Anda di halaman 1dari 46

Intoksikasi

Dr.Santi Parhusip,SpPD

Prinsip Umum

Diagnosa
Jenis dan dosis obat ..disesuaikan dengan presentasi klinisatau perkiraan potensi racun suatu obat Jika tidak diketahui jelas jenis racunnya.fabrikannya, kaleng/tempat obat Pengetahuan akan sindrom toksisitas spesifik Skrining darah, urine, aspirat lambung

Terapi Suportif
1. Maintain : A.airway B.breathing C.circulation endotracheal intubasi, terutama jk harus dilakukan gastric lavage 2. Hipotensi IV fluid&/ inotropik agent

Drug Manipulation
1. a. b. c. d. e. Prevention of drug absorbtion Emesis @ Gastric lavage # Charcoal * Whole bowel irrigation + Cathartic $

Drug Manipulation
2. a. b. c. Increased excretion Forced alkaline diuresis Extracorporeal technique Specific antidotes

Ipecaccuanha syrup children 1030cc ulang dalam 20 menit k/p Kurang efektif untuk dewasa Jika sudah diulang tidak berespon baik, lakukan gastric lavage KI: penurunan kesadaran, no gag refleks, caustic ingestion, convulsi @

Berguna jika <1 jam KI: produk petroleum, corrosive agent,pasien dgn kejang dan penurunan kesadaran (kecuali memiliki refleks batuk yg baikdan terpasan endotracheal tube) Bolus 200cc saline hangat, ulangi sampai bersih,diikuti dengan pemberian charcoal active dan single dose cathartic #

Jika diberikan dengan segera (dalam 1jam)dan dalam jumlah yang tepat, dapat mengurangi absorbsi GI Pengulangan dosis dapat meningkatkan eliminasi beberapa obat walaupun obat-obat tersebut telah terabsorbsi,seperti pada overdosis obat-obat :aspirin,carbamazepin,dapsone,digoksin,phenytoin,ba rbiturat,tricyclic & theophyline Dosis dewasa : 50gram inisial diikuti 25gram/4jam Tidak boleh diberikan bersama dengan antidote oral *

1. 2. 1. 2.

Indikasi : Large ingestion of iron, lithium, obat-obat lain yang kurang dapat diabsorbsi oleh charcoal aktif Large ingestion of sustained release/enteric coated tablet KI: Ileus,intestinal obstruksi, perforasi gut,atau perdarahan GI yang signifikan Kesadaran somnolen,koma,konvulsi,kecuali airway telah diproteksi Diberikan cairan preparat bowel yaitu nonabsorbable polyethylene glycol dalam larutan balans elektrolit, contohnya CoLyte, GoLightly)sebanyak 2L/jam lewat gastric tube sampai cairan lambung jernih Stop pemberiannya setelah 4L jika tidak keluar cairan per rektal +

Efektifitasnya belum jelas,tapi dia dapat menurunkan waktu transit melewati intestine Sediaan : magnesium citrate 4mg/Kg (maks 300 mg); sorbitol1-2gr/kg (maks 150 gr) atau magnesium/sodium sulfate25-30 gr Garam magnesium tidak boleh diberikan pada renal failure $

Intoxication of chemical agent

Organophosphate dan Carbamate

Merupakan suatu insektisida Organophosporus: malathion,parathion,dichlorvos,dan diazinon Carbamate : methomyl dan aldicarb Organophosphate secara ireversibel menginhibisi synap asetilkolinesterase dan synap nikotinik, dan dapat diabsorbsi mellalui paru,GIT dan kulit

Gambaran Klinis * Ivestigasi * manajemen

Gambaran Klinis
Manifestasi klinis terjadi 30menit s/p 2jam setelah terpapar Karakteristik keracunannya adalah akibat efek muskarinik dan efek nikotinik Muscarinic efek: nausea,vomiting,miosis, kram perut, inkontinen urin dan fecal ,bronchorrhea,diaphoresis, salivasi, lackrimasi, batuk dan sesak; pada kasus yang berat : bradikardi, konduksi blok, hipotensi,dan edem pulmo *

Aktifitas kolinesterase di plasma dan sel darah merah Toksikologi urine DL, Ur,Cr,elektrolit,GDS,CXR,ABG *

Lepaskan baju, cuci kulit dan mukosa membrandengan banyak air Jk terminum< keluarkan melalui gastric lavage (jika masih dalam 1jam) diikuti dengan charcoal aktif Cegah hipoksia..O2 Infus dengan NS atau D5%

Atropine : Inisial dose 0,5-2 mgIV sampai atropinisasi adekuat

Gambaran Klinis
Nicotinic efek:twitching, fasciculation,lemah, kram dan hipoventilasi dengan respiratory failure CNS efek: anxiety, restlesness, tremor, konvulsi, confusion, lemah,dan koma

Drug intoxication

Paracetamol berubah menjadi metabolit toksik yaitu N-acetyl-pbenzoquinonimine..terinaktivasi oleh konjugasi glutatione Jumlah besar.glutatione berkurangmetabolit berikatan dengan sel liverliver necrosis

Gambaran Klinis * Ivestigasi * manajemen

Gambaran Klinis
Gejala timbul setelah 24 jam pertama: anoreksi,vomiting dan diaphoresis tapi kesadaran tetap penuh Enzym liver meningkat48 jam setelah terpapar dan mencapai puncaknya 72-96 jam ; terjadi recovery setelah 4hari kalau tidak terjadi gagal liver berupa: upper quadrant pain,jaundice, confusion, somnolen dan koma

Investigation
0-24 jam: plasma paracetamol dengan interval 4jammerupakan prediktor terbaik kerusakan liver Paling tidak diperiksa dua kali

Manajemen
Gastric lavage (jika <1jam) Alternatif: aktif charcoal, 1g/kg setelah terpapar 4jam Jika konsentrasi diatas toksik intoksikasi), berikan acetylcystein IV/oral

Acetylcystein
Indikasi acetylcystein: 1. diatas toksik level level(monogram paracetamol) 2. Paracetamol >150mg/kg dan tidak tersedia pemeriksaan konsentrasi plasma 3. Tidak diketahui waktu terpapar dan serum paracetamol >10g/ml 4. Riwayat minum paracetamol dosis tinggi dan enzym liver meningkat tajam 5. Maksimum proteksi terjadi 8-10 jam pertama 6. Distop jika sudah dibawah garis terapi 7. IV dose: 150mg/kg dalam 200 cc D5% selama 15 menit .50mg/kg in 500cc D5% selama 4jam100mg/kg in 1000cc D5%selama 16jam 8. Oral dose: start 140mg/kg diikuti 70mg/kg tiap 4jamsebanyak 17 kali

Hepatic failure / gagal liver 1. Membutuhkan durasi terapi yang lebih lama, >72jam 2. Lebih baik oral 3. Sampai gejala klinis membaik dan INR <2 4. ES: brochospasme,rash dan anaphylaksis 5. AST, ALT, bilirubin,ur,cr setiap hari selama 3 hari Hepatic encephalopathy diterapi sesuai prosedur

Alkohol intoxication

Ethanol Methanol

ETHANOL
1. 2. 3. 4. 5. Campuran kosmetik, antiseptik dan minuman Gejala sesuai konsentrasi dalam darah: 100mg/dl:perubahan sikap,gangguan pikiran,bicara lambat,gaya jalan tak stabil,afek labil,byk bicara 200 mg/dl: efeknya kearea motor otak,hipoglikemi berat 300 mg/dl: stupor, gangguan persepsi 400 mg/dl: koma 500 mg/dl: paralisis pusat nafas,metabolik asidosis dan kematian

Manajemen
Proteksi airway Head CT-scan jika ada penyebab stupor/koma yang lain dan GCS <15 Gastric lavage ; charcoal tidak efektif Thiamine 100mg IM/IV lalu dilanjut oral selama 3 hari Hemodialisis berguna untuk life-threatening Hipoksia berat dan retensi PCO2 membutuhkan intubasi dan ventilator Hipotensi biasanya membaik dengan pemberian cairan yg adekuat, jarang membutuhkan inotropik

METHANOL
Dimetabolisme menjadi formaldehide dan formic acid yang menyebabkan asidosis metabolik dan kerusakan retina Onset bervariasi 12-18 jam setelah terpapar atau lebih lambat Lower dose: Nausea,vomiting, nyeri perut, vertigo, confusion Large dose: obtundation, kejang dan koma Manifestasi lambat: peningkatan anion gap,asidosis metab dan kerusakan retina (15-19 jam kemudian Mortalitas naik jika ada kejang,koma atau pH<7.0

Manajemen
Gastric lavage <1jam Diazepam jika kejang, jika kejang krn hipokalsemi beri CaGlukonas 10% 10-20 cc Koreksi metabolik asidosis Ethanol untuk memperlambat metabolisme

Indikasi ethanol: suspek keracunan methanol/ethylene glycol,methanol level>2030 mg/dl Single dose ethanol IV/oral 0,5-1,0g/kg BB diikuti dengan dosis pemeliharaan, bervariasi tergantung paparan alkohol sebelumnya tapi berkisar 60-150 mg/kg/jam dan lebih besar lagi untuk drunkers Goal:blood alcohol level 100-200 mg/dl sampai level methanol tak terdeteksi dan semua tanda-tanda toksisitas negatif

Hemodialisis : methanol level >50 mg/dl, visual sign positif, dan jika gangguan klinis dan metabolik tak berespon terhadap terapi sebelumnya Jika dilakukan dialisis maka pemberian ethanol harus lebih banyak, 240 mg/kg atau diberikan charcoal

Asam folat 30 mg IV tiap 6 jam dapat mencegah occular toxicity Thiamine 100 mg IV/IM tiap 6 jam Pyridoxine 50 mg IV/IM tiap 6 jam

Food Intoxication

Jengkol
Jering atau jengkol (Archidendron pauciflorum, adalah tumbuhan khas di wilayah Asia Tenggara. Bijinya digemari di Malaysia, Thailand, dan Indonesia sebagai bahan pangan. Jengkol termasuk suku polongpolongan (Fabaceae).

Keadaan terdapatnya gejala disuria, hematuria, dan kadang-kadangoliguria atau anuria, yang timbul setelah makan jengkol KRITERIA DIAGNOSIS Riwayat makan jengkol Sakit perut, muntah, nyeri supra pubis dan disuria Nafas/urin berbau jengkol Oliguria atau anuria Hematuria (mikroskopik atau makroskopik) Ditemukannya kristal asam jengkol dalam urin

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Urin lengkapTes fungsi ginjal (ureum, kreatinin)Analisis gas darahPencitraan ginjal dan saluran kemih, bila diduga ada tanda obstruksi akut(foto polos abdomen, USG, IVP

PENYULIT

GGA,Hidronefrosis akibat obstruksi akut, Asidosis metabolik

TERAPI
Kasus ringan minum banyak Tablet Na bikarbonat 1 mg/kgBB/hari, atau 1-2 g/hari Kasus berat Dirawat/ditangani sebagai kasus GGA Bila terjadi retensi urinsegera kateterisasi dan buli-buli dibilas dengan bikarbonat 1,5% Pada oliguriainfus cairan dekstrosa 5% + NaCl 0,9% (3:1)

Pada anuria..dekstrose 510% (kebutuhan cairan seperti GGA) Na bikarbonat 25 mEq/kgBB dalam dekstrosa 5% per infus selama 48 jam Diuretik dapat diberikan (misal : Furosemid 12 mg/kgBB/hari) Bila dengan cara di atas tidak berhasil dialisis peritoneal