Anda di halaman 1dari 9

Oleh

Rudy Hilkya, S.Pd


τ−
1 1 F = KUASA
L L
2 2
Syarat Setimbang :
Σ τ = 0 maka

τ+ W = berat
W • ½L – F • L = 0
W • ½L = F • L
SEBAGAI POROS
τ+ F = Kuasa
Syarat Setimbang
Berat batang :
diabaikan !
Σ τ = 0 maka
W•L–F•L=0
W•L=F•L

W=F τ- W = beban
SEBAGAI POROSNYA !
½L ½L

Στ = 0 → NB • L – W • ½ L = 0
NA N + N – W = 0 NB
Karena A
N sebagaiBporos maka L = 0 sehingga tidak
NyatakanA persamaan sebagai A kesetimbangan
menurut Newton
dimasukkan ke dalamdengan syarat
persamaan Σ…
tersebut F=0
N + N W= =WBeban
Sehingga
A B
Syarat kesetimbangan lain adalah
NB • L = W • ½ L
Setelah terlebih dahulu Στ = menentukan
0 titik
Nporos yang diacu, pemilihan boleh
B = ½ • W

sembarang
Kemudian – sebagai
masukkan NB ke dalam contoh
persamaandiambil titik
NA + NB = W
poros pada NA
Sehingga besar NA = W – NB
NA NB
Menghitung beban pada setiap titik
tumpu dapat pula berdasar pembagian
WAB jika berat
¼L
besar ½ Lsetiap titikbatang¼ABL
kecil kuasa pada
berdasarkan jarak lengan gaya yangdiperhitungkan
ditimpa
W1
Beban yang ditanggung NA
W2
(½ L + ¼ L) • W1 + 1/2 L • WAB + ¼ L
•W2

Beban yang ditanggung NB


(½ L + ¼ L) • W2 + ½ L • WAB + ¼ L •
W1
Sebagaimana petunjuk kesetimbangan :
Tuliskan persamaan dasar(string)
Kawat menurut ΣF = 0 baik untuk sumbu X
maupun untuk sumbu Y sehingga diperoleh :
TT cos θ serta Tali T
H - T cos θ = 0 ….. H =Tegangan
Gaya
V
T sin θ + V – W = 0 ….. T sin θ + V =TWsin θ
Agar diperoleh nilai T diselesaikan menurut fungsi
Σ τ Gaya L =akan
= 0 sehingga panjang batang
diperoleh
θ
persamaan :
H
T sin θ • L – W • ½ L = 0 …. TTsincos
θ = ½θ• W
Setelah diperoleh nilai T maka nilai gaya V dan gaya H bisa didapat
Berat batang
dengan mendapatkan resultannya berupa :
W
Engsel R2 = V2 + H2
Gaya
2 f sin θ
Sebagaimana Hukum 1

NA W = ΣF = 0 dan ΣF = 0
Tumpuan A Newton :

Lengan
cos θx y

Maka :
Tangga L
L sin θ NA – f = 0 (pada sumbu x)
NB – W = 0 (pada sumbu
Gaya y)
½ L cos θ N
Tumpuan
B B
Lengan Tangga
Menurut Σ τ = 0 (dengan poros diL titik A) maka :
NB • L cos θ – f • Berat
L sin θ – W • ½ L cos θ = 0
tangga W
W • L cos θ – W • ½ L cos θ = f • L sin θ
Gaya
θ
Proyeksi
L coslengan
θ L menjadi
Gesek f
(1 – ½) W• L cos θ = f • L sin θ
½ W cos θ = f sin θ
Kesimpulan f =µ • N B
akhir dari f =µ •W
kesetimbangan maka
tangga : 2 f sin θ
W=
cos θ
2 µ •W sin θ
W=
cos θ
2 µ sin θ
1=
cos θ
1 cos θ
µ=
2 sin θ