Anda di halaman 1dari 15

Sistitis

Definisi
a/ peradangan akut atau kronis kandung kemih dengan inflamasi atau tidak. a/ Infeksi kandung kemih yang paling sering disebabkan o/ infeksi ascendens dari uretra >>.Penyebab :
aliran balik urine dari uretra ke dalam kandung kemih, kontaminasi fekal atau penggunaan kateter

Vesika urinaria adalah sebuah kantong yang dibentuk oleh jaringan ikat dan otot polos. Vesika urinaria berfungsi untuk tempat penyimpanan urin. Apabila terisi sampai 200 300 cm3 maka akan timbul keinginan untuk miksi.

Etiologi

Mikroorganisme ISK ( pseudomonas, proterus, klebsiella, e. coli 90%, staphylococcus epididimis, enterococci , dll Pada usia lanjut : sisa urine dlm kandung kemih yang meningkat akibat pengosongan kandung kemih yang kurang efektif, mobilitas menurun,nutrisi kurang baik, imunitas menurun, adanya hambatan aliran urine, hilangnya efek bakterisid pada prostat Refluks uretrovesikal Kontaminasi fekal pada meatus uretra Kateter Infeksi usus, stenosis dari bagian bawah, bahan kimia ( detergent dicampurkan ke dalam air untuk rendam duduk) Wanita : kontrasepsi spermasida diafragma karena kontrasepsi ini dapat menyebabkan obstruksi uretra parsial dan mencegah pengosongan sempurna kandung kemih. Pria : merupakan kondisi sekunder akibat faktor misalnya prostat yang terinfeksi, epididimitis, atau batu pada kandung kemih.

Klasifikasi
Sistitis primer : radang yang mengenai kandung kemih. Karena batu kandung kemih, hipertrofi prostat, striktura uretra,BPH Sistitis sekunder : merupakan gejala yang timbul kemudian sebagai akibat dari penyakit primer misalnya uretritis dan prostatitis

FAKTOR RESIKO ISK


Panjang uretra . Wanita lebih pendek dr pria sehingga mudah terinfeksi Faktor usia tua Wanita hamil, karena pengaruh hormonal ketika hamil yang menyebabkan perubahan pada fungsi ginjal Menopause Gangguan anatomi dan fisiologi urin. Urin bersifat asam dapat menjadi antibakteri alami tetapi bila terjadi gangguan dapat menyebabkan menurunnya pertahanan terhadap kontaminasi bakteri Penggunaan kateter

Faktor resiko berulang


Kelainan fungsi atau kelainan anatomi saluran kemih Gangguan pengosongan kandung kemih (incomplete bladder emptying) Konstipasi Operasi saluran kemih atau instrumentasi lainnya terhadap sal. Kemih sehingga terdapat kemungkinan terjadinya kontaminasi dari luar Kekebalan tubuh yang rendah

Manifestasi klinis
Terdapat gejala frekwensi / sering berkemih, karena bulibuli mengalami hierensitif akibat reaksi inflamasi Urgensi ( terdesak rasa ingin berkemih) Rasa nyeri/sakit pada daerah suprapubik akibat kontraksi buli-buli Riwayat hematuria akibat eritema pada mukosa buli-buli mudah berdarah Hygien alat kelamin yang buruk Riwayat kencing berbau Jarang/ tdk terdapat gejala seperti pada infeksi saluran kemih bagian atas seperti demam, mual, muntah, badan lemas, dan kondisi umum menurun

Gejala
Sering kencing siang dan malam (polikisuria) Sukar kencing ( menetes ) Perasaan sakit atau terbakar pada saat berkemih Nyeri perut dan pinggang Ada darah dalam urin Urin yang baunya abnormal Pada anak-anak terjadi malaise umum, demam, sakit perut, ngompol malam hari Pada lansia : malaise, demam, inkontinensia

Pemeriksaan
- Nyeri di suprapubik - Nyeri juga sering dirasakan di punggung sebelah bawah

- Penunjang :
- Urinalisis : leukosuria > 5 leukosit/LBP
- Makroskopis : urine berwarna keruh dan berbau - Mikroskopik : piuria, hematuria (5-10 eritrosit/LBP), dan bakteriuria - PEMERIKSAAN URIN TENGAH : DENGAN MENGGUNAKAN GELAS BERMULUT LEBAR, SEBELUMNYA DIBILAS BERSIH DULU

- Bakteriologis - Kultur urin : u/ melihat ada organisme spesifik

Komplikasi
Gagal ginjal Abses ginjal perirenal Sepsis

Cara penularan
Secara endogen : yaitu kontak langsung dari tempat infeksi terdekat.
Hematogen Limfogen

Eksogen : sebagai akibat pemakaian kateter

1.infeksi hematogen ( descending ) Pada pasien daya tahan tubuh rendah, menderita penyakit kronik, MO: staphylococcus aureus, pseudomonas , candida sp.,proteus sp, e.coli. Mempermudah penyabaran hematogen : Ada bendungan total aliran urin, jaringan parut, konstriksi pembuluh darah

2.Asending Kolonisasi uretra dan daerah introitus vagina. Sal. Kemih normalnya tdk mengandung MO kecuali distal uretra yang biasnya juga dihuni o/ bakteri normal sprti basil streptokokus, 1/3 daerah bagian distal uretra disertai jar. Periuretral yang banyak dihuni o/ bakteri yang berasal dari usus karena letak usus tidak jauh dari tempat tersebut. Pada wanita kuman terbanyak pada daerah tsb a/ e.coli Kolonisasi e coli : - adanya perubahan flora normal di daerah perineum - Berkurangnya antibodi lokal - Bertambahnya daya lekat organisme pada sel epitel wanita

Terapi
Ringan : banyak minum air putih. Aksi pembilasan ini akan membuang banyak bakteri dari tubuh, bakteri yang tersisa akan dihilangkan o/ pertahanan alami tubuh Antibiotik peroral selama 3 hr / dosis tunggal. Jika infeksi kebal : antibiotik diberikan slm 7-10 hr(kotrimoksazol 240 mg, 480 mg,kuinolon ,sifroplkasasin 2x250-500mg, amoxicilin3x500mg) Pembedahan : untuk mengatasi penyumbatan pada aliran kemih (obstruksi )

Pencegahan
Menjaga kebersihan daerah genital dengan air bersih. Jangan sering menggunakan tisue basah, sabun khusus organ kewanitaan, karena bisa mematikan bakteri baik dlm organ genital. Gunakan sabun dng pH 3,5 Arah mencuci daerah genital dari arah depan dan tidak berulang (maju mundur). Daerah depan (uretra dibersihkan dulu kemudian daerah vagina dan terkahir anus. Segera obati keputihan yang berlebih Tidak menahan kencing Banyak minum air putih Konsumsi vitamin C Pilih toilet umum dnegan toilet jongkok. Jika toilet duduk, sebelum menggunakan sebaiknya bersihkan daulu Gunakan pakaian dalam dari bahan katun yang menyerap keringat agar tidak lembap