Anda di halaman 1dari 56

ANATOMI UNGGAS

INTEGUMEN
Berny Yulianto, drh FAKULTAS KEDOKTERAN HEWAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA

PENAMPAKAN LUAR & KULIT (INTEGUMEN)

BULU
Bulu Unggas ciri khas membedakan unggas dengan mamalia Bulu membentuk garis alir badan & membentuk sayap

Kulit unggas tipis & mudah mengelupas / robek, sedikit supply darah tidak terjadi perdarahan.

KULIT

Kulit berwarna agak kuning pada badan, pada tarsus (tungkai) & metatarus (kaki) lebih gelap. Pada unggas yang sedang reproduksi pigmen lebih dikonsentrasikan untuk pembuatan kuning telur kulit pucat .

Permukaan dorsal persendian punggung leher longgar bisa untuk injeksi subcutan.

Injeksi subkutan pada dada, dan selangkangan

MOLTING (RONTOK BULU)


Pada masa inkubasi (mengeram) bulu rontok (molting) , penambahan vaskularisasi kulit. Molting terjadi untuk membuang bulu yang sudah tua/rusak, untuk bergaya, kamuflase. Terjadi setahun sekali mengikuti musim kawin Siklusnya bergantung perubahan hormonal serta lamanya hari dan temperatur.

Proses molting berjalan pelan dan bertahap. Proliferasi epidermal yang cepat metabolisme tinggi butuh ransum yang kaya protein dan mineral, butuh istirahat dan tidak boleh stress.

CONTOUR FEATHERS (bulu kontur)


Bulu-bulu kontur menjadikan bentuk tubuh. Secara umum dibagi menjadi bulu kepala, badan, kaki dan bulu terbang. Tangkai (shaft) bulu terdiri dari calamus/quill dan rachis. Calamus/quill adalah bagian yang tertanam dalam folikel bulu. Pada tiap sisi rachis ada deretan halus yang disebut barb

Deretan barb membentuk vane Dari barb ada cabang-cabang halus yang disebut barbula Barbula-barbula menghubungkan barb-barb (dilihat secara mikroskopis), barb yang berdekatan sangat mudah terlepas ikatannya tetapi akan kembali terikat bila disatukan lagi.

BARB

RACHIS

VANE

CALAMUS/QUILL

a. b. c. d.

Rachis Barb Barbula Distal barbula

Shaft pada permukaan bawah bulu membentuk sebuah sulcus longitudinal yang berakhir pada sebuah legokan (umbilicus distalis), berseberangan dengan bagian proximal bulu kapas. Sebuah bulu kapas kecil merupakan bulu tambahan dapat muncul dari umbilicus dan membantu terbentuknya bulu yang lembut seperti kapas.

RACHIS SULCUS LONGITUDINAL

CALAMUS

UMBILICUS DISTALIS

Bagian calamus menempati folikel bulu yang merupakan invaginasi berbentuk pipa obliqus dari kulit. Pappila kulit yang kecil masuk ke dalam umbilicus proximal pada ujung proximal quill. Quill kosong berisi udara dan reruntuhan sel yang berasal dari pappila.

Otot bulu bertaut pada sisi folikel (pada mamalia sama seperti m. erector pilli)otot bulu ini sering membentuk kerjasama untuk menaikkan atau menurunkan seluruh kelompok bulu.

PTERYLOSIS / PTERYLOGRAPHY
Bulu-bulu kontur tidak terdistribusi secara seragam pada kulit kecuali dalam beberapa kelompok burung seperti Penguins, ratite dan Screamers. Pada kebanyakan unggas bulu tumbuh dari jalurjalur tertentu yang disebut pterylae Sedangkan beberapa daerah yang bebas dari bulu disebut apterylae/apteria. Filoplumes dan bulu bawah mungkin tumbuh dari apteriae, daerah antara pterylae ini.

Susunan jalur-jalur bulu/ pterylosis /pterylography bervariasi antara keluargakeluarga unggas. Di dalam kulit apteria ada bundel otot-otot halus yang mengencangkan kulit. Insisi pada pembedahan sebaiknya dilakukan pada apteria dari pada pada pterylae

PTERYLOSIS PADA BAGIAN DADA AYAM

PTERYLAE

APTERIUM

PTERYLAE

PTERYLOSIS PADA AYAM 8 MINGGU Pada ayam ada sekitar 70 pterylae a.Ventral cervical track b.Pectoral track c.Sternal track d.Abdominal track e.Crucal track 1.Ventral cervical apterium 2.Pectoral apterium 3.Sternal apterium 4.Crucal Apterium

JENGGER & PIAL


JENGGER (COMB)

PIAL (WATTLE)

GELAMBIR TELINGA (EAR LOBE)

KALKUN

SNOOD

Jengger (comb), pial (wattle), gelambir telinga (ear lobe) dan snood adalah ornamen lembut hasil perkembangan kulit sekitar kepala. Kulit dermisnya tebal dan banyak disuply darah Epidermis yang menutupnya tipis Mudah sekali terluka sehingga menjadi gerbang masuknya penyakit.

Pada peternakan komersial comb dan snood dilubangi dan diberi tag untuk mencegah dan membatasi adanya luka pada saat memegangi unggas. Ujung wattle digunakan untuk injeksi intradermal

Comb, wattle, ear lobe dapat menunjukkan gejala-gejala klinis seperti : - pucat anemia, ayam tidak produktif - sianosis (kebiruan) kekurangan oksigen, keracunan. - luka-luka, keropeng cacar - edema kolera

PUCAT

Pucat dan berkeropeng

sianosis

edema

EDEMA

PARUH
Paruh terdiri dari : -Bagian kerangka rahang atas dan bawah -Rhamphothecae lapisan tanduk keras menutupi kerangka Rhamphoteca median dorsal maxilaris culmen Rhamphoteca median ventral mandibularis gonys Rhamphotecae tepi pemotong tomia

CULMEN

TOMIA

GONYS

Paruh merupakan derivat dari kulit dan dilengkapi dengan semacam tanduk yang menutupi bagian rostral dari kedua buah paruh atas dan bawah yang tumbuh secara terus menerus. Inervasi pada paruh banyakagak sensitif Pada peternakan ayam&kalkun komersial debeaking untuk mencegah kanibalisme.

MESIN DEBEAKER

DEBEAKER BLADE

Pada psittacie (kakak tua dan kesturi), merpati, dasar paruh ditutupi membrana berdaging cere Cere dapat menutupi lubang hidung. Pada parkit muda cere berwarna biru kelabu setelah usia 3 bulan parkit jantan cere berwarna biru parkit betina cere berwarna coklat terang

cere

cere

cere

cere

Parkit muda

Parkit jantan

Parkit betina

hyperkeratose

Diolesi iron chloride

KELENJAR di kulit
Kelenjar Cebacea (kelenjar minyak), glandula uropygial merupakan satu-satunya kelenjar kulit yang tampak, sebagian lagi pada telinga eksterna dan dekat anus. Ditempat lain tidak didapatkan kelenjar cebacea dan kelenjar keringat. Kelenjar uropygial berlobus dua (bilobus), diameter sekitar 2cm, terletak di dorsal dari caudal vertebrae membentuk seperti ekor pendek

Sekresi minyaknya keluar dari lubang sebuah papilla cutaneus kecil. Sekresinya dibawa menuju bulu bada dan sayap selama menarik perhatian (mengepakkan sayap/mengembangkan bulu) Pada unggas air untuk waterproof pada saat berenang/menyelam.