Anda di halaman 1dari 16

TREMATODA DARAH

Schistoma japonicum

Daur Hidup

Schistoma japonicum

Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies japonicum

: Animalia : Platyhelminthes : Trematoda : Digenea : Strigeidida : Schistoma : Schistoma

Hospes Schistoma japonicum


Hospes Perantara : Oncomelania sp.

Hospes Definitif : manusia, dan hewan domestik, seperti rusa, tikus sawah, kucing, rusa, dll.

Morfologi Schistoma japonicum


Telur
Ukuran : 70 80m Bentuknya oval, hampir bulat Warna transparan atau kuning pucat Spina sukar terlihat, terletak di lateral dan sangat kecil Berisi embrio besar bersilia

Cacing dewasa
Kulit tubuhnya halus, tidak ada tuberkel Cacing jantan panjangnya 12 20mm, mempunyai 6 -8 testis Cacing betina panjangnya 28mm, ovariumnya terletak di bagian tengah tubuh

Nama Penyakit
Oriental schistosomiasis, Skistosomiasis japonica, Penyakit Kayama / demam keong

Patologi dan Gejala Klinis


Stadium I : Gatal gatal (urtikaria) Gejala intoksikasi disertai demam, hepatomegali, dan eosinofilia tinggi Stadium II : Sindrom disentri Stadium III (sindrom menahun) : Sirosis hati Splenomegali

Diagnosis
Menemukan telur di dalam tinja atau dalam jaringan biopsi, seperti biopsi rektum Reaksi serologi, meliputi: Circumoval precipitin test Indirect haemagglutination test Complement fixation test Fluorescent antibody test Enzym linked immunosorbent assay

Distribusi Geografik
RRC, Jepang, Muangthai, Taiwan, Pilipina, Malaysia, dan Indonesia (Sulawesi Tengah daerah Danau Lindu dan Lembah Napu)

Epidemiologi
Di Indonesia daerah Danau Lindu (1973) Lembah Napu (1972)

Sumber infeksi hospes reservoar (manusia, tikus sawah (Rattus), rusa hutan, babi hutan, sapi, anjing)
Hospes perantara Oncomelania hupensis lindoensis Habitat: Fokus di daerah yang digarap seperti ladang, sawah yang tidak dipakai lagi, pinggir parit di antara sawah Fokus di daerah hutan di perbatasan bukit dan dataran rendah

Schistoma mansoni

Kingdom Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Animalia : Platyhelminthes : Trematoda : Digenea : Strigeidida : Schistoma : Schistoma mansoni

Schistoma haematobium

Kingdom : Animalia Filum : Platyhelminthes Kelas : Trematoda Ordo : Digenea Famili : Strigeidida Genus : Schistoma Spesies : Schistoma haematobium

Hospes dan Penyakit Schistoma

haematobium
Hospes : definitif: Manusia reservoar: Babon dan Kera Penyakit : Skistosomiasis kandung kemih

Distribusi Geografik
Di temukan di Afrika, Spanyol dan berbagai negara Arab

( Timur Tengah, lembah Nil )

Morfologi Schistoma haematobium


Cacing Dewasa
Cacing dewasa jantan kira-kira 1,3cm dan yang betina kira-kira 2,0cm. Ditutupi integumen tuberkulasi kecil, memiliki 2 batil isap berotot, yang ventral lebih besar. Di sebelah belakang batil isap ventral, melipat ke arah ventral sampai ekstremitas kaudal, membentuk kanalis ginekoporik. Persis di belakang batil isap ventral terdapat 4-5 buah testis besar. Porus genitalis tepat di bawah batil isap ventral. Batil isap kecill, ovarium terletak posterior dari pertengahan tubuh. Uterus panjang; sekitar 20-30 telur berkembang pada satu saat dalam uterus Oviposisi biasa rerjadi dalam venule kecil pada vesica urinaria dan pelvicus seperti venule rectalis Hidup di vena panggul kecil terutama di vena kandung kemih

Telur
Telur di temukan di urin, alat kelamin, dan rektum Telur, berwarna coklat kekuningan, memiliki duri terminal, transparan, berukuran (112-170) m x (40-70) m

Patologi dan Gejala Klinis


Sindrom disentri bila terjadi kelainan di rektum Kelainan pada dinding kandung kemih Gejala = hematuria dan disuria (bila terjadi sistitis)

Diagnosis
(1)Setelah telur dilepaskan di vesica urinaria dan muncul dalam urine (2)Setelah telur dilepaskan di dalam usus dan muncul di tinja (3)Dari bahan aspirasi dan biopsi melalui cystoscope dan procoscope dan diperiksa secara mikroskopik terhadap adanya telur

Pengobatan
Niridazol atau 1-Nitro-2,thiazoyl-2-imidazolidnone Prazikuantel Kedua obat tersebut diberikan sesuai dosis tergantung dari spesiesnya