Anda di halaman 1dari 10

Emerich de Vattel lahir di Couvert, Swiss tanggal 25 April 1714 dan meninggal tanggal 28 Desember 1767.

De Vattel dikenal sebagai founding father hukum internasional modern. Karyanya dipengaruhi oleh penulis hukum internasional terdahulu, Gottfried Leibniz, Hugo Grotius, dan terutama Christian Wolff (16791754), Jus Gentium. Banyak pengkritik menganggap karya de Vattel hanyalah terjemahan dari karya Wolff, meskipun sebenarnya dia menambahkan pemikirannya sendiri juga.

Hasil Pemikiran de Vattel

The Law of the Nations


Nations or states are bodies politic, societies of men united together for the purpose of promoting their mutual safely and advantage by the joint efforts of their combined strength. Negara terdiri atas manusia yang bebas dan merdeka yang tinggal bersama dalam state of nature

Kemudian muncullah natural law, berisi semua manusia mewarisi kebebasan dan kemerdekaan dari alam yang tidak dapat dihilangkan tanpa persetujuan. Dalam negara, penduduknya tidak lagi menikmati kebebasan dan kemerdekaan secara penuh dan absolut karena mereka telah mengorbankannya untuk kedaulatan negara. Yang tetap penuh kebebasan dan kemerdekaannya adalah negara.

De Vattel percaya pada moral, menurutnya dalam masyarakat terdapat hubungan dan kepentingan sehingga akan muncul pemecahan masalah bersama. Yang dimaksud dengan orang yang bermoral adalah anggota masyarakat yang memiliki kepahaman akan kewajiban dan haknya.

The Law of Nations is the science which teaches the rights subsisting between nations or states, and the obligations correspondent to those rights Law of nations ditujukan kepada semua negara yang memiliki keinginan bersama dari hasil persatuan keinginan warganya dan dibatasi untuk menghargai warga selama pemerintahan berlangsung

Law of nations sebenarnya adalah law of nature yang diterapkan pada pada negara, yang membuat berbeda hanya hukumnya menjadi lebih lunak daripada kepada individu. Law of nations bersifat kekal abadi karena diberlakukan pada nature of things dan nature of man. Kewajiban/hukuman dari Law of nations tidak dapat diubah oleh negara dengan cara apapun(ex.konvensi)

Manusia diciptakan sederajat, begitu pula dengan negara. Kekuatan maupun kelemahan tidak akan berdampak apapun. Dampak prinsip ini adalah munculnya aksi reaksi antar negara. Negara sedapatnya memanfaatkan Law of nations untuk kemanannya.

Beberapa negara mungkin melakukan perjanjian, bentuk bentuk perjanjian di bawah ini membentuk Positive Law of Nations. Voluntary Perkiraan persetujuan Conventional Pengungkapan persetujuan Customary Persetujuan diam diam