Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 2 Charliandri S. Wahab (09040014) Jefri Arisandi (09040118) M.

Sarfian Noor (09040083) Endah Fitriyastuti (2010-024) Kristiria (2010-046) Pretty Mulya U (2010-035) Alvina Prastika (2010-010)

Enzim adalah polimer biologis yang mengkatalisis reaksi kimia yang memungkinkan berlangsungnya kehidupan kerja enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pH, suhu, konsentrasi enzim, konsentrasi substrat.

Kenaikan suhu akan meningkatkan kecepatan reaksi yang dikatalisis enzim, namun kenyataannya hanya berlaku dalam kisaran suhu yang terbatas.

Karena enzim merupakan protein, maka kenaikan suhu dapat menyebabkan proses denaturasi. Pada umumnya suhu sebelum terjadinya proses denaturasi dapat menaikkan kecepatan reaksi

Enzim pada hewan mempunyai suhu optimum 400 500 C Enzim pada tumbuhan mempunyai suhu optimum 500 600 C

Alat : 1. Bejana Erlenmeyer 2. Pipet volumetric 1ml 3. Tabung reaksi 10 buah 4. stopwatch

Reagensia : 1. Larutan enzim E (saliva) 2. Larutan NaCl 0,9% 3. Larutan dapar pH 6,5 4. Larutan substrat S 5. Hot plate 6. Larutan KI-KIO3 7. Larutan HCl 0,05 N

Siapkan 10 tabung reaksi bersih Beri masing-masing tanda 0, 5, 10, 15, 20

Siapkan erlenmeyer dan pipet volumetric


Ambil 15ml dapar + 3ml larutan S + 6ml NaCl Goyang erlenmeyer agar isi tercampur rata Masukkan ke dalam lemari es (pintu kulkas)

Isi masing-masing tabung reaksi dengan 10ml HCl 0,05 N

Pipet 1ml larutan dalam erlenmeyer Masukkan ke dalam tabung reaksi bertanda 0

Pipet 1ml enzim E + dalam erlenmeyer


Goyang erlenmeyer agar isi tercampur rata

Ambil 1ml larutan dalam labu erlenmeyer


Masukkan dalam tabung reaksi tanda 5 tepat pada menit ke-5 Lakukan kembali prosedur untuk menit ke 10, 15, 20

Tambahkan 1ml larutan KI-KIO3 Campur merata dengan membalik-balikkan tabung Diamkan kira-kira 5 menit Saring subtrat dan bacalah absorbance Dari nilai absorbance hitung % substrat yang dicerna

enzim saliva

larutan dapar

larutan substrat amilum

larutan NaCl 0,9 %

Lar. induk

lar. Induk dng enzim

Lar. induk

10

15

20 + 2 ml KI-KIO3

10

15

20 0

10

15

20

Tiap tabung diisi 5 ml HCl 0,05 N

Catat nilai transmisi yg terlihat

Pada Lemari Es
Waktu Transmisi Absorbance % substrat dicerna % substrat tidak dicerna

0 5 10 15

85 90 90 90

0,0706 0,0458 0,0458 0,0458

0% 35,13% 35,13% 35,13%

100% 64,87% 64,87% 64,87%

20

90

0,0458

35,13%

64,87%

Kelompok 7
0% -20% -40% Axis Title -60% -80% -100% -120%

-140%
Kelompok 7

0' 0%

5' -75.24%

10' -120.79%

15' -120.79%

20' -75.24%

Pada kelompok 2 terlihat enzim tetap bekerja tetapi sangat lambat. Hal ini disebabkan oleh suhu yang rendah. Seperti yang telah dinyatakan bahwa suhu rendah dapat menghambat kerja enzim

Pada kelompok 7, terlihat adanya perbedaan. Terlihat bahwa substrat yang dicerna semakin sedikit. Tetapi pada menit ke-15 terjadi peningkatan substrat yang dicerna.

Perbedaan ini mungkin disebabkan dari : - kesalahan dari praktikan - pengambilan larutan enzim dalam erlenmeyer tidak konstan

Kelompok

10

15

20

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

50,67 35,13 47,04 33,33 -372,06 -6,21 -75,24 33,33 17,10 31,14

-20,63 35,13 47,04 -34,09 -124,13 -6,21 -120,79 -34,09 0 -97,26

20,63 35,13 9,69 -34,09 97,36 -4,11 -120,79 -34,09 17,10 -175,19

-60.63 35,13 -59,88 -68,94 -801,59 -3,06 -75,24 -68,94 34,10 -504,15

Suhu mempengaruhi kerja enzim. Seperti yang telah dinyatakan bahwa pada suhu rendah reaksi kimia berlangsung lambat.

Pada kelompok kami terlihat pada menit ke- 5 sampai 20 tidak ada substrat yang tercerna. Maka disimpulkan pada suhu tersebut kerja enzim terhambat.

Enzim sangat peka terhadap suhu, bila terlalu tinggi maka enzim akan terdenaturasi sedangkan bila terlalu rendah dapat menghambat kerja enzim.