Anda di halaman 1dari 50

Ventilasi mekanik / ventilator

11/22/2012

SITI RIYANI

Pengertian
Adalah alat bantu napas mekanik yang memberikan bantuan napas dengan cara memberikan tekanan positif melalui jalan napas bantuan

11/22/2012

SITI RIYANI

Indikasi
1. gagal napas akut disertai asidosis respiratorik yang tidak dapat diatasi dengan pengobatan biasa Hypoksemia yang telah mendapatkan terapi oksigen maksimal namun tidak ada perbaikan Apnoe

11/22/2012

SITI RIYANI

11/22/2012

Secara fisiologis memenuhi kriteria: 1. volume tidal < 5ml/kg BB 2. tekanan inspirasi maksimal < 25 cm H2O 3. frekuensi pernapasan > 35 kali/menit 4. PaO2 < 60 mmHg pada FiO2 > 60% 5. PaCO2 > 60 mmHg
SITI RIYANI

Kontra indikasi
Klien dengan MBO Klien stadium terminal, penyakit lansia Klien gagal 3 organ / secara medis tidak dapat disembuhkan lagi.

11/22/2012

SITI RIYANI

KLASIFIKASI
Siklus tekanan ( pressur cycle ) Ventilator mmemberikan tekanan inspirasi dan inspirasi berakhir sampai tekanan yang diberikan tercapai. Tekanan, aliran dan frekuensi pernapasan diberikan oleh mesin sedangkan volum tidal tergantung pada daya regang dan tahanan pada paru-paru pasien.
11/22/2012 SITI RIYANI 6

SIKLUS TEKANAN TIDAK EFEKTIF UNTUK PASIEN YANG MEMPUNYAI KELAINAN PARU.

11/22/2012

SITI RIYANI

SIKLUS VOLUM ( VOLUM CYCLE )


VENTILATOR MEMBERIKAN VOLUM DAN INSPIRASI BERAKHIR PADA SAAT VOLUM YANG DIBERIKAN TERCAPAI . VOLUM , FREKUENSI PERNAPASAN DAN ALIRAN GAS YANG DIBERIKAN OLEH MESIN

11/22/2012

SITI RIYANI

SIKLUS WAKTU ( TIME CYCLE )


ventilator memberikan udara pada pasien berdasarkan lamanya waktu inspirasi dan ekspirasi terjadi secara pasif. Volum, tekanan dan frekuensi pernapasan tergantung pada ventilator dan pasien itu sendiri. Ventilator jenis ini sudah tidak digunakan lagi.
11/22/2012 SITI RIYANI 9

11/22/2012

SITI RIYANI

10

MODUS VENTILASI
continous mechanical ventilation ( CMV ) CMV disebut juga modus kontrol Pada modus ini pasien menerima volum dan frekuensi pernapasan sesuai dengan yang telah diatur, pasein tidak dapat bernapas spontan.
11/22/2012 SITI RIYANI 11

Assist controlled ventilation ( ACV ) Pasien menerima volum dari mesin dan bantuan napas tetapi hanya sedikit.pasien diberikan kesempatan untuk bernapas spontan. Total jumlah pernapasan dan volum semenit ditentukan oleh pasien sendiri.

11/22/2012

SITI RIYANI

12

Intermittent mandatory ventilation ( IMV ) Modus ini ventilator memberikan pernapasan dimana saja pada saat siklus pasien bernapas sendiri, akibatnya sering terjadi benturan antara pernapasan pasien dengan mesin.

11/22/2012

SITI RIYANI

13

synchronous intermittent mandatory ventilation ( SIMV ) modus ini sama dengan IMV, hanya pada modus ini bantuan pernapasan dari ventilator tidak terjadi pada siklus pasien bernapas sendiri.

11/22/2012

SITI RIYANI

14

pressur support Bantuan ventilasi dengan memberikan tekanan. Pada saat pasien inspirasi , mesin memberikan bantuan napas sesuai dengan tekanan positip yang telah ditentukan.

11/22/2012

SITI RIYANI

15

pressur support Bantuan ventilasi dengan memberikan tekanan. Pada saat pasien inspirasi , mesin memberikan bantuan napas sesuai dengan tekanan positip yang telah ditentukan.

11/22/2012

SITI RIYANI

16

positip end expiratory pressur ( PEEP ) Digunakan untuk mempertahankan tekanan jalan napas pada akhir ekspirasi sehingga meningkatkan pertukaran gas didalam alveoli. Pemakaian PEEP yang dianjurkan adalah 5 15 cmH2O

11/22/2012

SITI RIYANI

17

continous positip airway pressur (CPAP) Adalah pemberian tekanan positip pada jalan napas untuk membantu ventilasi selama siklus pernapasan. Pada modus ini frekuensi dan volum tidal ditentukan oleh pasien sendiri.

11/22/2012

SITI RIYANI

18

PARAMETER VENTILATOR
Fraksi oksigen inspirasi ( Fi O2 ) Fi O2 diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien . Prinsipnya memberikan PaO2 lebih besar dari 60 mmHg.

11/22/2012

SITI RIYANI

19

volum tidal adalah jumlah udara yang keluar masuk paru dalam setiap kali pernapasan. Normal 6 10 ml/ kg BB

11/22/2012

SITI RIYANI

20

frekuensi pernapasan normal frekuensi yang diberikan 10 12 kali/ menit perbandingan inspirasi dan ekspirasi ( I : E rasio ) normal 1 : 2

11/22/2012

SITI RIYANI

21

batas tekanan ( pressur limit ) Pengaturan para meter ini bertujuan untuk membatasi tekanan yang diberikan dalam mencapai volum tidal. Pressur limit harus diberikan pada 10 15 cmH2O diatas tekanan yang dikeluarkan oleh pasien.

11/22/2012

SITI RIYANI

22

sensitivitas sensitivitas diberikan agar pasien merangsang mesin untuk memberikan bantuan napas. Ini tidak diberikan jika ventilator dalam modus CMV.

11/22/2012

SITI RIYANI

23

alarm alarm untuk volum, tekanan jalan napas, batas tekanan , apnoe, dan temperatur untuk humidikasi.

11/22/2012

SITI RIYANI

24

PROSEDUR PEMASANGAN VENTILATOR

11/22/2012

SITI RIYANI

25

PERSIAPAN : ALAT.
VENTILATOR DENGAN PERALATANNYA DALAM KEADAAN STERIL ALAT TES PARU-PARU RESPIROMETER / MANOMETER TABUNG O2 BESAR/ O2 SENTRAL
11/22/2012 SITI RIYANI 26

AQUADEST STERIL GAS STERIL ALKOHOL SARUNG TANGAN STERIL ENDO TRAKHEAL TUBE LARINGOSKOP AMBU BAG SUCTION PLESTER /HYPAVIX
11/22/2012 SITI RIYANI 27

PETUGAS.
DIBUTUHKAN MINIMAL 2 ORANG.

11/22/2012

SITI RIYANI

28

CARA KERJA SETTING ALAT-ALAT VENTILATOR


PETUGAS I MEMAKAI SARUNG TANGAN STERIL. PETUGAS II MEMBUKA ALAT-ALAT VENTILATOR STERIL YANG DIPERLUKAN. ALAT-ALAT DIBILAS DENGAN AQUADEST STERIL ALAT-ALAT DI SET SESUAI VENTILATOR YANG DIGUNAKAN
11/22/2012 SITI RIYANI 29

HUMIDIFIER DIISI AQUADEST STERIL SAMPAI BATAS NORMAL. SLANG O2 DAN AIR ( UDARA ) DIPASANG PADA SENTRAL O2 DAN SENTRAL AIR ( UDARA) POWER DIHIDUPKAN MESIN VENTILATOR DICEK DENGAN ALAT PARU-PARU BUATAN CONECTOR YANG AKAN DIPASANG KE PASIEN DIBUNGKUS DENGAN KASA ALKOHOL 70%

11/22/2012

SITI RIYANI

30

PENGATURAN VENTILATOR SEBELUM DIPASANG KE PASIEN.

PADA PEMASANGAN PERTAMA KALI SELALU DIPILIH MODE OF VENTILATION PADA CONTROLED VENTILATION

11/22/2012

SITI RIYANI

31

ATURLAH MINUTE VOLUME SEBANYAK 100-125ML/KGBB/MENIT ATAU TIDAL VOLUME SEBANYAK 10-12ML/KG BB/MENIT DENGAN FREKUENSI NAPAS 10-12 KALI/MENIT. SELANJUTNYA ATUR I:E RATIO SESUAI DENGAN PERINTAH DOKTER DENGAN MENGATUR INSPIRATORY TIME, PAUSE TIME, EXPIRATORY TIME UMUMNYA DIGUNAKAN I:E RATIO 1:2 YAITU ( INSPIRATORY TIME +PAUSE TIME ) :EXPIRATORY TIME = 1:2
11/22/2012 SITI RIYANI 32

PUTAR MIXER SEHINGGA DIDAPAT KONSENTRASI O2 100% ( FI O2 = 100 %) PUTAR PEEP PADA POSITIF 5 CmH2O PASANG BATAS ATAS TEKANAN SEKITAR 10 Cm H2O DI ATAS TEKANAN JALAN NAPAS PASIEN. ALARM INI DIGUNAKAN UNTUK MENCEGAH TEKANAN YANG BERLEBIHAN PADA JALAN NAPAS YANG DAPAT MENYEBABKAN TERJADINYA PNEUMOTHORAK
11/22/2012 SITI RIYANI 33

PASANG TRIGGER SESITIVITY PADA -2 SAMPAI -3 CmH2O. PEMASANGAN TRIGGER INI TUJUANNYA AGAR PASIEN DAPAT MENAMBAH SENDIRI KEBUTUHAN NAPASNYA BILA MEMERLUKAN ATUR HUMIDIFIER SEHINGGA DIDAPATKAN SUHU ANTARA 32 34 0C ATUR BATAS BAWAH DAN ATAS VOLUME EKSPIRASI 10-20% DIBAWAH / DIATAS EKSPIRETMINUT VOLUME PASIEN. PENGATURAN BAWAH ALARM VOLUME INI BERGUNA UNTUK MENDETEKSI BILA TERJADI KEBOCORAN ATAU LEPASNYA SLANG VENTILATOR.
11/22/2012 SITI RIYANI 34

SENSOR DIHUBUNGKAN DENGAN FLOW ETT YANG TELAH DIPASANG PADA PASIEN

11/22/2012

SITI RIYANI

35

ASUHAN KEPERAWATAN

11/22/2012

SITI RIYANI

36

PENGKAJIAN STATUS RESPIRASI . JALAN NAPAS PERGERAKAN DADA SUARA NAPAS SPUTUM: JUMLAH, WARNA DAN KONSISTENSI PARAMETER VENTILATOR SELANG-SELANG VENTILATOR SATURASI OKSIGEN FOTO THORAK ANALISA GAS DARAH
11/22/2012 SITI RIYANI 37

STATUS KARDIO VASKULER

FREKUENSI NADI GAMBARAN IRAMA EKG PARAMETER HEMODINAMIK

11/22/2012

SITI RIYANI

38

status renal

PRODUKSI URINE, BJ URINE , SERUM ELEKTROLIT

11/22/2012

SITI RIYANI

39

Status neurology

Tingkat kesadaran , refleks menelan dan refleks kornea

11/22/2012

SITI RIYANI

40

STATUS GASTRO INTESTINAL PERISTALTIC USUS, DISTENSI ABDOMEN

11/22/2012

SITI RIYANI

41

DIAGNOSA KEPERAWATAN
bersihan jalan napas tidak efektif b/d gangguan otot pernapasan pola napas tidak efektif b/d gangguan pada syaraf yang mengontrol pernapasan. ganguan pertukaran gas sehubungan dengan retensi sputum, edema paru dll
11/22/2012 SITI RIYANI 42

resiko injuri b/d pemakaian tekanan positif yang berlebihan anxietas b/d pemasangan ventilator.

11/22/2012

SITI RIYANI

43

RENCANA KEPERAWATAN
pertahankan ventilasi yang adekuat PaCO2 < 50 mmHg, PH 7.0-7.5, RR10 12 kali/ menitdan tidak tejadi gangguan pola napas pertahankan PaO2 > 60 mmHg atau sesuai dengan kondisi klinis pasien pertahankan curah jantung yang normal TD sistolik > 100mmHg, frekuensi nadi 60 100 kali/menit kulit hangat dan kering tidak berkeringat, produksi urine 12cc/kgBB pertahankan kesimbangan cairan : tidak terjadi edema dan tidak terdengar bunyi ronchi pada paru. SITI RIYANI 44

11/22/2012

cegah terjadinya barotrauma, tidak adanya pengembangan dada yang asimetris, tidak terjadi empisema cegah terjadinya stress ulcer. cegah terjadinya gangguan persepsi

11/22/2012

SITI RIYANI

45

IMPLEMENTASI
mengatur posisi merubah posisi tidur sesering mungkin melakukan penghisapan lendir melakukan fisioterapi dada ( kolaborasi dengan fisioterapis ) memantau perubahan hemodinamik
11/22/2012 SITI RIYANI 46

memeriksa analisa gas darah setiap ada perubahan pada modus ventilator atau sesuai dengan kebutuhan memantau fungsi ventilator sesuai dengan parameter yang diinginkan mengecek integritas ventilator : fungsi alarm, cairan humidikasi, suhu pada humidifier, selang-selang ventilator

11/22/2012

SITI RIYANI

47

11/22/2012

SITI RIYANI

48

11/22/2012

SITI RIYANI

49

11/22/2012

SITI RIYANI

50