Anda di halaman 1dari 60

1

Workshop Metodologi Penelitian


13-14Desember 2006 1
Metodologi Penelitian
Dr.dr.Rizanda Machmud, M.Kes
2
TOPIK-TOPIK
Disain penelitian
Besar sampel
Analisis statistik
3
Hypotheticodeductive
Verificative
Knowledge,
science and theory
Research gap,
research interest
and ideas
Conceptualization,
operationalization and
Hypothesis
Research
designs
Sampling and
representatives
Ethics in
Research
Data mining
and collection
Data
Analysis
Research
Writings
4
TOPIK PENELITIAN
VARIABEL DEPENDEN - Y
MENCARI HUBUNGAN ATAU PERBEDAAN
DENGAN VARIABEL LAIN
VARIABEL INDEPENDEN - X
X Y
5
DISAIN PENELITIAN
6
JENIS DISAIN PENELITIAN
Table 1: Types of research design
Descriptive or observational

- case
- case series
- cross-sectional
- cohort or prospective or longitudinal
- case-control or retrospective
Experimental or longitudinal or repeated-measures

- without a control group
time series
crossover
- with a control group
7
PILIHAN DESAIN-OBSERVATIONAL
Laporan Kasus
Cross-sectional
Mengukur paparan & outcome pd waktu
bersamaan
Mengukur pola makan tinggi Na & Hipertensi pd
waktu bersamaan

8
PILIHAN DESAIN-OBSERVATIONAL
Cohort
Membandingkan terpapar dg tidak terpapar,
melalui proses waktu ke masa depan
(prospektif) dilihat dampaknya thd penyakit
Contoh; Membandingkan merokok dg tidak
merokok, melalui proses waktu ke masa
depan (prospektif) dilihat dampaknya thd
penyakit ca Paru
9
RANCANGAN OBSERVASIONAL
Desain Kohort






Resiko relatif=...?
Keuntungan & kerugian
KASUS (+) Kasus (-)
F-Resiko (+) A B
F-Resiko (-) C D
10
PILIHAN DESAIN-OBSERVATIONAL
Case Control
Membandingkan kasus dg kontrol, melihat ke
masa lalu (retrospektif) paparan yang terjadi
Contoh; riwayat konsumsi estrogen pada
pasien ca mamae dan non ca mamae

11
RANCANGAN
OBSERVASIONAL(1)
Desain Kasus-Kontrol




Rasio-odds=...?
Keuntungan & kerugian
KASUS (+) Kasus (-)
F-Resiko (+) A B
F-Resiko (-) C D
12
PILIHAN DESAIN
EKSPERIMENTAL
Melakukan intervensi obat baru pd
sekelompok pasien dan dibandingkan
dengan klp kontrol (obat standart) yang
setara
Randomized
Non-randomized
13
JENIS PENELITIAN
RANDOMISASI
INTERVENSI
YA TIDAK
YA EKSPERIMEN KUASI-E
TIDAK OBSERVASIONAL
RANDOMISASI:
Probabilit as sama unt uk " masuk" di set iap kelompok
Tujuan:KOMPARABILITAS kelompok dapat t erjaga
14
RANCANGAN PRA-EKSPERIMENTAL
1. PERLAKUAN TUNGGAL (ONE-SHOT CASE STUDY):
X ------------> O
2. PERLAKUAN ULANG (ONE GROUP PRE- POST TEST):
O ------------> X ------------> O
3. PERLAKUAN STATIK
X ------------> O
K ------------> O
15
RANCANGAN EKSPERIMEN MURNI
1. RANCANGAN E-SEDERHANA (POST-TEST ONLY
CONTROL GROUP DESIGN)
X ------------> O

------------------
K ------------> O
2. RANCANGAN E-ULANG (PRE- & POST-TEST CONTROL
GROUP DESIGN)
O--------------> X ----------> O

O--------------->K ----------> O
16
3. RANCANGAN E-SOLOMON (SOLOMON FOUR GROUP
DESIGN)
O--------------> X -----------> O
r:--------------------------------
O--------------->K -----------> O
r:--------------------------------
X -----------> O
r:--------------------------------
K -----------> O
4. RANCANGAN FAKTORIAL
A-1;B-1
A-1
A-1;B-2
A-2;B-1
A-2
A-2;B-2
17
DR.Dr.Rizanda Machmud M.Kes
18
TOPIK BAHASAN:
Definisi
Syarat Populasi
Pentingnya Sampling
Prosedur Sampling
Jenis-jenis Teknik Sampling
Besar Sampel


19
DEFINISI
Populasi target
Kumpulan dari satuan/unit yang ingin kita
buat inferensi/generalisasi-nya
Populasi studi
Kumpulan dari satuan/unit di mana kita
mengambil sampel
Percontoh/sampel
Kumpulan dari satuan/unit yang kita ambil
dari populasi studi di mana pengukuran
dilakukan

20
Percontoh
Percontoh
Percontoh Percontoh
Percontoh
21
CONTOH
22
Meliputi seluruh unit sampel

Sampel tidak dihitung dua kali

Batas Jelas

Up to date

Dapat dilacak di lapangan
SYARAT
POPULASI

23
Percontoh menggambarkan populasinya
Mempunyai akurasi yang terukur
Dapat dilaksanakan
Efisien
Berbagai teknik
sampling

MENGAPA
SAMPLING
?

Terlalu banyak diteliti semua
Tidak cukup waktu
Tidak cukup dana
Tidak cukup tenaga
Tidak mungkin diteliti semua
Sisi waktu dan ruang
Tidak perlu semua
Teori sampling
standard error
distribusi statistik
24
PROSEDUR
PENGAMBILAN
SAMPEL
Menentukan populasi penelitian
UNIT ANALISIS
BATAS LUAS POPULASI (SAMPLING FRAME)
KARAKTERISTIK UNIT ANALISIS
Menentukan cara pengambilan sampel
Menentukan besarnya sampel
Memilih sampel
Menentukan tujuan studi
2
3
4
5
1
25
JENIS-
JENIS
TEKNIK
SAMPLING
Sampel pertimbangan
(Purposive/judgemental)
Sampel berjatah (Quota)
Sampel seadanya
(Accidental/Convenience)
Rancangan random :
-Sederhana (Simple random)
-Sistematik (Systematic random)
Rancangan stratifikasi :
-Sederhana (Simple stratified random)
-Proporsional (Proportional stratified random)
Rancangan Klaster (Cluster random sampling)
Rancangan bertingkat (Multistages sampling)
26
RANCANGAN RANDOM
SIMPLE RANDOM
SAMPLING
Tentukan populasi studi
(=Sampling Frame)
Tentukan besar sampel
Dengan Tabel-acak
lakukan pemilihan
sampel sampai jumlah
terpenuhi
SYSTEMATIK RANDOM S.
Tentukan populasi studi
(=Sampling Frame)
Tentukan besar sampel
Tentukan secara acak
sampel no.1 (pertama)
Secara sistematik
tentukan sample no.2 dan
selanjutnya dengan
interval N/n
27
RANCANGAN STRATIFIKASI
R-S SEDERHANA
Tentukan populasi studi
Stratifikasi populasi
berdasarkan variabel studi
Tentukan besar sampel
Besar sampel dibagi
berdasarkan stratifikasi
yang ada
Dengan Tabel-acak
lakukan pemilihan sampel
R-S PROPORSIONAL
Tentukan populasi studi
Stratifikasi populasi
berdasarkan variabel studi
Tentukan besar sampel
Besar sampel dibagi
proporsional berdasarkan
stratifikasi yang ada
Dengan Tabel-acak
lakukan pemilihan sampel
28
RANCANGAN KLASTER
Tentukan populasi studi
Bagi populasi berdasarkan klaster (Primary Sampling
Units/PSU)
Geografis/area wilayah/blok/unit klaster lain
Setiap klaster harus heterogen optimal mewakili
populasi studi
Tentukan klaster terpilih secara acak (=PSU terpilih)
Dalam klaster terpilih dapat dibagi lagi kedalam klaster
Secondary Sampling Units, dst
Tentukan besar sampel
Dengan Tabel-acak lakukan pemilihan sampel.
29
RANCANGAN BERTINGKAT
Contoh:
Tentukan populasi studi
Klaster populasi studi tersebut
Pilih satu atau beberapa klaster secara acak
Dalam setiap klaster lakukan stratifikasi
Tentukan besar sampel
Dengan Tabel-acak lakukan pemilihan
sampel
30
BESAR SAMPEL, tergantung:
Jenis penelitian
Eksplorasi awal: 1 percontoh mungkin cukup
Generalisasi - harus representative
Skala-ukur variabel dependen
Kategorikal/proporsional
Kontinyu (interval)
Derajat ketepatan perkiraan yang
diinginkan
Semakin tinggi ~ semakin besar sample
31
JUDUL /TOPIK
BESAR SAMPEL
ANALISA STATISTIK
HUBUNGAN
JUDUL- ANALISIS STATISTIK-BESAR SAMPEL
32
VARIABEL DEPENDEN(Y)
vs BESAR SAMPEL
HASIL MENGUKUR
Y
KONTINU
KATEGORI
33
F SATU POPULASI:




n= Jl. Percontoh dibutuhkan
Z= Nilai Baku distribusi normal pada o tertentu
p= proporsi sesuatu; q=1-p
d= derajat akurasi (presisi) yang diinginkan
VARIABEL DEPENDEN:
KATEGORI
d
q p
z
= n
2
* *
2
/2 - 1 o
34
CONTOH
Seorang peneliti ingin melakukan survey kepuasan
pasien rawat inap di RS M Jamil Padang. Dari studi yang
lalu diketahui bahwa hanya 60% yg puas terhadap
layanan di RS tsb. Berdasarkan proporsi tsb, berapakah
besar sample yang dibutuhkan jika presisi=10% dan
derajat kepercayaan=95% ?

Jawab : Z
1 - o/2
=1,96; P= 0,6; d=0,1

( 1,96 )
2
(0,6) (1-0,6)
n = ---------------------------
0,1
2

35
F DUA POPULASI:




n= Jl. Percontoh dibutuhkan=n
1
=n
2

Z= Nilai Baku distribusi normal pada o atau |
tertentu
p
1
= proporsi sesuatu pd klp I; q
1
=1-p
1
p
2
= proporsi sesuatu pd klp II; q
2
=1-p
2

p= (p
1
+p
2
)/2; q=1-p
VARIABEL DEPENDEN:
KATEGORI
)
2
p - p (
)
2
q p + q p
z
+ 2pq
z
(
= n
2 1
2 2 1 1
- 1
/2 - 1
|
o
36
CONTOH
Dari hasil penelitian di negara lain, diperoleh
hasil bahwa ibu yang menderita anemia memiliki
resiko 18% untuk melahirkan bayi berat lahir
rendah. Sedangkan ibu yang tidak menderita
anemia memiliki resiko 9 % untuk melahirkan
bayi berat lahir rendah. Jika seorang peneliti
ingin melakukan penelitian yang sama di
negaranya dan ia menginginkan kekuatan uji
80% serta derajat kepercayaan 95 %, berapa
besar sampel yang diperlukan untuk setiap
kelompok ibu hamil?
37
Variabel dependen : kategori (lanj)
dua populasi kohort
N= jumlah sampel=n
1
=n
2
Z=nilai baku distribusi normal
P
1
= proporsi sesuatu pada kelompok I; q
1
=1-P
1
P
2
= proporsi sesuatu pada kelompok II; q
2
=1-P
2
P= (p
1
+p
2
)/2; q= 1-P

2
1 2
2
2 2 1 1 1 2 / 1
) (
) 2 (
p p
q p q p z pq z
n

+ +
=
| o
2
) (
2 1
p p
p
+
=
p q =1
38
Contoh
Penelitian kohort mengenai hubungan antara merokok
dan timbulnya penyakit kanker paru, diperkirakan
incident rate kelompok perokok adalah 10% sedangkan
di kalangan bukan perokok adalah 5%. Berapakah besar
sampel yang diperlukan pada penelitian kohort ini?

P = (0.10+0.05) = 0.075
2
q = 1-0.075=0.925


39
Contoh
Besar sampel yang dibutuhkan n=435
artinya pada penelitian ini diperlukan 435 orang perokok
dan 435 orang bukan perokok untuk diamati selama
periode penelitian



2
2
) 05 . 0 1 . 0 (
) 95 . 0 05 . 0 9 . 0 1 . 0 842 . 0 925 . 0 075 . 0 2 96 . 1 (

+ +
=
x x x x
n
40
Variabel dependen : kategori (lanj)
dua populasi kasus kontrol
N= jumlah sampel=n
1
=n
2
Z=nilai baku distribusi normal
P
1
= proporsi subjek terpajan pada kel. penyakit; q
1
=1-P
1
P
2
= proporsi subjek terpajan pada kel. Tanpa penyakit;
q
2
=1-P
2
P= (p
1
+p
2
)/2; q= 1-P

2
1 2
2
2 2 1 1 1 2 / 1
) (
) 2 (
p p
q p q p z pq z
n

+ +
=
| o
41
Variabel dependen : kategori (lanj)
dua populasi kasus kontrol
) 1 ( ) (
) (
2 2
2
1
P P OR
P OR
P
+
=
2
) (
2 1
p p
p
+
=
p q =1
42
Contoh
Seorang peneliti ingin menguji hipotesis
anemia pada ibu hamil sebagai faktor
risiko terjadinya bayi berat lahir rendah.
Hasil penelitian di negara lain
menunjukkan rasio odds sebesar 2.5.
Prevalensi anemia pada ibu hamil
diketahui dari hasil survei sebesar 60%.
Berapa besar sampel yang diperlukan jika
peneliti menginginkan tingkat kepercayaan
5% dan kekuatan uji 80%?
43
Jawaban; diperlukan 94 sampel ibu yang melahirkan BBLR
& 94 sampel ibu yang melahirkan bayi normal
79 . 0
) 6 . 0 1 ( 6 . 0 ) 5 . 2 (
6 . 0 * 5 . 2
1
=
+
= P
17 . 93
) 6 . 0 79 . 0 (
) 4 . 0 6 . 0 21 . 0 79 . 0 842 . 0 3 . 0 70 . 0 2 96 . 1 (
2
2
=

+ +
=
x x x x
n
44
Variabel dependen: kontinyu
Satu populasi
N = jumlah sampel
Z = nilai baku distribusi normal
o = standart deviasi
D=derajat akurasi

2
2 2
2 / 1
d
z
n
o
o
=
45
Contoh
Dinas Kesehatan kabupaten Pasaman ingin
mengetahui rata-rata kadar Hb pada ibu hamil.
Dari hasil penelitian dari kabupaten lain,
diperoleh rata-rata kadar Hb 9.8% dengan
standart deviasi 3.3g/dl. Berapa besar sampel
yang diperlukan jika peneliti menginginkan besar
simpangan maksimum 1 g/dl dan derajat
kepercayaan 95%?
Jawaban peneliti perlu memeriksa darah 42 ibu
hamil sebagai sampel
46
Variabel dependen: kontinyu
Dua populasi
N =sampel yang dibutuhkan
Z =nilai baku distribusi normal
o = standart deviasi
= rerata

2
0
2
1 2 / 1
2
) (
) (
a
z z
n

o
| o

+
=

) 1 ( ) 1 (
) 1 ( ) 1 (
2 1
2
2 2
2
1 1
2
+
+
=
n n
S n S n
S
p
47
Contoh
Seorang peneliti ingin mengetahui efek asupan natrium
terhadap tekanan darah orang dewasa normal. Pada
penelitian sebelumnya dengan jumlah sampel 20 orang
untuk masing-masing kelompok diketahui bahwa pada
kelompok masyarakat yang konsumsi natriumnya
rendah rata-rata tekanan darah sistolik adalah 72 mmHg
dengan standar deviasi 10 mmHg. Sedangkan pada
masyarakat yang konsumsi natriumnya tinggi, rat-rata
tekanan darah diastolik adalah 85 mmHg dengan
standart deviasi 12 mmHg. Berapa besar sampel yang
dibutuhkan jika peneliti ingin melakukan uji hipotesis
adanya perbedaan tekanan darah diastolik pada kedua
kelompok tersebut dengan derajat kemaknaan 5%,
kekuatan uji 80%
48
Contoh
Jawab; peneliti perlu memeriksa tekanan darah dari 40
orang yang konsumsi natriumnya rendah dan 40 orang
yang konsumsi natriumnya tinggi

| |
122
) 1 20 ( ) 1 20 (
12 ) 1 20 ( 10 ) 1 20 (
2 2
2
=
+
+
=
p
S
04 . 39
) 75 82 (
) 842 . 0 96 . 1 ( 122 * 2
2
=

+
= N
49
PENGUKURAN VARIABEL
HASIL MENGUKUR
X & Y
KONTINU KATEGORI
50
HASIL UKUR


VARIABEL
Y
KATEGORI KONTINU


X
KATEGORI GORI-GORI GORI-TINU
KONTINU TINU-GORI TINU-TINU
51
HASIL UKUR vs
ANALISIS STATISTIK
Gori-gori
Chi-square
Tinu-gori
Regresi logistik
Gori-tinu
Gori 2 : uji T
Tidak berhubungan- independen
Berhubungan- related
Gori 3 : uji Anova
Tinu-tinu
Korelasi, regresi linier
52
PERTNY. PENELITIAN V-INDEPENDEN V-DEPENDEN JENIS ANALISIS
Apakah ada perbedaan
pemanfaatan yankes setelah
Intervensi?
Klp. Intervensi-
Kontrol
(Nominal)
Ya/Tidak
Memanfaatkan
(Nominal/Ordina)l
Uji Khi-Kuadrat/
MannWhitney/
RR/Regresi logistik
Apakah ada perbedaan tk.
kepuasan pasien stlh. Itv?
Klp. Intervensi-
Kontrol (Nominal)
Skor Kepuasan
(Interval)
Uji-t independen/
Regresi linier
Apakah ada perbedaan tk.
polusi suara (noise) di
berbagai kepadatan jalan?
Klp A=Sangat
padat; B=Padat;
C=Krg
Padat(Nominal)
Skor audiometri
(dB)
(Interval)
Uji Anova/
Regresi linier
(Dummy variable)

LATIHAN MEMILIH ALAT STATISTIK(1)
53
SKALA UKUR VARIABEL
Terdiri dari 4 macam:
1) Nominal
2) Ordinal
3) Interval
4) Ratio

54
NOMINAL
Pengukuran yang paling lemah
tingkatannya, terjadi apabila bilangan
atau lambang yang digunakan untuk
mengklasifikasikan objek pengamatan.
Setiap objek akan masuk salah satu
lambang atau kelompok
Contoh :
Agama dapat dikelompokkan menjadi
Islam, Kristen, Budha, Hindu.
Jenis kelamin, warna, golongan darah
55
NOMINAL
56
Ordinal
Pengukuran ini membagi kelompok-
kelompok, tetapi antara kelompok itu ada
hubungan (rangking). Hubungan antara
kelompok ini dapat ditulis lebih besar, lebih
kecil. Jadi dari kelompok yang sudah
ditentukan dapat diurut menurut besar
kecilnya.
Contoh: pendidikan (dikelompokkan menjadi
rendah, sedang, tinggi), sosial ekonomi.
57
Interval
Kalau dalam skala ordinal kita hanya
dapat menentukan urutan dari kelompok,
maka didalam skala interval selain
membagi objek dalam kelompok tertentu
dan dapat diurutkan juga dapat ditentukan
jarak dari urutan kelompok tersebut.
Contoh:
pengukuran suhu, IQ
58
Rasio
Dengan skala ratio kita dapat
mengelompokkan data, kelompok itupun
dapat diurutkan dan jarak urutanpun dapat
ditentukan. Selain itu sifat lain untuk data
dengan skala ratio kelompok tersebut
terdapat nilai nol mutlak
Contoh:
pengukuran tinggi badan, berat badan
59
Struktur tingkatan skala
SIFAT SKALA NOMINAL ORDINAL INTERVAL RATIO
Klasifikasi
+ + + +
Urutan
pengamatan
- + + +
Jarak antar
kelompok
- - + +
Titik nol mutlak
- - - +
60
PENJENJANGAN SKALA