Anda di halaman 1dari 6

PENATALAKSANAAN TULI SENSORINEURAL MENDADAK (SSHL)

Alfian Reddy S. Rofa Husnul K. Timmotius Danny J.Y. Eko Aprilianto H.

Hilangnya pendengaran lebih dari 30 dB pada 3 tes frekuensi yang bertahap, yang dilakukan dalam 3 hari. (Institut nasional Amerika untuk Tuli dan Gangguan Bicara)

Perkiraan insiden SSHL 5 sampai 20 orang dari 100.000 per tahun

Penatalaksanaan SSHL bervariasi


Steroid sistemik Tidak dilakukan intervensi apapun sembuh sendiri

Latar belakang Untuk membantu klinisi mengidentifikasi penatalaksanaan SSHL yang terbaik diantara banyak regimen penatalaksanaan

Tujuan Penelitian Naratif ini:


Untuk identifikasi, evaluasi, dan meninjau semua RCTs pada penatalaksanaan SSHL, untuk menyatukan dan melakukan meta analisis terhadap hasil individual RCTs jika memungkinkan untuk memperkuat data statistik dan memperkirakan efek dari penatalaksanaan yang diberikan

IDENTIFIKASI DAN INKLUSI RCTS


Sebuah studi literatur MEDLINE mengidentifikasi RCTs pada penatalaksanaan SSHL diterbitkan menggunakan Bahasa Inggris antara Januari 1966 dan Februari 2006. Setiap kutipan diidentifikasi melalui penelitian literature oleh 1 peneliti mengkaji abstrakabstrak literatur menentukan kesesuaian inklusi. masing-masing kutipan diidentifikasi sebagai calon RCTs

Kriteria inklusi :
diterbitkan dalam bahasa inggris membandingkan grup kontrol dengan grup tindakan dari pasien yang didiagnosis SSHL, SSHL idiopatik, dan tuli mendadak.

Penelitian tidak mengekslusi berdasarkan definisi SSHL secara kualitatif dan kuantitatif, regimen terapi, dan pengukuran hasi.

Penelitian MEDLINE pertama menggunakan terminologi MeSH hearing loss dan sensorineural menghasilkan 35 kutipan:
20 kutipan gagal memenuhi kriteria inklusi. 15 penelitian sisanya dimasukkan dalam tinjauan.

Jumlah total artikel yang memenuhi kriteria inklusi menjadi 20 artikel.

EVALUASI KUALITAS METODOLOGI


Kualitas metodologi dievaluasi secara independen oleh 1 peneliti.
Tinjauan Mempertimbangkan pengarang, institusi, penerbitan jurnal, atau hasil dari penelitian, (sesuai metode Berlins). Kriteria validitas berdasarkan Pedoman American Medical Assosiation

Pedoman Primer
Apakah pemberian terapi terhadap pasien dilakukan secara acak? Apakah follow up dilengkapi setidaknya 85% dari pasien yang diikutkan dalam penelitian? Apakah pasien dianalisis dalam grup acak?

Pedoman Sekunder
Apakah pasien tidak tahu terapi yang diberikan padanya? Apakah peneliti tidak tahu terapi yang diberikan kepada pasien? Apakah penelitian tidak tahu terapi yang diberikan kepada pasien? Apakah semua grup memiliki kemiripan pada awal penelitian? Disamping intervensi penelitian, apakah semua grup di perlakukan secara adil?

Kriteria tambahan
Apakah distribusi pasien terhadap grup terapi tersembunyi?

PENGAMBILAN DATA
Data diambil dari trial yang terinklusi oleh satu peneliti.

Informasi dari pasien, investigasi, metode, intervensi, dan hasil akhir direkam dalam formulir pengambilan data yang terstandar

Pengukuran outcome primer skor pure-tone average (PTA).

Pengukuran outcome tambahan (pengukutan objektif)


speech reception threshold speech discrimination scores, Penilaian subjektif keluhan pasien tinnitus, vertigo, and kemajuan perbaikan pendengaran.

Tabel 1. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Intervensi Intervensi Steroid vs Placebo

Sumber Wilson et al, 1980 Cinamon et al, 2001 Tucci et al, 2002 Stokroos et al, 1998 Westerlaken et al, 2003 Uri et al, 2003 Kubo et al, 1988 Cinamon et al, 2001 Ho et al, 2004 Probst et al, 1992 Kronenberg et al, 1992 Reisser and Weidauer, 2001 Burschka et al, 2001 Gordin et al, 2002 Nageris et al, 2004 Ogawa et al, 2002 Suckfll, 2002 Mann et al, 1986 Joachims et al, 2003 Mora et al, 2003 Topuz et al, 2004

Steroid + agen antiviral vs steroid + placebo

Steroid vs agen lain

Steroid intratimpani Vasoactive dan terapi hemodilusi

Magnesium vs agen lain

Lain-lain