Anda di halaman 1dari 44

TBC TRAKTUS UROGENITAL

PENDAHULUAN

Tuberkulosis Infeksi spesifik Tuberkulosis 8-10 juta kasus baru/tahun 1,9-3 juta kematian/tahun

Tuberkulosis :
Pulmonal 90% Ekstra-pulmonal 10 % Traktus urogenital : 30% TBC ekstra-pulmonal

DEFINISI

TBC traktus urogenital Penyakit infeksi spesifik Mycobacterium tuberculosis pada traktus urogenital.

ANATOMI TRAKTUS UROGENITAL


Ginjal Terdiri dari korteks & medulla Dibungkus oleh kapsula renalis & fasia Gerota Unit fungsional nefron Ureter Panjang 25-30 cm 3 kali penyempitan

Vesika urinaria Kapasitas + 600 cc Gabungan otot longtudinal & sirkuler


Prostat Terdiri dari kapsula & elemen otot Panjang : 4 cm, lebar: 45 cm Vesikula seminalis Menyekresikan sumber nutrisi sperma Panjang: 5-8cm, lebar: 1,5 cm

Uretra & Penis Laki-laki panjang: 19-20 cm Pars anterior & posterior Penis 2 korpus kavernosum & 1 korpus spongiosum.
Testis Mengandung lobus-lobus yang berisi sel-sel reproduksi Epididimis tempat penyimpanan & maturasi sperma Vas deferens saluran sperma setelah dari epididimis.

ETIOLOGI
Genus Mycobacterium M. tuberculosis, M. bovine M. tuberculosis :

Basil tahan asam Aerob Ukuran 3-4 x 0.4 m

EPIDEMILOGI

Indonesia TBC : 228 kasus/100.000 penduduk 2-20% TBC pulmonal menderita TBC traktus urogenital.

Pada segala usia Insiden tertinggi = 30-50 tahun


Laki-laki : Perempuan = 2 : 1 Terbanyak TBC ginjal

PATOGENESIS
Infeksi primer

Abrasi mukosa

Infeksi sekunder

Inhalasi droplet M. tuberculosis

Infeksi primer pada paru-paru

Formasi granuloma

PATOLOGI ORGAN TERKAIT

Ginjal Respon inflamasiawal 3-6 minggu formasi granuloma Imunitas baik progresivitas lambat (15-20 tahun) Progresif nekrosis meluas Penyembuhan terbentuk jaringan fibrosis dan deposit garam kalsium

Kelenjar Adrenal
Inflamasi nekrosis kaseosa Manifestasi klinis Addisons disease

Ureter

Perluasan langsung dari tuberkulosis ginjal Infeksi formasi tuberkel penebalan mukosa, ulserasi mukosa, pembentukan sikatriks obstruksi

Vesika urinaria

Umumnya dari tuberkulosis ginjal Urin yang terinfeksi menginfeksi mukosa kerusakan mukosa jaringan fibrosis & kalsifikasi

Testis Umumnya merupakan invasi epididymitis


Epididymis Fokus infeksi umunya berawal dari globus minor. Manifestasi klinis nyeri & pembengkakan skrotum Dapat terbentuk sinus & hidrokel

Prostat & vesikula seminalis

Secara hematogen, ascendens (vesika urinaria), desendens (epididymis) Infeksi perkembangan massa kaseosa

Penis & uretra

Tampak ulserasi, nodul, kemerahan pada penis

GAMBARAN KLINIS
Gejala konstitusional demam, malaise Gejala tuberkulosis keringat malam, batuk yang lama, hemoptisis, berat badan Gejala traktus urogenital

Ginjal & ureter nyeri ketok, kolik Vesika urinaria dysuria, polakisuria, hematuri, nyeri suprapubik Prostat, vesikula seminalis nyeri pada prostat Testis &epididimis pembesaran skrotum, sinus Penis & uretra ulserasi, nyeri pada penis

DIAGNOSIS

A. ANAMNESIS
Keluhan konstitusional & lokal Keluhan TBC Keluhan traktus urogenital Riwayat menderita TBC sebelumnya Riwayat mengonsumsi OAT Riwayat kontak dengan penderita TBC Penyakit penyerta

B. PEMERIKSAAN FISIS

Status generalis Status vitalis

Status lokalis
Paru-paru Traktus urogenital Organ lain

SUSPEK TBC TRAKTUS UROGENITAL, JIKA DIDAPATKAN :


1. Sistitis kronis yang tidak sembuh dengan terapi adekuat 2. Piuria steril 3. Gross hematuri/Microscopic hematuri 4. Epididymis membesar tanpa disertai nyeri 5. Scrotal sinus yang kronis 6. Indurasi / nodul pada prostat

C. RADIOLOGI
a.

Foto polos abdomen & IVP


Foto polos menilai kalsifikasi IVP menilai kontur, fungsi sekresi & ekskresi ginjal. 10-15% penderita Gambaran IVP normal Kasus berat autonefrektomi

FOTO POLOS ABDOMEN

&

IVP PADA TBC GINJAL

CYSTOGRAFI

Nilai kontur & mukosa vesika urinaria

b. USG Ginjal Sangat baik menilai ukuran ginjal, dilatasi calyx, irregularitas dinding, dan adanya debris
Vesika urinaria Penebalan & iregularitas dinding mukosa Testis & epididimis Pemesaran & lesi hipoechoic difus atau noduler

USG GINJAL & EPIDIDIMIS

c. CT-Scan abdomen Paling sensitif menilai kalsifikasi Kurang sensitif menilai perubahan uroepitelial Gambaran yang ditemukan : dilatasi calyx, kalsifikasi, abses, hidronefrosis.

c.

Sistoskopi

Gambaran yang dapat ditemukan: 1. Berkurangnya kapasitas vesika urinaria 2. Adanya ulserasi dan telangiektasis pada mukosa vesika urinaria 3. Golf hole ureter yang disebakan oleh jaringan sikatriks 4. Ditemukannya tuberkel pada mukosa vesika urinaria 5. Kecenderungan untuk berdarah setelah terisi urin (distended)

Sistoskopi

D. LABORATORIUM

Urinalisa
Leukosit, bakteri, hematuri Pewarnaan tahan asam

Kultur urin & pus


Sensitivitas 80-90%, spesifisitas hampir 100% Menilai adanya pertumbuhan M. tuberculosis

PCR urin
Sensitivitas 90%, spesifisitas 95% Lebih cepat (1-2 hari) Dapat digunakan pada discharge yang minimal

Tes tuberkulin menyokong diagnosis

DIAGNOSIS BANDING

Nefrolithiasis & ureterolithiasis

Gambaran klinis bervariasi nyeri punggung, hematuri, & kolik

Pyelonefritis

Gambaran klinis gejala konstitusional, poliuria, hematuria

Cystitis non-spesifik

Gambaran klinis dysuria, frekuensi, urgensi, dan nyeri suprapubik. Urinalisa pyuria & bakteriuria

DIAGNOSIS BANDING (2)

Epididymo-orchitis

Gambaran klinis nyeri tekan & bengkak

Tumor testis
Massa testis sedikit/tidak nyeri Diagnosis : radiologi & tumor marker

Karsinoma prostat

Gambaran klinis : nyeri punggung belakang, nyeri suprapubik, nyeri tulang, keluhan urinasi. Diagnosis : sitologi urin dan/atau pemeriksaan sistoskopi.

PENATALAKSANAAN

Obat anti-tuberkulosis (OAT)


Isoniazid (5mg/kgBB/hari) pyridoxine 20-50 mg/hari Rifampicin (10mg/kgBB/hari) Streptomicin (15mg/kgBB/hari) Pirazinamid (20-25mg/kgBB/hari) Ethambutol (10-15mg/kgBB/hari)

Imunosupresan (mis.:kortikosteroid & siklosporin) kontroversial

REGIMEN OAT 6 BULAN PADA TBC TRAKTUS UROGENITAL

Fase intensif 3 bulan INH, RMP, EMB (atau SM) Dosis harian 2 bulan INH, RMP, PZA, EMB Dosis harian

Fase lanjutan 3 bulan INH, RMP Dosis 2-3 kali/minggu 4 bulan INH, RMP Dosis 2-3 kali/minggu

Pembedahan
Bertujuan untuk :
1. 2. 3. 4.

Mengangkat material obstruksi Mendrainase material infeksi Terapi definitif lokal Merekonstruksi traktus urinarius

Pengangkatan material obstruksi & drainase


Bertujuan untuk mempertahankan fungsi organ yang masih baik, mencegah uremia & sepsis. Abses eksisi Drainase : PCN, DJ stent, open nefrostomi

Cavernotomi

Membuka & mendrainase kavitas

Nefrektomi & ureteroktomi

Fungsi ginjal nefrektomi parsial atau total

Ureter telah terinfeksi nefroureteroktomi Ureter distal prosedur anti-refluks

Vesika urinaria

Kapasitas vesika urinaria :


20-100 ml cystoplasti augmentasi <20 ml subtitusi vesika urinaria Gagal diversi urin

Prostat

Reseksi prostat transuretral

Testis & epididimis


Eksisi abses Kasus berat orchiektomi & epididimektomi

PEMBEDAHAN PADA VESIKA URINARIA


Cystoplasty augmentasi Diversi urin

Drainase urin & pus

PCN, DJ stent, Open nefrostomi

2-3 minggu

Pemberian OAT

Evaluasi fungsi organ

IVU

Tindakan definitif

KOMPLIKASI
Obstruksi hidronefosis, uremia. Infeksi sepsis, kegagalan multi-organ. Inflamasi yang progresif striktur & kontraktur organ. Infertilitas

KESIMPULAN
Tuberkulosis urogenital merupakan penyakit dengan gambaran klinis yang tidak spesifik sehingga diperlukan pemeriksaan tambahan untuk menegakkan diagnosis. Tatalaksana yang diberikan dapat bersifat bedah dan non-bedah. Diperlukan tindakan yang cepat dan tepat untuk menghindari berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan.

TERIMA KASIH