Anda di halaman 1dari 17

MOLUSKUM KONTAGIOSUM

Referat

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan Pendidikan Dokter Umum Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta
Pembimbing : dr. Sunaryo, Sp.KK

Oleh : Anna Listyana Dewi J500 060 071 KEPANITERAAN KLINIK ILMU PENYAKIT MATA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Moluskum Kontagiosum disebabkan oleh: Molluscum Contagiosum Virus (MCV) MCV I 96,6 %

Angka kejadian di dunia: 2%-8%, Prevalensi 5%18% pada pasien HIV

Endemis pada komunitas padat penduduk, higiene buruk, dan daerah miskin. Menyerang pada anak-anak, dewasa dg aktivitas seksual aktif, status imunodefisiensi.

B. Tujuan Penulisan

Mengetahui informasi ilmiah tentang Moluskum Kontagiosum dan penatalaksanaan Moluskum Kontagiosum

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi

Moluskum Kontagiosum adalah penyakit infeksi virus pd kulit yg disebabkan oleh virus golongan poxvirus genus Molluscipox

B. Epidemiologi
Di Negara Tropis insiden tinggi pd anak-anak usia 2-3 tahun. Negara maju pd anak-anak sekolah kolam renang. Studi di Jepang, 2008 7000 anak terkena Moluskum Kontagiosum 75% riwayat penggunaan kolam renang. Di Amerika Serikat, 2003 5% pd anak-anak, 5-20% pd dewasa dg AIDS

C. Etiologi
Golongan Ordo Famili Genus Spesies : Pox virus : Poxviridae : Chordopoxvirinae : Molluscipox virus : Molluscum contagiosum
Termasuk gol double strained DNA (dsDNA) Struktur virion beramplop Bentuk seperti bata: 320x250x200 nm 2 bentuk infeksius: Internal Matur Virus (IMV) dan Eksternal Enveloped Virus (EEV) 4 subtive: MOCV I, MOCV II, MOCV III, MOCV IV MOCV I 75-90% penyebab infeksi MOCV II, III, IV imunitas immunocompromised

D. Penularan
Secara umum orang ke orang melalui barang, ex: pakaian, handuk, alat cuci alat mandi Kolam renang Kontak saat OR (gulat) Prosses pembedahan Proses tato Hubungan seksual

E. Patogenesis
Infeksi & infestasi MCOV Hiperplasia & hipertrofi epidermis Epidermis inti virus Lokasi MOCV sel granular & malphigi

Ruptur di tengah lesi lesi pox nekrotik, tumor jinak

Mencegah Rx Sist. Imun host utk mengenalinya

Badan moluskum : terdapat MCOV matur yg byk mengandung collagen-lipid-rich saclike intraseluler

F. Manifestasi Klinis
Lesi umblikata multiple papul berbatas tegas, licin, berbentuk kubah (dome shaped) sewarna kulit, ukuran 2-6 mm Di tengah lesi terdapat lekukan (delle) kecil berisi bahan seperti nasi berwarna putih ciri khas moluskum kontagiosum

G. Dermatopatologi
Gambaran klasik berbentuk cangkir, invaginasi dr epidermis ke dermis, Badan HendersonPaterson (ungu-merah)

Badan moluskum intrasitoplasmik (ungu-merah muda) dalam keratinosit

H. Diagnosis Banding

Veruka Vulgaris: vegetasi lentikular, permukaan kasar, kering, warna keabu-abuan Keratoakantoma: nodul-nodul keras, bag tengah sumbatan keratin

I. Penatalaksanaan
Bedah Beku (Cryosurgery) Nitrogen cair Cantharidin agen keratolitik berupa larutan yg mengandung 0,9% collodian & acetone Tretinoin derivat vit A sbg agen antiproliferasi sel krim tretinoin 0,1% Cimetidine antagonis reseptor histamin H2 yg menstimulasi rx hipersensitifitas tipe lambat Larutan KOH bila didapatkan inflamasi atau ulkus di daerah lesi Pulsed Dye Laser efisien tetapi kurang efektif dr segi biaya Imunomudulator pd pasien dg gangguan fungsi imun

Eviserasi menghilangkan lesi dg mengeluarkan inti umbilikasi sentral

Podofilin & Podofilotoksin suspensi podofilin 25% dalam larutan benzoin atau alkohol

Antivirus cidopfovir

J. Prognosis

Dengan menghilangkan semua lesi yg ada jarang atau tidak akan residif

BAB III KESIMPULAN

Kesimpulan

Moluskum Kontagiosum merupakan penyakit yg diakibatkan karena infeksi virus Molluscum Contagiosum. Gambaran klinis papul-papul multiple yg berumbilikasi di tengah, mengandung badan moluskum, dapat sembuh sendiri. Terapi yg digunakan Cryosurgery, eviserasi, podofilin atau podofilotoksin, cantharidin, tretinoin, cimetidine, larutan KOH, Pulsed Dye Laser, imunomodulator, antivirus: cidofovir

DAFTAR PUSTAKA
Crowe, Mark A, Molluscum Contagiosum http://emedicine.medscape.com/article/910570-overview Graham, Robin & Tony. Lectures Notes Dermatology. Edisi 8. 2005. Erlangga. Jakarta, Indonesia Hanson, Daniel & Dayna G. Diven. Molluscum Contagiosum. Dermatology Online Journal. 2003, 9:1-11. http://dermatology.cdlib.org/92/reviews/molluscum/diven.html K Jawetz, Melnick & Adelberg. Mikrobiologi Kedokteran. Edisi 20. 1995. EGC. Jakarta, Indonesia. Kauffman, Lisa C. Molluscum Contagiosum. http://emedicine.medscape.com/article/762548 -overview. Handpur S., Sharma VK, Sumanth K. Topical Imunomodulators in Dermatology. J Postgrad Med. Vol. 50. Juni 2004, No.2. hal.131 -137. Meadows, K.P. Resolution of Recalcitrant Molluscum Contagiosum virus Lesions in Human Immunodefficiency Virus -Infected Patients Treated with Cidofovir. Archives of Dermatology. Vol. 133. 1997. Najarian, David J & Joseph C. English III. Imiquimod Cream: A New Multipurpose Topical Therapy for Dermatology. Continuing Education Credit. Vol. 28. 2003, No.2. hal. 122 -125. Puneet, Bhargava & Kanodia Sanjay. Imiquimod: A Novel Immune Response Modifier. Indian J. Sex. Transm. Dis. Vol. 27. 2006, No.1. hal. 2 -4. Robin & Cotran. Pathologic Basis of Disease. 2005. Elsevier Saunders, Philadelphia, United States. Siregar, R.S. Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Edisi 2. 2002. EGC, Jakarta, Indonesia. Toro, Jorge R. et al. Topical Cidofovir: A novel treatment for Recalc itrant Molluscum Contagiosum in Children Infected With Human Immunodeficiency Virus 1. Report of Cases. Arch Dermatol. Vol. 136. Agustus 2000. hal. 983-985. Valentine C.L.; Diven D. Treatment Modalities for Molluscum Contagiosum. Dermatologic Therapy. Vol. 13. September 2000, No. 3. Zabawsky, Edward J, Jr. A Review of Topical and Intralesional Cidofovir. Dermatology Online Journal. Vol. 6. 2000, No.1. hal 1 -16. http://dermatology.cdlib.org/DOJvol6num1/therapy/cidofovir/zabawsky.html .