Anda di halaman 1dari 19

Analisis Kebangkrutan

Analisis kebangkrutan adalah analisis untuk memperoleh tanda-tanda awal tentang kebangkrutan. Kegagalan atau kesulitan keuangan (failure) dan kebangkrutan (bancrupcity) merupakan istilah untuk perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan. Berdasarkan UU No,4 thn 1998 mengartikan kebangkrutan sebagai suatu situasi yang dinyatakan pailit oleh keputusan pengadilan

Pengertian kegagalan keuangan (Blum, 1974) merupakan ketidakmampuan perusahaan untuk membayar kewajibannya pada saat jatuh tempo yang menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan atau menyebabkan terjadinya perjanjian khusus dengan kreditor untuk mengurangi atau menghapus utangnya.

Manfaat analisis Kebangkrutan

Bagi Kreditor: untuk mengambil keputusan siapa yang akan diberi pinjaman dan kemudian bermanfaat untuk kebijakan memonitor pinjaman yang ada. Investor saham atau obligasi: untuk melihat adanya kemungkinan bangkrut atau tidaknya perusahaan yang menjual surat berharga tersebut sehingga seawal mungkin dapat mengantisipasi kemungkinan tersebut

Manfaat analisis Kebangkrutan

Pihak pemerintah: untuk mengawasi jalannya usaha yang berada dibawah pengawasan pemerintah dan sedini mungkin mengantisipasi kemungkinan bangkrut usaha tersebut Akuntan: menilai kemampuan going concern suatu perusahaan dan menjelaskan subsequent event yang mungkin muncul setelah hasil audit. Manajemen: melakukan langkah-langkah untuk menghindari kebangkrutan a.l merger, restrukturisasi keuangan sehingga biaya kebangkrutan (spt biaya akuntan dan biaya penasihat hukum) bisa dihindari.

Penyebab Kebangkrutan

Faktor internal: Adanya manajemen yang tidak baik, tidak efisien Tidak seimbangnya antara jumlah modal perusahaan dengan jumlah utang-piutangny Sumberdaya secara keseluruhan tidak memadai

Faktor eksternal: Umum : faktor politik, ekonomi, sosial dan budaya serta tingkat campur tangan pemerintah perusahaan berada Khusus: antara lain faktor pelanggan, pemasok dan faktor pesaing

Sumber informasi analisis kebangkrutan


1.

Aliran kas saat ini dan aliran kas untuk masa mendatang. Analisis terhadap aliran kas sekarang dan masa yang akan datang dapat digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan menghasilkan pendapatan dan kas serta mengukur beban dan tingkat kesulitan perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjangnya. Sumber informasi ini perlu didukung oileh informasi lain spt strategi perusahaan, tingkat persaingan yang dihadapi perusahaan, struktur biaya relatif terhadap pesaing, kualitas manajemen, kemampuan manajemen mengendalikan biaya dlsj.

Sumber informasi analisis kebangkrutan


2.

Laporan keuangan Perusahaan


Analisis kebangkruan dgn menggunakan laporan keuangan perusahaan dapat dilakukan dgn menggunakan analisis univariate dan multivariate Bagi perusahaan yang listing pasar modal, sumber informasi lain yang cukup akurat adalah rating

Prediksi kebangkrutan: Analisis Univariate

Pendekatan tunggal (univariate) bisa dipakai untuk memprediksi kesulitan keuangan dengan asumsi bahwa distribusi keuangan untuk perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan berbeda dengan distribusi variabel keuangan untuk perusahaan yang tidak mengalami kesulitan keuangan

Prediksi kebangkrutan: Analisis Univariate

Ada 4 variabel yang menunjukkan perbedaan antara prusahaan yang bangkrut dengan tidak bangkrut: Tingkat rate of return, penggunaan hutang, perlindungan terhadap biaya tetap, fluktuasi return saham.

Prediksi kebangkrutan: Analisis Univariate

Tingkat rate of return: Perusahaan bangkrut cenderung mempunyai tingkat return yang lebih rendah dibanding return perusahaan sejenis yang tidak bangkrut Penggunaan hutang: Perusahaan yang bangkrut cenderung menggunakan hutang yang lebih tinggi Perlindungan terhadap biaya tetap (fixed payment coverage): Perusahaan yang bangkrut cenderung mempunyai perlindungan terhadap biaya tetap yang lebih kecil Fluktuasi return saham: Perusahaan yang bangkrut cenderung mempunyai rata-rata return yang lebih rendah dan mempunyai fluktuasi return saham yang lebih tinggi

Prediksi kebangkrutan: Analisis Multivariate

Analisis univariate memiliki kelemahan adanya konflik antara variabel-variabel yang dijadikan prediksi. Untuk mengatasi masalah itu model multivariate perlu dikembangkan Altman (1968, 1983) menemukan bahwa ada kesamaan rasio keuangan yang bisa dipakai untuk prediksi kebangkrutan (Z-score)

Prediksi kebangkrutan: Analisis Multivariate


Prediksi kebangkrutan dinyatakan dengan persamaan Zi =1,2 X1 +1,4 X2 + 3,3 X3 + 0,6 X4 + 1,0 X5 X1 = (aktiva lancar-hutang lancar) / Total aktiva X2 = laba ditahan / total aset X3 = Laba sebelum bunga dan pajak / total aset X4 = Nilai pasar saham biasa dan preferen / nilai buku total hutang X5 = Penjualan / Total aset nilai Zi Perusahaan Z-score < 1,2, kemungkinan bangkrut tinggi nilai Zi Perusahaan Z-score > 2,90, kemungkinan bangkrut rendah Nilai Zi Perusahaan 1,2 =< Z-score =< 2,9 berada dalam kondisi yang ambigu/abu-abu (meragukan) kemungkinan bangkrutnya.

Prediksi kebangkrutan: Analisis Multivariate


Untuk perusahaan yang tidak go public (tidak ada nilai pasar), prediksi kebangkrutan dinyatakan dengan persamaan Zi =0,717 X1 +0,847 X2 + 3,107 X3 + 0,42 X4 + 0,998 X5 X1 = (aktiva lancar-hutang lancar) / Total aktiva X2 = laba ditahan / total aset X3 = Laba sebelum bunga dan pajak / total aset X4 = Ekuitas / nilai buku total hutang X5 = Penjualan / Total aset nilai Zi Perusahaan Z-score < 1,2, kemungkinan bangkrut tinggi nilai Zi Perusahaan Z-score > 2,90, kemungkinan bangkrut rendah Nilai Zi Perusahaan 1,2 =< Z-score =< 2,9 berada dalam kondisi yang meragukan kemungkinan bangkrutnya (rawan bangkrut).

Alternatif Perbaikan Kesulitan Keuangan

1.

Ada 2 alternatif pemecahan: yaitu secara informal dan formal. Pemecahan masalah secara informal dilakukan jika masalah belum begitu parah (masalah perusahaan hanya bersifat sementara, sedang prospek masa depan masih bagus).

Melakukan perpanjangan (ekstension): memperpanjang masa jatuh tempo hutang-hutang Melakukan Komposisi (composition): mengurangi besarnya tagihan, misal klaim hutang diturunkan menjadi 70%

Alternatif Perbaikan Kesulitan Keuangan


2.

Pemecahan masalah secara formal dilakukan jika masalah sudah parah.

Melakukan reorganisasi: dengan merubah struktur modal skrg menjadi struktur modal yang layak. (dilakukan bila nilai perusahaan diteruskan > nilai perusahaan dilikuidasi. Melakukan likuidasi: dengan menjual aset-aset perusahaan. (dilakukan bila nilai perusahaan diteruskan < nilai perusahaan dilikuidasi.

Tugas

Lakukan analisis prediksi kebangkrutan terhadap laporan keuangan PT Mustika Ratu Tbk.