Anda di halaman 1dari 19

MODUL AUTOIMUNITAS SISTEM IMUNOLOGI

KELOMPOK V CEMPAKA PUTIH TUTOR : dr. Prabowo S, SpPA

Anggota :
Agung Dwi Saputro Andi Silvia Astri Kartika Sari Debi Lailatul Rahmi Fitriya Sujatmaka Ira Wati Labibah Rasyid M. Hafidz Ramadhan Mahardika (2011730118) (2011730122) (2011730124) (2011730128) (2011730134) (2011730142) (2011730146) (2011730150) (2011730153)

SKENARIO
Seorang wanita, 20 tahun, datang dengan keluhan timbul kemerahan pada wajahnya setelah piknik ke pantai 5 hari yang lalu. Kemerahan itu mentap dan tidak hilang sampai sekarang. Sering mengeluh kaku pada sendisendi kaki dan tangan, terutama di pagi hari. Kekakuan berkurang menjelang siang. Tidak ada riwayat sakit sendi rematik sebelumnya dan tidak juga pada keluarga. Berat badan menurun dalam 2 bulan terakhir. Mulut luka, tidak bisa makan.

KATA KUNCI
Wanita 20 tahun Kemerahan pada wajah dari 5 hari yang lalu dan menetap Kaku pada sendi-sendi kaki dan tangan, terutama di pagi hari Bb menurun Mulut luka

ANALISA MASALAH

PERTANYAAN
Bagaimana definisi atuoimunitas? Bagaimana patogenesis autoimunitas? Apa etiologi autoimunitas? Jelaskan penyakit autoimun spesifik organ ? Jelaskan penyakit autoimun nonspesifik organ? Bagaimana DD pada skenario tersebut?

DEFINISI
Autoimunitas adalah respon imun terhadap antigen jaringan sendiri yang disebabkan oleh mekanisme normal yang gagal berperan untuk mempertahankan self-tolerance sel B, sel T atau keduanya.

Patogenesis Autoimun
Sistem kekebalan membedakan antar antigen diri (self antigen) dan antigen asing atau bukan diri (non-self antigen)

Terjadi toleransi imunologik terhadap antigen diri (self tolerance) Apabila gagal terjadi pembentukan limfosit T dan B yang autoreaktif (reaksi autoimun)

Autoantibodi langsung mengikat autoantigen yang terdapat atau diekspresikan pada sel dan berakibat kerusakan sel.

Autoantibodi mengikat autoantigen dan mengikat komplemen yang diikuti rekrutmen sel-sel inflamatorik dan berakibat kerusakan jaringan

Kerusakan jaringan juga terjadi sel T baik melalui reaksi hipersensivitas tipe IV (DTH), maupun pengrusakan sel atau jaringan secara langsung oleh sel sitotoksik. Sel T mensekresikan berbagai sitokin (IFN-gamma dan TNF) mengaktifkan makrofag mensekresikan reactive oxygen species inflamasi Sel sitotoksik merusak sel sasaran (sitolisis) dengan mengeluarkan perforin atau melalui mekanisme apoptosis.

Etiologi autoimunitas
Faktor penyebab autoimunitas : Kegagalan Self tolerance Genetik Hormon. Lingkungan pengaruh fisik(mikroba,radiasi UV, oksigen radikal bebas) - Infeksi Obat-obatan

Klasifikasi penyakit autoimun spesifik organ


Organ Spesifik :

CONTOH PENYAKIT
Tiroiditis Hasimoto Tirotoksikosis Graves
Diabetes Melitus Tipe I

Proses apoptosis menyebabkab kelenjar tiroid.


Terjadi pembesaran kelenjar tiroid dan fungsi

Timbul akibat produksi antibodi yang merangsang tiroid Pembesaran kelenjar tiroid disebabkan adanya reaksi antara antibodi dengan reseptor pertumbuhan

Penyakit multysistem yang disebabkan destruksi sel b pankreas yang memproduksi insulin
Tipe kerusakan jaringan nya hipersensitivitas tipe lambat (DTH) Faktor genetik mempengaruhi

Penyakit Autoimun Nonspesifik Organ


KRITERIA Ruam pada muka Ruam discoid Fotosensitivitas Luka luka pada mulut dan nasofaring Artritis Serositis Kelainan ginjal Kelainan neurologik MANIFESTASI Eritema, rata atau sedikit timbul di atas permukaan, menyerupai bentuk kupu-kupu Ruam berbentuk benjolan yang timbul diatas permukaan, dengan lapisan keratin kulit terlepas Ruam kulit sebagai akibat reaksi berlebihan terhadap sinar matahari Biasanya tidak terasa sakit

Artritis mengenai 2 atau lebih sendi, bengkak dan terasa sakit Pleuritis atau pericarditis Proteinuria > 3+ atau ada torak bergranula Psikosis atau kejang-kejang

Kelainan hematologik
Kelaianan imunologik Antobodi antinuclear

Anemia hemolitik dangan retikulositosis; leukopenia, limfopenia, trombositopenia Sel LE positif; anti-DNA dengan titer tinggi anti-Sm positif
Titer ANA meningkat

Autoantibodi patogen pada SLE


Spesifisitas antigen Anti-dsDNA Nukleosom Ro Prevalensi % 70-80 60-90 30-40 Dampak klinik utama Penyakit ginjal, kulit Penyakit ginjal, kulit Penyakit kulit, ginjal, kelainan jantung pada fetus Kelaianan jantung pada fetus Penyakit ginjal Penyakit susunan saraf pusat Trombosis, keguguran Penyakit ginjal Penyakit ginjal

La Sm Resetor NMDA Fosfolipid a-Actin C1q

15-20 10-30 33-50 20-30 20 40-50

Arthritis reumatoid

RA

Sel T tidak mampu mengenali limfosit B

Pengenalan terhadap self

EBV

Uji Serologik Arthritis Reumatoid

Faktor Rheumatoid

Antibodi Antinuklear

Anti CCP

Yang membedakan
Jenis kelamin

SLE
- Wanita >> pria - Usia muda

RA
- Wanita >> pria - Usia lanjut - Kekakuan sendi + sakit - Di pagi hari > 1 jam - Erosif

Arthritis

- Kekakuan sendi tidak sakit - Terutama pagi hari < 1 jam - Non erosif

- Tidak ada nodul subkutan

- Ada Nodul subkutan

Differensial Diagnosis

TERIMA KASIH