Anda di halaman 1dari 25

TRAUMA LISTRIK

Andika August Winata

Definisi
Listrik merupakan suatu bentuk energi yang pada keadaan tertentu dapat melukai tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian. Trauma listrik terjadi saat seseorang menjadi bagian dari sebuah perputaran aliran listrik atau disebabkan oleh terkenanya pada saat berada dekat dengan sumber listrik

Faktor yang mempengaruhi kerusakan jaringan


Jenis arus (AC/DC) Resistensi jaringan Kuat arus Voltage Aliran listrik mengenai tubuh Lama kontak Faktor lingkungan

Arus
Arus searah (DC): - spasme otot sesaat - px dapat terlempar - durasi kontak singkat - trauma tumpul Arus bolak-balik (AC): - 3x lebih bahaya - kontraksi otot kontinu / tetani

Resistensi Jaringan
Paling konduktif hingga paling resisten: - saraf - pembuluh darah - otot - kulit basah - kulit kering - tendon - lemak - tulang

Voltage
VOLTAGE adalah Faktor yang paling menentukan

Voltage
Voltage rendah: menimbulkan destruksi lokal tanpa gangguan sistemik Voltage tinggiVoltage tinggi(>1000 V): bisa mengakibatkan kerusakan jaringan yang ekstensif

Aliran Listrik
Luas kerusakan jaringan tergantung aliran listrik mengenai tubuh
Melalui dada aritmia, kerusakan jantung Melalui kepala kejang, kerusakan otak, paralisis Dekat mata katarak

Mekanisme Trauma Listrik


Kontak langsung: luka masuk atau
keluar memiliki 3 area
Kehitaman di tengah Abu-abu, nekrosis

Kerusakan jaringan parsial

Luka Masuk

LukaKeluar

Faktor Lingkungan
Electrical arc: penyebab kerusakan jaringan te rparah akibatkontak tak langsung, loncatan listrik melalui udara ya ng terionisasimenuju tubuh Flash burn :campuran luka bakar superfisial dan dalam Termal Trauma tumpul

Manifestasi Organ Spesifik


Jantung CNS Kulit Ekstremitas Mata Ginjal Pembuluh darah

Jantung
Nekrosis otot jantung secara langsung Disritmia VF, AF, asistol, aritmia, dll Arus AC lebih berbahaya

CNS
Akut -Depresi nafas, kejang, perubahan status mental, koma, amnesia,kuadriplegia, parese lokal, neuropati perifer -Aliran listrik melalui kepala koagulasi parenkim otak,EDH,SDH, IVH Fase lanjut Ascending paralysis, transverse myelitis, amyotrophic lateral

sclerosis

Ekstremitas
Luka bakar pada area pelipatan fleksor :akibat lompatan electrical arc Fraktur / dislokasi Compartment syndrome

Mata
Katarak : p.u >1000 V - terjadi 1-12 bulan kemudian
Lesi kornea, uveitis, iridosiklitis, perdarahan vitreus, ablasioretina, atrofi papil, korioretinitis

Ginjal
Myogobulinuria Gagal Ginjal Akut

Penanganan
Pastikan tak ada lagi aliran listrik saat menolong pasien

Primary Survey
Airway & C-spine control Breathing Circulation Monitor EKG 24 jam disritmia Disability GCS, pupil

Secondary Survey
Head to toe examination Luka masuk & luka keluar Estimasi luas dan derajat luka bakar Pemeriksaan neurologis Pemeriksaan adanya trauma lain Profilaksis anti tetanus bila perlu

Kriteria MRS
Henti jantung Luka bakar berat EKG abnormal Luka bakar pada komisura bibir Kehilangan kesadaran Hipoksia Myoglobinuria / peningkatan CPK RESUSITASIsignifikan High voltage

Resusitasi
Luka bakar yang luascairan24cc/kg BB/luas luka bakar Myoglobinuriapertahankan urine output 75-100cc/jam hingga urine jernih Manitol / Nabic

Pitfalls
Waspada compartment syndromefasiotomi Myonekrosis terutama baru dapat dideteksi setelah 3-5 hari pasca trauma debridement + penutupan luka definitif