Anda di halaman 1dari 15

PENDAHULUAN

Ganesa bahan galian secara umum


Secara umum genesa bahan galian mencakup aspekaspek keterdapatan, proses pembentukan, komposisi, model (bentuk, ukuran, dimensi), kedudukan, dan faktor-faktor pengendali pengendapan bahan galian (geologic controls).

Tujuan mempelajari ganesa bahan galian


Tujuan utama mempelajari genesa suatu endapan bahan galian adalah sebagai pegangan dalam menemukan dan mencari endapan-endapan baru, mengungkapkan sifat-sifat fisik dan kimia endapan bahan galian, membantu dalam penentuan (penyusunan) model eksplorasi yang akan diterapkan, serta membantu dalam penentuan metoda penambangan dan pengolahan bahan galian tersebut.

Pembagian endapan secara garis besar


Endapan-endapan mineral yang muncul sesuai dengan bentuk asalnya disebut dengan endapan primer (hypogen). Jika mineral-mineral primer telah terubah melalui pelapukan atau proses-proses luar (superficial processes) disebut dengan endapan sekunder (supergen).

Pembagian endapan sulfida massive


Secara geokimia, endapan metal atau endapan sulfida massive dapat dibagi dalam lima kelompok, yaitu : Tipe Siprus ( Tipe Black Ore ) Tipe Lokken ( Tipe Black Ore ) Tipe Noranda ( Ocean basin/cekungan samudera ) Tipe Yoma ( Continental Margin ) Tipe Kuroko ( Acied Island Arc )

PENGERTIAN KUROKO
Pengertian endapan kuroko
Yang dimaksud dengan endapan Kuroko yaitu endapan yang berupa urutan pengendapan dari logam-logam sulfida dan sulfat. Proses pembentukannya yang erat dengan kegiatan vulkanisme bawah lautdan dipengaruhi oleh pengaruh aktivitas hidrothermal. Tipe ini di sertai alterasi mineral Zeolith sebagai penciri green tuff dari Jepang. Zona dekat kontak stockwork diperkaya oleh Mg Clorite dan serisit hasil alterasi dan silisifikasi.

Tipe endapan Kuroko


Tipe endapan ini merupakan tipe endapan post volkanik berupa endapan logam sulfida dan sulfate yang erat sekali hubungannya dengan suatu kegiatan volkanik bawah samudera. Misalnya, endapan Tipe Kuroko yang berumur Miosen (Green Tuff) yang di temukan di daerah Honshu dan Hokkaido dan Endapan Mineral tipe kuroko pada batuan Fanerozoik.

Genetika endapan Kuroko


Genetik endapannya berhubungan dengan vulkanik bawah laut (submarine vulkanisme) dan hydrothermal dimana batuan penyusunnya berupa batuan yang bersifat andesitik hingga basaltic. Dan urutan-urutan pembentukan mineralnya sangat teratur yang terbagi dalam beberapa zona pengendapan. Pembentukan endapan tipe Kuroko berhubungan dengan proses rifting pada back arc yang dapat menghasilkan sulfida massive Tipe endapan Kuroko dicirikan oleh mineral polimetalik yang mengandung Cu Pb Zn yang terbentuk pada gunung api bawah laut yang bersifat asam berumur Miosen dalam seri batuan Green Tuff di daerah Jepang.

Zona-zona endapan Kuroko


Suatu endapan Type Kuroko yang terbentuk akan memperlihatkan adanya urutan urutan perlapisan yang sistematis, sebagai berikut : Zona V : barisan Hematite-Kuarsa Zona IV: lapisan Apatit Barite Zona III : lapisan massive Sphalerite Galena - Barite (bijih hitam) disertai dengan Tetrahedrite, Pyrite, Calcopyrite, Tentatite, dan Bornit. Zona II : lapisan massive Pyrit - Calcopyrit dan Gypsum. Zona I : desiminasi tubuh/stockwork Pyrit Calcopyrit - Stok Kwarsa

B.UKURAN BIJIH KUROKO


Ukuran tubuh-tubuh bijih endapan berkisar dari nodul-nodul kecil hingga massa-massa irregular dengan panjang mencapai 800 meter, lebar 300 meter, dan tebal 100 meter. Sebagian berbentuk lensa-lensa yang flat. Bijih endapan tipe kuroko umumnya berbutir halus. Umumnya memperlihatkan tekstur framboidal, mengelompok secara konsentris (concentric banding), nodul-nodul, dan struktur colloform.

Ukuran tubuh bijih endapan kuroko, walaupun bervariasi, umumnya kecil. Tubuh bijih berbentuk lonceng yang bernilai ekonomis hanya mencapai ukuran 300 x 100 x 50 m3. Tonage individu tubuh bijih bervariasi dari beberapa ribu ton hingga lebih dari 1 x 106 ton. Kadarnya juga bervariasi, tetapi kisarannya umumnya sebagai berikut: Cu 0.5-2%; Pb 0.5-2%; Zn 2-10%; Au 0.5-6 g/t; Ag 20-1000 g/t; BaSO4 20-50%.

C. KARAKTERISTIK ENDAPAN KUROKO


Kejadian , bermula daripada bentuk tubuh berupa pipa yang mengalami mineralisasi karena pengaruh aktivitas vulkanik (volcanogenic origin). Kemudian di ikuti aktivitas hidrotermal dengan urutan kejadian antara lain. Siklus Pengendapan diawali oleh ekstrusi berupa masif berbentuk bataunbereksi desitik yang agak berlapis ( poorly bedded dacitic breccias ) yangberumur Miosen Pliosen.

- Karena kandungan gasnya yang makin lama makin bertambah, makaakhirnya terjadi peledakan (eksplosif) dan menghasilkan endapan pumiceyang sangat banyak. - Kontak antara gas yang dikeluarkan dengan air laut dan batuan sedimenyang ikut tercampur menyebabkan terjadinya pelarutan.- Selanjutnya terjadi proses konsentrasi dan pelarutan daripada uap, gas danair laut. - Kemudian terjadi endapan disekitar lubang/vent daripada kepundan.- Karena pengaruh hidrotermal yang kemudian aktif maka terbentuklah endapan bijih.

Endapan yang terbentuk bisa berupa dissemnated veins dan irregulear spheroidalpods atau berupa massive lenticular bodes dengan memperlihatkan kenampakanperlipatan (Strata bound ) Urutan proses mineralisasinya diawali oleh pembentukan formasi gipsumyang mengalami proses ubahan silifikasi dan argilitisasi dicirikan olehadanya mineralisasi yang intensif Setelah itu terjadi proses mineralisasi sulfida komplekx (mixed sulphidemineralization) dan arhilitasasi yang intensif.

Selanjutnya terjadi aktivitas fumarola yang bersama an dengan prosespeledakan yang menghasilkan breksi pumice dan aglomerat. Endapan yang terbentuk merupkan hasil sublimasi dan terdapat disekelilinglubang/vent fumarola dan mengandung logam logam Fe, Cu, Pb dan Znyang terjadi pada temperatur rendah.- Bentuk struktur bijih bisa berupa : brecciated ore dan homogenouslaminated pyrite sphalerite dan scatteered barite Banding struktur dan collofrm (gel) terjadi di ruang terbuka (air udara).

Penyebaran endapan kearah sulfida Pb, Cu Zn berkonsentrasi kearah atas(top) daripada seluruh endapan, sedangkan endapan sulfida Cu menyebar kearah bawah (bottom). Mieneral kon velit terbentuk pada zona