Anda di halaman 1dari 20

Pendekatan Diagnosis Anemia pada Anak

Pendahuluan
Anemia : masalah yg sering ditemukan pada anak baik di negara maju maupun berkembang. USA (1994) : 20 % pada anak < 18 tahun. Indonesia ( SKRT 1995 ): prevalensi anemia pada balita 40,5 %. Thn 2001 prevalensi anemia defisiensi besi pada balita : 48,1 %.

Anemia : berkurangnya volume sel darah merah, yg dapat dilihat dari menurunnya konsentrasi hemoglobin atau hematokrit dibawah nilai normal sesuai usia dan jemis kelamin. Klasifikasi Anemia : a. Proses fisiologi( produksi eritrosit yg tdk efektif, destruksi eritrosit meningkat dan perdarahan. b. Morfologi sel eritrosit ( mikrositik,

Sebagian besar anak dgn anemia asimptomatik. Anamnesa dan pemeriksaan fisik sangat diperlukan utk mengetahui etiologi anemia. Pemeriksaan yg wajib dilakukan : Hb,hematokrit, jumlah lekosit, platelet, retikulosit, hitung jenis, hapusan darah tepi dan indek eritrosit.

Anemia menurut kriteria WHO


Usia 6 bulan - < 5 tahun > 5 tahun - 14 tahun Laki dewasa Wanita dewasa Wanita dewasa ( hamil ) Hemoglobin ( g / dL ) < 11 < 12 < 13 < < 12 11

Nilai indek sel eritrosit berdasarkan usia


Age
1 to 3 days 2 weeks 1 month 2 months 6 months 6mths-2yrs

Hb ( g/dL)
18,5 16,6 13,0 11,2 12,6 12,5

Hematokri t
56 53 44 35 36 36

MCV
108 105 101 95 76 78

MCHC
33,0 31,4 31,8 31,8 35,0 33,0

Retikulosit
1,8 to 4,6

0,1 to 1,7

0,7 to 2,3

2 to 6 years
6 To 12 yrs

12,5
13,5

37
40

91
86

34
34

0,5 to 1,0
0,5 to 1,0

Klasifikasi Anemia
1. Proses fisiologis: a.produksi eritrosit tdk efektif krn gangguan maturasi eritrosit. b.destruksi eritrosit meningkat( hemolitik) c. Perdarahan. 2. Berdasarkan morfologi eritrosit: a. Anemia mikrositik ( MCV < 83 ) b. Anemia normositik( MCV 84-95 ) c. Anemia makrositik ( MCV > 95 )

Klasifikasi etiologi anemia berdasar proses fisiologis


A. Gangguan pembentukan eritrosit. 1.Kegagalan sumsum tulang a. Anemia aplastik : kongenital/didapat. b.Pure red cell aplasia: Sind.DiamondBlackfan ( kongenital ) c. Desakan sumsum tulang: keganasan,osteopetrosis,miolofibrosis 2. Kegagalan produksi eritropoietin.

a. Penyakit ginjal kronik b.hipotioidisme,hipopituitarisme c. Inflamasi kronik d. Malnutrisi protein 3.Gangguan maturasi sitoplasma sel eritrosit a. Defisiensi besi b. Thalasemia c. Anemia sideroblastik d. Keracunan logam 4.Gangguan maturasi inti sel eritrosit a.Defisiensi vitamin B 12 b.defisiensi asam folat

5.Anemia diseritropoetik primer ( tipe I,II,III,IV ) 6.Protoporporia eritropoeitik 7.Anemia sideroblastik refrakter. B. Proses hemolitik/ destruksi eritrosit. 1.Kelainan hemoglobin: mutasi struktural gangguan globin(thalasemia) 2.Kelainan membran eritrosit 3.Kelainan metabolisme eritrosit 4.Reaksi antibodi 5.Membran injury to the erytrocyte : sindrom hemolitik uremik, purpura trombositopenia trombotik C.Perdarahan 1. Perdarahan akut

Klasifikasi anemia berdasar ukuran eritrosit


A. Anemia mikrositik 1. Defisiensi besi 2. keracunan logam 3. sindroma Thalasemia 4. Anemia sideroblastik 5. Inflamasi kronik B. Anemia makrositik 1. Sumsum tulang megaloblastik a. Defisiensi vitamin B 12 b. Defisiensi asam folat c. Hereditary orotic aciduria d. Thiamine-responsive anemia.

2.Sumsum tulang non megaloblastik a. Anemia aplastik b. Sindroma Diamond Blackfan c.Hipotiroidisme d.penyakit hati e. Infiltrasi sumsum tulang f. Anemia diseritropoietik C.Anemia normositik 1. Anemia hemolitik kongenital a. Mutasi hemoglobin b. Defek ensim sel darah merah c. Gangguan membran sel darah merah 2. Anemia hemolitik didapat

a. Antibody- mediated b. Anemia hemolitik mikroangiiopati c. Sekunder akibat infeksi akut 3. perdarahan akut 4. splenic pooling 5.Penyakit ginjal kronik

Evaluasi anak dengan anemia


Anamnesis: 1. Onset Akut : anemia aplastik, leukemia akut, anemia hemolitik akut. Kronik: an.defisiensi nutrisi ( def Fe, B12 ,asam folat ), thalasemia, anemia krn infeksi ( malaria).

2.Usia Neonatus : perdarahan akut, isoimmunization( gol darah ABO atau rhesus ), infeksi TORCH 3- 6 bln : kel sintesis Hb ( Thalasemia ) 3. Jenis kelamin, ras, riwayat keluarga. Laki-laki : X linked sperti Def. G6PD. Anamnesa: riwayat anemia,kuning atau splenomegali dlm keluarga . ( Thalasemia ) 4. Makanan Jenis dan pola makanan, terutama sumber makanan yg mengandung zat besi,vit B12, asam folat atau vitamin E. Riwayat Pica, geophagia mengarah def besi.

5. Bahan pencetus ( obat, bahan kimia, radiasi ). Fenitoin sebabkan anemia megaloblastik. bensen dan organofosfat : anemia hemolitik, aplastik maupun leukemia. 6. Infeksi : infeksi virus : aplasia seldarah merah atau anemia hemolitik Diare berulang : anemia krn malabsorbsi asam folat atau vitamin B 12.

Pemeriksaan fisik
Penilaian pucat pada kulit sangat sulit,krn tergantung pada warna kulit, kadar Hb dan fluktuasi aliran darah ke kulit. Anemia lebih baik dideteksi dgn memeriksa : telapak tangan atau kaki konjungtiva mukosa mulut serta kuku.

Kelainan fisik sebagai petunjuk etiologi anemia : KULIT hiperpigmentasi an aplastik, thalasemia ptekiae,pupura SHU,aplasia sutul, infiltrasi sutul. jaundice an.hemolitik,hepatitis an. aplastik,thalasemia. WAJAH Facies Cooley def. Fe berat. MATA mikrokornea An Fanconi katarak Def G6 PD

MULUT

glositis An. def. Besi, def vit B 12 Stomatitis angularis def besi Atrofi papil lidah def besi hipertrofi ginggiva leukemia akut

TANGAN triphalangeal thumbs aplasia sel darah merah. hipoplasi otot thenar An Fanconi spoon nails def besi LIEN splenomegali An.hemolitik kong, leukemia, limfoma.

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan lab yg sederhana dan wajib : pemeriksaan darah lengkap meliputi: Kadar hemoglobin Hematokrit Jumlah lekosit, Platelet Retikulosit hitung jenis, hapus dan darah tepi indeks eritrosit : MCV,MCH,MCHC dan RDW