Anda di halaman 1dari 12

DIARE

Luthfia Noormaliasari Ardiansih

PENGERTIAN DIARE

Menurut WHO (1999) secara klinis diare didefinisikan sebagai bertambahnya defekasi (buang air besar) lebih dari biasanya/lebih dari tiga kali sehari, disertai dengan perubahan konsisten tinja (menjadi cair) dengan atau tanpa darah.

Virus

(penyebab diare tersering dan umumnya karena Rotavirus) Gejala : Berak2 air (watery), tidak ada darah lendir, berbau asam. Bakteri Gejala : Berak2 dengan darah/lendir , sakit perut. Memerlukan antibioka sebagai terapi pengobatan. Parasite(Giardiasis) Gejala : Berak darah dan lendir, sakit perut, perlu antiparasite .

Anak sedang terapi dengan pemakaian antibiotika Bila diare terjadi saat anak sedang dalam pengobatan antibiotika, maka hubungi dokter anda. Alergi susu Diare biasanya timbul beberapa menit atau jam setelah minum susu tersebut , biasanya pada alergi susu sapi dan produk-produk yang terbuat dari susu sapi. Infeksi dari bakteri atau virus yang menyertai penyakit lain Misalnya infeksi saluran kencing, infeksi telinga, campak dll.

PENULARAN PENYAKIT DIARE

Penularan penyakit diare adalah kontak dengan tinja yang terinfeksi secara langsung, seperti : Makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi, baik yang sudah dicemari oleh serangga atau kontaminasi oleh tangan yang kotor. Bermain dengan mainan yang terkontaminasi, apalagi pada bayi sering memasukan tangan/ mainan / apapun kedalam mulut. Karena virus ini dapat bertahan dipermukaan udara sampai beberapa hari.

Pengunaan sumber air yang sudah tercemar dan tidak memasak air dengan benar. Pencucian dan pemakaian botol susu yang tidak bersih. Tidak mencuci tangan dengan bersih setelah selesai buang air besar atau membersihkan tinja anak yang terinfeksi, sehingga mengkontaminasi perabotan dan alat-alat yang dipegang.

Kebiasaan yang dapat menimbulkan diare :


Makan tanpa cuci tangan yang bersih

Minum air mentah


Makan makanan yang dihinggapi lalat Buang air besar di sembarang tempat

Lingkungan rumah yang kumuh dan kotor


Pemberian makanan tambahan asi yang terlalu dini

pada bayi

Cara mencegah terjadinya diare :


Bayi sampai umur 4 bulan hanya diberi asi saja Rebus dahulu botol susu atau dot sebelum diberikan pada bayi Cuci tangan dengan sabun sebelum makan Sayuran buah dan makanan harus dicuci sebelum dimasak atau damakan Selalu minum air yang sudah direbus Memasak makanan dengan cara yang benar Makanan harus dilindungi dari hinggapan lalat dan kecoa.

Prinsip Pengobatan Diare :


Prinsip pengobatan diare adalah mengganti cairan yang keluar oleh karena itu berikan : Larutan oralit/larutan gula garam Cairan dari bahan makanan seperti : sup, air tajin, dan minuman yogurt atau susu asam Minum air putih masak Bila anak berusia kurang dari 6 bulan dan masih diberi asi teruskan pemberian asi. Sebagai tambahan berikan larutan oralit atau air putih masak Istirahat cukup

Cara

membuat larutan gula garam

Gula satu sendok teh penuh Garam seperempat sendok Air masak 1 gelas atau air teh 1 gelas Campur bahan2 tersebut aduk sampai larut

Cara

Bubuk oralit satu bungkus dilarutkan dalam 1gelas air masak atau 1 gelas air teh. Aduk sampai semua bubuk larut Baca petunjuk lebih lanjut pada bungkus oralit

membuat larutan oralit :

Diare tidak membaik dalam 3 hari Tinja cair keluar amat sering Muntah berulang-ulang Sangat haus Tidak mau makan atau minum seperti biasanya Demam Ada darah dalam tinja Anak terlihat sangat lemah Mengalami dehidrasi (kekurangan cairan)

TERIMA KASIH....