic, untuk regenerasi neuronal Uji klinik masih dalam proses

Tujuan : Menonaktifkan gen yang bermutasi yang menyebabkan Parkinson Berdasarkan review terbaru (Chen et al., 2005), gen potensial yang telah dievaluasi efikasi terapeutiknya untuk PD adalah yang mengkodekan tyrosine hydroxylase, guanosine triphosphate cyclohydrolase I dan aromatic L-amino acid decarboxylase yang meningkatkan produksi dopamin

Mengangkat ventralis intermedius (VIM) pada ventrolateral thalamus (Grossman & Hamilton, 1993). Menggunakan teknik stereotactic surgery, dimasukkan ke dalam otak melalui lubang pada rangka. [(Stern & Lees, 1990), p. 36]. Metode ini mengurangi tremor dan kekakuan pada pasien PD dan digunakan untuk mengatasi tremor parkinson yang telah resisten (Tasker, Siqueira, & Hawrylyshyn, 1983).

Mengangkat globus pallidus internus (GPi) pada basal ganglia. Berkurangnya dopamin di corpus striatum menyebabkan overeaktivitas dari GPi, yang menghambat pusat motorik di thalamus dan batang otak. (Eller & Dan, 1997). Pengangkatan Gpi menyebabkan hilangnya hambatan tersebut. Tetapi dapat menyebabkan peningkatan gejala lain seperti bradikinesia (Grossman & Hamilton, 1993; Laitinen, Bergenheim, & Hariz, 1992). Keuntungan: dapat mengurangi penggunaan obat anti parkinson (Lang, Lozano, Montgomery, Duff, Tasker, & Hutchinson, 1997).

Masih eksperimental Transplantasi ini berupa penempatan sel dopaminegik dalam basal ganglia

Deep brain stimulation (DBS) merupakan stimulasi listrik pada thalamus, thalamus, subthalamic nucleus (STN), atau pada Gpi untuk mengatasi gejala parkinson DBS digunakan sebagai pengganti teknik pembedahan lain seperti pallidotomy, dan memberikan hasil dua kali lebih baik dan menurunkan resiko (Pahwa, Wilkinson, Smith, Lyons, Miyawaki, & Koller, 1997). Chronic high-frequency unilateral thalamic stimulation efektif untuk menurunkan tremor (Koller, Pahwa, Busenbark, Hubble, Wilkinson, Lang, Tuite, Sime, Lazano, Hauser, Malapira, Smith, Tarsy, Miyawaki, Norregaard, Kormos, & Olanow, 1997).

DBS tidak direkomendasikan untuk : Pasien yang tidak memberikan respon dengan levodopa Pasien yang sudah sangat tua Pasien dengan gejala utama tremor Pasien dengan gejala dominan menggigil dan jatuh Pasien dengan gangguan mental dan sedang menjalani pengobatan serius Pasien non idiopatik PD

Semua prosedur pembedahan memiliki potensi komplikasi seperti perdarahan otak, infark, seizure bahkan kematian (Beric et al., 2001). Prosedur DBS yang sukse pun dapat menyebabkan diskinesia makin parah, parestesia, gangguan bicara dan cara berjalan. (Umemura et al., 2003).

Efektif untuk meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan serta mengurangi resiko jatuh dengan meningkatkan fleksibilitas otot dan rotasi rangka.

Ramig, LO, S. Countryman, AA Pawlas, and C. Fox. Voice Treatment for Parkinson Disease and Other Neurologic. Rockville: American Speech-Language-Hearing Association, 1995. McDonald, W.M., Richard, I.H., dan DeLong, M.R., 2003. Prevalence, Etiology, and Treatment of Depression in Parkinsons Disease. BIOL PSYCHIATRY. 54, 363-375

Cantello, R., Tarletti, R., Civardi, C., 2002. Review Transcranial magnetic stimulation and Parkinsons disease. Brain Research Reviews 38, 309327 Schulz, G. M., dan Grant, M.K., 2000. VOICE AND SPEECH IN PARKINSONS DISEASE: A REVIEW OF THE LITERATURE. J. COMMUN. DISORD. 33, 5988

Lee, M.S., Lam, P., Ernst, E., 2008. Effectiveness of tai chi for Parkinsons disease: A critical review. Parkinsonism and Related Disorders 14, 589-594 Singh, N., Pillay, V., Choonara, Y.E., 2007. Advances in the treatment of Parkinsons disease. Progress in Neurobiology 81, 2944

Terapi Farmakologis

Pendahuluan
Setelah mendapatkan hasil diagnosis, merupakan hal

yang penting untuk memberitahu pasien dan keluarganya mengenai kondisi/keadaan pasien. Pemilihan terapi yang dibuat juga dengan keterlibatan pasien didasarkan atas pertimbangan ketidakseimbangan/gangguan fisik yang terjadi pada pasien terhadap komplikasi yang dapat ditimbulkan dari terapi. TIDAK ADA TERAPI NEUROPROTEKTIF YANG TERBUKTI HANYA DENGAN TERAPI SIMPTOMATIS!

Pemilihan didasarkan atas:


Umur pasien Gangguan kognitif yang terjadi Kondisi medis tambahan Keinginan pasien
Pertimbangan Terapi (First Line Therapy)
Levodopa Agonis dopamin (der non ergot:ropinirol, pramipeksol) MAO-B inhibitor (selegilin)

Prinsip Terapi pada Tahap Awal Parkinson


Mengatasi simptom pada pasien sehingga pasien dapat beraktivitas normal. Monoterapi

Terapi lain: agonis dopamin der ergot (bromokriptin, pergolida, kabergolin, lisurida), COMT inhibitor, antikolinergik, amantadin Terapi u/ Komplikasi Motorik Parkinson: Agonis dopamin (pramipeksol & ropinirol lebih baik dari bromokriptin), amantadin, apomorfin, MAO-B inhibitor, COMT inhibitor
Terapi u/ Komplikasi Non Motorik Parkinson: Disesuaikan dengan komplikasi yang terjadi
Gangguan tidur: klonazepam Depresi: antidepresan trisiklik (amitriptilin), SSRIs Demensia: kolinesterase inhibitor (rivastigmin, donepezil, galantamin), rivastigmin Psikosis & bingung: kuetiapin, klozapin, asetilkolinesterase inhibitor Hipotensi ortostatik: midodrin, fludrokortison Gangguan GIT: domperidon Disfungsi erektil: sildafenil

Jenis Terapi Simptom Motorik (tahap awal)

Nama/Gol. Obat Levodopa

Grade of Recommendation A

Keterangan Dosis dipertahankan pada dosis minimum yang efektif Pada pasien muda, lebih baik diberikan agonis dopamin daripada levodopa; der ergot sebaiknya tidak dijadikan first line therapy Sebaiknya tidak dijadikan first line therapy; tidak diberikan pada pasien dgn gangguan kognitif Sebaiknya tidak dijadikan first line therapy; dapat sebagai terapi diskinesia

Agonis Dopamin

Antikolinergik

Amantadin

COMT inhibitor MAO-B

A B

Jenis Terapi

Nama/Gol. Obat

Grade of Recommendation A

Keterangan

Simptom MAO-B Motorik(tahap inhibitor lanjutan/Terapi Agonis komplikasi motorik dopamin pada penyakit oral/transderma parkinson) l Apomorfin COMT inhibitor Amantadin

Der non ergot lebih disukai daripada der ergot

A A C Entakapon lebih disukai daripada tolkapon

Jenis Terapi Simptom Non Motorik (neuropsikiatrik)

Nama/Gol. Obat Amitriptilin Kuetiapin;kloza pin Donepezil, rivastigmin

Grade of Recommendation D B;A D D D

Keterangan Mengatasi depresi Mengatasi psikosis Mengatasi demensia Mengatasi hipotensi ortostatik Mengatasi hipotensi ortostatik

Simptom Non Motorik (Disfungsi autonomik)

Midodrin Fludrokortison

Domperidon
Sildafenil

D
D

Mengatasi gangguan GIT


Mengatasi disfungsi erektil

TERAPI PENYAKIT PARKINSON

Obat antikolinergik Obat ini akan menghambat sistem kolinergik di ganglia basal. Berkurangnya input inhibisi mengakibatkan aktifitas yang berlebihan pada system kolinergik. Pada penderita Parkinson yang ringan dengan gangguan ringan antikolinergik paling efektif. Obat antikolinergik mempunyai efek samping bila dimakan bersama dengan levodopa. Mulut kering, konstipasi dan retensio urin merupakan komplikasi yang sering dijumpai pada penggunaan obat antikolinergik. Gangguan memori, ganggua

Antihistamin

Cara kerja obat antihistamin pada penyakit Parkinson belum terungkap. Sebagian besar dari obat ini mempunyai sifat antikolinergik ringan yang mungkin mendasari kasiatnya pada Parkinson. Antihistamin berguna untuk mengontrol tremor. Pada stadium dini, obat ini digunakan tunggal, bila penyakit Parkinson sudah lanjut obat ini digunakan sebagai tambahan pada levodopa atau bromokriptin.

Levodopa
Banyak dokter menunda pengobatan simtomatis dengan levodopa sampai memang dibutuhkan. Bila gejala pasien masih ringan dan tidak mengganggu, sebaiknya terapi dengan levodopa jangan dilakukan. Hal ini mengingat bahwa efektifitas levodopa berkaitan dengan lama waktu pemakaiannya.Levodopa melintasi sawar-darah-otak dan memasuki susunan saraf pusat. Disini ia mengalami perubahan ensimatik menjadi dopamine. Dopamin menghambat aktifitas neuron di ganglia basal

Levodopa, obat paling efektif yang tersedia saat ini adalah prekursor dopamin yang siap segera. Dapat

menembus sawar otak, sementara dopamin tidak dapat melewatinya. Pada Susunan Saraf Pusat dan ditempat lainnya, levedopa diubah oleh 1-asam amino dekarboksilase menjadi dopamin. Dijaringan perifer, 1- asam amino dekarboksilase dapat diblok dengan cara memberikan karbidopa, yang tidak dapat menembus sawar otak. Oleh karena itu, karbidopa meningkatkan penetrasi

Memulai terapi levodopa pada 200 sampai 300 mg/hari dalam kombinasi dengan karbidopa menawarkan pemulihan yang

memadai. Dosis maksimal levodopa adalah 800 mg/hari. Levodopa tidak boleh diberikan bersamaan dengan MAO-A, karena kemungkinan beresiko terjadi krisis hipertensi atau dengan antipsikotik tradisional, karena kemungkinan mengantagonis khasiat levodopa.

Efek Samping
a. Efek perifer : anoreksia, nausea dan

muntah karena stimulasi pusat muntah. Takikardi dan ekstrasistole ventrikular disebabkan oleh gangguan dopamin pada jantung. Hipertensi juga dapat terjadi. Kerja adrenergik pada iris menyebabkan midriasis, diskrasia darah dan reaksi test Coombs positif. Ludah dan urin berwarna agak coklat karena pigmen melanin yang dihasilkan dari oksidasi ketokalamin. b. Efek SSP : Halusinasi visual dan pendengaran dan gerakan dibawah pengaruh kehendak yang abnormal dapat terjadi (diskinesia). Efek SSP ini

MONOAMIN OKSIDASE B INHIBITOR Selegilin adalah penghambat MAO-B secara ireversibel yang memblok pemecahan dopamin dan sedikit dapat memperpanjang lama kerja levodopa (sampai 1 jam). Sehingga sering kali dosis levodopa dapat dikurangi separuh. Seligilin juga dapat meningkatkan efek puncak levodopa dan dapat memperburuk diskinesia yang telah ada sebelumnya atau gejala psikiatrik seperti delusi dan halusinasi. Metabolit seligilin adalah 1-metamfetamin dan 1 amfetamin. Efek sampingnya minimal

COMT INHIBITOR Talkapon (Tasmar) dan entakapon (Comtan) digunakan hanya sebagai terapi tambahan dengan karbidopa/levodopa untuk mencegah konversi periver levodopa menjadi metabolitnya 3-O-metildopa dan sekaligus memperlambat aksi levodopa, yaitu meningkatkan masa on menjadi lebih panjang 1 jam. Pemakaian bersamaan dengan penghambat MAO yang tidak selektif harus dihindari untuk mencegah inhibisi/hambatan pada jalur metabolisme katekolamin normal. Dosis awal dan dianjurkan untuk tolkapon

AGONIS DOPAMIN Derivat ergot prgolida (Permax) dan bromokriptin (Parlodel) dan non ergot pramipeksol (Mirapex) serta ropinirol (Requip) merupakan terapi tambahanyang bermanfat untuk pasien yang tidak memberi respon terhadap levodopa, mengalami fluktuasi respon terhadap levodopa, dan pasien dengan respon klinis yang terbatas terhadap levodopa akibat tidak mampu mentoleransi dosis yang lebih besar. Pergolida dengan levodopa adalah setara atau barangkali lebih efektif dengan efek samping yang lebih kecil dari pada

Dosis awal pergolida yang dianjurkan adalah

0,05 mg/hari selama 2 hari, ditingkatkan perlahan sebesar 0,1 sampai 0,15 mg/hari tiap 3 hari selama 12 hari. Pramipeksol diberikan mulai dosis 0,125 mg tiga kali sehari dinaikkan tiap 5 sampai 7 hari jika apat ditoleransi. Ropinirol diberikan mulai dosis 0,25 tiga kali sehari dan ditingkatkan sebesar 0,2 mg tiga kali sehari setiap minggunay sampai maksimal 24 mg/hari. Mual adalah efek samping yang sering kali muncul, diikuti dengan sedasi, kepala

Amantadin Indikasi : Penyakit parkinson (tetapi tidak termasuk gejala ekstrpiramidal yang disebabkan efek samping obat) Kontraindikasi : Epilepsi, riwayat tukak lambung, gangguan ginjal berat, kehamilan, menyusui. Peringatan : Gangguan hepar dan ginjal, penyakit jantung kongestif, kondisi membinggungkan dan halusinasi, usia lanjut, hindari menghentikan obat secara tiba-tiba pad penyakit parkinson. Interaksi :

Levodopa Indikasi : Parkinson (tetapi tidak termasuk gejala ekstrpiramidal yang disebabkan efek samping obat). Kontraindikasi : wanita hamil dan menyusui. Peringatan : Penyakit pulmuner, tukak peptik, penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, osteomalasia, glaukoma dll. Interaksi :
Anastetik : Meningkatkan risiko aritmia, jika

levodopa diberikan bersamaan dengan cairan anastesi umum yang diuapkan (inhalasi)

Karbidopa/L-dopa Indikasi : Penyakit Parkinson Kontraindikasi : Sama dengan levodopa Peringatan : Sama dengan levodopa Interaksi : Sama dengan levodopa

Selegilin Indikasi : Penyakit parkinson baik digunakan sendiri maupun sebagai terapi tambahan bagi levodopa. Kontraindikasi : Wanita hamil dan menyusui Peringatan : Hindarkan putus obat mendadak, ulserasi/tukak duodenal atau lambung, hipertensi tidak terkontrol, aritmia, angina, psikosis, efek samping levodopa meningkat. Interaksi : Seligilin adalah penghambat MAO-B

Simpatomimetik : resiko krisis hipertensi jika

selegilin dopamin.

diberikan

bersamaan

dengan

Inhibitor MAO diduga berguna pada penyakit

Parkinson karena neuotransmisi dopamine dapat ditingkatkan dengan mencegah perusakannya. Selegiline dapat pula memperlambat memburuknya sindrom Parkinson, dengan demikian terapi levodopa dapat ditangguhkan selama beberapa waktu.

Tolkapon Indikasi :terapi tambahan untuk levodopa dengan penghambat dopa-dekarboksilase pada penyakit parkinson dan fluktuasi motorik diakhir dosis. Kontraindikasi : Gangguan hepar atau peningkatan enzim hepar, dikinesia berat, faeokromositoma, sebelumnya punya riwayat sindroma keganasan neuroleptik, rhabdomyolisis, atau hipertermia, wanita yang menyusui. Peringatan : Hindari putus obat mendadak

Interaksi :
Antidepresan : hindari pemakaian bersamaan

dengan penghambat MAO Memantin : efek dopaminergik kemungkinan ditingkatkan oleh memantin Metildopa : antagonisme efek antiparkinson dari obat dopaminergik ini oleh metildopa.

Entakapon Indikasi :terapi tambahan untul levodopa dengan penghambat dopa-dekarboksilase pada penyakit parkinson dan fluktuasi motorik diakhir dosis. Kontraindikasi : Wanita hamil dan menyusui, gangguan hepar, faeokromasitoma sebelumnya punya riwayat sindroma keganansan neuroleptik atau rhabdomyolisis non traumatik. Peringatan : Hindari putus obat mendadak Interaksi :
Atikoagulan : entakapon meningkatkan efek

Bromokriptin

Bromokriptin adalah agonis dopamine, obat yang langsung menstimulasi reseptor dopamine, diciptakan untuk mengatasi beberapa kekurangan levodopa. Efek samping dari bromokriptin sama dengan efek samping levodopa. Obat ini diindikasikan jika terapi dengan levodopa atau karbidopa tidak atau kurang berhasil, atau bila terjadi diskinesia atau on-off. Penelitian jangka panjang menunjukkan bahwa efek baik

Indikasi : Parkinson tetapi juga untuk gejala ekstrapiramidal akibat efek samping obat, gangguan endokrin. Kontraindikasi : Hipersensitifitas terhadap bromokriptin atau alkaloid ergot yang lain, toksemia kehamilan dan hipertensi, pasca

melahirkan atau pada Peringatan : Evaluasi oleh spesialis, pemantauan terhadap pembesaran kelenjar pituitari, terutama saat kehamilan, uji ginekologi tiap tahun. Interaksi :
Simpatomimetik

risiko

toksisitas

jika

Pramipeksol Indikasi : penyakit parkinson Kontraindikasi : Wanita menyusui Peringatan : Hindari putus obat mendadak, gangguan psikotik, disarankan uji mata, penyakit kardiovaskuler berat, gangguan ginjal, kehamilan. Interaksi :
Antipsikotik

: Menghindari pemakaian bersamaan dengan antipsikotik. Memantin : Efek dopaminergik mungkin ditingkatkan dengan oleh memantin Metildopa : Agonisme efek anti parkinson dari obat dopaminergik ini oleh metildopa

Triheksifenidil Indikasi : Parkinsonisme, gejala ekstrapiramidal akibat efek samping obat. Kontraindikasi : Obstruksi saluran cerna. Peringatan :
Hati-hati jika dipakai pada penyakit jantung,

hipertensi, gangguan psikotik, hipertrofi prostat, pireksia, pasien yang rawan terkena glaukoma, sudut sempit, usia lanjut, gangguan hepar, gangguan ginjal dan kehamilan. Jangan dihentikan tiba-tiba pada pasien yang telah menggunakannya untuk jangka panjang.

Pengobatan Parkinson pada kasus khusus

Juvenile Parkinson's disease


Menurut US National Library of Medicine, penyakit Parkinson adalah suatu kondisi yang menyebabkan treor, biasanya pada orang di atas 50 tahun. Namun, dalam beberapa kasus, penyakit ini juga dapat mempengaruhi orang dewasa muda dan, meskipun jarang, anak-anak.
Ketika seorang pasien menunjukkan tanda-tanda gangguan sebelum usia 20, disebut "juvenile Parkinson's disease."

Contd
Ada beberapa terapi medis yang diberikan untuk mengobati Juvenile Parkinson's Disease. Satu pengobatan bertujuan untuk melindungi neuron yang ada yang rentan terhadap efek Parkinson. Cara lain adalah dengan mengobati gejala. Sebagai contoh, jika seseorang memiliki masalah yang lebih besar dengan tremor, dokter mungkin meresepkan suatu obat antikolinergik untuk membantu menekan mereka. Pengobatan yang paling efektif adalah agen dopaminergik, yang membantu untuk meningkatkan jumlah dopamin dalam otak. Juvenile Parkinson's Disease menghancurkan sel-sel yang memproduksi dopamine, sehingga dengan meningkatkan kadar dopamine, ada beberapa bantuan dari bradykinesia dan kekakuan. Masalah dengan terapi obat anti-parkinsonian adalah motor dan efek samping psikologis, beberapa mungkin mengalami kebingungan, masalah memori, atau depresi.

Contd
Pilihan pengobatan yang paling umum untuk semua jenis Parkinson adalah Levodopa obat yang meningkatkan kadar dopamin di otak. WE MOVE melaporkan bahwa banyak pasien dengan juvenile Parkinson's disease yang merespon dengan baik untuk L-dopa (Levodopa), obat yang sama yang digunakan orang dewasa. L-dopa dikonversi menjadi dopamin saat mencapai otak, dan membantu dalam kekakuan dan kelambanan gerakan. Penggunaan dan dosis harus ditentukan oleh dokter

Penyakit Parkinson selama kehamilan


Kehamilan dalam kasus penyakit Parkinson merupakan suatu fenomena langka karena fakta jelas bahwa penyakit Parkinson terjadi paling sering pada orang tua, ketika perempuan juga melewati usia menopause, atau seorang wanita yang telah didiagnosis dengan penyakit Parkinson dapat memilih untuk tidak menjadi hamil. Ada bukti yang menunjukkan bahwa gejala Penyakit Parkinson mungkin menjadi diperparah selama kehamilan, kemungkinan besar sebagai akibat dari hormon yang beredar selama kehamilan. Berbagai penelitian saat ini sedang dilakukan untuk mempelajari pengaruh obat-obatan yang digunakan dalam penyakit Parkinson pada kehamilan.

Obat-obatan di Penyakit Parkinson & Kehamilan


Studi-studi terbatas karena sejumlah kecil peserta studi ini. Namun, farmakodinamik yang terkait dengan terapi obat pada Penyakit Parkinson memberikan indikasi obat-obatan yang mungkin tidak aman digunakan selama kehamilan.
Levodopa - ini dianggap paling efektif dan paling umum digunakan obat untuk penyakit Parkinson. Wanita hamil yang melanjutkan dengan terapi levodopa selama kehamilan telah diketahui untuk melahirkan bayi sehat normal, tidak ada komplikasi selama kehamilan dalam jumlah maksimum kasus.

Selegiline - menurut pengujian hewan, minum obat ini tidak dianjurkan selama kehamilan, meskipun satu kasus dilaporkan tidak menunjukkan kelahiran bayi sehat setelah seorang wanita mengambil selegiline selama kehamilannya.
Amantadine - Hasil pengujian hewan yang kemungkinan cacat pada janin lebih sering terjadi dengan penggunaan obat ini dan karena itu sebaiknya dihindari selama kehamilan.

L-dopa-benserazide - satu kasus telah dilaporkan tentang seorang wanita yang diobati dengan obat ini tanpa memiliki komplikasi selama kehamilan dan dengan pengiriman bayi yang sehat.
Anti-muntah - obat untuk mengurangi mual dan muntah kehamilan, seperti metoclopramide dan prochlorperazine, tidak harus digunakan sebagai mereka cenderung meningkatkan gejala penyakit Parkinson.

Contd
Ada beberapa kasus dilaporkan dalam jurnal medis (kira-kira 35 kehamilan) di mana wanita yang memiliki Parkinson telah melahirkan bayi yang sehat. Hanya ada dua kasus yang dilaporkan (dari 23 kehamilan) di mana pasien yang mengambil levodopa punya masalah, dan ini tidak dapat dibuktikan karena disebabkan oleh terapi levodopa. Hewan pengujian menunjukkan selegiline yang seharusnya tidak diambil, walaupun ada satu kasus yang tercatat seorang wanita yang melahirkan seorang bayi sehat setelah mengambil selegiline selama masa kehamilannya. Ada bukti kuat bahwa amantadine TIDAK boleh diambil oleh wanita yang sedang hamil, karena telah ada beberapa masalah dengan proporsional lebih tinggi pada pasien yang mengkonsumsi obat ini pada khususnya.

TERIMA KASIH

Pertanyaan & Jawaban

Winnie
Selain kombinasi levodopa/karbidopa, apakah

ada terapi kombinasi parkinson lainnya? Kapan diberikan terapi kombinasi?


Selain kombinasi levodopa/karbidopa, kelompok

kami belum menemukan kombinasi lainnya untuk terapi parkinson. Umumnya berbagai terapi kombinasi diberikan saat terjadi komplikasi/efek samping levodopa yang menyulitkan pasien (misalnya diberikan agonis dopamin dengan levodopa). Pada dasarnya, pemberian kombinasi terapi dilakukan bila monoterapi tidak lagi efektif/memberikan efek samping yang signifikan pada pasien. Untuk mengetahui kapan pemberian levodopa/karbidopa dilakukan, dapat melihat

Putri Wahyu
Terdapat banyak terapi non farkol, apakah bisa

dilakukan bersamaan/harus berurutan berdasarkan prioritas/keadaan pasien? Berdasarkan penelitian, kira-kira seberapa besar pengaruh terapi non farkol pada pasien?
Terapi non farkol pada parkinson ada yang dapat

dilakukan bersamaan dengan terapi farkol, seperti terapi diet dan terapi bicara, tetapi ada terapi yang hanya di pilih salah satu saja, misalnya pada terapi pembedahan atau terapi gen yang dimana hanya dipilih berdasarkan kondisi dan persetujuan pasien. Beberapa terapi non farkol memberi pengaruh yang lebih kecil dari terapi farkol (seperti terapi berbicara); beberapa mungkin memberi pengaruh yang lebih besar (seperti terapi gen).
Apakah ada terapi farkol yang khusus untuk tiap jenis

parkinson (primer, sekunder,plus)?

Agil
Terapi gen diberikan pada usia berapa dan pada

tahap yang bagaimana?


Terapi gen umumnya diberikan pada usia

remaja/dewasa/lansia. Hal penting yang harus diperhatikan adalah apakah benar parkinson yang diderita pasien karena faktor genetik atau tidak. Bila memang disebabkan faktor genetik, maka cara ini bisa dijadikan pertimbangan. Terapi gen diberikan pada tahap dimana dengan terapi farkol dirasa tidak efektif dan tidak aman lagi karena mengingat biayanya yang mahal dan belum ada data klinis yang meyakinkan bahwa dengan terapi gen pasien akan mengalami perbaikan yang memuaskan.

Rudy
Terapi non farkol.
Apa tujuan terapi gen? Terapi gen bertujuan untuk menonaktifkan gen yang bermutasi yang menyebabkan parkinson. Gen yang potensial untuk terapi gen adalah gen yang mengkodekan enzim yang meningkatkan produksi dopamin contohnya tirosin hidroksilase. Menurut kelompok anda, lebih baik mana antara terapi gen dan

pallydotomy ?
Terapi gen lebih baik mengingat efek jangka panjang setelah terapi, yaitu

pasien dapat menghasilkan dopamin sedangkan pallydotomy lebih memiliki banyak resiko.
Apakah ada efek samping untuk pengangkatan GPI? Ada, yaitu menyebabkan bradikinesia. Apa keuntungan dan kerugian terapi non farkol (terapi gen) &

farkol?
Setiap terapi memiliki keuntungan dan kerugian. Untuk terapi nonfarkol;

ada yang memiliki keuntungan tidak memberi efek samping dengan kerugian tidak efektif untuk parkinson tahap lebih lanjut dan ada yang

Rudy Cond
Terapi Farkol
Apakah first line therapy parkinson pada orang muda &

orang tua? Menurut kelompok anda, terapi apakah yang akan diusulkan?
Bila melihat algoritma terapi, sebagai first line therapy selalu

digunakan MAO-B inhibitor. Namun, pada prakteknya dapat diberikan juga agonis dopamin (untuk pasien muda) atau levodopa (untuk pasien tua). Menurut kelompok kami, kami akan memulai terapi dengan levodopa untuk pasien tua dan agonis dopamin untuk pasien muda namun tetap memberitahukan pasien akan kemungkinan efek samping yang dapat terjadi beserta alternatifnya yang lebih ringan efek sampingnya, yaitu MAO-B inhibitor.

COMT inhibitor memiliki grade A untuk terapi gejala awal

parkinson, tetapi COMT inhibitor hanya untuk terapi tambahan. Mengapa?


Karena mekanisme kerja COMT inhibitor hanyalah menginhibisi

metabolisme dopamin pada porsi yang lebih kecil dibandingkan dengan MAO-B inhibitor yang memang menginhibisi jalur utama

Rudy Cond
Manakah yang benar: agonis dopamin atau

antagonis dopamin?
Setelah melihat literatur kembali, ternyata terjadi kesalahan

teknis: sebenarnya agonis dopamin yang merupakan terapi yang bermanfat untuk pasien yang tidak memberi respon terhadap levodopa, mengalami fluktuasi respon terhadap levodopa, dan pasien dengan respon klinis yang terbatas terhadap levodopa akibat tidak mampu menoleransi dosis yang lebih besar. BUKAN ANTAGONIS DOPAMIN.

Mengapa pada pemakaian pramipeksol disarankan

untuk menjalankan uji mata?


Karena pramipeksol memiliki efek samping resiko

gangguan penglihatan sehingga disarankan untuk menjalankan uji mata untuk menghindari efek yang lebih buruk.