Anda di halaman 1dari 18

Pabrik Karbon Aktif dari Tempurung Kelapa

Kelompok 12

JTK FT UGM 2011

Pemanfaatan buah kelapa daging buah kopra, minyak, santan, dan tepung kelapa hasil sampingan tempurung kelapa tempurung kelapa bahan bakar untuk keperluan rumah tangga, pengasapan kopra, dan karbon aktif

Komposisi Kimia Tempurung Kelapa


Selulosa Hemiselulosa Lignin Abu Komponen ekstraktif Uronat anhidrat Nitrogen Air : 26,6% : 27,7% : 29,4% : 0,6% : 4,2% : 3,5% : 0,1% : 8,0%

Manfaat Karbon Aktif

Goal and Scope Definition


Goal Menghasilkan proses produksi arang aktif yang lebih efisien dengan memanfaatkan limbah SDA terbarukan dan mendaur-ulang bahan-bahan yang digunakan untuk proses produksi yang berpotensi menjadi limbah apabila dibuang langsung ke lingkungan. Scope Produksi arang aktif skala industri, proses pengolahan limbah, metode untuk mengaktivasi arang menjadi arang aktif, limbah arang aktif pasca pemakaian.

Proses Produksi secara Fisika

Proses Produksi secara Kimia


COCONUT SHELLS CRUSHED AND SIZED MATERIAL MOISTURE (H2O)

CRUSHER

DRIER

ZnCl2 CO CO2 CHEMICAL ACTIVATOR


ACTIVATION UNIT

DRIED MATERIAL

CARBONIZED MATERIALS

DISTILLATE PRODUCT
CARBONIZATION UNIT

ZnCl2

CRUSHER

TUMBLING MACHINE

POWDERED ACTIVATED CARBON

GRANULAR ACTIVATED CARBON

Unit Proses Produksi


Raw material Tempurung Kelapa Unit persiapan bahan baku Pengambilan, penggilingan, dan dehidrasi Unit Sintesis Karbonisasi dan Aktivasi Unit Finishing Tumbling machine dan crusher

Pengambilan Bahan Baku


Diambil dari sisa pengupasan kulit dan cangkang kelapa Tempurung kelapa harus yang sudah keras, warna hitam mengkilap, kayunya keras, dan kadar air rendah

Penggilingan
Tempurung kelapa dimasukkan ke alat pencacah (crusher) Hasil keluar berupa tempurung kelapa giling yang berukuran kecil

Dehidrasi
Dipanaskan hingga mencapai suhu 170oC Feed: Tempurung kelapa giling Hasil: Tempurung kelapa kering

Karbonisasi
Feed berupa tempurung kelapa kering hasil dehidrasi Dimasukkan ke dalam tungku dan dipanaskan Outlet berupa arang hasil pemecahan senyawa-senyawa organik yang terdiri dari CO, CO2, asam asetat, tar, metanol, dsb CO2 dapat dipisahkan dan dapat digunakan sebagai activation unit.

Aktivasi Karbon secara Fisika


Tahap proses: Pembuatan arang aktif granular Pengaktifan dengan steam panas Feed berupa arang dari proses karbonisasi Pemanasan dilakukan pada 1000oC Hasil berupa arang aktif dan gas H2, CO, dan CO2 Gas H2 dan CO dapat digunakan sebagai tambahan energi untuk furnace Gas CO2 dapat digunakan sebagai media aktivasi tambahan

Aktivasi Karbon secara Kimia


Tahap proses:
Pembuatan arang aktif granular Pengaktifan dengan perendaman bahan kimia (ZnCl2)

Dilakukan pada temperatur 100oC Limbah berupa ZnCl2, CO, dan CO2 Limbah ZnCl2 dapat direcycle untuk proses aktivasi berikutnya Gas CO dapat dipakai sebagai tambahan energi untuk furnace Gas CO2 dapat digunakan sebagai media aktivasi tambahan

Proses Fisika Kelebihan limbah bahan kimia sedikit Kekurangan energi yang dibutuhkan tinggi Proses Kimia Kelebihan panas aktivasi lebih rendah dari proses fisika Kekurangan ada limbah zat kimia pengaktivasi

Finishing
Tumbling machine Menghasilkan arang aktif granular Crusher Menghasilkan arang aktif bubuk