Anda di halaman 1dari 40

GANGGUAN ANXIETAS

Disusun oleh: Dian Pratiwi Putri 110.2007.086 Pembimbing: dr. Desmiarti, Sp.KJ

DEFINISI

Anxietas adalah perasaan yang difus, yang sangat tidak menyenangkan, agak tidak menentu dan kabur tentang sesuatu yang akan terjadi. Perasaan ini disertai dengan suatu atau beberapa reaksi badaniah yang khas dan yang akan datang berulang bagi seseorang tertentu. Perasaan ini dapat berupa rasa kosong di perut, dada sesak, jantung berdebar, keringat berlebihan, sakit kepala atau rasa mau kencing atau buang air besar. Perasaan ini disertai dengan rasa ingin bergerak dan gelisah. ( Harold I. LIEF).

Menurut DSM-IV
suatu keadaan ketakutan atau kecemasan yang berlebih-lebihan, dan menetap sekurang kurangnya selama enam bulan mengenai sejumlah kejadian atau aktivitas disertai oleh berbagai gejala somatik yang menyebabkan gangguan bermakna pada fungsi sosial, pekerjaan, dan fungsi-fungsi lainnya.

EPIDEMIOLOGI

Wanita 2-3 kali lebih sering daripada laki-laki Faktor sosial Pada usia dewasa muda 25 tahun 15 - 33% (berobat ke dokter non psikiater) dengan gangguan mental 1/3 nya menderita gangguan kecemasan(survey di Amerika 1996)

ETIOLOGI
Faktor Biologis
Neurotransmitter Norepinefrin (panik) Serotonin (cemas) GABA 25 persen sanak saudara 50 %pada kembar monozigotik dan 15 % pada kembar dizigotik.

Faktor Genetika
Faktor Psikososial

Psiko (pola asuh) Sosial (stressor kehidupan)

GEJALA UMUM ANXIETAS

Gejala psikologik

Ketegangan, kekuatiran, panik, perasaan tak nyata, takut mati, takut gila,takut kehilangan kontrol dan sebagainya.

Gejala fisik

Gemetar, berkeringat, jantung berdebar, kepala terasa ringan, pusing, ketegangan otot, mual, sulit bernafas, baal, diare, gelisah, rasa gatal, gangguan di lambung dan lain-lain.

KLASIFIKASI GANGGUAN AXIETAS


Gangguan Panik

Gangguan Fobik
Gangguan Obsesif-kompulsif Gangguan Stres Pasca Trauma

Gangguan Stres Akut


Gangguan Anxietas Menyeluruh

1. GANGGUAN ANXIETAS FOBIK

anxietas fobia adalah anxietas yang disebabkan oleh benda, binatang ataupun peristiwa tertentu. sifatnya biasanya tidak rasional, dan timbul akibat peristiwa traumatik yang pernah dialami individu. Ada beberapa jenis
Agorafobia Fobia

sosial Fob ia khas

agorafobia Fobia sosial Fobia khas

Ketakutan yg berpusat di tempat keramaian

sangat cemas dan terlalu sadar diri dalam situasi sosial sehari-hari

terbatas pada situasi yang sangat spesifik

Penegakan diagnosis gangguan fobia

Gejala-gejala psikologis, perilaku atau otonomik harus merupakan manifestasi primer dari anxietas dan bukan sekundari gejala lain seperti waham atau pikiran obsesif Anxietas harus hanya terbatas atau menonjol pada situasi sosial tertentu saja Penghindaran dari situasi fobik harus merupakan gambaran yang menonjol

Penatalaksanaan gangguan fobia


Obat-obat efektif adalah : SSRI (Serotonin Selective Re-Uptake Inhibitor)fobia sosial Benzodiazepine, buspiron, antagonis badrenergic reseptor Sama seperti pada gangguan panik terdiri dari obat-obat anti ansietas, anti depresan.

2. Gangguan Panik

Ditandai dengan terjadinya serangan panik yang spontan dan tidak diperkirakan Serangan panik adalah periode kecemasan atau ketakutan yang kuat dan relative singkat (biasanya kurang dari satu tahun) Disertai oleh gejala somatik tertentu seperti palpitasi dan takipnea

Pedoman diagnosisi gangguan panik


Ditegakkan jd Dx utama bila tdk ditemukan adanya gangguan anxietas fobik Ditemukan adanya beberapa kali serangan anxietas berat dalam masa kira-kira 1 bulan :
Pada

keadaan-keadaan yang sebenarnya secara objektif tidak ada bahaya Tidak terbatas hanya pada situasi yang telah diketahui atau yang dapat diduga sebelumnya Dengan keadaan yang relatif bebas dari gejala anxietas dalam periode antara seranganserangan panik

Penatalaksanaan gangguan panik


Penggolongan obat anti panik: Obat anti-panik trisiklik (Imipramine, Clomipramine) Obat anti panik benzodiazepine (Alprazolam) Obat anti panik RIMA (Reversible Inhibitors of Monoamine Oxydase-A) (Moclobemide) Obat anti panik SSRI (Sertraline, Fluoxetine, Paroxetine, Fluvoxamine, Citalopram)

Mekanisme kerja

Hipersensitivitas dari serotonic reseptor di SSP. Mekanisme kerja obat antipanik adalah menghambat reuptake serotonin pada celah sinaptik antar neuron. Awalnya terjadi peningkatan serotonin dan sensitivitas reseptor sekitar 2-4 minggu kemudian terjadi penurunan sensitivitas reseptor (down regulation) penurunan serangan panik (adrenergic overactivity) dan gejala depresi disebut juga efek bifasik

Cara penggunaan(1)

Semua obat anti panik sama efektifnya pada taraf sedang dan stadium awal Peka Trisiklik atau ada penyakit organik sbg penyulit SSRI atau RIMA ES relatif lebih ringan Alprazolam paling kurang toksik dan onset lebih cepat

Cara penggunaan (2)

Mulai dosis rendah dinaikkan perlahanlahan sampai dosis efektif Dosis efektif alprazolam 4mg/hari (bbrp kasus 6mg/hari) Dosis efektif trisiklik sekitar 150-200mg/hari Alprazolam berkhasiat dlm bbrp hari stlh minum obat, trisiklik/RIMA/SSRI baru stlh 4-6 minggu

Lama pemberian

Umumnya selama 6-12 bulan, kemudian dihentikan secara bertahap selama 3 bulan bila kondisi Os memungkinkan Dalam waktu 3 bulan bebas obat 75% penderita menunjukkan gejala kambuh maka pemberian obat dengan dosis semula diulangi selama 2 tahun. Setelah itu dihentikan secara bertahap selama 3 bulan.

3. Gangguan anxietas menyeluruh


Hampir setiap hari, selama 6 bln/> Berlebihan dan sulit dikendalikan

Gangguan somatik

Pedoman diagnostik

Menujukkan anxietas sebagai gejala primer yang berlangsung hampir setiap hari u/ bbrp mggu - bbrp bln Mencakup unsur-unsur berikut:
Kecemasan

( khawatir akan nasib buruk, merasa seperti diujung tanduk, sulit konsentrasi, dsb.); Ketegangan motorik (gelisah, sakit kepala, gemetaran, tidak dapat santai); Overaktivitas otonomik ( kepala terasa ringan, berkeringat, jantung berdebar-debar, sesak napas, keluhan lambung, pusing kepala, mulut kering, dsb.)

Penatalaksanaan gangguan cemas menyeluruh


Penggolongan: Benzodiazepin eg. Diazepam, chlordiazepoxide, lorazepam, clobazam,bromazepam, alprazolam Non-Benzodiazepin Eg. Sulpiride, buspiron, hydroxyzine

Mekanisme kerja
Hipotesis: Sindrom anxietas disebabkan hiperaktivitas dari sistem limbik SSP yang terdiri dari dopaminergic, noradrenergic, serotonin neurons yang dikendalikan oleh GABA (Gamma Amino Butiric Acid, suatu ihibitor neurotransmiter). Obat anti-anxietas benzodiazepin yang bereaksi dengan reseptornya akan meng-reinforce the inhibitory action Of GABA) sehingga hiperaktivitas tsb mereda

Efek samping

Sedasi (rasa mengantuk, kewaspadaan berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif melemah) Relaksasi otot(rasa lemas, cepat lelah, dll) Penghambatan mendadak akan menimbulkan gejala putus obat(rebound phenomena)

Cara penggunaan

Gol. Benzodiazepin merupakan drug of choice dari semua obat yang mempunyai efek anti-anxietas
lama

pengobatan rata-rata 2-6 minggu Pengehentian secara bertahap selama 1-2 minggu

4. Gangguan obsesif kompulsif


Pikiran, perasaan, ide yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak dikehendaki

Obsesif

Tingkah-laku yang berulang, tidak bisa dihilangkan dan tidak kompulsif dikehendaki

Pedoman diagnosis

Gejala obsesional atau tindakan kompulsif/ nya harus ada hampir setiap hari selama sedikitnya dua minggu berturut-turut Hal tersebut mrp sumber penderitaan (distress) atau g3 aktivitas penderita. Ciri-ciri gejala obsesional :
Harus

dikenal atau disadari sebagai pikiran atau impuls dari diri individu sendiri

Lanjutan ciri gejala obsesional

Setidaknya ada satu pikiran atau tindakan yang masih tidak berhasil dilawan Pikiran untuk melaksanakan tindakan tersebut diatas bukan merupakan hal yang memberi kepuasan atau kesenangan Pikiran, bayangan atau impuls tersebut mrp pengulangan yang tidak menyenangkan Ada kaitan erat antara gejala obsesif, terutama pikiran obsesif dengan depresi

Obat andi obsesif kompulsif


Digolongkan menjadi : 1. Obat anti obsesif kompulsif trisiklik, contoh klomipramin 2. Obat anti obsesif kompulsif SSRI, contoh sentralin, paroksin, flovokamin, fluoksetin Mekanisme Menghambat re-uptake neurotransmitter serotonin sehingga gejala mereda. Obsesif kompulsif berhubungan erat dengan depresi berhubungan secara paralel

Cara penggunaan

Obat pilihan yaitu klomipramin Mulai dosis rendah (25-50mg/hari dosis tunggal malam hari) penambahan 25 mg/hari sampai dosis efektif (200300mg/hari), lalu tappering off Maintenance: klomipramin (100-200mg/hari), sertralin (100mg/hari) Respon 1-2 minggu stlh mulai pengobatan, untuk hasil yg memadai 2-3 bulan dosis 75-225 mg/hari

Efek samping

Efek anti-histaminergik: sedasi, rasa mengantuk, waspada berkurang, kinerja psikomotor menurun, kemampuan kognitif menurun, dll Efek anti-kolinergik: mulut kering, keluhan lambung, retensi urin, disuria, penglihatan kabur, konstipasi, ggn fungsi seksual, sinus takikardia, dll Efek anti-adrenergik alfa: perubahan EKG, hipotensi ortostatik Efek neurotoksis: tremor halus, kejangepileptik, agitasi, insomnia

5. Gangguan stress akut


Gangguan sementara yg cukup parah beberapa jam atau hari

Stressor berupa pengalaman traumatik luar biasa ancaman serius terhadap keamanan atau integritas fisik individu sendiri atau orangorang yang dicintai

Pedoman diagnosis

Langsung dan jelas antara terjadinya pengalaman stresor luar biasa dengan onset dan gejala. Beberapa menit atau bahkan segera setelah kejadian. Selain itu ditemukan

terpaku ,mungkin tampak: depresif, anxietas, kemarahan, kekecewaan, overaktif dan penarikan diri. dalam hal dimana stres tidak dapat dialihkan, baru mulai mereda setelah 24 - 48 jam dan biasanya menghilang setelah 3 hari.

Diagnosis ini tidak boleh digunakkan untuk keadaan kambuhan mendadak dari gejalagejala pada individu yang sudah menunjukkan gangguan psikiatrik lainnya

Gangguan Stress Pasca Trauma

PEDOMAN DIAGNOSTIK Kurun waktu 6 bulan setbelah kejadian traumatik berat (masa laten berkisar antara beberapa minggu sampai brp bulan,jrng >6bln) Sebagai bukti tambahan selain trauma, harus didapatkan bayang-bayang atau mimpi-mimpi dari kejadian traumatik tersebut secara berulang-ulang kembali(flashbacks)

Gangguan otonomik, gangguan afek dan kelainan tingkah laku semuanya dapat mewarnai diagnosis tetapi tidak khas.

Penatalaksanaan Gangguan Stress Pasca Trauma

Pemberian antidepresan golongan SSRI (penghambat selektif dari ambilan serotonin) seperti Flouxetin 10-60mg/hr, sertralin 50200mg/hr antidepresan lain yg juga dapat digunakan adalah Amitriptilin 50-300mg/hr dan Impiramin 50-300mg/hr. Terapi efektif harus dilanjutkan paling sedikit 12 bulan.

Psikoterapi

jenis pengobatan yang dilakukan oleh seorang terapis yang terlatih khusus pada seorang pasien dengan memakai cara profesional yang dilandasi hubungan therapist-pasien yang khas, sehingga keluhan pasien tersebut dapat dialihkan, diringankan, atau disembuhkan, mengembangkan pertumbuhan secara positif.

Jenis psikoterapi
Psikoterapi suportif Psikoterapi reedukatif Psikoterapi berorientasi tilikan

Efektifitas Psikoterapi
Motivasi pasien

Tujuan yang ingi dicapai

Kepribadian terapis

Teknik yang digunakan

Keterampilan terapis

Sekian

Terimakasih