Anda di halaman 1dari 29

Partikel ()

Anggota Kelompok : Adhimukti Dwinaya Aprilliana Dwi Putri M.Septian Alamsyah Katisya Abrina M. Elysa Intan Kristianti

^__^

Definisi Partikel
(partikel) adalah jenis kata yang tidak mengalami perubahaan, dan
tidak bisa berdiri sendiri yang memiliki fungsi membantu,dan menentukan; arti, hubungan, penekanan, pertanyaan, keraguan dan lainnya dalam suatu kalimat bahasa Jepang baik dalam ragam lisan maupun tulisan.

Partikel Jepang ditulis dalam hiragana dalam bahasa Jepang modern, meskipun beberapa dari mereka memiliki bentuk kanji. Mereka mengikuti aturan yang sama transkripsi fonetis sebagai semua kata Jepang, dengan pengecualian masing-masing; e, wa fonetik dan o, tertulis (ha), (he) dan (o). Dicatat bahwa beberapa pembicara mengucapkan partikel terakhir sebagai wo. Pengecualian ini adalah peninggalan dari penggunaan kana sejarah.

Jenis dan Fungsi Partikel


Berdasarkan jenisnya partikel dalam bahasa Jepang dibagi menjadi empat macam sebagai berikut : 1. Kakujoshi Partikel yang termasuk dalam kakujoshi pada umumnya dipakai setelah nomina untuk menunjukan hubungan antara nomina tersebut dengan kata lainnya. 2. Setsuzokujoshi Partikel yang termasuk setsuzokujoshi dipakai setelah kata kerja, kata sifat i, kata sifat na atau setelah kata kerja bantu untuk melanjutkan kata-kata yang ada sebelumnya terhadap kata-kata yang ada pada bagian berikutnya. 3. Fukujoshi Partikel yang termasuk dalam fukujoshi dipakai setelah berbagai macam kata. Seperti kelas kata fukushi (kata keterangan), fukujoshi berkaitan erat dengan bagian kata berikutnya. 4. Shuujoshi Partikel yang termasuk shuujoshi pada umumnya dipakai setelah berbagai macam kata pada bagian akhir kalimat untuk menyatakan suatu pertanyaan, larangan, seruan, rasa haru dan sebagainya.

Partikel ()
Partikel
Wa () Ni ()

No () Mo () Ga () Ya () & to () De () O ()

Wa ()
Wa () adalah partikel penanda topik. Ditulis dengan hiragana ha (), daripada wa (). 1. Partikel wa digunakan sebagai penanda subjek, terletak setelah subjek. Watashi wa gakusei desu. Saya siswa. 2. Sebagai penanda suatu topik dalam kalimat negatif. Ano hito wa ikimasen yo. Orang itu tidak pergi loh.

Lanjutan
3. Menekankan adanya kontradiksi antara dua topik. Hiru wa atsukute, yoru wa samui desu. Siang panas sedangkan malam dingin.

4. Sebagai partikel penegas dalam sebuah ungkapan atau idiom.


Ano hito wa gakusei dewa arimasen. (tidak menggunakan hiragana )

Orang itu bukan siswa.


Koko ni wa tabako o sutte wa ikemasen. (pola ~ te wa ikemasen artinya 'tidak boleh')

Di sini tidak boleh merokok.

Ni ()
Partikel ni termasuk ke dalam kelas Kakujoshi. Kakujoshi biasanya dipakai setelah taigen [meishi = nomina] untuk menyatakan hubungan satu bunsetsu dengan bunsetsu lainnya. Partikel ni dipakai untuk menyatakan hubungan nomina yang ada sebelumnya dengan predikat pada kalimat itu. Fungsi : 1 2 3 4

-1
Untuk menyatakan tempat beradanya seseorang, binatang atau benda-benda lainnya.
Gakkou no mae ni koen ga aru. Di depan sekolah ada taman umum. Kare wa ima demo engekikai ni kunrin shite imasu. Bahkan sekarang pun ia masih mendominasi dunia pertunjukan.

-2
Dapat dipakai setelah kata-kata yang menyatakan waktu [jam, hari, tanggal, bulan, tahun]. Hal ini untuk menunjukkan bahwa pada saat yang disebutkan, telah atau sedang dilakukannya suatu aktivitas/kejadian tertentu.

Anata wa nangatsu nannichi ni umaremashita ka? Tanggal berapa anda lahir? Juu ichi-ji ni terebi o mimasu. Saya nonton TV jam sebelas malam.

-3
Partikel ni memiliki fungsi yang sama dengan partikel e yang menyatakan tempat tujuan [kalimat pertama], tempat pulangnya kembali [kalimat kedua] atau tempat kedatangan [kalimat ketiga]. Heya ni hairu. Masuk ke kamar. Daidokoro ni modotte kita. Datang kembali ke dapur.

Roku-ji ni uchi e dete, shichi-ji ni kaisha ni tsukimashita. Pergi ke luar rumah jam enam dan pulang kembali dari kantor jam tujuh.

-4
Partikel ni dipakai untuk menunjukkan sepasang manusia atau benda yang biasanya disebut bersama-sama. Dalam Bahasa Indonesia dapat diartikan 'dan'. Romeo ni Jurietto. Romeo dan Juliette. Fuji-san ni geisha. Gunung Fuji dan geisha. *ungkapan usang mengenai Jepang*

No ()
Partikel no termasuk ke dalam kelas Kakujoshi. 1. Partikel no dapat dipakai untuk menggabungkan dua buah nomina. Nomina yang ada sebelum partikel no menjadi kata keterangan bagi nomina yang ada setelah partikel no. Tsukue no ue ni kaban ga aru. [Di atas meja ada tas.] Heya no naka ni dare ga imasu ka? [Di dalam ruangan ada siapa?]

Eki no chikaku ni depaato ga arimasu. [Di dekat stasiun ada department store.]

Lanjutan
Partikel no dapat dipakai untuk menyatakan benda atau barang yang dimiliki.
Kono kamera wa Amir-san no desu. [Kamera ini milik Amir-san.] Kore wa anata no desu ka? [Apakah ini milik anda?]

Mo ()
Partikel "mo" artinya "juga" dan digunakan sebagai penanda subjek (sama fungsinya dengan partikel wa). Oleh karena mempunyai fungsi yang sama maka apabila mo digunakan, partikel wa harus dihilangkan. Juga

Watashi wa daigakusei desu. Saya mahasiswa.


Tino san mo daigakusei desu. Tino juga mahasiswa.

Lanjutan
Ano hito wa nihon-jin ja arimasen. Orang itu bukan orang Jepang. Watashi mo nihon-jin ja arimasen. Saya juga bukan orang Indonesia.

Baik ~, maupun ~ Dita san mo Brian san mo daigakusei desu. Baik Dita maupun Brian adalah mahasiswa. Kyoo mo ashita mo yasumi desu. Baik hari ini maupun besok libur.

Ga ()
Berikut ini beberapa makna dan penggunaan partikel 'ga' dalam kalimat bahasa jepang. 1. Mengikuti kata tanya yang berposisi sebagai topik kalimat. Dare ga wakaranain desu ka. Siapa yang tidak mengerti?

Lanjutan
2. Partikel 'ga' selalu digunakan untuk menyatakan keberadaan atau kepunyaan yang diikuti 'iru (imasu)' dan 'aru (arimasu)'.
Okane ga arimasu ka. Apakah kamu punya uang? Kyoushitsu no naka ni gakusei ga iru. Di dalam kelas ada siswa.

Lanjutan
3. Diikuti kata kerja intransitif Hora, sensei ga kimasu yo. Hey, dosennya datang tuh! Tamura san, okoe ga kikoemasen kara, motto ookii koe de kudasaimasen ka. Mr. Tamura, suara Anda tidak kedengaran, bisa suaranya lebih keras!?

Lanjutan
4. Diikuti kata kerja yang menyatakan keinginan Atsui desu ne, juusu ga nomitai n da. Duh, panasnya! ingin minum jus, aku!

5. Sebagai penegas atribut predikatif (hal yang menerangkan sebagai predikat penjelas).
Ano hito wa kami ga nagai Orang itu rambutnya panjang. Yanto san wa nihongo ga jouzu desu. Yanto bahasa jepangnya pandai.

Ya () & to ()
Partikel ya dan to memiliki arti yang mirip, yaitu sama dengan kata sambung dan dalam bahasa Indonesia. Fungsinya adalah menyatakan sejumlah benda secara bersamaan. Meskipun demikian, terdapat suatu perbedaan. Partikel to digunakan untuk menyatakan himpunan lengkap. Sedangkan partikel ya dipakai untuk menyatakan himpunan sebagian.

Watashi to Taro wa tomodachi desu. Saya dan Taro adalah teman .

Dalam contoh di atas, subyek dibatasi pada saya dan Taro. Dengan kata lain, hanya saya dan Taro yang menjadi pokok pembicaraan di sini.

Sedangkan penggunaan partikel ya agak sedikit berbeda:

Shiki ya Arihiko ga KAFETERIA ni iru Shiki dan Arihiko berada di kafetaria Dalam penggunaan di atas, terlihat bahwa Shiki dan Arihiko samasama berada di kafetaria. Meskipun demikian, tidak hanya mereka berdua saja yang ada di kafetaria melainkan juga terdapat orangorang lain.
Dapat dikatakan bahwa partikel to mewakili complete list. Sedangkan partikel ya menyatakan incomplete list.

De ()

O ()

!!

Anda mungkin juga menyukai