Anda di halaman 1dari 42

BATU SALURAN KEMIH

EDWARD WIJAYA 030.08.089

Pembimbing: dr.Muhammad Fitrah,SpU

Pendahuluan

Penyakit batu saluran kemih sudah dikenal sejak jaman Babilonia dan zaman Mesir kuno. Sebagai salah satu buktinya adalah diketemukan batu pada kandung kemih seorang mumi. Penyakit ini dapat menyerang penduduk di seluruh dunia dan tidak terkecuali penduduk di Indonesia Di negara-negara berkembang, banyak dijumpai pasien batu buli-buli sedangkan di negara maju lebih banyak dijumpai penyakit batu saluran kemih bagian atas. Hal ini karena adanya pengaruh status gizi dan aktivitas pasien sehari-

Pendahuluan

Di Amerika Serikat 5-10% penduduknya menderita penyakit ini, sedangkan di seluruh dunia, rata-rata terdapat 1-12% penduduk yang menderita batu saluran kemih. Penyakit ini merupakan salah satu dari tiga penyakit terbanyak di bidang urologi disamping infeksi saluran kemih dan pembesaran prostat benigna

Anatomi saluran kemih

Organ ginjal adalah 2 buah organ berbentuk seperti kacang dengan ukuran 11,5 cm (panjang) x 6 cm (lebar) x 3,5 cm (tebal) letak retropritoneal berat 120-140 gram Terletak setinggi T11-L2, letak ginjal kanan lebih rendah karena terdesak oleh hepar Vaskularisasi ginjal diperankan oleh a.renalis dan vena renalis yang masuk melalui daerah hilus renalis

Anatomi saluran kemih

Persarafan ginjal didapat melalui pleksus renalis yang seratnya berjalan besama a.renalis input dari sistem simpatis dan tidak mendapatkan persarafan parasimpatis. Impuls sensorik ginjal berjalan menuju korda spinalis segmen T10-T11 dan memberikan sinyal sesuai dermatomnya.

Fungsi fisiologis ginjal

pengeluaran sisa hasil metabolisme dan toksin dari darah dengan proses filtrasi,reabrsopsi,sekresi Mempertahankan homeostasis cairan Mempertahankan keseimbangan asam basa Penghasil hormon eritopoietin,renin,dan prostlagandin

Anatomi saluran kemih

Anatomi saluran kemih

Terdapat sepasang ureter yang terletak retroperitoneal Ureter merupakan saluran sepanjang 25-30 cm yang membawa hasil penyaringan ginjal (filtrasi, reabsorpsi, sekresi) dari pelvis renalis menuju vesica urinaria Setelah urin masuk ke vesica urinaria katup uretero-vesical mencegah aliran balik urine setelah memasuki v.u

Anatomi saluran kemih

Terdapat 3 penyempitan ureter sebelum masuk ke v.u yaitu di persilangan dengan arteri iliaca uretropelvical junction,uretrovesical junction Ditempat 3 penyempitan inilah biasanya batu sering tersangkut.

Anatomi saluran kemih

Anatomi saluran kemih

V.u adalah organ berongga yang berfungsi untuk menampung urine, organ ini terdiri dari 3 lapis anyaman otot. Secara anatomis v.u terdiri dari 3 permukaan yaitu permukaan superior (lokus minoris), permukaan inferiolateral, dan permukaan posterior Apabila urine yang ditampung memenuhi v.u maka ada refleks regang yang akan merangsang seseorang untuk miksi

Anatomi saluran kemih

Anataomi saluran kemih

Uretra merupakan saluran yang membawa urine keluar dari vesica urinaria menuju lingkungan luar. Terdapat beberapa perbedaan uretra pada pria dan wanita. Uretra pada pria memiliki panjang sekitar 20 cm dan juga berfungsi sebagai organ seksual (berhubungan dengan kelenjar prostat), sedangkan uretra pada wanita panjangnya sekitar 3.5 cm

Pria memiliki dua otot sphincter yaitu m.sphincter interna (otot polos terusan dari m.detrusor dan bersifat involunter) dan m.sphincter externa (di uretra pars membranosa, bersifat volunter), sedangkan pada wanita hanya memiliki m.sphincter externa (distal inferior dari kandung kemih dan bersifat volunter). Pada pria, uretra dapat dibagi atas pars preprostatika, pars prostatika, pars membranosa dan pars spongiosa.

Batu sauran kemih

Definisi : Batu di dalam saluran kemih (calculus uriner) adalah massa keras seperti batu yang berada di ginjal dan salurannya dan dapat menyebabkan nyeri, perdarahan, penyumbatan aliran kemih, atau infeksi. Batu ini bisa terbentuk di dalam ginjal (nephrolith) maupun di dalam kandung kemih (vesicolith)

Etiologi

Terbentuknya batu saluran kemih ada hubungannya dengan gangguan aliran urine, gangguan metabolik, infeksi saluran kemih, dehidrasi dan keadaan-keadaan lain yang masih belum terungkap (idiopatik) Terdapat 2 faktor intrinsik dan ekstriksik yang mempermudah pembentukan batu sal. kemih

Etiologi
Faktor intriksik 1. Herediter 2. Umur : paling sering pada usia 30-50 tahun 3. Jenis kelamin : pria 3 kali lebih banyak dibanding wanita

Etiologi
Faktor ektrinsik : 1. Geografi : pada beberapa daerah angka kejadian batu lebih tinggi dibanding daerah lain 2. Iklim dan temperatur 3. Asupan air : kurangnya asupan air dan tingginya kadar mineral kalisum dalam air minum 4. Diet : diet tinggi purin, oksalat dan kalsium meningkatkan insiden penyakit batu sal. Kemih 5. Pekerjaan : sering dijumpai pada orang yang

patogenesis

Stasis atau hambatan urine pada sistem kalises ginjal atau v.u akan menyebabkan terjadinya presipitasi kristal-kristal terlarut didalam urine terbentuknya inti batu (nukleasi) (agregasi) dengan bahan bahan lain menjadi kristal yg lebih besar (belum mampu untuk menyumbat saluran kemih) menempel pada epitel saluran kemih menunggu bahan-bahan lain diendapkan untuk membentuk batu yang lebih besar tersumbatnya aliran urine

Kandungan batu sal. Kemih kebanyakan terdiri dari : 1. Kalsium 75% 2. Tripe/magnesium amonium fosfat 15% 3. Batu asam urat 5-10% 4. Batu sistin 1-2%

Faktor- faktor yang mempengaruhi batu kandung kemih (Vesikolitiasis) : Hiperkalsiuria Hipositrauria Hiperurikosuria Penurunan jumlah air urin Jenis cairan yang diminum seperti soda,jus apel hiperoksalouria

Manifestasi klinis

Umumnya gejala batu saluran kemih merupakan akibat obstruksi aliran kemih dan infeksi Keluhan yang disampaikan oleh pasien tergantung pada posisi atau letak batu, dan besar batu Pada umumnya pasien mengeluhkan nyeri pinggang Nyeri bisa bersifat kolik atau non kolik

Manifestasi klinis

Nyeri yang kolik akibat aktivitas peristaltik otot polos sistem kalises ginjal atau ureter dalam usaha untuk mendorong batu keluar

Nyeri bersifat tajam dan episodik di daerah pinggang (flank) yang sering menjalar ke perut, atau lipat paha, bahkan pada batu ureter distal sering ke kemaluan. Mual dan muntah sering menyertai keadaan ini

Manifestasi klinis

Nyeri non kolik terjadi akibat peregangan kapsul ginjal karena terjadi hidronefrosis atau infeksi pada ginjal, Pada pemeriksaan fisik mungkin didapatkan nyeri ketok pada daerah kostovertebra, teraba ginjal pada sisi sakit akibat hidronefrosis, terlihat tanda-tanda gagal ginjal, retensi urine, dan jika disertai infeksi didapatkan demam-menggigil

Manifestasi klinis

Keluar darah saat berkemih Keluarnya batu pada saat berkemih Batu yang terletak pada distal ureter dirasakan pasien nyeri pada saat kencing atau sering kencing

Pemeriksaan penunjang

Lab darah lengkap ditambah dengan kimia darah seperti ureum,kreatinin,asam urat darah, elektrolit seperti kalsium,fosfat Urin lengkap Foto polos BNO Foto BNO-IVP USG

Penatalaksanaan

Terapi konservatif : bergantung pada besar batu, derajat keluhan pasien,infeksi, dan ada tidaknya obstruksi Batas lama terapi konservatif adalah 6 minggu Obat-obat yang diberikan berupa NSAID,diuretik, alfa blocker Minum > 2 liter/hari

penatalaksanaan

ESWL (Extracorporeal Shockwave Lithotripsy)

Penatalaksanaan
Endourologi : PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy)

penatalaksanaan

Mengeluarkan batu dengan cara memasukkan alat

endoskopi ke sistem kalises melalui insisi pada kulit. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu menjadi fragmen-fragmen kecil. Keuntungan dari PNL, bila batu kelihatan, hampir pasti dapat diambil atau dihancurkan; fragmen dapat diambil semua karena ureter bisa dilihat dengan jelas

penatalaksanaan

Prosesnya berlangsung cepat dan dengan segera dapat diketahui berhasil atau tidak. Kelemahannya adalah PNL perlu keterampilan khusus bagi ahli urologi

Penatalaksanaan
Ureteroskopi dan litotripsi : Biasanya tindakan ini dilakukan secara bersamaan dengan memasukkan ureteroskopi atau ureterenoskopi guna melihat keadaan ureter atau sistem pielokaliks ginjal dan setelah itu batu dihancurkan dengan litotriptor

Dan biasanya ada beberapa indikasi setelah URS dilakukan pemasangan DJ stent

Penatalaksanaan

Ekstraksi dormia mengerluarkan batu ureter dengan cara menjaringnya melalui alat keranjang dormia

Bedah terbuka : Pada klinik-klinik yang fasilitas kesehatannya belum memadai untuk tindakan-tindakan endourologi maka diakukan pembedahan terbuka untuk mengambil batu yg terdapat di saluran kemih Tindakan yang dilakukan antara lain pielotomi, nefrolitotomi pada saluran ginjal dan ureterolitotomi untuk batu ureter

pencegahan

Setelah batu dikeluarkan dari saluran kemih tindakan selanjutnya yang tidak kalah pentingnya yaitu mencegah kekambuhan dengan cara : Menghindari dehidrasi dengan minum cukup dan diusahakan produksi urin 2-3 liter per hari. Diet untuk mengurangi kadar zat-zat komponen pembentuk batu Aktivitas harian yang cukup Pemberian medikamentosa

Pencegahan
Beberapa diet yang dianjurkan untuk mengurangi kekambuhan adalah : Rendah protein, karena protein akan memacu ekskresi kalsium urine dan menyebabkan suasana urine menjadi lebih asam Rendah oksalat Rendah garam, karena natriuresis akan memacu timbulnya hiperkalsiuri Rendah purin

Prognosis

Prognosis batu ginjal tergantung dari faktorfaktor ukuran batu, letak batu, dan adanya infeksi serta obstruksi. Makin besar ukuran suatu batu, makin buruk prognosisnya Letak batu yang dapat menyebabkan obstruksi dapat mempermudah terjadinya infeksi. Makin besar kerusakan jaringan dan adanya infeksi karena faktor obstruksi akan dapat menyebabkan penurunan fungsi ginjal

Prognosis

Pada pasien dengan batu yang ditangani dengan ESWL 60% dinyatakan bebas dari batu, sisanya masih memerlukan perawatan ulang karena masih ada sisa fragmen batu dalam saluran kemihnya. Pada pasien yang ditangani dengan PNL 80% dinyatakan bebas dari batu, namun hasil yang baik ditentukan pula oleh pengalaman operator.