Anda di halaman 1dari 27

TATALAKSANA AUB

POLIP
Polip (PUA-P)
Penanganan polip endometrium dapat dilakukan dengan
Reseksi secara histeroskopi (Rekomendasi C) Dilatasi dan kuretase Kuret hisap

Hasil dikonfirmasi dengan pemeriksaan histopatologi

ADENOMIOSIS (PUA-A)

LEIOMIOMA (PUA-L)

Malignancy and hyperplasia (PUA-M)

COAGULOPATHY (PUA-C)

OVULATORY DYSFUNCTION (PUA-O)

ENDOMETRIAL (PUA-E)

IATROGENIK (PUA-I)

PUA AKIBAT EFEK SAMPING PKK

PUA AKIBAT EFEK SAMPING PROGESTIN


C. PUA-O A .Amenorea atau perdarahan bercak

D. Usia diatas 35 tahun atau risiko tinggi untuk karsinoma endometrium

B. Menasihati pasien bahwa hal tersebut merupakan hal yang diharapkan

Tidak

E. Biopsi endometrium

Ya F. 4-6 bulan pertama pemakaian kontrasepsi G. - lanjutkan kontrasepsi - ganti dengan PKK - suntik DMPA setiap 2 bulan (khusus akseptor DMPA)

Tidak

H. Perdarahan berlanjut setelah 6 bulan

I. Berikan estrogen jangka pendek (EEK 1,25 mg 4 x sehari selama 7 hari). Dapat diulang jika perdarahan abnormal terjadi kembali. Pertimbangkan pemilihan metoda kontrasepsi lain

PUA AKIBAT EFEK SAMPING AKDR


A. Nyeri pada uterus Ya B. Doksisiklin 2x100 mg sehari 10 hari, pertimbangkan pengangkatan AKDR Tidak

Ya C. Penggunaan 4-6 bulan pertama D. Lanjutkan penggunaan AKDR, jika perlu dapat ditambahkan AINS

Tidak

E. Berikan PKK untuk 1 siklus

D. Perdarahan abnormal berlanjut setelah 6 bulan atau pasien ingin diterapi

F. Jika perdarahan abnormal menetap, angkat AKDR. Pada pasien berusia > 35 tahun lakukan biopsi endometrium

Manifestasi Klinis PUA


PUA

A. Akut

B. Kronik

C. Perdarahan tengah (Intermenstrual bleeding)

Perdarahan akut dan banyak

Perdara

TATALAKSANA PUA AKUT

Hipotensi ortostatik atau hemoglobin < 10 g / dl atau perdarahan aktif & banyak

Ya

Tidak

A. Rawat inap

B. Rawat jalan

CInfus RL dan oksigen dan transfusi darah jika Hb < 7,5 g / dl DEEK 2.5 mg, oral setiap 6 jam, ditambah prometasin 25 mg oral atau injeksi setiap 4-6 jam. Asam traneksamat 3 x 1 gram diberikan bersamaan dengan EEK ED&K jika perdarahan masih berlangsung dalam 12-24 jam. FSetelah perdarahan akut berhenti, diberikan PKK 4x1 tab (4 hari), 3x1 tab (3 hari), 2x1 tab (2 hari) dan 1x1 tab, 3 minggu dan 1 minggu bebas PKK. PKK siklik selama 3 bulan. Dapat diberikan GnRH agonis 3 siklus bersama PKK. GJika terdapat kontra indikasi PKK dapat diberikan progestin selama 14 hari, kemudian stop 14 hari. Ulangi 3 bulan. HUSG transvaginal / transrektal, TSH, DPL, PT, aPTT. ITablet hematinik 1x1 tab

DEEK 2.5 mg, oral setiap 6 jam, ditambah prometasin 25 mg oral. Asam traneksamat 3 x 1 gram diberikan bersamaan dengan EEK. ED&K jika perdarahan masih berlangsung dalam 12-24 jam. FSetelah perdarahan akut berhenti, diberikan PKK 4x1 tab (4 hari), 3x1 tab (3 hari), 2x1 tab (2 hari) dan 1x1 tab, 3 minggu dan 1 minggu bebas PKK. PKK siklik selama 3 bulan GJika terdapat kontra indikasi PKK dapat diberikan progestin selama 14 hari, kemudian stop 14 hari. Ulangi 3 bulan. HUSG transvaginal / transrektal, TSH, DPL, PT, aPTT. ITablet hematinik 1x1 tab

J. Bila terapi medikamentosa tidak berhasil atau ada kelainan organik, lakukan terapi pembedahan seperti ablasi endometrium, miomektomi, polipektomi atau histerektomi

TATALAKSANA AUB BERDASARKAN STRATA

Obat non hormonal

(A)

Asam Traneksamat Plasmin Plasminogen

Fibrin

FDPs

Diasil gliserol atau Fosfolipid


Fosfolipase A2 Fosfolipase C2

Asam arakidonat
Siklooksigenase

OAINS

(B)

Prostaglandin H2

PGD2

PGE2

PGF2

PGI2

TXA2

Obat Hormonal