Anda di halaman 1dari 13

Munculnya inovasi dilalatarbelakangi oleh tantangan untuk menjawab masalah-masalah dalam pendidikan termasuk keresahan pihak-pihak tertentu dalam

bidang pendidikan. Berkembangnya ilmu modern yang menghendaki dasar-dasar pendididkan yang kokoh dan penguasaan kemampuan secara terusmenerus

Kurikulum sendiri memiliki pengertian sebagaimana dalam UU SPN No 20 Tahun 2003 pada bab I pasal I (Muhammad. Joko,2007:82) yaitu seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Inovasi adalah suatu perubahan baru menuju ke arah perbaikan yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya. Inovasi kurikulum adalah suatu gagasan atau praktek kurikulum baru dengan mengadopsi bagian-bagian yang potensial dari kurikulum tersebut dengan tujuan untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu.

Kurikulum 1975 Ciri-ciri khusus Kurikulum 1975 sebagai berikut :

Menganut pendekatan yang berorientasi pada tujuan. Setiap guru harus mengetahui dengan

jelas tujuan yang harus dicapai oleh setiap murid di dalam menyusun rencana kegiatan belajar mengajar dan membimbing murid untuk melaksanakan rencana tersebut. Menganut pendekatan yang integratif, dalam arti setiap pelajaran dan tujuan yang lebih akhir. Pendidikan Moral Pancasila dalam hal ini bukan hanya dibebankan kepada bidang pelajaran PMP dalam pencapaiannya, melainkan juga kepada bidang pelajaran ilmu pengetahuan social (sejarah, geografi, ekonomi) dan pendidikan agama. Kurikulum ini menekankan pada efisiensi dan efektivitas penggunaan dana, daya dan waktu yang tersedia. Mengharuskan guru untuk menggunakan teknik penyusunan program pengajaran yang dikenal dengan Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional (PPSI).

Organisasi pelajaran meliputi bidang-bidang studi : agama, bahasa,

matematika, ilmu pengetahuan social, kesenian, olah raga dan kesehatan, keterampilan, di samping Pendidikan Moral Pancasila, yang tujuannya untuk mencapai sinkronisasi dan integrasi pelajaran-pelajaran yang sekelompok. Pendekatan dalam strategi pembelajaran memandang situasi belajar mengajar sebagai suatu system yang meliputi komponen-komponen tujuan pembelajaran, bahan pembelajaran, alat pembelajaran, alat evaluasi, dan metode pembelajaran. Sistem evaluasi, dilakukan penilaian murid-murid pada setiap akhir satuan pembelajaran terkecil dan memperhitungkan nilai-nilai yang dicapai murid pada setiap akhir satuan pembelajaran.

Kurikulum

1984

Landasan Pengembangan Kegiatan Kurikuler

Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar


Sistem Penilaian
Kurikulum 1994

Ciri yang membedakan Kurikulum 1994 dengan kurikulum sebelumnya, ada pada pelaksanaan tentang pendidikan dasar sembilan tahun, memberlakukan kurikulum muatan lokal serta penyempurnaan tiga kemampuan dasar; membaca, menulis dan menghitung yang fungsional. Atau disebut dengan Calistung.

Kurikulum 2004 (KBK) Tiga landasan teoritis yang mendasari Kurikulum Berbasis Kompetensi, diantaranya :

Adanya pergeseran dari pembelajaran kelompok ke arah pembelajaran individu. Pengembangan konsep belajar tuntas (mastery learning) atau belajar untuk menguasai (learning for

mempelajari semua bahan yang diberikan dengan hasil yang baik. Pendefinisian kembali terhadap bakat. Setiap peserta didik dapat mencapai tujuan pembelajaran secara optimal jika diberikan waktu yang cukup.

mastery) merupakan suatu falsafah pembelajaran yang tepat, sehingga semua peserta didik dapat

Kurikulum 2006 (KTSP) Acuan Operasional Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan KTSP disusun dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta

didik. Keragaman potensi dan karakteristik daerah dan lingkungan. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional. Tuntutan dunia kerja. Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

Agama. Dinamika perkembangan global. Persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Kondisi sosial budaya masyarakat setempat. Kesetaraan Gender. Karakteristik satuan pendidikan.

Kurikulum Berbasis Masyarakat


Memperkenalkan siswa terhadap lingkungannya, ikut melestarikan budaya termasuk

kerajinan, keterampilan yang nilai ekonominya tinggi di daerah tersebut. Membekali siswa kemampuan dan keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup mereka di masyarakat, seandainya mereka tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Membekali siswa agar bisa hidup mandiri, serta dapat membantu orang tua dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Kurikulum Terpadu Kurikulum terpadu merupakan kurikulum yang menekankan pada cara menyampaikan pelajaran yang bermakna dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Melalui pembelajaran terpadu diharapkan para siswa memperoleh pengetahuan secara menyeluruh dengan cara mengaitkan satu pelajaran dengan pelajaran lain.

Pembaharuan pertama kali dilakukan pada tahun 1947. Pembaharuan tersebut dilakukan untuk mengganti seluruh sistem pendidikan kolonial Belanda yang sebelumnya telah dicanangkan di Indonesia. Pembaharuan yang kedua terjadi dengan keluarnya rencana pendidikan 1964. Pembaharuan kurikulum ini didasarkan pada usaha untuk mengejar ketertinggalan pendidikan di Indonesia di bidang ilmu alam (science) dan matematika. Pembaharuan yang ketiga terjadi karena dikeluarkannya kurikulum 1968. Pembaharuan ini terjadi bersamaan dengan beralihnya sistem pemerintahan dari orde lama ke orde baru. Keadaan tersebut menuntut adanya pembaharuan dalam segala aspek kehidupan yang salah satunya adalah pendidikan.

Kurikulum 1984 manggantikan kurikulum 1975 yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan kerja industri pada masa itu. Kurikulum 1994 berisi tentang kewenangan pengembangan yang seluruhnya berada ditangan pusat dan daerah sehingga sekolah tidak begitu terlibat. Kurikulum 2004 (KBK) ditetapkan dalam UU atau Peraturan Pemerintah. Kurikulum 2006 (KTSP) kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan merupakan kurikulum yang di sempurnakan dari kurikulum 2004 (KBK).

Kurikulum berbasis masyarakat yang bahan dan objek kajiannya kebijakan dan ketetapan yang dilakukan di daerah, disesuaikan dengan kondisi lingkungan alam, sosial, ekonomi, budaya dan disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang perlu dipelajari oleh siswa di daerah tersebut Kurikulum Terpadu, kurikulum yang menekankan pada cara menyampaikan pelajaran yang bermakna dengan melibatkan siswa dalam proses pembelajaran.

Wassalaamualaikum wr. Wb.