Anda di halaman 1dari 10

Oleh: Gusti Hening Pusthikaputra 10/297029/SP/23916

Kelas Teori Politik Internasional Selasa, 27 November 2012

Emerich

De Vattel lahir pada 25 April 1714 dan meninggal pada 28 Desember 1767 Dia adalah seorang diplomat, dan juga filsuf, dari Swiss Pemikirannya sangat dipengaruhi oleh Gottfried Leibniz dan Christian Wolff dan dia berusaha untuk mengintegrasikan ide-ide mereka ke dalam sistem hukum dan politik Karyanya yang terkenal adalah Le Droit des gens (1758; The Law of Nations)

The Law of Nations Natural Laws adalah basis dari The Law of Nations Negara berbeda dengan individu, dan walaupun terhubung satu sama lain, dalam sebuah kondisi state of nature, Law of Nature harus diubah menjadi The Law of Nations. Vattel berpendapat bahwa negara itu sendiri adalah sekelompok orang-orang bermoral dengan hak dan kewajiban yang berbeda dari hanya seorang individu , dan hal itu disebabkan oleh penciptaan dari individu yang melingkupi tugas yang mereka kerjakan atas nama umat manusia secara keseluruhan.
1.

Vattel

membedakan The Law of Nations menjadi 2 yaitu Necessary yang mengikat nurani kedaulatan , dan Voluntary yang bertumpu pada kehendak dari kedaulatan dan yang mengakomodasi pertimbangan praktikal dan prudensial yang harus diketahui dengan tujuan untuk mengurangi efek dari perang Vattel berpendapat bahwa negara mempunyai sebuah pemahaman akan kehendak khas mereka sendiri

2. Just War Seorang individu di state of nature atau negara, mempunyai hak untuk menghukum hanya jika ketika masalah keamanan muncul dan ketika luka sudah sembuh atau terobati. Sebuah negara mempunyai kewajiban humanitarian untuk menyediakan bantuan kepada negara yang membutuhkan, tapi hanya jika negara yang ingin dibantu ,membutuhkan bantuan dan mengizinkan negara yang ingin membantu untuk membantu mereka. Pada dasarnya, negara tidak memiliki hak untuk mengintervensi negara lain karena setiap negara dianggap berotonomi dan entitas yang merdeka.

3. Equality of Nations Negara-negara tidak harusnya merasa bebas untuk melakukan apa saja yang dapat dilakukan dengan impunitas, bila bertentangan dengan 'hukumhukum dasar keadilan dan suara hati nurani Hak, menurut Vattel adalah kekuatan untuk melakukan apapun yang diatur oleh moralitas, apa yang baik dalam dirinya sendiri, dan sesuai dengan tugasnya. Individu dalam state of nature adalah bebas dan independen. Bangsa atau negara tetap bebas dan independen dalam keadaan internasional state of nature.

Sebagai

entitas bermoral yang bebas dan merdeka, negara bebas untuk membuat keputusan sendiri tentang apa permintaan hati nurani mereka dalam pemenuhan kewajiban mereka kepada negaranegara lain, tanpa pada saat yang bersamaan gagal untuk melaksanakan tugas mereka untuk diri mereka sendiri.

Vattel

menolak anggapan bahwa negara sama rentannya dengan individual. Negara lebih bisa mandiri daripada individu. Maka dari itu, negara tidak perlu mengkonstitusikan mereka kedalam civil society. Masyarakat bergantung pada keadilan, sehingga hukum tidak akan dapat diimplementasikan dengan baik, dan hanya sebagai kedok.

Emmerich

de Vattel melakukan justifikasi perang kepada idealisme humaniter. De Vattel sangat mementingkan moralitas bahkan dalam peperangan. Pemikiran de Vattel memberikan pengaruh yang cukup besar bagi hukumn humaniter.

Vattel mengatakan bahwa negara tidak perlu mengkonstitusikan diri mereka ke dalam civil society. Menurut persepsi anda, bagaimana pernyataan Vattel tersebut? 2. Menurut anda, dimana saja letak idealisme humaniter dari pemikiran De Vattel? 3. Bagaimana pendapat anda mengenai intervensi humaniter dalam perang sipil / perang saudara, terkait dengan pemikiran de Vattel tentang just war?
1.