Anda di halaman 1dari 16

Solusio plasenta

Disusun oleh RUBINETTA (07120070024) FK UPH

RUMAH SAKIT BHAYANGKARA TK. I RADEN SAID SUKANTO

DEFINISI
Suatu keadaan dimana plasenta yang letaknya normal terlepas dari perlekatannya sebelum janin lahir. Biasanya dihitung sejak kehamilan 28 minggu

klasifikasi
Menurut derajat lepasnya plasenta : 1. solusio plasenta parsialis bila hanya sebagian saja plasenta terlepas dari tempat perlekatannya 2. Solusio plasenta totalis Bila seluruh plasenta sudah terlepas dari tempat perlekatannya 3 kadang-kadang plasenta ini turun ke bawah dan dapat teraba pada pemeriksaan dalam; disebut prolapsus plasenta

JENIS

Solusio Plasenta Totalis (A) Solusio Plasenta Parsialis (B) Ruptura Sinus Marginalis (C)

Faktor-faktor yang mempengaruhi 1. Faktor vaskuler (80-90%) Karena desakan darah tinggi, maka pembuluh darah mudah pecah, kemudian terjadi hematoma retroplasenter dan plasenta sebagian terlepas 2. Faktor trauma Pengecilan yang tiba-tiba dari uterus pada hidramnion dan gemeli Tarikan ada tali pusat yang pendek akibat pergerakan janin yang banyak/ bebas , versi luar atau pertolongan persalinan 3. Faktor paritas Lebih banyak dijumpai pada multi daripada primi 4. Pengaruh lain seperti anemia, malnutrisi, tekanan uterus pada vena cava inferior, dll 5. Trauma langsung

1. Anamnesis -Sakit tiba-tiba diperut -perdarahan pervaginam yang sifatnya bisa hebat -pergerakan anak mulai hebat kemudian terasa pelan dan akhirnya berhenti 2. Inspeksi Gelisah Tampak kesakitan Pucat, sianosis, keringat dingin Kelihatan darah keluar pervaginam 3. Palpasi Fundus uteri tambah naik krn terbentuknya retroplasenter hematoma; uterus tidak sesuai dengan tuanya kehamilan Uterus tampak tegang dan keras seperti papan (wooden uterus) Nyeri tekan terutama ditempat plasenta tadi terlepas

DIAGNOSIS

4. Auskultasi sulit karena uterus tegang. BilaDJJ terdengar biasanya diatas 140, kemudian turun dibawah 100 dan akhirnya hilang bila plasenta terlepas lebih dari sepertiga 5. Pemeriksaan dalam Serviks bisa terbuka atau masih tertutup. Bila sudah terbuka ketuban dapat teraba menonjol dan tegang, baik sewaktu his maupun diluar his Kalau ketuban sudah pecah dan plasenta sudah terlepas seluruhnya, plasenta ini akan turun kebawah dan teraba pada pemeriksaan, disebut prolapsus plasenta, ini sering dikacaukan dengan plasenta previa 6. Pemeriksaan umum Tensi semula tinggi krna pasien sebelumnya menderita penyakit vaskuler tetapi kemudian akan turun dan syok

7. lab Anemia hb menurun 8. Pemeriksaan plasenta Sesudah bayi dan plasenta lahir tipis dan cekung dibagian plasenta yang terlepas (krater) dan terdapat koagulum atau darah beku dibelakang plasenta yang disebut hematoma retroplasenter

Gambaran klinik

o Solusio Plasenta Ringan


Ruptur sinus marginalis Tidak berpengaruh pada ibu maupun janin Apabila terjadi perdarahan pervaginam: warna kehitam-hitaman dan sedikit Perut agak sakit atau terus menerus agak tegang Bagian janin masih mudah teraba

o Solusio Plasenta Sedang


Plasenta terlepas Tetapi belum mencapai 2/3 luas permukaannya Timbul gejala solusio plasenta ringan Sakit perut terus menerus disusul perdarahan pervaginam, walaupun tampak sedikit tetapi dapat mencapai 1000 mL Ibu mungkin telah syok Dinding uterus terasa tegang terus menerus & nyeri tekan sehingga bagian janin sulit diraba Tanda persalinan +, selesai dalam 2 jam Kelainan bekeuan darah & ginjal mungkin terjadi

o Solusio Plasenta Berat


Plasenta terlepas 2/3 permukaannya Terjadi sangat tiba-tiba Ibu telah syok & janin telah meninggal Uterus sangat tegang seperti papan & sangat nyeri Perdarahan pervaginam tampak tidak sesuai dengan keadaan syok ibu, mungkin belum sempat terjadi Besar kemungkinan telah terjadi kelainan pembekuan darah & kelainan ginjal

KOMPLIKASI
LANGSUNG perdarahan Infeksi syok obstetrik TIDAK LANGSUNG -> couvelair uterus Dalam hal ini darah merembes memasuki otot-otot rahim sampai kebawah serosa. Uterus kelihatan membesar, dinding uterus penuh dengan bintik-bintik merah hematom

TERAPI
1. TERAPI KONSERVATIF Prinsipnya menunggu sampai perdarahan terhenti, kemudian partus berlangsung spontan. Menurut cara ini, perdarahan akan berhenti sendiri jika tekanan intrauterin bertambah lama bertambah tinggi sehingga menekan pembuluh darah arteri yang robek. Sambil menunggu, diberi suntikan morfin subkutan, kardiotonika ( coramine, cardizol, pemtazol) dan transfusi darah Partus biasanya berlangsung 6-12jam sesudah terjadinya solusio plasenta, krna kekejangan uterus. (kekejangan uterus tjd krn perangsangan oleh hematoma retroplasenter atau terlepasnya plasenta shg hormon yang dihasilkan plasenta berkurang)

2. terapi aktif Prinsip melakukan tindakan dg mksd agar anak segera dilahirkan dan perdarahan terhenti misalnya dengan operatif obstetriks

Terima kasih