Anda di halaman 1dari 7

Hugo Grotius/Huig de Groot/Hugo Grocio/Hugo de Groot

Michael Yuli Arianto (09/282752/SP/23564)

Latar belakang
Lahir 10 April 1583, Delft, Holland, Dutch Republic Wafat 28 August 1645, Rostock, Swedish Pomerania Berasal dari keluarga terpandang dan berkecukupan sehingga dapat menempuh pendidikan di Universitas Leiden Meniti karir sebagai diplomat sekaligus negarawan yang membuatnya sering berpindahpindah dari Belanda, Perancis, Jerman, Swedia

Karir sebagai Filusuf


Salah satu filusuf ternama pada abad ke 17, dalam aliran filsafat barat Pada masa mudanya mempelajari Natural law, Social contract, Humanism, Scholasticism karya-karyanya umunya mengenai Philosophy of war, International law, Political philosophy, Theology Dikenal sebagai pemikir awal natural rights, meletakan dasar-dasar prinsipil mengenai just war dalam natural law, dan dukungannya terhadap prinsipil dari pacta sunt servanda Dikenal sebagai bapak hukum humaniter internasional

DE JURRE BELLI AC PACIS


Dalam pelariannya di Perancis karena menjadi buron yang mendukung gerakan reformis dalam urusan beragama. Di Perancis, Grotius menerbitkan De Jurre Belli Ac Pacis (On The Law Of War And Peace) pada 1625. Buku ini menjadi awal dari pemikiran Grotius mengenai just war Grotius menyandarkan pemikirannya pada natural law

Natural Law
Manusia pada dasarnya diciptakan tuhan sebagai makhluk yang baik Penilaian moral menegenai hal yang benar dan salah menggunakan sifat manusia sebagai parameternya Seluruh nilai tersebut berlaku universal

JUST WAR
Kriteria Just War: Fear for enemy is unjustifiable to justify war, though it is justiable to justify preparation of war. War can only be done when rights are violated. Intervention on behalf of the violated innocents is lawful. States have a right to punish excessive violations of the Natural Law, whether the injuries are perpetrated against themselves or others with whom they have no direct involvement. Futile wars which defend liberty but put life in severe jeopardy are foolhardy. Resistance is not always just and praiseworthy in defense of liberty. Furthermore, war must be publicly declared by a legitimate authority in order that both sides may determine its justness, and, if necessary and willing, the sides must make amends before hostilities begin.

Grotius berasumsi bahwa perang tidak bisa dihilangkan dalam dunia internasional Sehingga Grotius menyarankan Just War untuk menjadikan perang menjadi bermoral dan berperikemanusiaan Parameter-parameter tersebut harus dipatuhi untuk menciptakan perang yang berperikemanusiaan. Fungsi hukum humaniter internasional yang dibentuk kemudian bertujuan untuk menciptakan perang yang berperikemanusiaan dengan parameter moral