Anda di halaman 1dari 11

SIDIK JARI DNA

1. 2. 3. 4. 5.

Kelompok 5 : Arifiana Nur Kholifah Dewi Nurhayati Didix Novitawati Isma Azis Fakhrudin Yakin Silaban

(K4310007) (K4310015) (K4310021) (K4310044) (K4310089)

Bioterorisme Bioterorisme adalah penggunaan bakteri jahat, virus, atau racun terhadap manusia, hewan, atau tanaman dalam upaya untuk menyebabkan kerusakan dan menciptakan rasa takut. Ada empat mikroba populer biasanya dimanfaatkan oleh para teroris, yaitu Bacillus anthracis, Clostridium botulinum, Yersinia pestis dan virus cacar. Ada beberapa cara penyebaran kuman yang digunakan di dalam bioterorisme, dan salah satu cara adalah secara menghirup (inhalasi) yang memberikan dampak buruk bagi kesehatan misalnya pada paruparu.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menggolongkan bioterorisme atas beberapa golongan berdasarkan risiko yang ditimbulkannya terhadap manusia : Golongan A: kumpulan kuman-kuman yang mempunyai risiko yang sangat tinggi, Contoh penyakit yang disebabkan oleh kuman anthrax, virus cacar dan demam berdarah. Golongan B: kumpulan kuman yang mempunyai risiko tinggi walaupun lebih rendah dari golongan A, Contoh bakteri penyebab brucellosis, salmonela, sigela, e.coli. Golongan C: kuman-kuman yang mempunyai risiko paling rendah.

The Genetic Fingerprint (Sidikjari Genetik)


Sidik jari genetik merupakan salah satu contoh

aplikasi untuk mengidentifikasi secara pasti terdakwa kasus kriminal atau uji paternitas. Sejumlah kecil sampel DNA, misalnya noda darah pada gelas yang pecah, akar rambut atau air ludah dan sel-sel yang terdapat pada sebatang rokok misalnya, sudah cukup untuk digunakan dalam pemeriksaan sidik jari genetik. Dengan membandingkan kode garis-garis DNA dengan DNA anggota keluarga terdekatnya, jati diri korban dapat dilacak.

Sampel DNA

Pengujian berbasis DNA dapat menjadi bukti positif bagi identitas seseorang. pada pengujian sidik jari DNA hanya dibutuhkan contoh jaringan tubuh yang mengandung DNA dalam jumlah sedikit saja, misalnya darah, kulit, rambut.
Teknik Sidik Jari DNA

RFLP (Restriction Fragment Length Polymorphisms) adalah sebuah metode yang digunakan oleh ahli biologi molekuler untuk mengikuti urutan tertentu DNA seperti yang disampaikan kepada sel-sel lain. Sebuah urutan DNA beruntai tunggal yang telah ditandai dengan radioaktivitas atau enzim sehingga urutan DNA dapat dideteksi. Tidak ada dua genom manusia yang memiliki rangkaian basa yang identik. Deteksi RFLP dilakukan berdasar pada adanya kemungkinan untuk membandingkan profil pita-pita yang dihasilkan setelah dilakukan pemotongan dengan enzim restriksi terhadap DNA target/dari individu yang berbeda.

Prosedur Teknik RFLP a) Teknik ini diawali dengan mengekstrasi sekuens dna dari sel. b) Selanjutnya untaian dna hasil ekstrasi dipotong potong

dengan menggunakan enzim restriksi. c) Potongan dna ini diproses pada gel agarose dengan menggunakan teknik elektroforesis untuk memisahkan fragmen dna berdasarkan berat molekulnya dengan menggunakan arus listrik. d) Gel hasil elektroforesis selanjutnya ditransfer ke membran nilon dengan menggunakan teknik bloting. Selanjutnya radioaktif probe ditambahkan untuk menggandeng potongan dna yang sesuai dan memindahkannya ke membran nilon. e) Dengan melakukan pemotretan membran (membubuhkan bahan pewarna atau unsur radioaktif) pola garis-garis sidik jari dna yang terbentuk dapat divisualisasikan dan dianalisa kecocokannya.

Penggunaan Sidik Jari DNA


Forensik Non-Konvensional

Jika metode pelacakan konvensional selalu mencari jejak yang nyata, pelacakan dengan tes DNA cukup dengan jejak kecil atau jejak mikro Diagnosis Risiko Sidik jari genetika ini, berguna untuk mendiagnosis kelainan genetika yang diturunkan pada bayi yang baru dilahirkan

Tes DNA
Tes DNA adalah metode untuk mengidentifikasi fragmen-fragmen dari DNA itu sendiri. Atau secara sederhananya adalah metode untuk mengidentifikasi, menghimpun dan menginventarisir file-file khas karakter tubuh. Macam-Macam DNA Yang Digunakan Dalam Tes DNA yang biasa digunakan dalam tes ada dua yaitu DNA mitokondria dan DNA inti sel. Untuk tes DNA, sebenarnya sampel DNA yang paling akurat digunakan dalam tes adalah DNA inti sel karena inti sel tidak bisa berubah. DNA dalam mitokondria dapat berubah karena berasal dari garis keturunan ibu yang dapat berubah seiring dengan perkawinan keturunannya

Mekanisme tes DNA

Tahapan tes DNA yaitu : a. Tahapan preparasi sampel yang meliputi pengambilan sampel DNA (isolasi) dan pemurnian DNA. Dalam tahap ini diperlukan kesterilan alat-alat yang digunakan. Untuk sampel darah, dalam isolasinya dapat digunakan bahan kimia phenolchloroform sedangkan untuk sampel rambut dapat digunakan bahan kimia Chilex. Selanjutnya DNA dimurnikan dari kotoran-kotoran seperti protein, sel debris, dan lain lain. Untuk metode pemurnian biasanya digunakan tehnik sentrifugasi dan metode filtrasi vakum. Tetapi berbagai ilmuwan telah banyak meninggalkan cara tersebut dan beralih ke produk-produk pemurnian yang telah dipasarkan seperti produk butir magnet dari Promega Corporation yang memanfaatkan silica-coated paramagnetic resin yang memungkinkan metode pemisahan DNA yang lebih sederhana dan cepat.

b. Memasukan sampel DNA yang telah dimurnikan kedalam mesin PCR (polymerase chain reaction) sebagai tahapan amplifikasi. Hasil akhir dari tahap amplifikasi ini adalah berupa kopi urutan DNA lengkap dari DNA sampel. Selanjutnya kopi urutan DNA ini akan dikarakterisasi dengan elektroforesis untuk melihat pola pitanya. Karena urutan DNA setiap orang berbeda maka jumlah dan lokasi pita DNA (pola elektroforesis) setiap individu juga berbeda. Pola pita inilah yang disebut DNA sidik jari (DNA finger print) yang akan dianalisa pola STR nya. c. DNA berada dalam tahapan typing, proses ini dimaksudkan untuk memperoleh tipe DNA. Mesin PCR akan membaca data-data DNA dan menampilkannya dalam bentuk angka-angka dan gambar-gambar identifikasi DNA. Finishing dari tes DNA ini adalah mencocokan tipe-tipe DNA.

Manfaat Tes DNA


Tes DNA digunakan untuk membuktikan kaitan

hubungan darah seseorang Di kepolisian, tes DNA juga digunakan untuk tes forensik. Tes DNA merupakan bukti yang paling akurat untuk tes identifikasi seseorang. Untuk mendeteksi suatu penyakit tertentu hingga penyakit yang kompleks