Anda di halaman 1dari 28

TUTORIAL SKENARIO 2

Tutor : drg. Priyawan Rachmadi, PhD Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran 2012

KELOMPOK
Nadya Pramasanti Kasma Ernida Haida Aizar Agi S. Dina Fajriati Tommy Agustinus Achmad Riwandy Shandy Hidayat Rima Permata Sari Ahmad Habibie AH Valdina Najifa P

SKENARIO 2
Seorang pasien wanita berusia 40 tahun ke dokter gigi ingin mengganti gigi tiruannya. Dari anamnesa diketahui bahwa pasien telah memakai gigi tiruan pada rahang atas bagian depan dari tukang gigi sejak 3 tahun yang lalu. Setelah dibongkar diketahui bahwa masih ada gigi 13, 12, 11, 22, dan 23 dalam keadaan gangren radiks. Edentulous ridge pada 14 dan 21. Karena pasien ingin mengganti gigimya sesegera mungkin, dokter gigi melakukan multiple ekstraksi, dan satu minggu kemudian dilakukan pencetakan model kerja. Beberapa hari kemudian dilakukan insersi gigi tiruan dan pasien merasa nyaman dan puas. Setelah enam bulan, pasien kembali lagi ke dokter gigi dengan keluhan gigi tiruan terasa longgar dan goyang, terutama jika digunakan menggigigt

PROBLEM TREE
Definisi

Intruksi pada pasien

Jenis

Tahap pembuatan

Gigi tiruan Sebagian Lepasan

Elemen

Hal-hal yg harus diperhatikan

Indikasi & Kontraindikasi

SASARAN BALAJAR
1.

2.

3. 4. 5.

6.

7.

Menjelaskan penyebab gangren radiks Menyebutkan jenis gigi tiruan yang dipasangkan tukang gigi & yang dipasangkan oleh dokter gigi Komponen Gigi Tiruan Menjelaskan tentang multiple ekstraksi Menjelaskan cara perbaikan gigi tiruan yang longgar dan goyang Menjelaskan faktor yang diperhatikan dalam pembuatan gigi tiruan Instruksi kepada pasien pemakaian gigi tiruan

1. GANGREN RADIKS
Gangren adalah kematian jaringan sebagian kelanjutan dari proses karies atau trauma. Gangren radiks erupakan gangren yang terjadi pada radiks (akar) gigi

(Tarigan, 2009)

2. JENIS GIGI TIRUAN YANG DIPASANGKAN TUKANG GIGI & YANG DIPASANGKAN OLEH DOKTER GIGI
Jenis gigi tiruan yang dipasangkan oleh tukang gigi & yang dipasangkan oleh dokter gigi adalah gigi tiruan sebagian lepasan (GTSL) GTSL yang penggunaannya itu dari gigi 14 sampai gigi 13 (klasifikasi gigi klas IV). Dimana GTSLnya tersebut menutupi sisa akar sehingga timbulah gangren radiks. Alasan GTSL Permenkes Nomor 339 Tahun 1989 tentang Pekerjaan Tukang Gigi. Dalam Permenkes Nomor 339, tukang gigi hanya berwenang membuat gigi tiruan lepasan dari akrilik sebagian atau penuh. Sedangkan kewenangan tukang gigi untuk memasang gigi tiruan lepasan dengan tidak menutup sisi akar gigi
(Peraturan MENKES, 2011)

LANJUTAN JENIS GIGI TIRUAN YANG DIPASANGKAN TUKANG GIGI & YANG DIPASANGKAN OLEH DOKTER GIGI ...

GTSL.... Class IV - a single, but bilateral (crossing the midline) edentulous area located anterior to remaining teeth.

(Loney, 2011)

3. KOMPONEN GTSL

4. MULTIPEL EKSTRAKSI

Multipel Ekstraksi adalah tindakan pencabutan lebih dari satu gigi, bisa disisi yang sama, dirahang yang sama atau berbeda, atau pencabutan gigi disisi yang berbeda dengan atau rahang yang berbeda.

(Pedlar 2001)

LANJUTAN MULTIPEL EKSTRAKSI ....

Indikasi Multipel Ekstraksi

Gigi fokal infeksi : gigi gangren, gigi goyang, gigi yang sudah dilakukan PSA & mengalami keluhan terus menerus gigi dengan kelainan ujung akar dekat dg sinus. Adanya kista (yang melebihi satu gigi), kista harus sudah terambil sempurna. Tidak ada penyakit sistemik (ex: Diabetes, Jantung) Tidak ada kelainan darah. (Pedlar 2001)

LANJUTAN MULTIPEL EKSTRAKSI ....

Kontraindikasi Multipel Ekstraksi Pencabutan gigi tidak boleh dilakukan pada gigi yang terletak di garis fraktur. Penderita mengkonsumsi obat pengencer darah (antikoagulan)

(Pedlar 2001)

5. CARA MEMPERBAIKI GIGI TIRUAN YANG


LONGGAR DAN GOYANG
Penyebab Gigi Tiruan Longgar Dan Goyang Proses Healing (peneyembuhan) pasca ekstraksi pada soketnya(kepadatan Struktur vaskular) itu terjadi pada awal minggu pertama dan punjaknya pada minggu 2-4 Untuk kasus penyembuhan yg paling cepat. Tpi nyatanya itu terjadi variasi yg berbeda stiap org untuk kategori sedang pada minggu 6-8, dan ada juga yang lambat 12-24 minggu. Osteoblas muncul pada minggu ke 6-8, dilanjutkan resorbsi tulang yg berfungsi untuk mengisi kekosongan tulang pada soket sampai bulan 6 pertama. (Leonardo, 2008)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ...

CARA PERBAIKAN GIGI TIRUAN (REFITTING) :


1.
2. 3.

Relining Rebasing Rekonstruksi

(Bakar, 2012)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ...

Relining merupakan perbaikan terhadap permukaan gigi tiruan yang menghadap jaringan dengan bahan basis baru.

(Bakar, 2012)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ...

Indikasi Relining Geligi tiruan sudah tidak cekat lagi Hanya terdapat sedikit saja perubahan oklusi, sehingga oklusi masih dapat dipertahankan dengan pengasahan permukaan oklusal seperlunya saja, setelah pelapisan kembali selesai dikerjakan. Desain kerangka geligi tiruan baik dan kerangka ini masih mencekat dengan baik dengan permukaan gigi. Keadaan basis protesa masih baik. Elemen tidak patah, rusak atau aus berlebihan Penderita merasa puas dengan penampilannya Tepi geligi tiruan masih cukup baik dan tidak perlu perubahan yang besar. Penderita mempunyai pengertian dan tanggapan yang baik mengenai proses pelapisan kembali ini.

(Gunadi,1995)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ...

Cara Melakukan Relining : 1. Immediate Relining


Menggunakan bahan resin akrilik yang sudah ditambah retarder dan lain-lain bahan modifier (cold curing) Bahan ini ditambahkan pada permukaan geligi tiruan yang menghadap jaringan dan ditempatkan ke dalam mulut utk memperoleh bentuk yang tepat dari jaringan.

2.

Conventional Relining
Dilakukan dalam laboratorium dengan menggunakan flask atau riline jig. Bahan resin biasa (heat curing) maupun resin yang cold curing dapat digunakan. Dianjurkan suatu pemasukan secara perlahan pada suhu kurang dari 160 Fahrenheit (kurang lebih 60 C)

(Gunadi,1995)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ...

Rebasing merupakan penggantian basis gigi tiruan dengan cara membuang basis lama, penyesuaian proses resorbsi jaringan mulut tanpa mengubah hubungan oklusi yang ada.

(Bakar, 2012)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ... INDIKASI REBASING - Pada geligi tiruan yang sudah longgar - Pada keadaan di mana oklusi dapat diperbaiki sesudah rebasing dengan sedikit pengasahan permukaan oklusal - Bila basis gigi tiruan sudah terlihat buruk, karena pemakaian untuk jangka waktu lama dan bekas pelapisan kembali

(Nallaswamy, 2007)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ... KONTRAINDIKASI REBASING - Resorbsi yang besar pada residual ridge - TMD - Denture yang menyebabkan masalah fonetik - Pasien tidak puas dengan penampilan gigi tiruannya - Kerusakan jaringan lunak oleh karena denture yang tidak pas

(Nallaswamy, 2007)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ... KEUNTUNGAN REBASING

Efisiensi waktu, karena pasien tidak perlu melakukan kunjungan yang terlalu banyak Dari segi ekonomi lebih efisien Mengurangi frekuensi kunjungan pasien Bisa dikerjakan di tempat praktek atau di lab Bisa permanen atau sementara

(Nallaswamy, 2007)

LANJUTAN PERBAIKAN GIGI TIRUAN ...

Rekonstruksi merupakan prosedur penggantian seluruh basis


gigi tiruan dengan gigi, dengan bahan baru tanpa mengganti kerangka logam

(Bakar, 2012)

6. HAL-HAL YG PERLU DIPERHATIKAN DALAM


PEMBUATAN GTSL

Gigi tiruan harus tahan lama Gigi tiruan harus dapat memepertahankan dan melindungi gigi yg masih ada serta jaringan yg disekitarnya Gigi tiruan tersebut tidak boleh merugikan pasien dalam bentuk apapun Gigi tiruan harus mempunyai konstruksi dan desain yg harmonis Keberhasilan pembuatan GTSL sangat bergantung pada peran serta pasien untuk mau dan dapat beradaptasi dalam pemakaiannya

(Haryanto, A.G. 1995)

7. INTRUKSI KEPADA PSIEN PEMAKAIN GTSL


Menjaga kebersihan protesa terutama di pagi hari Saat sebelum tidur dilepas dan direndam kedalam larutan chlorheksidin untuk membunuh kuman dan bakteri yg menempel dan juga berguna untuk mengistirahatkan jaringan pendukung seperti gingiva dan palatum

(Gunadi, Haryanto A,1995)

DAFTAR PUSTAKA

Pedlar J et al, Oral & Maxillofacial Surgery. Churchill Livingstone, London, 2001 Bakar, A. Kedokteran Gigi Klinis. Quantum Sinergis Media. Jakarta. Indonesia. 2012. hal: 189. Gunadi, Haryanto A. Buku Ajar Ilmu Geligi Tiruan Sebagian Lepasan Jilid II. Hipokrates . Jakarta.1995 Tarigan, Prof. Dr. Drg. Resinta. Edisi 2 Revisi. Perawatan Pulpa Gigi (edodonti). Jakarta: EGC. 2009 PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 1871/MENKES/PER/IX/2011 Leonardo Trombelli, Roberto Farina, Andrea Marzola, Leopoldo Bozzi, Birgitta Liljenberg and Jan Lindh. Modeling and remodeling of human extraction sockets. J Clin Periodontol 2008; 35: 630639. Loney, RW. Removable Partial Denture Manual. Dalhouse University. 2011. p4.

Nallaswamy, Deepak. Textbook of Prosthodontics. New Delhi, India: Jaypee. 2007. p:238-248. Haryanto, A.G. Buku Ajar Ilmu Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Jilid II. Hipokrates. Jakarta 1995

TERIMA KASIH