Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK X A-11

Pengertian
Heteropyasis adalah penyakit yang di sebabkan oleh termatoda usus yaitu heteropyes.

Penyebaran
Parasit ini tersebar di sekitar lembah Sungai Nil, Turki, Jepang, korea, taiwan, philipina, mesir, palestina, dan timur jauh RRC.

Hospes dan Habitatnya


Habitat parsait ini pada dinding usus halus manusia juga anjing, kucing dan mamalia pemakan ikan lainnya. Membutuhkan dua hospes perantara, yaitu hospes perantara I siput air tawar Pironella conica dan Cerithidea cingulata dan hospes perantara II jenis ikan Mungil cephalus, M. Japonicus, Tilapia nilotica Acanthogobius sp., Aphaniun fasciatus. Umur cacing dewasa 2 bulan.

Morfoligi dan Siklus hidup


Cacing dewasa panjangnya 2mm, lebarnya 0,30,4mm. Bagian anterior sempit dan bagian posterior membulat mempunyai genital sucker di lateral acetabulum. Telur berbentuk oval berwarna kuning terang dan mempunyai operkulum, ukuran 30x16 mikron. Hospes peranta 1, pirenella conica Dalam Hp 1, terjadi M S R1 R2 C Hp 2, mugil cephatus di mana cercaria berubah menjadi metacerkaria (MC) Manusia terinfeksi bila memakan ikan sebagai Hp2 yang mengandung MC yang tidak di masak dengan sempurna atau mentah.

Patologi dan gejala klinik


Penyakit yang di timbulkan disebut Heterophyasis. Karena cacing berhabitat di mukosa usus halus, maka gejala klinik dapat berupa kolik, diare, dan telur dapat masuk aliran limfa dan vena-vena kecil, dan dibawa aliran darah kejantung dan alat-alat lain hingga dapat menimbulkan kerusakan di tempat tersebut, seperti kerusakan katup jantung dan pendarahan otak, hingga memberi gejala sesuai dengan organ yang di hinggapinya.

Diagnosis
Diagnosis dapat di tegakkan dengan menentukan telur cacing dalam tinja penderita.

Pengobatan
Pengobatan dapat diberikan antara lain tetrachlus ethylen, piperazin, piraziguantel. Obat tetrachloroethylen yang dosis dan pemberiannya seperti pada pengobatan fasciolopsiasis merupakan obat yang di anjurkan dan cukup efektif.

Pengobatan
Selanjutnya niclosamid, ternyata juga efektif bahkan lebih baik dari tetrachloroethylen, dosis pada anak-anak 100-125 mg/kg berat badan. Antelmintik lainnya hexylresorcinol dapat di berikan seperti pada pengobatan fasciolopsiasis dengan dosis 75 mg/kg berat badan dalam 3 kali pemberian dengan waktu antara 4-6 jam, efek sampingan ringan dan juga merupakan obat pilihan.

Pencegahan
Mengurangi sumber infeksi dengan mengobati penderita serta memasak ikan dengan baik sebelum dimakan merupakan upaya-upaya pencegahan terhadap infeksi oleh parasit ini.

Pengertian
Taeniasis saginata adalah penyakit oleh cestoda usus yaitu Taenia saginata atau dinamakan beef tapeworn, cacing pita sapi sehingga disebut juga penyakit cacing pita sapi. Kosmopolit lebih banyak ditemukan daripada taenia solium. Cacing ini juga di temukan di Indonesia.

Hospes dan Habitat


Manusia sebagai hospes definitif tunggal. Cacing dewasa hidup di bagian atas jejunum. Cacing ini dapat bertahan hidup sampai 25 tahun. Dalam tubuh sapi ditemukan larva yang di sebut cysticercus bovis terdapat pada otot masseter, paha belakang, kelosa serta otot lainnya.

Morfologi dan Siklus Hidup


Cacing dewasa biasanya memiliki panjang 5 meter, akan tetapi pada keadaan yang sangat baik dapat berkembang sampai 25 meter atau lebih. Jumlah proglotid 1000-2000 buah pada satu saat. Scolex memiliki diameter 1,5-2 mm dengan 4 batil isap menyerupai mangkuk yang berdiameter 0,7-0,8 mm, tidak memiliki rostelum ataupun kait.

Gejala Klinik
Taeniasis sasinata umumnya tanpa gejala berarti, kadang-kadang mengeluh gangguan usus atau gejala obstruksi intestinal akut. Proglotid dapat menyumbat appedix menimbulkan appendisitis, diare, berat bdan menurun.

Diagnosis
Dengan menemukan telur ini di dalam tinja hanya dapat membuat diagnosis genus karena morfologi telur Taeniasis Saginata sama dengan telur Taeniasis Solium. Sedangkan menemukan proglotid hidup yang keluar dari anus secara aktif dapat dipakai untuk menegakkan diagnosis setelah terlebih dulu di identifikasi di bawah mikroskop.

Pengobatan
Obat yang cukup baik bagi penyakit ini yaitu niclosamide atau quinakrin HCL dengan dosis yang sama dengan D. Latum. Obat ini disertai dengan pemberian praziquantel dengan dosis 10 mg/kg berat badan. Obat lainnya bithionol diberikan peroral 40-60 mg/kg berat badan. Mebendazol, dengan dosis 300 mg pemberian dua kali perhari selama 3 hari.

Pencegahan
Menghindari tertularnya manusia oleh cacing ini, dengan cara memakan daging sapi yang terlebih dulu telah dimasak di atas suhu 560C. Adapun resistenasi larva, terhadap pendinginan sampai -100C, dapat bertahan sampai 5 hari, sedangkan dengan mengasin dalam larutan garam 25%, dapat bertahan selama 5 hari.

NAMA KELOMPOK
1.
2.

HENDRY IGOR SOUHOKA (11-901-002)


I PUTU ADI SUPARSA (11-901-010)

3.
4. 5.

SYAMSUL BAHRI (11-901-017)


Edi hardianto(11-901-042) MUHAMMAD RAFLY (11-901-370)

TERIMA KASIH