Anda di halaman 1dari 82

Laporan Kasus Karsinoma Endometrium

Disusun Oleh: Zaras Yudisthira Saga 2008730133 Pembimbing: Dr.Aranda Tri S., Sp.OG
Kepaniteraan Klinik Stase Obgyn Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta 2012

Identitas
Nama pasien : Ny. A Usia : 35 tahun, 8 bulan, 16 hari Alamat : Jl. Bambu Apus Timur 17/A RT. 1/3 Pamulang Pekerjaan : Karyawati Status Perkawinan : Menikah Agama : Islam Tanggal MRS : 14-06-2012 No. RM : 00760244 Dokter yang Merawat : dr.Aranda Tri S, Sp.OG

Anamnesis
KU : Nyeri pada daerah perut kanan dan kiri bawah sejak 2 bulan SMRS Nyeri di MRS RPS : daerah
Benjolan di daerah perut bawah 9 bulan SMRS Operasi kista ovarium Terdapat mioma uteri yang besar perut kanan dan kiri bawah sejak 2 bulan SMRS Menstruasi terasa sangat sakit menjalar 2 bulan sampai ke SMRS punggung Nyeri di daerah perut bawah yang hebat Benjolan dirasaka n semakin hari semakin

1 tahun SMRS

RPD: Riwayat Asma dan Diabetes Mellitus disangkal OS menderita Hipertensi sejak tahun yang lalu
RPK: Riwayat Diabetes Mellitus disangkal Ayah OS menderita Hipertensi dan Diabetes Mellitus .

R. Pengobatan: OS tidak mengkonsumsi apapun

R. Perkawinan: Pernikahan pertama,lama perkawinan 14 tahun Saat ini masih dalam status pernikahan

R. Haid: Menarche 9 tahun Lama haid 5 hari, Siklus haid 28 hari Dismenorrhea disangkal HPHT: 19 Mei 2012

Riwayat Obstetri
P3A0

Anak I : Perempuan, lahir tahun 2000, lahir spontan pervaginam, aterm, 2800 gr, hidup Anak II : Laki-laki, lahir tahun 2002, lahir spontan pervaginam, aterm, 3000 gr, hidup Anak III : Laki-laki, lahir tahun 2007, lahir spontan pervaginam, aterm, 3100 gr, hidup

Riwayat Alergi: Alergi debu, cuaca dingin, makanan, dan obat disangkal

Riwayat Operasi: Operasi kista ovarium September 2011

Riwayat Psikososial: Kebiasaan minum kopi, merokok, dan minuman beralkohol disangkal

Pemeriksaan Fisik

KU : Tampak sakit ringan Kesadaran : CM Tanda Vital TD : 130/70 Suhu : 36,1 oC Nadi : 88 x/menit RR : 16 x/menit

Status Generalis
Kepala Bentuk : Normocephal Rambut : Hitam, tidak rontok Alis : Madarosis (-) Mata : Konjungtiva anemis (-/-), Sklera ikterik (-/-), refleks cahaya (+/+), pupil isokor Leher : Perbesaran KGB (-), perbesaran thyroid (-)

Pulmo Inspeksi: Pergerakan dinding dada simetris Palpasi : Vokal fremitus sama dikedua lapang paru Perkusi : Sonor Auskultasi : Vesikular (+/+), Ronkhi (-/-),

Cor Inspeksi : ictus cordis tidak terlihat Palpasi : ictus cordis tidak teraba Perkusi : Batas jantung kanan; ICS IV linea parasternalis dekstra Batas kiri; ICS IV linea midclavikularis sinistra Auskultasi : Bunyi jantung I & II murni, regular, murmur

Abdomen Inspeksi: perut supel Palpasi : nyeri tekan epigastrium (-), tidak teraba adanya benjolan, hepar dan lien tidak teraba Perkusi : timpani Auskultasi : Bising usus dalam batas normal

Ekstremitas Atas: Akral : Hangat RCT : < 2 detik Edema : (-) Ekstremitas Bawah: Akral : Hangat RCT : < 2 detik Edema : (-)

USG
Uterus tampak membesar, retrofleksi Di korpus belakang tampak massa (adenomiosis), diameter 8cm Adneksa ki/ka normal WD: Adenomiosis

Radiologi
Cor CTR normal, aorta normal Sinus dan diafragma normal Pulmo: Hilli normal. Corakan vascular normal Tidak tampak infiltrate Tulang costae normal Kesan: Cor tidak membesar Pulmo dalam batas normal

Pem. Penunjang
Laboratorium
Nilai Rujukan 11,7-15,5 3,60-11,00

11 Juni 2012 Hemoglobin Leukosit

Nilai 6,1 9,27

Satuan

g/dl
103 /uL

Trombosit
Hematokrit

21
529

1150-440
35-47

103 /uL
%

Nilai Ureum 29 1,5 139 4,3 100 19

Nilai Rujukan Kimia Klinik 10-50 <1,4 135-147 3,5-5,0 94-111 10-31

Satuan mg/dl mg/dl mEq/L mEq/L mEq/L l

Kreatinin
Natrium Kalium Clorida SGOT (AST)

SGPT (ALT)
Masa Protrombin (PT) Pasien Kontrol APTT Pasien Kontrol

14
10,9 11,0

9-36
9,8-12,6

l
detik

34,1 33

31,0-47,0

detik

Resume
Anamnesis: OS mengeluh nyeri di daerah perut kanan dan kiri bawah sejak 2 bulan SMRS. OS merasa nyeri hilang timbul dan biasanya bertambah nyeri pada saat beraktivitas. OS merasakan adanya benjolan di daerah perut bawah sejak 1 tahun SMRS, dirasakan semakin membesar dan menimbulkan nyeri. OS juga mengeluh nyeri yang sangat hebat pada daerah pingang dan menjalar ke punggung pada saat menstruasi. Pada saat menstruasi darah yang keluar terasa sangat banyak sejak 1 tahun SMRS. OS mengaku telah didiagnosis oleh dokter menderita kista ovarium. Kista ovarium tersebut telah dioperasi pada saat 9 bulan SMRS tetapi pada saat operasi menurut dokter

Laboratorium: Hemoglobin: 6,1 g/dl USG Uterus tampak membesar, retrofleksi Di korpus belakang tampak massa (adenomiosis), diameter 8cm Adneksa ki/ka normal WD: Adenomiosis DD: Mioma uteri

Diagnosis Adenomiosis Anemia

Planning: Rencana diagnostik thorax, EKG

: Pemeriksaan Hb, Rontgen

Konsul Internis Rencana Histerektomi Rencana terapi : Cairan maintenance RL 18 tpm Transfusi darah 300cc Mefinal 3x1 Rantin 2x1

Follow Up
S O A P Pemeriksaan penunjang 12/6 /2012

Nyeri perut kanan bawah Suhu : 36,1 C


menjalar ke punggung, Nadi : 84 x/m

Adenomiosis

RL 18 tpm
Transfusi darah 300cc Mefinal 3x1 Rantin 2x1

Hb: 8,4 g/dl


HbSAg: (-)

pusing (-), belum BAB 3 RR : 18 x/m hari, BAK lancar TD: 120/80

13/6 /2012 Nyeri perut kanan bawah Suhu : 36,2 C menjalar pusing lancar 14/6 /2012 Nyeri perut kanan bawah Suhu : 36,1 C menjalar pusing ke (+), punggung, Nadi : 84 x/ kembung, RR : 16 x/m TD: 140/80 Adenomiosis RL 18 tpm Transfusi darah 100cc Mefinal 3x1 Rantin 2x1 Hb: 9,6 g/dl (-), ke punggung, Nadi : 82 x/m BAK RR : 18 x/m TD: 120/80 Adenomiosis RL 18 tpm Mefinal 3x1 Rantin 2x1 Hb: 9,8 g/dl Echo: MVP, MR mild, AR mild

BAB(-),

BAB(+), BAK lancar

Follow Up
S O A P Pemeriksaan penunjang

15/6 /2012 Nyeri perut kanan bawah, pusing (+), kembung, BAB(+), BAK lancar 16/6 /2012 Nyeri perut kanan bawah, pusing (+), kembung, BAB(+), BAK lancar 17/6 /2012 HCU Post Histerektomi H+1 Suspek Sarcoma Uteri Suhu : 36,2 C Nadi : 82 x/m RR : 18 x/m TD: 140/90 Adenomiosis RL 18 tpm Mefinal 3x1 Rantin 2x1 Suhu : 36,1 C Nadi : 84 x/m RR : 18 x/m TD: 130/80 Adenomiosis RL 18 tpm Mefinal 3x1 Rantin 2x1

Hb: 10,9 g/dl

Follow Up
S O A P Pemeriksaan penunjang 18/6 /2012 RL 18 tpm Terfacef 2x1 Alinamin F 2x1 Rantin 2x1 Mefinal 3x1 19/6 /2012 Masih operasi, nyeri luka bekas Suhu : 36,1 C perut Nadi : 84 x/ Post Histerektomi H+3 Suspek Sarcoma Uteri RL 18 tpm Terfacef 2x1 Alinamin F 2x1 Rantin 2x1 Mefinal 3x1 Post Histerektomi H+4 Suspek Sarcoma Uteri RL 18 tpm Terfacef 2x1 Alinamin F 2x1 Rantin 2x1 Mefinal 3x1 Hb: 11,2 g/dl Hb: 11,1 g/dl Protein total: 7,7 g/dl Albumin: 3,5 g/dl

Keluar

darah

dr

vagina, Suhu : 36,2 C

Post Histerektomi
H+2 Suspek Sarcoma Uteri

Pusing, batuk darah, nyeri Nadi : 82 x/m bekas operasi, kembung RR : 18 x/m TD: 120/70

mual,

kembung, pusing, BAB -, RR : 16 x/m BAK lancar 20/6 /2012 Masih operasi, nyeri perut luka bekas Suhu : 36,1 C TD: 140/80

kembung, Nadi : 84 x/m

pusing, BAB -, BAK lancer, RR : 18 x/m mobilisasi (+) TD: 120/70

Laporan pembedahan

Patologi Anatomi
Diterima 2 tempat jaringan : Makroskopik : Jaringan/ uterus tak teratur 15x14x13 cm pembelahan dinding tebal 5cm, dengan bagian dinding yang pecah, rapuh, dan jaringan compang-camping 500cc rapuh sebagai cetak Omentum: jaringan tak teratur ukuran 17x7x3 cm kenyal sebagai cetak Mikroskopik: Sediaan uterus memperlihatkan gambaran sesuai dengan karsinoma adenoskuamosa yang poorly diferentiated (glass cell carcinoma) Sel tumor telah menginvasi seluruh lapisan miometrium, omentum, dan kelenjar getah bening

Tinjauan Pustaka

Definisi
Kanker endometrium merupakan tumor ganas primer yang berasal dari endometrium atau miometrium

Dari keganasan ginekologik, karsinoma endometrium menempati 20-30%

Epidemiologi
Setiap tahun, 142,000 perempuan terdiagnosis, dan sebanyak 42.000 perempuan meninggal karena penyakit ini (Amant, 2005)

Pada tahun 2007, diperkirakan 1 dari 38 perempuan di Amerika Serikat terdiagnosis kanker endometrium

Di regional Asia Tenggara insiden


kanker endometrium 4,8 persen dari 670.587 kasus kanker kanker payudara sebanyak 30,9 serviks 19,8% ovarium 6,6%

Cancer Statistics 2010


Estimated New Cases
28% Breast
207,090

Estimated Deaths
26% Lung and bronchus

14%
10% 6% 5%

Lung and bronchus


Colon and rectum Uterine corpus Thyroid
43,470

15%
9% 7% 5% 4% 3% 3% 2% 2%

Breast
Pancreas Ovary

39,840

Colon and rectum


13,850

4%
4% 3%

Non-Hodgkin lymphoma
Melanoma Kidney

Non-Hodgkin lymphoma Leukemia Uterine corpus Liver Brain


7,950

3%
3%

Ovary
Pancreas

21,880

Jemal, A. et al. CA Cancer J Clin 2010; 60:277-300

Estimated New Gynecologic Cancers: 2010


5% 15% 3% Uterus Ovary Cervix Vulva Vagina & Other
3,900

51% 26%
Uterus 43,470 Vulva

Ovary
Cervix

21,880
12,200

Vagina & Other

2,300

Jemal, A. et al. CA Cancer J Clin 2010; 60:277-300

Estimated Gynecologic Cancer Deaths: 2010


15% 3% 3% 29% Uterus Ovary Cervix Vulva Vagina & Other
920 780

50%
Ovary Uterus Cervix 13,850 7,950 4,210
Jemal, A. et al. CA Cancer J Clin 2010; 60:277-300

Vulva Vagina & Other

Etiologi

Faktor nutrisi
Stimulasi berlebihan jangka panjang hormon estrogen

Genetik

Ca Endometri um

Riw. Radiasi cavum pelvis

Faktor Resiko
Infertilitas atau Partus sedikit Obat anti estrogen Menarke dini atau menopouse tertunda

Hormon estrogen eksogen Penyakit ovari feminisas i

Kekacauan fungsi hipofisis http://www.cmellc.com/CMEActi vities/tabid/54/ctl/ActivityControl ler/mid/545/activityid/2224/Defa ult.aspx

American Academy of Family Physicians EDWARD M. BUCHANAN, MD; LARA CARSON WEINSTEIN, MD; and CHRISTINA HILLSON, MD

Uterine Neoplasia

Hyperplasia

Adenocarcinoma

Sarcoma

Sporadic

Inherited
Lynch syndrome (HNPCC) Cowdens disease BRCA syndrome?

Type I
Estrogendependent Endometrioid MMR/MSI PTEN, KRAS

Type II
Estrogenindependent Serous, clear cell TP53, HER2/neu, p16

http://www.nature.com/modpathol/journal/v13/n3/full/3880051a.html

Endometrial intraepithelial carcinoma. A, surface endometrium is replaced by a monolayer of pleomorphic cells containing large, atypical nuclei. Underlying endometrium is atrophic and consists mainly of stroma. B, multilayered epithelium composed of cells with Grade 3 nuclei containing mitotic figures. C, cells with Grade 3 nuclei form micropapillae on endometrial surface.

Manifestasi Klinis

Gejala Klinis:
Perdarahan abnormal pervaginam Sekresi abnormal pervaginam Nyeri Manifestasi metastasis kanker

Tanda Fisik:
Pembesaran uterus

Jalur Metastasis
Ekstensi Langsun g
Langsung menginvasi serviks uteri, ligamentum latum, vagina, buli-buli, rektum, dll Tumor fundus uteri Limfatik tuba uterinalimfe para-aorta abdominal

Metastas is limfogen
Tumor Kornu Uteri Ligamentum latumkelenj ar limfe inguinal profunda dan superfisialis Tumor Segmen bawah Uteri Kelenjar limfe pararektalk el. limfe presakral Tumor Dinding Anterior Uteri Refleksi vesikouterinas egmen 1/3 bawah vagina

Diagnosis

Biopsi Endometrium dan Kuretase Segmental

Pemeriksaan Histeroskopik

Pemeriksaan Sitologi

Gold standar Terlebih dahulu mengambil jaringan dr dinding

Disuntikkan media pendistensi uterus sehingga TIU meningkat

Aspirat forniks posterior Aspirat kavum uteri Metode penyikatan

Biopsi Endometrium dan Kuretase Segmental

Pemeriksaan Histeroskopik

Pemeriksaan Sitologi

Diagnosis USG Stadium dini tdk menunjukan kelainan yg jelas Invasi lapisan otot: lapisan otot menipis atau berubah bentuk Invasi leher rahin: leher rahim bertambah lebar

CT dan MRI Akurat membedakan leher rahim dan badan rahim, endometrium, dan lapisan otot Akurat membedakan derajat invasi dan metastasis Akurasi MRI 80% dan telah luas dipakai utk diagnosis dan penentuan stadium

Zat Petanda Tumor CA125 20% pada pasien stadium klinis I 80% pada pasien stadium lanjut

USG

Patologi
Makrosk opik

Mikroskopik

Tipe Difus

Tipe Lokalis asi

Adenok arsino ma Endom etrioid

Adenok arsino ma Serosa Papilar

Karsino ma sel jernih

Adenok arsino ma musino sa

Karsino ma sel skuamo sa

Karsino ma tak berdifer ensiasi

Adenokarsinoma Endometrioid
90% ca endometrium terdapat kelenjar yang mirip dengan endometrium normal 80% terkait dengan pemakaian berlebih jangka panjang estrogen, obesitas, dan hiperplasia endometrium Jika terdapat epitel skuamosa: adenokarsinoma

Adenokarsinoma Serosa Papilar


5-10% dari ca endometrium Sering disebut uterine papillary serous carcinoma (UPSC) Menyerupai adenokarsinoma serosa papilar dari epitel ovari UPSC dan kanker ovarium epitel dapat dibedakan lewat pembedahan Sangat mudah invasi ke otot lapisan dalam uteri dan vaskular, penyebaran intraperitoneal dan metastasis kelenjar limfe

Karsinoma Sel Jernih


1-5% dari ca endometrium Menyerupai karsinoma sel jernih ovari Penampakan mikroskopik didominasi oleh sel padat, kistik, tubular atau papiler Cenderung ganas, dan invasif Survival 5 tahun 3342%

Adenokarsinoma Musinosa
1-9% dari ca endometrium Menyerupai adenokarsinoma musinosa serviks uteri Mempunyai gambaran glandular dengan sel yang kolumnar dan stratifikasi minimal

Karsinoma Sel Skuamosa


0,1% dari ca endometrium Sumbernya mungkin terkait dengan metaplasia skuamosa kelenjar endometrium, mungkin juga berasal dari sel reservasi Singkirkan karsinoma sel skuamosa serviks uteri dan adenoskuamokarsinom a endometrium Prognosis sangat buruk

Karsinoma Tak Berdiferensiasi


1-2% dari ca endometrium Menyerupai karsinoma tak berdiferensiasi pada dari organ lain karakteristik proliferasi epitel monotonous, ukurannya medium tumbuh dari sel yang padat dan tidak mempunyai pola yang spesifik Bedakan dengan limfoma, sarkoma, atau koriokarsinoma Sangat jarang, prognosis sangat buruk

Gradasi Patologik

Revised FIGO staging


FIGO 1988
STAGE I A. Limited to the endometrium B. Invasion to < half myometrium C. Invasion half myometrium STAGE II A. Endocervical glandular involvement B. Cervical stromal invasion STAGE III A. Invades serosa or adnexa or positive cytology B. Vaginal metastases C. Positive pelvic or aortic nodes STAGE IV A. Invades bladder or bowel mucosa B. Distant metastases, including intraabdominal or inguinal

FIGO 2009
STAGE I A. Invasion < half myometrium B. Invasion half myometrium STAGE II -Cervical stromal invasion STAGE III A. Invades serosa or adnexa B. Vaginal or parametrial involvement C1. Positive pelvic nodes C2. Positive aortic nodes STAGE IV A. Invades bladder or bowel mucosa B. Distant metastases, including intraabdominal or inguinal

Stage I

New IA New IB

Modified from Disaia, Clinical Gynecologic Oncology, sixth edition

Stage II

New II

Modified from Disaia, Clinical Gynecologic Oncology, sixth edition

Stage III

New IIIC1

New IIIC2

Modified from Disaia, Clinical Gynecologic Oncology, sixth edition

Penatalaksanaan
Terapi Operasi Histerosalpingek tomi Histerektomi ekstensif Radiotera pi Medikamentos a Terapi dengan hormon progestin Terapi anti estrogen Terapi dengan obat antitumor

Radikal

Radiotera pi + operasi Histerektomi total ekstensif + eksisi limfatik iliopelvik bilateral/ eksisi limfatik para-aorta abdominal atau biopsi

Terapi Operasi

Radioterapi
Sinar berenergi tinggi untuk membunuh sel-sel kanker.

Radioterapi Radikal

Radioterapi dikombinasi operasi


Radioterapi preoperasi Radioterapi pasca operasi

Medikamentosa
Terapi Progestin
indikasi bagi terapi progestin yaitu berdiferensiasi baik, reseptor estrogen dan progesterone positif Depo-provera 400 mg IM/minggu Provera, 200 mg per oral, 4xsehari Megastrol acetate, 800 mg per orel, 4xsehari

Terapi anti estrogen


berkaitan dengan reseptor estrogen pada sel dan dalam sitoplasma, sehingga kadar reseptor estrogen berkurang dan mengurangi reaksi normal jaringan terhadap estrogen Tamoksifen 20 mg per oral, 2xsehari

Kemoterapi pada Kanker Endometrium


Indikasi: 1. Kemoterapi adjuvant pasca operasi terhadap stadium dini yang memiliki factor risiko tinggi tertentu 2. Kasus stadium lanjut, dapat dilakukan operasi radikal atau radioterapi dengan kemoterapi adjuvant 3. Saat operasi terdapat tumor residif atau pasien rekuren dengan metastasis

Adjuvan

AP

(Doxorubicin

50-60

mg/m2,

Cisplatinum 60 mg/m2 dengan interval 3 minggu) Kemoradiasi Cis-platinum 20-40 mg/m2 setiap minggu (5-6 minggu) Xelloda 500-1000mg/hari (oral) Gemcitabine 300mg/m2

Prognosis
Semakin lanjut stadium, prognosis makin buruk Faktor yang mempengaruhi prognosis:
Usia timbul ca Stadium klinis Metastasis kelenjar limfe Jenis patologik dan gradasi tumor Kandungan ER, PR dalam jaringan karsinoma endometrium

Laporan pembedahan

Sarcoma Uterine
1% of female genital tract malignancies 3% to 7% of uterine cancers leiomyosarcomas (40%), endometrial stromal sarcomas (10% to 15%),
leiomyosarcoma has become the most common subtype of uterine sarcoma Most occur in women over 40 years of age who usually present with abnormal vaginal bleeding (56%), palpable pelvic mass (54%), and pelvic pain

Epidemiology
Rare 2% to 5% of all uterine malignancies 17 per million women annually [Platz, & Benda, 1995] Between 1989-1999, 2677 women were diagnosed with uterine sarcoma (Brooks et al, April,
2004)

Risk Factors
prior pelvic radiation (10%-25% of cases) 3X increase in risk among black women (Brooks et
al, April, 2004)

Data regarding parity and time of menarche and menopause as risk factors are inconclusive (Sherman & Devesa ,2003)

Patologi Anatomi
Diterima 2 tempat jaringan : Makroskopik : Jaringan/ uterus tak teratur 15x14x13 cm pembelahan dinding tebal 5cm, dengan bagian dinding yang pecah, rapuh, dan jaringan compang-camping 500cc rapuh sebagai cetak Omentum: jaringan tak teratur ukuran 17x7x3 cm kenyal sebagai cetak Mikroskopik: Sediaan uterus memperlihatkan gambaran sesuai dengan karsinoma adenoskuamosa yang poorly diferentiated (glass cell carcinoma) Sel tumor telah menginvasi seluruh lapisan miometrium, omentum, dan kelenjar getah bening

Leiomyosarcoma

Makroskopis

Berupa massa abu-abu putih, padat, berbatas tegas dengan potongan memperlihatkan gambaran kumparan yang khas. Tumor mungkin hanya satu, tetapi umumnya jamak dan tersebar di dalam uterus dengan ukuran berkisar dari benih kecil hingga neoplasma masif yang jauh lebih besar daripada ukuran uterusnya.

Neoplasma yang berukuran besar mungkin memperlihatkan fokus nekrosis iskemik disertai daerah perdarahan dan perlunakan kistik, dan setelah menopouse, tumor mungkin menjadi padat kolagenosa, bahkan mengalami kalsifikasi

Mikroskopis
Sebagian besar leimiosarkoma berkembang dalam beberapa pola tersendiri; sebagai massa besar yang menginfiltrasi dinding uterus; sebagai lesi polipoid yang menonjol ke dalam rongga uteris; atau sebagai tumor diskret yang menyamar sebagai leimyoma besar yang jinak.

Secara histologis memperlihatkan derajat diferensiasi yang beragam, dari yang sangat mirip dengan leimyoma hingga tumor anaplastik yang ganas.

Gambaran diagnostik leimiosarkoma meliputi mitosis yang relatif sering, dengan atau tanpa atipia sel, atau mitosis sedikit tetapi dengan atipia sel.

Endometrial stromal tumor

An endometrial stromal sarcoma (a) demonstrating diffuse positivity for CD10 (b), estrogen receptor (c), and progesterone receptor (d)

Undifferentiated endometrial sarcoma

(a) Endometrial stromal nodule with sex cordlike differentiation (case 8). (b) Low-grade endometrial stromal sarcoma (case 23). (c) Undifferentiated endometrial sarcoma with nuclear uniformity (case 28). (d) Undifferentiated endometrial sarcoma with

Adenosarcoma

Carcinosarcoma (malignant mixed mullerian tumor)

Leiomyosarcoma
Arise from smooth muscles of the uterus usually de novo appear grossly as a large (>10 cm) yellow or tan solitary mass with soft, fleshy cut surfaces exhibiting hemorrhage and necrosis [Viereck et al,
2002].

Anda mungkin juga menyukai