LAPORAN KASUS CA PENIS

Disusun Untuk Melaksanakan Tugas Kepanitraan Klinik di SMF Ilmu Bedah RSD Dr Soebandi JEMBER Oleh : Selviana Indah Jaya

06700177

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA LAB/SMF ILMU BEDAH RSD DR SOEBANDI JEMBER 2012

ANATOMI

KEADAAN PATOLOGIS PENIS
1. Kelainan Kongenital  Hipospadia dan Epispadia  Fimosis 2. Radang  Prostatitis akut  Prostatitis kronik  Prostatitis granulomatosa 3. Tumor Penis

 Fasia Buck bertindak sebagai penghalang alami untuk corpora  Selain tersebar di glans. . sel kanker dapat meluas hingga ke meatus uretra hingga masuk ke uretra.TUMOR PENIS  Tumor Penis : suatu pertumbuhan sel yang sangat ganas pada jaringan dan atau wilayah diluar daripada penis.

TUMOR PENIS  PATOFISIOLOGIS Lesi kecil (non invasive) INVASIVE Menembus Fasia Buck dan Tunika Albuginea Metastatis ke kelenjar getah bening inguinal regional nekrosis kulit. infeksi kronik. atau perdarahan akibat erosi yang masuk ke dalam pembuluh darah femoralis .

TUMOR PENIS GEJALA  luka pada penis  luka terbuka pada penis  nyeri penis dan perdarahan dari penis (pada stadium lanjut). .

 kanker penis stadium 3 Tumor terbatas pada batang penis tetapi sudah didapatkan metastasis pada kelenjar limfe inguinal.TUMOR PENIS Stadium Kanker Penis menurut Jackson (1966):  kanker penis stadium 1 Tumor terbatas pada glans penis atau prepusium. .  kanker penis stadium 2 Tumor sudah mengenai batang penis.  kanker penis stadium 4 Tumor sudah melampaui batang penis dan kelenjar limfe inguinal sudah tidak dapat dioperasi (inoperable) atau telah terjadi metastasis jauh.

Node. Metastasis) classification of penile cancer: T .TUMOR PENIS The 1997/2002 TNM (Tumour.Primary tumour  TX Primary tumour cannot be assessed  T0 No evidence of primary tumour  Tis Carcinoma in situ  Ta Non-invasive verrucous carcinoma  T1 Tumour invades subepithelial connective tissue  T2 Tumour invades corpus spongiosum or cavernosum  T3 Tumour invades urethra or prostate  T4 Tumour invades other adjacent structures .

unilateral or bilateral M .Distant metastasis  MX Distant metastases cannot be assessed  M0 No evidence of distant metastases  M1 Distant metastases .TUMOR PENIS N .Regional lymph nodes  NX Regional lymph nodes cannot be assessed  N0 No evidence of lymph node metastasis  N1 Metastasis in a single inguinal lymph node  N2 Metastasis in multiple or bilateral superficial lymph nodes  N3 Metastasis in deep inguinal or pelvic lymph nodes.

Papulosis Bowenoid 4. Penyakit Bowen 2. Karsinoma Sel Skuamosa . Eritroplasia Queyrat 3.Jenis-Jenis Tumor Penis  Kondiloma Akuminatum  Kondiloma Raksasa (tumor Buschke- Lowenstein)  Karsinoma In Situ 1.

.  Dapat dicegah dengan disunat karena meniadakan akumulasi bahan karsinoma gen smegma.Karsinoma Sel Skuamosa  Angka kejadian paling tinggi pada usia 40 tahun keatas.  Jarang tumor berbentuk papilar seperti papiloma jinak yang kemudian membesar dan tumbuh seperti bunga kol. Karsinoma penis memiliki kecenderungan tumbuh lambat.

Penatalaksanaan kanker penis 1. Menghilangkan lesi primer  Kemoterapi  Pembedahan  Sirkumsisi  Penektomi parsial  Penektomi total dan uretrostomi perineal  Terapi laser dengan Nd:YAG  Radiasi. 2. Terapi kelenjar limfe regional (inguinal) .

infeksi 2. striktura uretra jika urethral meatus yang baru harus dibuat. edema 3. .Komplikasi Pembedahan 1.

nyeri pada penis .Komplikasi Radiasi 1. urethral fistula 3. urethral strictures (pada 50% pasien) 2. edema 5. penile necrosis 4.

Konseling dan Support Dukungan bagi pasien Ca Penis sangat membantu. Terutama pasca oprasi .

LAPORAN KASUS CA PENIS .

IDENTITAS PASIEN          Nama : Tn. RM : 39.Situbondo Suku : Madura Agama : Islam Tanggal MRS : 11 September 2012 Tanggal keluar MRS : 17 September 2012 No.61.53 . Sutaram Umur : 57 tahun Jenis kelamin : Laki-laki Alamat : Semiring Mangaran .

Setelah luka makin membesar. . 3 hari SMRS pasien mengeluhkan buah zakarnya membesar dan terasa nyeri. Kemudian pasien berobat ke dokter dan diberi salep. Luka dirasakan gatal dan ada nanah. Pasien mengaku sudah disunat sejak SD kira2 usia 8 tahun. Pasien mengatakan tidak nyeri saat BAK. BAB normal. Kemudian pasien datang lagi ke RSD dr.ANAMNESIS  Keluhan utama : Luka pada alat kelamin  Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien mengeluhkan luka pada alat kelamin sejak 8 bulan yang lalu. pasien datang ke RSD dr Soebandi.Soebandi pasien dirujuk melakukan pemeriksaan dengan mengambil sedikit bagian luka pada tanggal 5 september 2012. demam disangkal. kemudian lama kelamaan menjadi besar.Soebandi dan diminta untuk MRS. Luka pada awalnya diatas lubang kencing. kadang kencing ada gumpalan darah kecil. Di poli bedah RSD dr. tapi tidak sembuh.

ANAMNESIS  Riwayat Penyakit Dahulu : Riwayat Diabetes Melitus : disangkal Riwayat Leukimia : disangkal  Riwayat Penyakit Keluarga : Riwayat Ca penis : disangkal Riwayat Ca serviks (istri) : disangkal  Riwayat Pengobatan : disangkal .

500.000.per bulan untuk menghidupi pasien.istri pasien dan 4 orang anak.ANAMNESIS  Riwayat Sosial ekonomi dan Lingkungan: Pasien bekerja sebagai buruh tani dengan penghasilan RP. dengan 1 kamar mandi. air yang .. Pasien tinggal di rumah berukuran 10m x 6m x 2m. dinding tembok.

PEMERIKSAAN FISIK Dilakukan pada hari Selasa.7 oC . 11 September 2012 Keadaan Umum : cukup Kesadaran : compos mentis Vital Sign : Tensi : 110/ 60 mmHg RR : 20 x/menit CRT ≤ 2 detik Nadi : 76 x/menit Suhu : 36.

darah (-). mukosa tidak pucat.  Leher : KGB : tidak ada pembesaran . darah (-).  Telinga :sekret (-).Status Generalis  Kepala : Bentuk dan ukuran kepala : normocephal Rambut : warna hitam dan agak keriting  Mata : Konjungtiva : anemis (-) Skera : ikterus (-)  Hidung :sekret (-). pendengaran dalam batas normal.  Mulut :bibir tidak sianosis.

ketertinggalan gerak (-) Palpasi : Fremitus raba normal Perkusi : Sonor Auskultasi : Vesikuler +/+.Status Generalis Thoraks:  Cor : Inspeksi : ictus cordis tidak tampak Palpasi : ictus cordis tidak teraba Perkusi : batas jantung ICS IV parasternal dekstra sampai ICS V MCL sinistra Auskultasi : S1S2 tunggal. gallop (-) murmur (-). suara tambahan extrasistol (-). retraksi(-). Rhonki -/-. Wheezing -/- . reguler.  Pulmo: Inspeksi : Simetris.

ulkus (+). odema -/Inferior : akral hangat +/+. ulkus(+) .Status Generalis  Abdomen: Inspeksi : Flat. ulkus (+) Palpasi : Pada skrotum teraba masa kistus. odema -/ Anogenital: Inspeksi : Penis oedem (+). tidak distended Auskultasi : Bising Usus (+) normal Perkusi : Timpani Palpasi : Soepel  Ekstremitas: Superior : akral hangat +/+. nanah(+) Skrotum oedem (+).

protat teraba 2cm. nyeri tekan (-). lendir(-). tidak teraba massa. darah (-). ulkus (+) pada skrotum D/S Rectal Toucher : BCR (+).Status lokalis : Regio phlenk : nyeri ketok ginjal (-). TSA (+). massa(-) Regio suprapubik : massa (-). . feses (-). mukosa licin. pembesaran KGB inguinal (+) Regio genetalia eksterna : oedem (+). ulkus (+) pada penis oedem (+).

.

3-10.7 gr/dL 0-15 mm/jam 4.0 398 0-4/0-1/3-5/54/62/25-33/3-5 38-42 % 150-450 x109/L FAAL HATI SGOT SGPT Albumin 21 23 3.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium (11 september 2012) JENIS PERIKSA HEMATOLOGI Hemoglobin Laju Endap Darah Lekosit 10.8 gr/dl .4 10-35 U/L 9-43 U/L 3.7 13.3x109/L NILAI NORMAL Hitung Jenis Hematokrit Trombosit 13/-/-/67/11/9 31.4-17.4-4.4 ½ 10.

6-1.57 mmol/L 0.27 102.5-5 mmol/L 90-110 mmol/L 2.99 0.6 mmol/L Kreatinin Serum BUN Urea Asam Urat KADAR GULA DARAH 0.85-1.4-7 mg/dl .9 8 18 5.69 135-155 mmol/L 3.06 U/L NILAI NORMAL Fosfor FAAL GINJAL 1.PEMERIKSAAN PENUNJANG Pemeriksaan Laboratorium (11 september 2012) JENIS PERIKSA ELEKTROLIT ISE Natrium Kalium Chlorida Calsium Magnesium 135.3 4.01 0.7 1.73-1.3 mg/dl 6-20 mg/dl 10-50 mg/dl 3.15-2.5 0.

Diagnosis Ca Penis stadium III + Abses Scrotum .

perawatan. perjalanan penyakit.Terapi suportif Terapi cairan : infus RL : D5 = 2: 1/ 24 jam B.  Planing Monitoring Observasi TTV  Planing Diagnostik Biopsi . Terapi medikamentosa Cefotaxim 3 x 1 Antrain 3 x 1  Planinng Edukasi Menjelaskan tentang penyakit yang diderita : penyebab.PENATALAKSANAAN  Paning Terapi A. dan komplikasi. prognosis.

Prognosis  Dubia ad malam .

S1S2 tunggal. extra systole (-). Ic tak nampak Ic tak teraba Redup ICS II-III PSL dextra.a/i/c/d : -/-/-/- FOLLOW UP Thorax: Cor : I P P Ic tak nampak Ic tak teraba Redup ICS II-III PSL dextra. gallop (-). reguler. Ic tak teraba Redup ICS IIIII PSL dextra. hingga ICS III-V MCL sinistra. murmur (-). S1S2 tunggal. Ic tak nampak Ic tak nampak Ic tak nampak Ic tak teraba Redup ICS IIIII PSL dextra. murmur (-). hingga ICS IIIV MCL sinistra. extra systole (-).a/i/c/d : -/-/-/. S1S2 tunggal.Kondisi Pasien Keluhan Tek. A S1S2 tunggal.3 36. reguler. extra systole (-).4 36. hingga ICS III-V MCL sinistra. extra systole (-). extra systole (-). . gallop (-). hingga ICS IIIV MCL sinistra. hingga ICS IIIV MCL sinistra. murmur (-). reguler. Ic tak teraba Redup ICS II-III PSL dextra. S1S2 tunggal. Darah Nadi RR Suhu tubuh Kepala/ leher 12 September 2012 13 September 2012 14 September 15 September 17 September 2012 2012 2012 nyeri pada skrotum (-) (-) Nyeri saat BAK Nyeri saat BAK + pusing 110/60 mmHg 100/60mmHg 110/70mmHg 100/60mmHg 110/70mmHg 66 72 78 64 78 18 18 20 18 20 36. gallop (-). reguler.5 36. murmur (-). gallop (-). murmur (-).9 36.4 a/i/c/d : -/-/-/a/i/c/d : -/-/-/a/i/c/d : -/-/-/. reguler. gallop (-).

retraksi (-). gerak (-). Fremitus raba N/N Fremitus raba N/N Fremitus raba N/N Fremitus raba N/N Fremitus raba N/N Sonor +/+ Sonor +/+ Sonor +/+ Sonor +/+ Sonor +/+ Vesikuler (+/+). rhonki wheezing (-/-). rhonki wheezing (-/-). retraksi (-). ketinggalan Simetris.Kondisi pasien Pulmo : I 12 September 2012 12 September 2012 12 September 2012 12 September 2012 12 September 2012 P P A Simetris. gerak (-). Vesikuler (+/+). (-/-) (-/-) (-/-) (-/-) rhonki (-/-) Datar BU (+) normal 15x/menit Timpani Soepel Akral hangat +/+ Oedem -/Suspect CA Penis + Abses Scrotum Infus RL : D5 = 2:1 / 24 jam Injeksi Cefotaxime 3 x 1 Injeksi Antrain 3 x 1 Rawat luka Diet bebas ncisi drainage abses Hasil : cairan serous mucous 250cc FOLLOW UP Abdomen I A P P Ekstremitas Diagnosis Datar BU (+) normal 13x/menit Timpani Soepel Akral hangat +/+ Oedem -/Suspect CA Penis + Abses Scrotum Infus RL : D5 = 2:1 / 24 jam Injeksi Cefotaxime 3 x 1 Injeksi Antrain 3 x 1 Rawat luka Diet bebas Datar BU (+) normal 20x/menit Timpani Soepel Akral hangat +/+ Oedem -/Suspect CA Penis + Abses Scrotum Infus RL : D5 = 2:1 / 24 jam Injeksi Cefotaxime 3 x 1 Injeksi Antrain 3 x 1 Rawat luka Diet bebas Datar BU (+) normal 11x/menit Timpani Soepel Akral hangat +/+ Oedem -/CA Penis + Abses Scrotum Infus RL : D5 = 2:1 / 24 jam Injeksi Cefotaxime 3 x 1 Injeksi Antrain 3 x 1 Rawat luka Diet bebas Datar BU (+) normal 20x/menit Timpani Soepel Akral hangat +/+ Oedem -/CA Penis + Abses Scrotum Infus RL : D5 = 2:1 / 24 jam Injeksi Cefotaxime 3 x 1 Injeksi Antrain 3 x1 Rawat luka Diet bebas Terapi . gerak (-). ketinggalan Simetris. ketinggalan Simetris. gerak (-). retraksi (-). rhonki wheezing (-/-). Vesikuler (+/+). ketinggalan Simetris. retraksi (-). wheezing (-/-). rhonki wheezing (-/-). ketinggalan gerak (-). Vesikuler (+/+). retraksi (-). Vesikuler (+/+).

Pemeriksaan Histopatologi .

TERIMA KASIH .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful